Sunday, 18 June 2017

21 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

21 Ramadhan 1438 H
Pintu Arroyan

#RamadhanBerkah

Hari ini bertepatan dengan kelulusan siswa SD. Kami semua berharap hasil yang didapat siswa merupakan hasil perjuangan murni yang mereka dapatkan dengan kejujuran. Iya dengan kejujuran, terbukti di setiap event kompetisi bergengsi mereka selalu menunjukkan taringnya. Allahu Akbar!
Pertanyaannya adalah, dari mana sekolah-sekolah lainnya ini tiba-tiba muncul kepermukaan? Wallahualam bisshowab.

Sebelum sampai di sekolah Aku mengantar Bidadariku ke dauroh. Abdullah bertanya "Aku tidak turun?". "Abang ikut abi ke sekolah". Jelas umminya. "Yee hore ikut abi sekolah". Abdullah sangat senang sekali ketika diajak ke tempat kerjaku. Mungkin karena banyak anak-anak yang bisa diajak bermain dan lapangan yang cukup luas. Karena sekolahnya Abdullah sudah mulai libur.

Sampai di sekolah ketika berkumpul di sebuah ruangan, mulailah si Abang berdiplomasi. Mau kencing, BAB, sekedar melihat tas lalu minta kue, minta makan siang. Padahal jam masih munjukkan pukul 10.00 pagi. Sesuai dengan kesepakan sahur tadi subuh. Abdullah diajak ke sekolah agar puasanya terjaga. Jadi, antara tega dan tidak tega kalimat motivasi mutlak tersusun rapi buat Abdullah pagi ini.

*****

Hari sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Dauroh akan segera dipending. Telur dua karpet menambah beban bebek yang dikendarai siang ini. Kalau ingat keinginan besar Abdullah, saat-saat seperti ini ia sering berujar sekaligus berdoa penuh harap "Mau mobil besar warna merah". Aamiin. Semoga ya bang, Aamiin.

kami berempat sudah diatas kendaraan saja sekarang. Tiba-tiba helm si Abang sudah menempel di kepala motor. Ini alamat si Abang sudah mengatuk. Megapa tidak, sedari tadi larian keliling sekolah dari kolam satu ke kolam yang lain bermain sama ikan. Berlarian sangat menguras energi hingga ia capek. Ia pun langsung ditidurkan di kamar. Sempat terbangun dan menanyakan susu. Hee.. si Abang sempat-sempatnya ya. Tapi lagi-lagi diplomasi dua arah berjalan baik hingga ia tertidur.

*****

Bakda ashar semua sudah siap. Kita ada ifthor jamaai di sekolah. Puasa si Abang alhamdulillah masih terjaga. Benarlah kata umminya, "Sepertinya puasanya hari ini bakal bertahan lebih lama". Pun ketika ashar disudahi, harapan itu semakin besar "Sepertinya puasanya full hari ini". Sejenak terlintas beberapa parenting mengatakan "Anak-anak sesuai dengan apa yang dipikirkan orang tuanya".

*****

Allahu Akbar! Walillahilham

Abi begitu gembira meihatmu sahur bersama terlebih pada saat berbuka hingga maghrib. Ini awal yang baik untuk kedepan yang sempurna. Prestasi yang luar biasa, Abi takjub. Abi wajib rasanya memberikan apresiasi tinggi buatmu hari ini. Abdullahpun hanya meminta sereal cokelat dan susu. Semoga ini bagian dari doa-doa yang baik anakku. Ketika engkau tahu bahwa surga itu ada tujuh tingkatan dan tingkat paling atas adalah Jannatul Firdausi. Semoga Allah menempatkanmu kelak melalui pintu ArroyanNya yang agung.

Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Walillahilham..

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

20 Ramdhan 1438 H

Bismillahi..
20 Ramadhan 1438 H
Berbuat Baik Adalah Sedekah

#RamadhanBerkah

Empat jam perjalanan menuju rumah duka di Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan tidak terasa melelahkan. Sedikitpun rasa lelah tidak menyurutkan keinginan ini untuk hadir lebih awal. Alhdulillah pukul 09.30 kami tiba di rumah duka yang sudah penuh sesak dengan jamaah pelayat. Lalu kami masuk ke dalam rumah. Di dalam juga sangat sesak. Pelayat silih berganti keluar masuk ruang utama tempat almarhum dibaringkan.

*****

Saudara almarhum yang ada di Jambi dan Riau sedang dalam perjalanan. Mereka sudah hampir 20 tahun tidak bertemu. Keinginan untuk bertemu untuk terakhir kalinya di dunia ini, sedikit menunda fardhu kifayah hingga pukul 12.30 bakda dhuhur nanti. Sampai atau tidaknya saudara almarhum dari rantau insya Allah pemakanan akan dilaksanakan bada dhuhur. Itu keputusan keluarga.

Mengingat hal di atas maka kami yang juga dari jauh mengusulka untuk shalat jenazah lebih dulu. Akhirnya usul ini diterima, kamipun berwudhu dan shalat jenazah dengan khusuk mendoakan almarhumah.

*****

Ibunya dirawat di Yogya. Waktu beliau diizinkan pulang dan terasa membaik, maka ada rencana akan dibawa ke Bengkulu. Sewaktu mau dibawa pulang ke Bengkulu menggunakan pesawat harus dengan proses panjang hingga tiga hari, maka kesepakatan keluarga bahwa ibu dibawa dengan ambulan menggunakan jalan darat. Di Lampung ibunda menghembuskan nafas terakhir. Ahirnya jenazah langsung dibawa ke Kedurang.

Malam itu ada info siapa saja yang akan melayat. Dan aku menyanggupi ingin melayat. Ada sebuah alasan penting mengapa aku harus melayat ibunda beliau.

Suatu hari, Ayahku tanpa sepengetahuanku hadir ke tempatku bekerja dalam kondisi sakit. Waktu itu Ayahku ditemui oleh teman kerjaku ini. Beliau Ayahku diperlakukan dengan sangat baik sehingga tidak ada kecemasan dalam dirinya yang sudah mulai uzur. Aku juga tidak tahu mengapa Ayahku ingin turun di tempat kerjaku. Kemungkinan besar karena ia bangga aku bekerja di sini. Iya beliau bangga. Akhirny akau mengantar beliau pulang ke rumahku. Dan Cukup lama sampai akhirnya beliau sembuh. Latar belakang ceritanya juga cukup panjang. Akhirnya di tahun 2015 tepat di bulan kelahiranku, Ayahku menghembuskan nafas terakhir di Seluma. Semoga Allah megampuni segala dosa dan salah Ayahku, melapankan kuburnya dan memberi cahaya terang di kuburnya, menempatkan di sisiNya yang terbaik Aamiin.

Iya, perlakuan baik dari teman satu tempat kerjaku tadi yang membuat ayahku nyaman ketika tanpa sepengatahuanku beliau hadir dan beliau merasa nyaman.

*****

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa salam bersabda;

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ 

“Setiap kebaikan adalah sedekah” (HR. Bukhari)

Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan manusia dengan niat baik tergolong sedekah yang diganjar pahala oleh Allah Ta'ala.

Hadits ini menunjukan pula bahwa sedekah tidak terbatas pada apa yang dikeluarkan seseorang berupa harta. Maka setiap yang mampu berbuat baik terhitung sebagai orang yang bersedekah, baik kaya maupun faqir.

19 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

19 Ramadhan 1438 H
Amir dan Juanda

#RamadhanBerkah

Amir yang sejak tadi pagi sibuk masih terlihat duduk di depan laptop. Ruangan ukuran 8 x 6 tempatnya bekerja terasa sangat sempit. Air Conditioner tepat diatas kepalanya seakan mengibas udara pengap ruang ini. Tiba-tiba pintu diketuk. Amir pun kaget dan mempersilakan masuk tamunya.

Tamunya tidak lain adalah bawahannya yang dua tahun ini bekerja di perusahaan yang ia pimpin. Iya, Juanda namanya. Seorang karyawan baru yang sudah dipersiapkan sejak awal masuknya untuk mengisi kekosongan kepala bagian pemasaran.

Juanda masuk dengan tenang. Juanda yang sehari-hari menilai kerjanya yang sudah maksimal merasa dirinya berhak untuk mendapatkan haknya secara penuh. Sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Sesuai dengan tanda tangan di lembaran laporan rapi dari sekretaris.

Juanda hadir ke ruangan bosnya hanya untuk menyampaikan maksud dan tujuan ini saja. Tidak lebih. Bosnya Pak Amir dengan senang hati mengapresiasi dan memgakomodir kerja bawahannya. Namun ada satu hal yang membuat ruang kerja tersebut tiba-tiba angker.

Bagaimana tidak, Amir membuka tabir baru bagi Juanda. Amir membuka sebuah rahasia yang selama ini disimpan dengan rapi. Apakah itu? Apakah Juanda menerima dengan tangan terbuka dan lapang dada mendengarnya? Lalu masalah apakah itu sehingga Juanda bagaikan duri di dalam daging.

*****

Juanda mau tidak mau harus berkata tegas "Dua tahun masalah ini dipendam begitu saja. Tanpa disampaikan dengan saya secara terus terang. Mungkin kalau saya tidak ke ruangan ini hari ini, masalah ini tidak disampaikan".

Juanda merasa ia harus bertanggung jawab sebaga bawahan sebaga bentuk loyalitas. Bukan untuk mengemis belas kasih pimpinan.

*****

Dinamika perusahaan itu mulai terasa oleh Juanda. Ada musuh di dalam selimut yang berusaha menjatuhkan posisi strategis Juanda. Iya orang-orang yang terlihat bermuka manis itu tidak dapat dipercaya sepenuhnya. Mulai hari itu Juanda mulai berhati-hati. Amir dan Juanda fenomena zaman ini yang harus dipahami bukan hanya dikenali.

Ukhuwah Yang Tak Bertepi

Bismillahi..

23 Ramadhan 1438 H
Sahabat

#RamadhanBerkah

Malam semakin larut, berburu malam seribu bulan berlanjut. Ada sebuah memori indah mengulang sebuah kata yang teringang-ngiang. Masuk ke relung jiwa terdalam. Namun duniawipun masih menyelinap. Ada sebuah pesan horizontal untuk bermuamalah.

Kulihat facebook, ada postingan teman semasa SMP dulu. Iya, dia memposting sebuah gambar yang membuat hati ini bergetar hebat. Di gambar itu ada pesan sakral yang tertuju pada Tuhan Semesta Alam atas permohonan terdalam sebagai sahabat.

*****

Pagi Ahad itu di pertengahan tahun 2005, Aku, Jazuli, Aan, Oka, juga Ijal, terbiasa bakda subuh di Baitul Jannah Timur Indah IV marathon hingga ke Pantai. Tak tanggung-tanggung, jarak tempuhnya hampir mengelilingi pusat kota Bengkulu dengan perpindahan nol. Ini bahasanya mirip soal fisika ya. Hee. Perpindahan nol tentu, karena pulang ke Timur Indah IV lagi hehe.

Menyusuri aspal hitam menuju belakang RS.DKT ke SMAN 4, almamaterku, waktu itu aku kelas 3 IPA. Biasa main basket shooting minimal satu kali kemudian berlalu. Adakalanya tidak sama sekali mampir kesana namun langsung menuju Muhajirin, Singgaran Pati sekarang, dan menyeberang menuju Taman Remaja. Jangan kira di taman remaja kita berlama-lama. Lebih cepat berlalu lebih baik.

Jalan gang kecil tembus Km.7 kami menemukan jalan dua jalur. Gang kecil ini menembus depan sebuah masjid di pinggir jalan Km.7. Kami kemudian terus lari-lari kecil sambil megoper bola menuju dua pilihan jalan. Antara jalan di belakang Balai Buntar atau jalan menuju MAN Model, almamater Ijal dan Jazuli. Jangan salah, sebenarnya targetku dulu masuk MAN Model lho hehe, takdirnya di SMAN 4. Apa jadinya ya kalau aku sekolah di MAN, Subhanallah ketemu doi dong hehe. Namun biasanya kami pilih jalan menuju MAN Model. Jalan di samping Balai Buntar agak serem, gelap. Pilih yang aman ya.

Aan biasanya bawa bola kaki. Sudah dipastikan bola yang sedari tadi tidak lagi berada di kaki. Biasanya dia bawa sambil berlari dan kita gantian saling oper. Tak terasa kita sudah di perempatan lampu merah menuju Perumahan Elit. Waktu itu masih sedikit sekali rumah di sana. Paling hanya dua atau tiga gedongan mewah. Tidak seperti sekarang. Perumahan di sana sudah hampir penuh. Prrumahan maupun hotel.

Dari atas kami sudah mendengar deruhan ombak dan tiupan angin pantai yang segar. Aroma khas dari semilir angin bakda subuh yang meronah dibalik cemara menambah semangat turun ke pasir. Pasirnya putih bersih. Tak kalah Sanur Bali, wajar saja kalau dulu eko wisata digalakkan di Kota Bengkulu. Kami tidak akan berlama-lama disini. Bola ini juga hanya sebatas teman. Yang paling semanga disini tentunua Ijal. Nanti diakhir cerita akan ku beri tahu.

*****

Kami menyusuri pasir yang membentang luas sejauh 5 Km per dua. Karena dipotong oleh terputusnya pantai oleh aliran muara yang dihubungkan dengan jembatan. Waktu itu ada pos polisi yang berada di persimpangan untuk mencari angkot. Disinilah kami berhenti. Olah raga ringan, push up, dll. Kemudian kami menuju angkot kuning yang akan mengantarkan kita ke Pusat Kota, Suprapto. Aku tidak banyak mengingat suka duka di Suprapto, yang aku ingat waktu itu hampir menunjukkan pukul 09.00 pagi. Jadi harus segera mencari angkot menuju Lingkar Timur dan Timur Indah lagi.

****

Waktu terus berlalu, mungkin sudah ahad kesekian kami tidak marathon lagi. Aan sakit. Iya Aan sudah mulai sakit. Kami putuska kami tidak akan marathon lagi. Terkadang dia sembuh kembali. Kemudian sakit lagi. Dan sembuh lagi. Hingga kami semua tamat dan Lulus dari sekolah masing-masing. Aan sudah tampak baik seperti biasanya.

*****

Aku ikutan Test AKMIL, lumayan pengalaman testnya. Alhmdulillah. Oka, sepertinya akan konsen kuliah. Begitu juga dengan Aan. Mereka di kampus yang sama. Jazuli kalau tidak salah konsen di IAIN. Aku tentu tidak jadi Lentan Dua haha, Aku dan Ijal lulus satu fakultas di UNIB. Tapi Ijal memilih out dan dia jadi Polisi. Apa kabar Pak Ijal?

Lama kami tidak bertemu, sesekali satu sama lain memberi kabar. Hingga di semester delapan, duka itu menyelimuti kami semua. Aan kembali ke pangkuan Illahi. Sebelumnya kami berkumpul di rumahnya menjenguk setelah beliau pulang dari RSCM untuk kesekian kalinya. Badannya sudah berubah, tapi semangay dan candanya tidak berubah sama sekali. Masih bisa tertawa dan bercanda gurau. Padahal dari semua teman-teman yang hadir waktu itu dapat dipastikan keprihatinan kami terhadapnya. Sampai disebuah kata terucap "Aku mungkin tidak lama lagi" kata-kata ini membuat hati ini teriris dan air mata ini menetes.

*****

Aan engkau sudah tenang disana kawan. Tidak ada lagi rasa sakit yang dulu engkau rasakan. Allah lebih menyayangimu dengan JanjiNya yang pasti. Kami doakan agar engkau diberikan tempat yang terbaik di sisiNya, Diterangi dengan Cahaya Al-Quran yang engkau lantunkan di Masjid Baabul Jannah waktu itu. Aan, air mata kami semua tertumpah atas sebuah rasa duka dan haru dibalik senyummu yang tegar diakhir nafasmu. Alfatihah.. Allahumma Firlahu Warhamhu Waafihi Wafuanhu..

Wednesday, 14 June 2017

18 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

18 Ramadhan 1438 H
Cinta tak selamanya harus memiliki

#RamadhanBerkah

Harta benda yang kita miliki merupakan razeki dari Allah SWT yang maha pemberi rizki. Rumah, kebun, tanah, mobil, perhiasan dan lain sebagainya merupakan pemberian dari Allah SWT. Kecintaan kepada harta benda adalah sebuah ungkapan cinta sesaat yang tak melebihi kadarnya. Mampukah cinta ini mengantarkan cinta pada Rabb?. Semoga harta benda yang kita miliki menjadikan diri ini senantiasa dekat padaNya. Aamiin

*****

Siapa yang memiliki hewan peliharaan? Apakah hewan itu perlu dicintai sepenuh hati? Hewan peliharaan, sangat dianjurkan jika pemeliharanya harus berbuat baik kepada hewan peliharaannya tersebut. Binatang peliharaan yang dipelihara harus dikenyangkan dan dicukupkan air minumnya.

“Barang siapa yang memelihara kuda (binatang) di jalan Allah dengan penuh keimanan pada Allah dan yakin akan janji kebaikan-Nya, maka sesungguhnya makanan terhadap kudanya yang dikenyangkan, pemberian minuman kepada kudanya hingga puas, bahkan kotoran dan kencing (kuda) nya kelak akan ditimbang (sebagai kebaikan) pada hari kiamat”. (HR. Bukhori). Bukankah ini sebuah hal yang besar, memelihara hewan dengan cinta bakal mendatangkan kebaikan pada hari kiamat kelak. Allahu Akbar!.

*****

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Satu point penting disana, Anak. Tentu kecintaan kepada anak adalah sebuah anugrah besar dari Allah SWT. Karena kesadaran ini pulalah memiliki anak sebagai penyejuk mata dan penyenang hati adalah pilihan utama. Semoga senantiasa Allah anugrahkan "Penyejuk Hati" di tiap-tiap keluarga kita. Aamiin..

*****

Mencintai seorang istri adalah sebuah anugerah terbesar dalam diri setiap lelaki. Menggenapkan separuh dien dengan mengambil amanah penuh dari perwalian seorang gadis pilihan hidup. Tak tanggung Allah SWT pun menyebutkan ini sebagai sebuah penjanjian yang kuat. Disaksikan langsung oleh Allah SWT dan malaikat-malaikat suci serta manusia. Cinta ini akan semakin tumbuh dari hari ke hari dengan penghambaan diri yang kokoh kepada Allah SWT.

*****

Orang tua kita adalah sejatinya orang yang paling berjasa dalam hidup ini hingga kita hadir ke dunia untuk menjadi hambah yang beriman. Karena orang tualah kita dijadikan seperti manusia saat ini. Allah maha perkasa dan bijaksana. Sejak pengakuan kita kepada Rabb di kandungan ibu lalu dituntun mengenalNya lebih jauh dengan kalimat Laa illah ha Illallah.. Muhammadar Rasulullah.. Apa makna dan konsekuensinya? Allah hanya meridhoi Agama ini, Hadits: Man qala Lailaha illallah, dakhalal jannah; (Barangsiapa yang mengucapkan “Tiada tuhan selain Allah” akan memperoleh syurga); janji Allah melalui lisan Rasulullah seperti yang telah terekam dalam hadits ini, mengindikasikan keutamaan dan besarnya bobot kalimat syahadat. Bagaimana tidak, dengan syahadatlah keutamaan lain dalam ibadah dan amal shaleh yang dilakukan manusia menjadi memiliki nilai berbobot di hadapan Allah SWT. Bukankah ini sebuah keutamaan yang besar?.

*****

Attaubah: 24

قل إن كان آباؤكم وأبناؤكم وإخوانكم وأزواجكم وعشيرتكم وأموال اقترفتموها وتجارة تخشون كسادها ومساكن ترضونها أحب إليكم من الله ورسوله وجهاد في سبيله فتربصوا حتى يأتي الله بأمره والله لا يهدي القوم الفاسقين

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri ruginya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul -Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya ". Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

*****

Diawal tahun aku mengenal mereka dan di akhir tahun aku harus berpisah. Satu kata untuk mengungkapan rasa ini, cinta tak selamanya harus memiliki. Baarakallahulakuma.

Tuesday, 13 June 2017

17 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

17 Ramadhan 1438 H
Aku Bahagia bersama Ayat-ayat cinta

#RamadhanBerkah

Sejak subuh tadi aku sudah tidak sabar ingin hadir lebih awal ke sekolah. Hari ini aku ingin lebih awal hadir karena ada moment spesial. Iya pesiapannya belum matang jadi harus hadir lebih awal. Tidak bermaksud mencari kambing hitam ya. Bukan juga karena tiga judul buku ini. Dua judul buku buatan siswaku dan satu judul buku siswa binaan di ekskul Komunitas Cinta Buku. Ini sebuah apresiasi tinggi bagi mereka. Iya, mereka yang membuat aku bahagia sejak subuh tadi aku sudah tidak sabar ingin bertemu.

Matahari malu-malu menampakan diri dibalik awan comulus pagi ini. Tapi hatiku tetap bahagia yang meliputi seluruh ruang jiwa ini.

*****

Parenting segera akan dimulai diisi motivator and Trainer Nasional Kang Febriya Fajri, CM, NLP. Masjid QS.2 menjadi sesak dipenuhi orang tua - orang tua hebat. Di hari efektif dapat meluangkan waktunya dengan maksimal menghadiri parenting dan Pertemuan Orang Tua dan Murid (POMG). Separuh kesuksesan buah hati sudah berada di genggaman.

Pukul 08.30 WIB parentingpun dimulai. Suasana penuh semangat dan antusias.  Games seru dan suasana haru yang mengundang mata hati ini terbuka lebar. Ada sebuah kenyataan pahit yang didengarkan telinga ini. Ada juga sebuah apresiasi yang tinggi terhdap sebuah hal kecil yang dampaknya amat besar untuk orang-orang yang dicintai, disekitar kita.

tiga jam duduk di sana terasa berat tuk beranjak mendengar dan menyimak untaian-untaian kata penuh makna. Motivator tentunya memotivasi. Waktu itu aku kebetulan sangat butuh kata-kata inspiratif sebagai penguatan hal-hal yang aku temui di perjalanan.

*****

Pukul 11.40 aku ke kelas, dan pukul 11.55 POMG pun dimulai. Sangat singkat. Wali Murid berdatangan hadir pada saat acara dibuka. Singkat cerita pertemuan ini adalah khusus pertemuan terakhir tim kelas 5A Zaid Bin Tsabit. Di waktu yang tak lebih dari 30 menit ini: "Ayah bunda yang dirahmati Allah SWT
Alhamdulillah ananda naik semua ke kelas enam". Sekelumit kata-kata yang aku ucapkan. Aku banyak belajar dari anak-anak di kelas. Dengan Wali Murid yang hebat dan dari semua tim yang solid. Karena sejatinya adalah setiap hari merupakan belajar menjadi lebih baik.

Anak-anak menjadi inspirasi setiap hari. Semoga suatu hari nanti aku menemui Seorang Walikota dari wajah mereka. Atau Seorang mentri dari wajah mereka hari ini. Ada seorang Gubernur, Dokter, Tentara, Polisi, Desainer, Hafidz, Ilmuan, Pilot, Chef, Akademisi, Guru, Ustad, Ustadzah. Atau bahkan Presiden dan bahkan yang tak kalah penting profesinya adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang hebat mengurusi A-Z, atau bahkan sebagai seorang suami yang penuh tanggung jawab terhadap diri dan keluarga mereka. Semua, semua mereka hebat dan berpotensi luar biasa. Mereka memiliki potensi yang luar BIASA karena mereka dekat dengan Al-Quran. Allahu Akbar!!!

Terima kasih buat tim solid sebelumnya, hingga aku menemukan anak-anak hebat hari ini. Jika besok bertemu kembali di suatu hari nanti mereka tersenyum bangga bersama Ayah Bunda dengan Mahkota dan Jubah Kemuliaan dariNya. Aamiin.. Juga orang-orang hebat di sekelilingku. Siapa saja mereka? Banyak sekali, terutama Bidadari yang selalu mensupportku.
Jazakallahu khair..

*****

Inilah sebuah kisah satu tahun kebersamaan ini. Beragam kisah dan cerita yang tak mungkin dirangkum pada waktu yang singkat. Hanya Allah dan Rasulnya dan orang-orang yang beriman menjadi saksi atas kegigihan anak-anak hebat luar biasa.

Ayat-ayat cinta
Diturunkan di bulan Berkah
Alam dan Jagad Raya
Dan Seisinya Adalah Termasuk Di dalamnya
Ayat-ayat cinta
Yang membuat hidup ini BAHAGIA

Sunday, 11 June 2017

16 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

16 Ramadhan 1438 H
Estafet

#RamadhanBerkah

Hari ini, 16 Ramadhan bertepatan dengan 11 Juni. Ada sebuah kisah yang dapat diambil pelajaran. Petapa keyakinan pada Allah SWT itu sangat penting.

Di jauh hari aku sudah memilki agenda penerbangan pukul 14.20 di Terminal Fatmawati Soekarno. Agenda ini sudah lama sekali dibuat. Tiba-tiba ada sebuah surat untuk aku dan TIM untuk mengikuti sebuah event kompetisi antar kecamatan. Pada hari yang sama namun jam yang berbeda. Karena jam yang berbeda jadi aku terima.

Materi sudah dipelajari dan tibalah tanggal 11 juni. Acara dimulai pukul 08.00, semua peserta diharapkan sudah hadir sebelum acara dimulai. Semua akan diadu pada hari ini. Babak penyisihan, semifinal, dan final. Aku mati langkah, Motor satu gantian sama istri dan aku bagaimana perginya?. Lumayan, LPMP cukup jauh. Oh iya, Ojek.

Tancap gas ojek ke LPMP. Masih pagi dan tiba disana masih saja belum mulai. Hari hampir menunjukkan pukul 09.00 ketika panitia mempersilahkan peserta menempati meja masing-masing. Aku dan teman-teman ada di grup D. Di sesi kedua melawan 3 kacamatan lainnya.

Semua babak kami lewati dengan baik. Hingga sampai di babak semifinal dan waktu sudah dzhuhur. Mau tidak mau aku harus pulang dan bersiap-siap terbang. Grup D masuk ke Final. Aku kemudian berpamitan. Semoga sukses dan maaf tiketku pukul 14.20 segera menunggu.

*****

Di luar lokasi, Jalan Zainul Arifin sangat sepi dengan angkutan umum. Ini, helm yang aku bawa dari rumah tadi masih kupegang. Tiba-tiba ada pengendara sepeda motor yang berhenti dan mengajak naik. Akupun naik. Haha eatafet kita. Dianya bertanya, aku mau kemana? Aku jawab mau ke Sawah Lebar. Si pengendara mau ke arah Kepahiyang otomatis aku turun di perempatan lampu merah Danau Dendam.

Aku turun, pengendara yang aku lupa namanya berlalu seketika. Aku segera menyeberang melewati jalan Pesantren Daarusalam Bengkulu. Masih dengan cara yang sama. Cari agkot tapi angkot masih jarang terlihat. Dan tidak ada yang lewat sama sekali. Akhirnya ada seorang pengendara motor yang menawarkan tumpangan lagi. Dan akupun naik hingga sampai di depan Pom Bensin Tebeng. Sementara ia berlalu ke arah panorama. Masih belum nyampai rumah ini. Disini aku bersiap naik angkot merah.

Angkot sudah terlihat dari kejauhan, namun lagi-lagi seorang pengendara sepeda motor berhenti di depanku dan menawarkan tumpangan. Aku mencoba mengelak tapi dia meyakinkan tumpangannya. Akupun naik. Ternyata dia Lulusan Fakultas Pertanian UNIB angkatan 2003. Beberapa nama ia sebutkan agar ia menyakinkan bahwa kita punya nilai ukhuwah di kampus. Maaf dia kakak kelas aku kalau begitu. Oke. Motorpun meluncur menuju Sawah Lebar.

*****

Singkat cerita, aku berpamitan dengan atasanku karena ini merupakan perjalanan dinas. Aku berangkat setelah berpamitan dengan istriku. Lalu kemudian berlalu bersama mobil wali murid.

Malamnya aku sudah di Jakarta. Aku sudah mendapat kabar, Grup kita Menang Juara 2. Tidak mengapa belum sampai Provinsi perjuangan itu sungguh luar biasa. Sukses disana ya teman.

*****

Hari itu menjadi hal yang biasa mungkin bagi sebagian orang-orang. Namun aku harus mengakui dengan jujur bahwa peristiwa estafet tumpangan pengendara motor diatas merupakan pertolongan Allah SWT agar aku segera dapat menunaikan tugas selanjutnya.

Kisah ini ringan dan mungkin tanpa arti bagi sebagian orang-orang. Namun dari kisah ini ada pelajaran besar bahwa Allah senantiasa bersama orang-orang yang yakin padaNya.

Akan ku ulas lagi bahwa dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Allahu Akbar!!! Walillailham..
Wallahualam bishowab..

#MasihIngatkahSudaraku
#Kadarkum
#KeluargaSadarHukum
Maryono Tusman Hayadi Hendri Dunan Mira Kaizen Desi Fatmawati

15 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

15 Ramadhan 1438 H
Perjalanan Ruhani

#RamadhanBerkah

Siang itu cuaca sangat terik. Kamar 6 berbetuk 'L' ini menjadi pilihan terbaik istirahat. Sambil menunggu semuanya usai, aku berbaring dan rebahan sebantar. Kaca mata hitam yang kukenakan saja pagi tadi sangat bergun melindungi mataku yang sensitid debu. Rasanya lebih nyaman dan kurang rasa gatal seperti biasanya. Syukur Alhamdulillah.

Tiba-tiba percakapan ini dimulai "Kayanya enak maghrib nanti makan bakso ya?". Yang diajak bicara kaget setengah tidak percaya. "Modalnya mahal". Kirain apa, eh.. mikirin modal ternyata. "Gini aja, soto aja, yang penting pake kuah hangat" aku menimpali. "Setuju". Ujarnya. "Kirim bahannya via WA, nanti abang beli".

*****

Masjid Asy Syifa masih sepi. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.52. Sejenak terngiang Masjid Agung Palapa  Bali di Dreamland Bali, Jalan Pecatu Indah Resort, Pecatu Bali, Ungasan, Kuta Selatan Kabupaten Badung, Bali 80361. Waktu itu juga hari Jumat. Hampir satu minggu di Pulau Dewata aku disatukan dengan saudaraku di sana dalam ukhuwah yang tak terbendung. Aku duduk tepat di samping imam yang waktu itu tiba beberapa menit setelah aku duduk.

Jubah putihnya yang bersih menandakan ini benar-benar hari yang sakral. Aku waktu itu hanya memakai koko lengan pendek. Ketika beliau khutbah dengan penuh semangat mengingatkan para jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan. Sembari memberi solusi parjalanan Ruhani lebih mulia dari berjalan-jalan ke pantai, (tahu sendiri kan Pantai Bali). Maaf dalam konteks ini bukan maksud memojokkan atau membuat kesan negatif pantai. Sekali lagi tidak.

Masjid ini berbeda dengan masjid Al Ihsan kompleks hotel di dekat Sanur, Bali. Masjid Agung Palapa menghimpun muslim dari berbagai desa di sekitarnya. Selesai sholat aku diberi pemandangan antrean keluar kendaraan roda dua satu persatu dengan rapi. Masjid ini juga terletak di tengah pesawangan yang sepi. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Sehingga suasana yang tercipta sangat nyaman dan khusuk.

Iya, sudah sampai Bali rupanya aku malam ini. Tidak aku masih di Bengkulu.

*****

Perjalanan Ruhani segera dimulai. Setelah berkemas-kemas, semua beres dan started, breeem. Mesin empat tak ini langsung melaju pelan diiring matic merah di belakang. Metahari semakin terik, tak sedikitpun ia bergeming. Berapa lama lagi perjalanan ini hingga tenggorokan ini sangat kering.

Tiba di rumah semua sudah mengantuk. Abang langsung tidur di kamar di susul adek yang sedari tadi terlelap bersama ummi. Aku langsung perjalanan ruhani selanjutnya.

Iya aku sudah ada saja di ruangan berbentuk kubus yang selalu dikunjungi enam hari kerja. Hari semakin mendung, rintik bening berjatuhan pelan tanpa kompromi. Akupun bergegas menyelesaikan misi ini. Aku ambil kontak dan kacamata hitam yang terus menemaniku dari pagi tadi. "Trek.. Terima Kasih". Langsung menuju perjalanan ruhiyah selanjutnya.

Pesan singkat baru kuterima dan kubaca. "Oke berangkat". "Ini itu ini itu dan ini, ini juga dan itu juga". Selesai. Apa itu? Ayam, toge, kol, bawang daun, dan seledri, bumbu giling dan cabe. Hehe begini nih kalau ke pasar. Perjalanan ruhiyah, jadi asyik dan menyenangkan, semoga berkah Aamiin.

*****

"Sebenarnya aku juga sudah ingin memasak ini" pengakuan di sana. "Kebetulan tadi abang yang minta". Weleh.. jodoh kita, ternyata hati kita bersatu cie cie.. lope lope. Berapa banyak tabungan amalmu membuatkan aku berbukaan setiap hari, hari kemarin, kemarin nya lagi, hingga esok tak berujung.

Sudah batas ini dulu, suka nya aku makan soto buatanmu, semoga Allah melipatgandakan Pahalamu bersamaku hingga ke Surga nanti Aamiin.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya." (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Nasai, dan dishahihkan Al-Albani)

Berapa banyak tabungan amalmu membuatkan aku berbukaan setiap hari, hari kemarin, kemarin nya lagi, hingga esok tak berujung.

Saturday, 10 June 2017

14 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

14 Ramadhan 1438 H
Tsmara Ufairoh Adzka

#RamadhanBerkah

Tsamara Ufairoh Adzka. Ia gadis kecil berumur 3 tahun 4 bulan. Kami lahir di tanggal dan bulan yang sama. Tanggal 5 februari. Perbandingan umurku dan anak perempuanku adalah 1:10. Berapa umurku sekarang?. Ini bukan soal matamatika kelas enam yang akan diujikan di Ujian Nasional tingkat SD. Melainkan nilai dari nama dan kedekatan omosional penghubung cinta kepada Rabb ketika nama tersebut dilantunkan.

Tsamara, sering dipanggil juga Adzka, adik dari Anak sulungku Abdullah. Jari jemarinya sudah mulai lincah menarik-narik bibirnya. Aku perhatikan memang sudah nampak pecah-pecah. Apakah reaksi panas dalam? atau benar sudah tumbuh sariawan?. Seketika sudah selesai aktifitas di hari kamis kemarin, bibir itu sudah mulai memerah. Tangannya sudah jarang berlabuh di sana. Ia, Tsamara sudah tersenyum merona.

Ufairoh, walaupun kau perempuan kau juga harus berani mengambil peran dalam membela agamamu. Satu-satunya agama yang diridhoi Allah SWT dan sampai kiamat nanti harus kau jaga. Dengan hatimu, dengan lisanmu, dan dengan tanganmu, aku yakin engkau akan menjadi perempuan yang pemberani. Kau harus tahu ummul mukminin, Khadijah Alkubroh. Perempuan pertama yang membela Agama Allah. Dan Kau juga pasti mampu mewarisinya. Aamiin

Sekarang benar kau masih kecil. Tanganmu masih mungil yang akan menjadi saksi perjuanganmu menuju cita-cita mulia. Allahu Akbar! Walillahilham.

Adzka, ketika diam-diam aku melihatmu bermain boneka sendirian. Hati ini rasanya berdegub kencang. Ketika tiba-tiba abangmu menghampiri dan mengambil mainanmu yang lain. Kau sadar bahwa kau belum membutuhkanya. Maka kau lihat saja abangmu. Lain cerita jika mainan itu tepat berada dihadapmu. Diplomasi sampai argumen tingkat tinggi keluar spontan yang mengundang gelak tawa kami. Ha..ha..ha.. Jika ada dua kau akan berika satu, kalau hanya satu, ini momentumnya. Kau sering mengalah, apa karena tubuhmu yang mungil? Kau ambil mainan yang lain.

Hari sudah semakin sore, jumat besok kita lanjutkan perjuangan panjang ini. Agar aku selalu dapat melihat senyum ceriamu bersama abangmu. Kebanggaan Abi dan Ummi. Kita tutup sore ini dengan "Amsaina ala fithratil Islami wa kalimatil ikhlashi wa ala dini nabiyyina muhammadin shallallahu alaihi wa sallama wa ala milati abina ibrahima hanifan wama kana minal musyrikin"

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama)

“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al Furqan:74).

Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..
Ya Rabbal Alamin..

13 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

13 Ramadhan 1438 H
30 Hari Mencari Cinta

#RamadhanBerkah

Pertanggal 20an biasanya aku ada waktu khusus buat Abang dan Adek Abdullah dan Tsamara. Tidak wajib, bisa lebih awal dan bisa lebih mundur. Seperti halnya bulan lalu aku lega dan puas siap menghadapi Ramadhan tahun ini dengan maksimal.

Tapi tidak di bulan ini. Semuanya sudah direncanakan dan hasil sepertinya belum maksimal. Namanya juga usaha, iya kan. Ada untung ada rugi. Ada yang sampai target ada yang tidak. Setidaknya aku sudah mencoba dengan usaha terbaik. Aamiin

Karena banyak sekali pilihan maka waktu khusus ini sedikit molor dari jadwal biasanya. Abang dan Adek tetap seperti biasa. Tidak ada yang kurang. Tapi batinku tetap berkata, hari ini sudah saatnya. Kamis 13 Ramadhan, di 30 hari pencarian cinta.

Semua pilihan kulepas, satu dua tiga bahkan empat lima enam tujuh delapan pilihan lainnya. Mengalahkan satu pilihanku pada dua malaikat suci ini. Aku tidak menyangka di tengah Ramadhan yang teriknya luar biasa seakan aku berjalan di masjidil haram dari hotel penginapan menuju kaabah di bawah terik mentari 50 derajad celecius. Belum pernah sih ke sana, pernah dengar cerita, semoga suatu hari nanti Allah memaggilku dan keluargaku ke tanah suci Aamiin.

30 hari mencari cinta. Tak ubah sebuah medan jihad ketika keingingan tak sesuai harapan. Beradu argumen di dalam hati ketika berfikir mengapa tidak semuda hari yang lalu. Mengapa harus selalu dengar kata "Maaf pak positif", "Persediaan sedang kosong", "Bapak coba cari yang lain". Kalaulah tidak kuat menjalani, sudah dari dulu diri ini mengalah. Tapi Tuhan telah mengilhamkan rasa syukur pada puncak keinsafan di jalan ini. Allahu Akbar!!!

Sampai tulisan ini diketik jawaban itupun belum tuntas. Aku mungkin akan berkeliaran malam ini. Apa mungkin? Rasanya aku tidak yakin. Perjalanan siang tadi sungguh melelahkan. Semoga Allah mengganti kelelahan ini dengan kenikmatan yang tak berujung yang tidak disangka-sangka. Aamiin

Tenang, aku tidak sendiri. Aku ditemani teman setia yang telah diikat dengan perjanjian suci dihadapan saksi. Atas sebuah perjanjian yang kuat. Dalam mengarungi kehidupan yang penuh onak dan duri ini. Terkadang diri ini tak patut berbagi sedih. Tapi, lagi-lagi inilah jalan terbaik saat ini. Buah hati sudah semakin besar, bagaimana aku akan menjelaskan pada diri mereka berdua. Aku harus siap dari sekarang.

30 hari mencari cinta. Abang sudah tuntas hari ini. Besok kita usaha lagi. Adek Alhamdlillah, ana uhibbukum fillah ya akhi atas kebaikannya di pagi tadi pukul 08.00 antum terbaring di PMI sehingga harapanku pertalian saudara kita semakin kuat dan kokoh. Rasa bangga penuh keharuan, di suasana Ramadhan penuh berkah, ada yang rela meluangkan diri untuk berbagi.

Sebantar lagi akan ku pantau terlebih dahulu grup kita ya. Ada perasaan harap-harap cemas malam ini. Ah biasa saja, besok ada murokaz, ada juga layanan izin syari. Iya kan, jadi kerjakan yang bisa dilakukan sampai maksimal. Aamiin

Sudah dulu, abang dan adek sudah tidur. Pencarian cinta terus berlanjut. Jangan lupa pada sang pencipta cinta. Dialah tempat segala sesuatu bergantung. Gantungkanlah semua harapan dan keinginan dengan penuh pengharapan. Aamiin Ya Rabb..
Akhirnya 30 hari mencari cintapun baru dimulai.

Thursday, 8 June 2017

11 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

11 Ramadhan 1438 H
Ahlul Jannah Aamiin
#RamadhanBerkah

Keluarga Ahmad sabtu itu berpamitan dengan tetangganya di kompleks bahwa mereka akan ke kota dingin Curup. Tidak lama, insya Allah besok siang akan kembali ke kota. Matic yang sudah siap bergerilia sudah menunggu sedari tadi. Perjalanan darat ini akan sangat menyengkan.

Perjalananpun dimulai.
Dalam perjalanan banyak sekali rintangan, mulai dari terik mentari sore yang sangat panas hingga adegan pecah ban, sampai-sampai diterpa hujan yang sangat deras ketika mampir  di Kepahiyang. Tak surut, niat dan tekad sudah bulat. Menemhus hujan membawa amanah tuhan.

Singkat Cerita, semuanya tuntas. Dan di siang hari sekitar pukul 11.30, handpone Ahmad berdering. Handpohe yang dipegng saat ini berdering, ada sahutan kecemasan diujung suara.

*****

Di hari ketujuh Ramadhan tahun itu aku dan keluarga pergi ke Bandung. Sengaja aku mengambil waktu diawal Ramadhan agar tidak terjebak arus mudik tahunan. Entah mengapa tahun itu benar-benar ingin kesana. Aku dan keluargaku bersilaturahim dengan saudaraku di Bandung. Sebelum sampai di rumahnya, kami dijemput di bandara menggunakan mobil mewahnya. Anak dan istriku terlihat sangat ingin cepat sampai di rumah sauaraku ini, iya termasuk aku.

Maklum kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Dalam perjalanan semua meluapkan rasa kebahagiaan. Antara satu sama lain bersahutan saling bertukar cerita. Terkadang tertawa lepas menghiasi perjalan kami sekeluarga besar. Dua keluarga besar ini benar-benar menyatu dalam keakraban. Sampai-sampai anak-anakku yang masih kecil tidak menampakan capek sedikitpun.

"Mana anak-anak dan istrimu? mengapa mereka tidak ikut menjemput?" Seketika semua sepi, tak ada gelak tawa. Mata ini saling berpandangan penuh tanya. Aku berkali-kali minta maaf. "Maafkan aku atas ketidaktahuan ini".

*****

Bagaimana mungkin aku bertanya, "Siapa dia?" "Dia yang mana?". Sungguh ini sebuah hal besar sari satu kesalahan kecil. Bagaimana kemauan kuat ini ingin terwujud. "Siapa dia?" "Dia yang mana?" aku benar-benar tidaklah tahu. Tidak mungkin aku merasa sok tahu dengan situasi ketidaktahuan.

"Siapa dia?" "Dia yang mana?". Akhirnya akupun tahu.

Mulailah tulang ini serasa remuk redam, ketika aku tahu, "Siapa dia?" dan "Dia yang mana?". Iya dia adalah saudaraku, dia yang selama ini selalu di sekelilingku.

*****
*****
*****

Saudara kita adalah juga saudara kita yang lain.
Menyapa, walaupun hanya sekedar "Apa kabar".
Kenali dan Fahami saudaramu.

12 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

12 Ramadhan 1438 H
Nasihat
#RamadhanBerkah

Ada empat tingkatan atas ketetapan Allah SWT. Pertama adalah benci dan marah atas ketentuan dan ketetapanNya. Kedua adalah bersabar atas ketentuan dan ketetapan dariNya. Ketiga adalah ikhlas atas ketentuan dan ketetapan dariNya. Dan yang keempat adalah syukur atas semua ketentuan dan ketetapan dariNya. Tiada yang yang adalah semua atas kehendak dari Allah SWT.

Jika lisan ini berhasil menenangkan jiwa-jiwa yang gunda, maka kau akan tahu ketika ia yang gunda memberikan lantunan-lantunan kalimah muliah dari lisan yang amat dekat dengan tuhanNya. Ia bisa bicara ini dan itu atas kekuranhan dirinya. Ia juga dapat berujar bahwa ia jauh dari kata sempurna, namun itu sebaliknya. Ia telah menunjukkan jiwa yang tegar dalam setiap kata-kata yang ia ucapkan dari bibirnya yang gemetar.

Mata ini meyaksikan kekuatan iman itu senantiasa Allah limpahkan atas Rahmatnya kepada diri dan keluarganya. Benarlah firman Firman Allah لا يكلف الله نفساً إلا وسعها , bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya (Al-Baqarah: 286).

Allahu Akbar!!!
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

بسم الله الرحمن الرحيم

  تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١)الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (٢)

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Al-Mulk, 1-2)

Allah pun menuntun diri atas setiap kejadian dengan memgembalikan semua ini padaNya.

إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

Sunday, 4 June 2017

10 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

10 Ramadhan 1438 H
Belajar
#RamadhanBerkah

Muhammad Abdullah Basfar Al-Muharrik. Empat suku kata nama pemberianku pada anak sulungku. Aku ingin nama Muhammad melekat pada anak laki-lakiku. Aku juga menempatkan satu kata penting dalam nasabku berdasarkan sebuah hadits shahih. iya, kata Abdullah. Dalam sebuah hadits
yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab Shahihnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ أَسمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبدُاللَّهِ وَ عَبدُ الرَّحْمَنِ

“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim no. 2132)

Karena nama tersebut adalah nama terbaik, sampai-sampai di kalangan para sahabat terdapat sekitar 300 orang yang bernama Abdullah.

Abdullah yang diartikan sebagai Hambah Allah dihubungkan dengan satu kata populer di kalangan tahfidzul quran, Abdullah Basfar semoga Allah meredhoi.. Aamiin. Ada cita-cita besar yang tersembunyi dari doa-doa sebuah nama. Ya Rabb.. mudahkanlah cita-cita ini Aamiin. Kabulkanlah dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mencintai Al-Quran Aamiin.

Nama terakhir, Al-Muharrik atas pemberian saudaraku. Jazakallahu khair ana uhibbukum fillah ya akhi. Semoga Allah senantiasa menautkan hati-hati kita. Aamiin

Tahun ini, tepatnya di hari ini hingga 10 Ramadhan 1438 H. Engkau sudah belajar berpuasa. Aku harus bangga padamu, ketika adikmu merengek minta pisang di jam 10.00 engkau kuat memahan diri dengan berbagai konsekuensi. Bagaimana engkau di hari pertama bolong puasa karena tidak bersahur. Ternyata loncatanmu hingga hari ini maghrib 9 Ramadhan menjadi pembuktian komitmen belajarmu. Abi dan ummi akan terus belajar untuk mengajarimu. Besok kita lihat perjuanganmu membuktikan 10 hari pertama atas curahan Rahmat Allah semoga doa-doa baik kita dikabulkan Allah SWT. Aamiin

Saturday, 3 June 2017

9 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

9 Ramadhan 1438 H
Tafakur
#RamadhanBerkah

Jika aku yakin bulan malam ini di atas sana adalah separuh, aku juga harus yakin pasti ada separuhnya lagi. Dia tidak terpisah namun tetap berada di satu tempat. Wajahnya saja yang tampak setengah. Wujud aslinya adalah utuh. Semua atas kehendakNya. Jika aku yakin malam ini ada bulan terang benderang, aku juga harus yakin esok di atas sana ada mentari bersinar terang. Menyinari seluruh agad raya. Dari timur ke barat. Aku juga harus yakin bulan tetap berkelana di lintasannya mengorbit sejalan dengan garis edarnya.

Jika aku yakin lautan malam ini sedang pasang. Aku juga harus yakin siang esok laut akan surut. Semua atas kehendakNya. Malam ini nelayan pergi menghantam gelombang dengan sebuah keyakinan "Besok pagi aku kan pulang membawa sebongka berlian". Malam ini aku harus yakin nelayan pergi dengan tenang, diiring sujud panjang teman sejati sedari petang. Mengayun sampan bertiupkan angin darat nan tenang. Bila esok menjelang, pagi-pagi nelayan kan datang. Angin laut meniup nelayan ke ketepian, nampak dari pinggiran. Membawa harapan dan senyum mengembang tanda kesyukuran.

Kau lupa matahari selalu bersinar. Terbit di timur dan terbenam di barat lautan. Iya, di Lautan Indonesia Samudera Hindia, Indonesia Bagian Barat. Kau lihat ia malu-malu menampakkan diri di balik Bukit Barisan, Sumatera. Iya aku masih di Bengkulu. Siang hari ia berani dengan gagahnya bersinar terik menyengat kulit-kulit manusia. Sinar itu mulai redup bila panjang bayangmu ke arah timur jauh melebihi tinggi badanmu kawan. Tak lama lagi juga ia akan tenggelam.

Aku beri tahu agar kau tak lupa, sebenarnya dia tetap disana saja. Tidak kemana-mana. Semu harian kawan. Bumilah yang berputar pada porosnya. Bumi yang di atasnya ada rembulan. Bumi yang di tananhya ada lautan. Bumi yang di atasnya ada tumbuhan dan hewan. Bumi yang di atas lautnya ada nelayan. Seakan mentari tenggelam bersama gemericik dan dengungan mesin sampan nelayan.

Kisah ini belum usai. Kisah tak berujung, yang tampak adalah kesemuan. Di sana ada tuhan. Tempat kembali dan bergantungnya kehidupan sejati. Tafakur ini hanya sejenak sebagai pengingat diri, menempuh perjalanan abadi.

Allah SWT berfirman:

الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?". [QS. al-An’âm/6: 32]

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka”. [QS. al-Baqarah/2 : 201].

Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..
Ya Rabbal 'Alamiin..

Friday, 2 June 2017

8 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

8 Ramadhan 1438 H
#GelasBeningDanAl-Harits

Sebuah gelas bening yang berisi air jernih memberikan hikmah besar dalam kehidupan sehari-hari. Aku mengambil peran di dalam gelas ini. Aku ajak seorang anak mencoba memasukkan sebatang pensil. Tidak ada yang boleh memegang, hanya boleh memandang dari samping gelas. Kuajak bermain semua anak-anakku. Mereka takjub menyaksikan kejadian di dalam gelas.

Bagaimana bisa sebatang pensil yang lurus tiba-tiba patah menjadi dua bagian. Ini aneh, ini benar-benar aneh. "Mengapa pensil ini jadi begini?". Tanya temannya. "Mana aku tahu, aku hanya memasukkannya ke dalam air" Jawabnya. "Apakah kamu mematahkan pensil itu?" tanya temannya yang lain. "Tidak, pensil itu tidak patah, akupun tidak mematahkannya" Jawab temannya lagi.

Beruntung mereka tidak saling menyalahkan. Puluhan pasang mata menatapku penuh harap.

"Pensil yang dicelupkan sebagian dalam air akan terlihat patah dikarenakan jalannya cahaya dari bagian pensil yang berada di atas permukaan air dan dari bagian yang tercelup di dalam air menempuh lintasan yang tidak sama. Cahaya dari bagian pensil yang berada di atas permukaan air menempuh lintasan lurus dari bagian pensil menuju mata, sedangkan cahaya dari bagian pensil yang tercelup dalam air menempuh lintasan yang telah dibelokkan karena terdapat dua medium berbeda yang dilaluinya yaitu air dan udara dari bagian pensil menuju mata".

"Mata kita menerima cahaya yang masuk dan otak kemudian mengolahnya. Otak menggambarkan cahaya yang masuk selalu menempuh lintasan lurus, padahal untuk bagian pensil yang berada di dalam air, cahaya telah dibiaskan. Dengan demikian akan muncul gambaran dalam otak kita bahwa bagian pensil yang berada di atas permukaan air dan bagian yang tercelup tidak berada suatu garis lurus. Karena itulah pensil akan terlihat bengkok atau bahkan patah".

Akhirnya semua memahami, pensil itu tidak benar-benar patah. Fenomena ini terjadi karena cara otak mengolah cahaya yang masuk ke mata dari objek dua medium yang berbeda.

Ah, cerita di atas adalah sepasang teori dan praktik yang tidak bisa dipisahkan. Ibarat dua sisi mata uang logam.

Ada kisah pembandingnya teman. Apalah jadinya jika Al-Harits yang sudah masuk islam dan berjanji pada Rasulullah SAW. Untuk ditemui utusan Rasulullah SAW pada waktu yang telah ditentukan namun dia tak kunjung ditemenui?.
Apalah jadinya jika utusan pertama Rasulullah yang mengatakan Al-Harits tidak akan memenuhi janjinya dan akan membunuh Nabi?.
Beruntunglah hadirnya utusan kedua mempertanyakan kejadian yang sebenarnya, sehingga tahu bahwa, Al-Harits pun bertanya-tanya mana utusan yang telah lama ditunggunya? Apakah Rosulullah marah?.

Setelah tahu sebab dibalik semua maka tidak ada persolan besar dalam hidup ini. Pensil yang terlihat patah bukanlah seperti yang kita lihat sebenarnya. Ada hikmah dan pelajaran di dalamnya. Ada Al-Harits yang tsiqoh pada Nabi Muhammad SAW. Dan bagaimana caranya Rasulullah mengajarkan tabayyun pada setiap titik persoalan dengan kata-kata dan kata-kata indah hingga menuju muara kebenaran.

8 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

8 Ramadhan 1438 H
#GelasBeningDanAl-Harits

Sebuah gelas bening yang berisi air jernih memberikan hikmah besar dalam kehidupan sehari-hari. Aku mengambil peran di dalam gelas ini. Aku ajak seorang anak mencoba memasukkan sebatang pensil. Tidak ada yang boleh memegang, hanya boleh memandang dari samping gelas. Kuajak bermain semua anak-anakku. Mereka takjub menyaksikan kejadian di dalam gelas.

Bagaimana bisa sebatang pensil yang lurus tiba-tiba patah menjadi dua bagian. Ini aneh, ini benar-benar aneh. "Mengapa pensil ini jadi begini?". Tanya temannya. "Mana aku tahu, aku hanya memasukkannya ke dalam air" Jawabnya. "Apakah kamu mematahkan pensil itu?" tanya temannya yang lain. "Tidak, pensil itu tidak patah, akupun tidak mematahkannya" Jawab temannya lagi.

Beruntung mereka tidak saling menyalahkan. Puluhan pasang mata menatapku penuh harap.

"Pensil yang dicelupkan sebagian dalam air akan terlihat patah dikarenakan jalannya cahaya dari bagian pensil yang berada di atas permukaan air dan dari bagian yang tercelup di dalam air menempuh lintasan yang tidak sama. Cahaya dari bagian pensil yang berada di atas permukaan air menempuh lintasan lurus dari bagian pensil menuju mata, sedangkan cahaya dari bagian pensil yang tercelup dalam air menempuh lintasan yang telah dibelokkan karena terdapat dua medium berbeda yang dilaluinya yaitu air dan udara dari bagian pensil menuju mata".

"Mata kita menerima cahaya yang masuk dan otak kemudian mengolahnya. Otak menggambarkan cahaya yang masuk selalu menempuh lintasan lurus, padahal untuk bagian pensil yang berada di dalam air, cahaya telah dibiaskan. Dengan demikian akan muncul gambaran dalam otak kita bahwa bagian pensil yang berada di atas permukaan air dan bagian yang tercelup tidak berada suatu garis lurus. Karena itulah pensil akan terlihat bengkok atau bahkan patah".

Akhirnya semua memahami, pensil itu tidak benar-benar patah. Fenomena ini terjadi karena cara otak mengolah cahaya yang masuk ke mata dari objek dua medium yang berbeda.

Ah, cerita di atas adalah sepasang teori dan praktik yang tidak bisa dipisahkan. Ibarat dua sisi mata uang logam.

Ada kisah pembandingnya teman. Apalah jadinya jika Al-Harits yang sudah masuk islam dan berjanji pada Rasulullah SAW. Untuk ditemui utusan Rasulullah SAW pada waktu yang telah ditentukan namun dia tak kunjung ditemenui?.
Apalah jadinya jika utusan pertama Rasulullah yang mengatakan Al-Harits tidak akan memenuhi janjinya dan akan membunuh Nabi?.
Beruntunglah hadirnya utusan kedua mempertanyakan kejadian yang sebenarnya, sehingga tahu bahwa, Al-Harits pun bertanya-tanya mana utusan yang telah lama ditunggunya? Apakah Rosulullah marah?.

Setelah tahu sebab dibalik semua maka tidak ada persolan besar dalam hidup ini. Pensil yang terlihat patah bukanlah seperti yang kita lihat sebenarnya. Ada hikmah dan pelajaran di dalamnya. Ada Al-Harits yang tsiqoh pada Nabi Muhammad SAW. Dan bagaimana caranya Rasulullah mengajarkan tabayyun pada setiap titik persoalan dengan kata-kata dan kata-kata indah hingga menuju muara kebenaran.

Thursday, 1 June 2017

6 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

6 Ramadhan 1438 H
#PenuhHarap

Jam di dinding berdetak ritmis. Sunyi di ruang ini pecah ketika di menit 45 dari pukul 11 gelap karena padamnya listrik. Hujan masih merajai hari. Suasana di luar sanapun terus berkecamuk antara air dan angin. Menderu-deru seakan memberi isyarat dia penguasa hari.

Alhamdulillah RahmatNya diturunkan di bumi ini sedari pagi tadi sejenak lisan bertutur rapi "RahmatNya menaungi kita semua di sini, Aamiin". Akhir dari sebuah ungkapan sukacita yang dalam terbentuk dari hati yang sadar ukhuwah bukan sebatas saling mengenal. Lebih dari itu, Aku harus memahami saudaraku sebagai penyempurna hati di hadapan Tuhanku.

Aktiftas sejenak berhenti, isyarat diri ini harus menengadahkan tangan lebih tinggi. Lamunan ini terus berimajinasi. Sampai-sampai aku hampir lupa diri. Berjalan-jalan menyusuri petak-petak putih di lantai hati berhari-hari. Terus melaju mendaki anak tangga disaksi dengan krokot berseri-seri. Seakan mereka gembira merasakan luapan hati ini. Oh.. krokot kau tak berduri tapi kau bisa menusuk hingga ke jantung hati.

Allah telah mengilhamkan ketenangan dalam hati dan jiwa ini. Pantaslah kalau Aku bersyukur. Tapi apa hendak dikata, Dhuhur sudah berlalu. Setelah ku yakin dengan gontai ku arah langkah pasti menunggu jamaah rawatib di kanan di kiri. Aku tertegun dengan tujuh shof siap berada di belakangku. Berkali-kali aku cemburu mereka yang lain sudah berlalu.

Tapi, Allah maha tahu, tujuh shof ada di belakangku. Semua mengikuti gerak tumaknina ke arah satu. Aku tak sendiri, ada tujuh shof di belakangku. Yang membantuku perfikir "Prasangkaan Allah sama seperti prasangkaan hambahnya".

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Pesan ini mengajarkan bagaimana aku harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ penuh harap hanya padaNya.

7 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

7 Ramadhan 1438 H
#JubahCinta

Di hari ketujuh Ramadhan ini aku ingin berbagi kisah cinta pada pemilik cinta untuk sang pencipta cinta. Cinta tak akan pernah habis untuk dicerna. Rasa haus akan cinta menjadikan diri terkadang lupa pada pemilik cinta. Tapi aku yakin pencipta cinta itu selalu di dalam hati-hati pemiliknya.

Diawali dari pernikahan saudaraku. Ia sudah lama sekali menantikan hari bahagia ini. Bayangkan sejak umurku masih di angka 24 lalu. Mungkin saudaraku lupa rencana waktu itu hingga baru hari ini terlaksana. Ah.. jodoh memang rahasia illahi. Tak perlu ditunggu tapi perlu aksi. Allah lah sang penentu diri.

Aku dan istriku menantikan kabar bahagia saudaraku ini. Berbulan-bulan sebelum hari H aku selalu gembira melihat dirinya dan aku akan hadir dengan penuh sukacita.

Alhasil sebuah gaun hijab merah marum syari kuhadiahkan buat bidadariku. Untuk menghadiri pernikahan saudaraku.

Hari inipun tiba. Aku dan istriku duduk di bagian depan menyaksikan kehendak tuhan. Terpacar jelas kebahagiaan saudaraku dan istrinya. Kupanjatkan doa-doa pegantin yang selalu kuucakan di setiap pernikahan yang aku hadiri. Aku khyusuk di hadapannya sembari mengangkat dua tangan ini. Kamipun berpelukan bahagia sambil mengucap doa dan selamat.

Akupun berpamitan. Aku dan istriku penuh kebahagiaan hari ini. Kamipun mampir di pusat perbelanjaan, tak sadar kaki ini menggiring pada sebuah toko. Iya atas ajakan istriku, akupun dibelikan sebuah baju. Baju ini panjang lengan dan panjang kebawah tanpa kaki. Namanya jubah, warnanya cokelat aku tak sadar akan memakainya hari ini.

Aha, doa-doaku sebelum rajab yang lalu akan diijabah tepat di rajab ini. Akupun berazam dalam diri akan memekai ini di setiap waktu maghdoh. Apalah jadinya kalau satu minggu tanpa ganti, tapi aku sudah sangat jatuh cinta pada jubah ini. Apa boleh buat, aku memakainya dalam lebih dari tiga hari tanpa ganti. Sampailah di suatu hari karena sebuah kebahagiaan lainnya aku diberikan dua jubah lagi dengan motif yang sama beda warna. Tak terkirah kakagumanku, lantas pasti aku terima dengam suka cita dan menguatkan azzamku untuk memakainya.

Posturku memang tinggi, di meteran tertentu tinggiku mencapai 180an. Tapi pada saat ambil SIM ukuran tinggiku hanya 177 cm. Jadi tiga jubah yang kupakai kini nyaman sekali di tubuhku. Sampai suatu hari masih pagi-pagi di kesempatan di sela kesibukan diri ada sebuah pesan singkat masuk via whatsaap "Ass tad, tad mhn maaf bajunya mungkin kebesaran sm ustad, nanti d kecilkan ya tad, bunda sdh cari ukuran kecil tp susah tad, maaf ya tad? wss". Aku pada waktu itu bingung dan penuh tanya. Sampai akhirnya di waktu sebelum makan siang ada sebuah hadiah diberikan untukku. Lantas kubuka, kalian mungkin bisa menebak. Iya, sebuah jubah dan minyak wangi dari seseorang yang baru pulang dari tanah suci. Tak canggung lagi langsung kucoba. Aku baru menyadari inilah jawabku atas pesan itu "Wasslmkm.. masya Allah..
Alhamdulillah.. terima kasih banyak bunda, kami senang sekali dengan jubahnya. Semoga menjadi amal yang besar untuk kita semua. Mabruroh bunda, Aamiin".

Alhasil, rojab dan syakban penuh cinta telah mengantarkan kita semua di Ramadhan berkah. Jubah ini insya Allah pasti berguna, kan kukena di waktu maghdoh. Sebagai ucapan syukur dari lisan dan perbuatan. Semoga menjadi ibadah untuk semua. Aamiin.

Rasulullah SAW menyerukan untuk menerima hadiah dan menyukainya. Dalam hadits Ahmad dari Khalid bin 'Adi, bahwa Nabi saw.
bersabda:
مَنْ بَلَغَهُ مَعْرُوفٌ عَنْ أَخِيهِ مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ، وَلَا إِشْرَافِ نَفْسٍ، فَلْيَقْبَلْهُ وَلَا يَرُدَّهُ، فَإِنَّمَا هُوَ رِزْقٌ سَاقَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ 
"Barangsiapa mendapatkan kebaikan dari saudaranya yang bukan karena mengharap-harap dan meminta-minta, maka hendaklah dia menerimanya dan tidak menolaknya, karena itu adalah rezeki yang diberikan Allah kepadanya.

"تهدوا تحابو"
"Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling menyayangi.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, lihat Shahihul Jami’ [3004] dan Al Irwa’ [1601])

Jubah Cinta..
Semoga Allah SWT menautkan hati-hati kita. Aamiin

Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng

Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini. Benar saja kami dari tadi s...