Skip to main content

Posts

Media Belajar Jarak Jauh

Media Belajar Jarak jauh sebelum diberlakukannya oleh beberapa pakar pendidikan dalam menangani kebutuhan siswa sudah sejak akhir-akhir saya ikuti. Namun ada perbedaan yang cukup jauh antara kelas yang saya ikuti dengan kelas siswa ini. Dimana saat saya belajar tentunya saya menjadi siswa. Saya mengatakan bahwa saya adalah siswa karena benar-benar ingin belajar dari pakar dan praktisi yang memberikan materi. Konten yang didapatkan pun beragam sesuai dengan pilihan dan fashion. Karena saya guru SD tentu memilih yang berhubungan dengan kegiatan keseharian yakni dunia mengajar di jenjang Sekolah Dasar.



Saya cukup puas dengan belajar sistem daring atau dalam jaringan. Disini saya dituntut harus lebih disiplin dan tekun agar dapat menguasai beberapa hal baru yang harus dikuasi. Berinteraksi dengan beberapa teman satu profesi se-Indonesia dalam video conference yang telah dibina sejak berbulan-bulan lalu. Bagaimana tidak daring yang dilakukan minimal diikuti selama satu bulan bahkan lebih.…
Recent posts

Taman Al Azhar Kairo

Yang kuingat ada sebuah taman, Kota Mesir, Menara Masjid Sholihuddin Al Ayyubi.
Aku tiba-tiba hadir di samping kampus besar dan tertua di dunia Al Azhar. Iya, aku kemudian masuk ke sana dalam dimensi yang berbeda. Tanaman yang luas dan hijau ini menjadi penanda bahwa Mesir tidak semuanya gersang dan tandus. Kejayaan Islam tergambar luas di negeri ini.
Disini  ada tanah hijau nan menyejukkan mata. Tanam ini sangat luas dengan deretan spot memanjakan jiwa-jiwa hambah. Air mancur di tengah taman ini menyambut kedatanganku yang masih terkesima dengan sekeliling lukisan alam dari Tuhan.
Lantai semen atau tepatnya apa ya dengan pola apa juga terbentang dari ujung hingga ke ujung jalan sana. Seakan tak bertepi. Disini ramai, ramai orang berlalu lalang. Ramah dengan kalimah-kalimah Arab yang tak asing di telingaku.
Karena ingin berlama-lama. Aku duduk di rerumputan hijau bak permadani ini sampai lisanku tak luput dari berpukau "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Masya Allah"

Cerpen Ayahku Hebat

Ayahku Hebat
“Itu ada, di sana” teriak Harrik kepada teman-temannya. Dari kejauhan mereka berlari-lari kecil menghampiri sekumpulan bapak-bapak yang sedang gotong royong membersihkan selokan di komplek perumahan. “Mana…? Tidak ada!” sahut teman-teman Harrik. Harrik yakin tadi yang dilhatnya dari kejauhan adalah ayahnya. Tapi sementara itu, teman-temanya juga meyakinkan bahwa bapak yang Harrik maksud bukanlah ayahnya melainkan Pak Mahmud, memang mirip jika dilihat dari belakang. Harrik tetap yakin, ayahnya pasti ikut gotong royong hari ini. Tidak benar apa kata teman-temannya bahwa ayahnya selalu mangkir alias absen setiap kali mau gotong royong.
Mereka memisahkan diri dari rombongan bapak-bapak yang sedang sibuk membersihkan selokan. Fahri dengan bangga memperkenalkan kehebatan ayahnya, “Nah.. yang pake topi itu ayahku” ujarnya dengan bangga. “Kalau ayahku yang pakai sepatu boat keren itu, yang pegang cangkul” tambah Haqqi. Mereka sibuk menyebutkan mana ayah mereka dan kehebatan yang di…

Cerpen Akibat Membantah Emak

Akibat Membantah Emak
Namaku Arif, aku anak tertua dari 2 bersaudara. Adikku perempuan. Aku dan adikku terbiasa menemani Emak ke ladang. Kami bertiga ke ladang biasanya menempuh jalan setapak yang sering dilewati kebanyakan orang. Jalan itu melewati kebun-kebun milik tetangga. Tapi jalan itu sedikit terjal ketika melewati pohon durian.

Hari ini aku dan adikku kembali menemani Emak ke ladang. Tapi kemi melewati gedung sekolah, tidak melewati jalan setapak. Di samping bangunan sekolah ada rumah penjaga sekolah. Kata emak mereka masih saudara dengan kami, dari pihak Abah. Penjaga sekolah yang namanya Pak Darwis memiliki sepasang anjing yang sudah besar. “Emak, kenapa kita lewat jalan ini?” tanyaku ke Emak. Kata Emak “Emak ada perlu dengan Bi Siti”. Bi Siti adalah istrinya Pak Darwis.

Setelah selesai ngobrol dengan Bi Siti, Emak langsung mengajak kami ke ladang melewati jalan di belakang rumah Bi Siti. Wah, walaupun agak jauh jalan disini lebih bagus tidak begitu terjal jadi enggak capek. ### …

Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19

Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19

Hari ini adalah hari Sabtu. Hari yang dinanti-nantikan bagi siswa saya ketika belajar tatap muka berlangsung. Mengapa? pasalnya adalah kalau tidak libur maka akan ada out door study atau kita akan melaksanakan POMG. Iya besok pembagian raport dan POMG. Pembagian Raport 😊.
Apa itu POMG? POMG adalah Pertemuan Orangtua Murid dan Guru. Saat pembagian raport SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu sejak lama menggaungkan budaya literasi tatap muka dengan beberapa istilah yang menarik seperti ini. Pembagian Raport dan POMG setidaknya kami laksanakan dua kali dalam satu semester. Pertama pada saat tengah semester dan yang kedua adalah di akhir semester. Biasanya pertemuan berlangsung dengan tatap muka di Masjid Qolbun Salim 1 atau Qolbun Salim 2 dan kembali berkumpul di kelas masing-masing.
Baca Juga: Wisata yang Layak Dikunjungi di Bengkulu

Namun ada perbedaan yang sangat mencolok terjadi pada pembagian raport kali ini. Dimana dengan adanya fenomena m…

Cerpen Adel dan Hari Spesial

Adel dan Hari Spesial
Pagi itu tidak seperti biasanya, karena tadimalam begadang sama tetangganya, Adel yang masih berumur 8 tahun bangun kesiangan. Adel buru-buru ke belakang, mandi dan segera ganti baju yang sudah disiapkan Emaknya. Dia memakai baju koko rupanya. “Aduh.. mana sudah telat, Emak sama Abah sudah pergi” gerutuhnya. Adel walaupun bangun kesiangan, dia tetap menjalankan ibadah shalat subuh di rumah dengan baik. Adel hebat luar biasa, Subhanallah.
Adel memang sudah terbiasa bangun pagi tanpa ditemani orang tuanya. Maklum orang tuanya pedagang di pasar. Mulai dari sebelum subuh orang tuanya sudah berangkat menuju pasar. Tentu Adel ditinggal sendirian di rumah. Nah, kali ini dia bener-bener lupa hari ini hari apa. Sayup-sayup terdengar bacaan shalat di masjid. Dia mengambil sepeda kesayangannya, dan menuju masjid dekat rumahnya. “Ha, sudah shalat?”. Sambil terbelalak matanya melihat para jamaah yang rame. Waktu itu Adel tidak tahu kalau shalat itu ada istilah masbuk. Dia lalu …

Cerpen Toge Pemberani

Toge Pemberani
Di sebuah kebun terdapat beberapa tanaman kacang hijau yang sudah berbunga. Sebentar lagi bunga itu akan layu dan jatuh dari tangkainya. Bunga itu nantinya akan meninggalkan buah yang bisa kembali tumbuh menjadi tanaman baru. “Buah yang sudah matang akan menghasilkan biji yang sehat dan banyak sekali manfaatnya, bisa dijadikan bubur, dan bisa juga dijadikan bibit untuk tumbuh menjadi tumbuhan baru”. Kata tanaman kacang hijau dengan bangganya. Teman-temannya juga mengakui akan hal itu. Tapi mereka menantikan penantian yang tidak pasti.

Tiba saatnya buah-buah tersebut sudah matang dan siap untuk dipanen. Kacang hijau yang semula bangga dengan dirinya, sedikit demi sedikit mulai resah dan galau. “Buah-buah yang kuhasilkan ini akan jadi apa ya?!” “Pasti mereka bisa saja terpisah antara satu dengan yang lainnya”. Risau tanaman kacang hijau.

*** Karung-karung putih sudah penuh dengan biji kacang hijau dan siap untuk dipasarkan. Di pasar penjual dan pembeli saling tawar menawar da…