Sunday, 28 June 2020

Wisata Keluarga Guys Gerga PAL 7

Hallo sahabat kali ini Guys Gerga kembali menyapa kita semua. Trip yang paling ditunggu-tunggu adalah dimana saat rencana pekan ini kita mulai dengan jelajah wisata keluarga kebun jeruk Gerga.

Nah jika wisata pekan kemarin ada Keluarga Ust Dr. Dani Hamdani, M.Pd. dan Ibu Sefty Yuslinah beserta YouTubeber Kak Ihsan, kali ini kita akan bersantai-santai dengan 7 keluarga untuk berwisata Jeruk Gerga.
Kebun Jeruk Gerga ini berada di desa Pal 7 Bermani Ulu Raya, Rejang Lebong. Sejak Syawal tahun 1441 hijriah ini buah yang ada di pepohonan masih terlihat ranum dan memikat guys. Itulah sebabnya permintaan masih banyak di lapangan.

Kaya Vitamin C


Semuanya tentu sudah tahu kan bahwa jeruk kaya akan vitamin C. Vitamin C yang kaya di dalam jeruk Gerga sangat membantu membuat imunitas tubuh menjadi lebih baik.


Selain kandungan vitamin C yang tinggi, kadar glukosa dalam buah-buahan ini juga sangat terasa pada saat kulit buah dibuka pertama kali. Ada sebagian orang-orang tahu mana jeruk yang manis dan mana yang agak asam lho. Kok bisa?

Penangkal Korona

Wisata Jeruk Gerga juga sangat menyenangkan karena selain kita dapat memetik langsung di pohonnya, jeruk Gerga kaya vitamin C juga bisa sebagai penangkal Korona.

Nah selain itu juga, karena wabah Covid-19 masih terus berlanjut, apa salahnya jika kita mewaspadai agar tidak terjangkit dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.

Flu atau batuk filek biasa tidak perlu menggunakan obat-obatan kimiawi, namun penanganan pertama dengan konsumsi buah-buahan segar sangat dianjurkan. Diantaranya adalah buah jeruk Gerga.

Trip Dimulai

Wisata Jeruk Gerga berada di dataran tinggi Curup guys, pastinya persiapan ke sana juga harus fiks dan akurat. Tentunya kita menggunakan kendaraan roda empat guys. Jangan lupa pastikan semua perlengkapan kendaraan mesin dan onderdil oke. Kita ketemu di satu titik agar mudah berkoordinasi.


Berangkat pukul 07.00 wib kita sampai di lokasi sekitar pukul 09.45 wib. Sengaja mobil diparkirkan agak jauh sekitar 100 meter dari lokasi karena kita akan merasakan sensasi berjalan kaki untuk mencapai kebun dengan jalan mendaki dan menurun. Pokoknya seru deh.


Sampai di lokasi kita istirahat sejenak dan langsung tempur berkeliling kebun. Bebas berkeliling dan memetik buah jeruk Gerga di pohonnya.


Ingat ya bagaimana cara memetik Jeruk Gerga?
Pegang buahnya, patahkan ke kanan patahkan ke kiri dan tarik agar kulit buah tidak terkelupas. Jika kulit buah sobek akan lebih mudah busuk. Jadi usahakan lebih hati-hati ya.

Pulang Membawa Jeruk 

Setelah makan siang kita semua masih berlanjut keliling kebun dan tak terasa hari sudah semakin meninggi. Siap-siap pulang kita guys. Wisata Jeruk Gerga nya bisa dilanjutkan pekan depan guys.


Nah lebih serunya adalah, bebas memetik dan semuanya boleh dibawa pulang tapi ditimbang dulu ya. Harganya cukup terjangkau, di kebun langsung lho beda dengan harga di pasar.

yuk ah ke sini, perginya bareng biar seru-seruan. Info lebih lanjut hubungi wa.me/62895326418115 ditunggu ya.

Salam Guys Gerga PAL VII.

Thursday, 25 June 2020

Guys Gerga Jeruk Gerga Manis Asam Segar

Guys Gerga Jeruk Gerga Manis Asam Segar Tiada Duanya


Pagi pagi kami sudah berada di kawasan perkebunan keluarga. Iya saya ingat sekali saat pertama kali mertuaku menyampaikan maksud agar kami juga memiliki kebun di dataran tinggi Curup. 

Sambil menata hidup, mengais rezeki dari berbagai pintu akhirnya kami mengiyakan ajakan Bapak Mertua. Kami tidak punya modal sedikitpun, tapi setiap masalah pasti punya solusi. Akhirnya kami diberikan pinjaman dari Emak sebesar 5 juta rupiah untuk biaya penanaman bibit dan sebagainya. 

Setelah ditanam bibit jeruk Gerga tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ada tindakan pemeliharaan yang patut untuk diperjuangkan guys. Pemupukan batang, pemangkasan cabang yang tidak penting. Bahkan hingga sampai pada peremajaan batang, apa itu.. ya dimanjakan guys, dikasih pupuk biar cepat besar. 

Semua tahapan di atas memerlukan modal dan sumber dana. Lagi-lagi kami harus memutar otak agar tidak berhenti di tengah jalan. Lebih serunya lagi, sambil berkebun saya sedang aktif di Pasca Sarjana Magister Teknologi Pendidikan UNIB wah lengkap sudah perjuangan.. hahaha

Buah Pertama

Umur 2 tahun dia mulai berbuah, buah pertama ini membuat kami kewalahan karena sebaiknya buah harus dibuang. Kalau tidak dibuang buah akan terus berkembang dan membesar. Maaf guy itu buah memenuhi batang sedangkan batangnya masih belum kuat untuk menopang beban. 

Tapi, buah ini sebagian tetap dibesarkan. Buah Pertama ini sangat memikat hati guys. Ranum dan memukau. Tak sabar menunggu untuk saatnya memetik Jeruk Gerga. Benar, akhirnya buah pertama bisa dipetik dan buahpun berlanjut dengan putik-putik yang membuat mata berbinar.

Panen dan Berjualan Jeruk Gerga

Alhamdulillah sampai saat ini tidak menyangka saya dapat menjalankan profesi sebagai penjual jeruk juga hahaha. Jadi selama pandemi saya sering juga jualan disela-sela daring siswa saya. Iya untuk menunjang ekonomi keluarga dalam rangka ketahanan pangan. 

Rasa dari Jeruk Gerga ini bisa dikatakan kombinasi Manis Asam sehingga menciptakan sensasi segar yang tidak dimiliki oleh jeruk-jeruk yang lain pada umumnya. Ukuran buahnya pun bervariasi, dari 3-4 buah satu kg, hingga 6-7 buah satu kg. 


Kini jika kalian ingin melihat kebun dan berwisata bisa hubungi 0895326418115. Tentunya bisa petik sendiri dan sensasi mengarungi keliling kebun untuk menyegarkan diri dari kepenatan kota. Ikuti protokoler kesehatan yang ada ya. Jeruk Gerga PAL VII juga banyak mengandung vitamin C dan jangan lupa bahagia agar imunitas tetap prima.

Monday, 27 April 2020

Langkah-langkah Menulis Cerpen


Langkah-langkah Menulis Cerpen 

Menulis merupakan aktifitas yang sering dilakukan siswa. Setiap hari siswa di sekolah melakukan kegiatan menulis, entah itu menulis di buku ataupun di papan tulis. Baik itu menuliskan tugas di sekolah atau benar-benar belajar menulis cerpen.

Namun dalam kesempatan yang terbatas sejak diberlakukan pembelajaran jarak jauh siswa memiliki keterbatasan untuk melakukan kegiatan menulis. Padahal menulis merupakan kebutuhan pokok dalam mengikat ilmu.

Nah, apa saja langkah-langkah untuk produktif menulis cerpen dari rumah selama proses pembelajaran jarak jauh berlangsung. Berikut langkah-langkah untuk produktif menulis cerpen yang dapat dilakukan di rumah selama dimasa pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga: Karya dan Penghargaan Efri Deplin di bidang Literasi

1. Menentukan Tema

Tema merupakan hal utama yang harus ditentukan terlebih dahulu. Tema adalah gagasan pokok atas ide utama. Tema bisa ditentukan misalnya tentang Sekolah, Sahabat, Hobi dll.

2. Menentukan Jenis Cerpen

Cerpen apa yang ingin ditulis? Cerpen jenaka, drama, misteri, religi, horor atau drama komedi? jika jenis cerpen religi yang akan ditulis maka fokuskan pada cerpen religi saja.

Alur pada cerpen juga ditentukan disini, ada 3 alur dalam membuat cerpen. Maju, Mundur dan Campuran.
Alur maju bercerita dari awal hingga akhir. Alur mundur bercerita dari akhir menuju awal. Alur campuran bercerita acak antara bercerita dari awal ke depan dan dari akhir menuju awal cerita.

3. Menentukan Segmen

Segemen sangat penting untuk ditentukan. Apakah cerpen ini untuk anak-anak, renaja atau dewasa. Menulis cerpen buat anak-anak jelas tidak sama dengan menulis cerpen untuk remaja, apalagi untuk dewasa. Nah siswa SD cenderung biasanya menulis cerpen untuk anak-anak usia mereka dan segmen remaja.

4. Menentukan Tokoh dan Sifat Tokoh

Menentukan tokoh dalam sebuah cerpen sangat penting. Kita harus menentukan tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama nanti akan mendominasi di dalam cerpen dan akan dibantu perannya oleh tokoh pembantu lainnya.

Sifat Tokoh juga demikian harus diperhatikan. Apakah protagonis atau baik atau antagonis atau jahat. Kedua sifat ini penting dimunculkan untuk membuat adegan konflik yang akan dimuat di dalam cerpen.

5. Menentukan Konflik

Konflik disebut juga dengan masalah. Dalam sebuah cerpen harus mencantumkan sebuah masalah. Ingat cerpen hanya memiliki satu masalah pokok saja dan jangan bertele-tele untuk disampaikan. Dari konflik yang dibuat dimasukkan juga pesan-pesan atau nilai-nilai yang dapat diambil dalam sebuah konflik. Misalnya adalah konflik antara dua sahabat yang berselisih paham dan lain sebagainya.

6. Menentukan Ending

Menentukan Ending sebuah cerpen sangatlah penting. Cerpen yang ditulis harus memuat penyelesaian dari konflik atau masalah yang timbul di dalam cerpen. Akhir yang menyedihkan dan membuat baper, atau ending bahagia dan membuat tersenyum.

7. Menentukan Judul

Judul cerpen dibuat minimal 2-5 kata. Judul cerpen sangat penting dibuat sebagai identitas. Judul yang baik menggambarkan isi cerpen yang dibuat. Mengkombinasikan kata sifat dan kata benda juga menjadi startegi dalam menentukan judul cerpen. Contoh misalnya kata benda "Jendela" kata sifat "Baik" maka judul yang dapat dituliskan adalah "Jendela Kebaikan" dimana cerpen tersebut berisikan tentang kesempatan berbuat baik kepada teman dan sekeliling kita.

Baca Juga: Buku Lima Jendela Karya Terbaik siswa SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu

Nah inilah langkah-langkah dalam menulis cerpen. langkah-langkah di atas tidak mutlak harus dilakukan secara berurutan. Namun semuanya harus terpenuhi untuk menunjukkan cerpen yang kita buat menjadi utuh dan enak dibaca.

Selamat mencoba.

Friday, 24 April 2020

Tiga Pekan Masa Pendemi Covid-19 Pasien Thalasemia di Rumah Sakit


Momentum ini mengingatkan saya pada 6 tahun silam. Saat pertama kali bersahur ria di rumah berlantai dua di jalan Pramuka tepat di depan toko buku terkenal itu di Matraman Jakarta. Iya, sempat sebelumnya bolak balik ke Salemba melewati jembatan layang naik motor tidak pakai helm (jangan ditiru) di bawah hujan rintik bersama rekan yang luar biasa. Sampai akhirnya saya harus turun naik dari lantai 6 poli anak ke lantai 4 dimana disana berkumpul manusia sejagad tanah air. Ampun, hari Jumat itu saya shalat dhuhur karena antrean panjang di sana dan tidak ada waktu lagi untuk hari selanjutnya, sabtu tidak buka guys poliklinik tutup. Kami akhirnya menginap di IGD RSCM malam itu juga.
_____________________________________________
Sungguh menantang saat pertama kali kami harus berhadapan dengan pilihan. Iya harus ke rumah sakit dengan berbagai pertimbangan. Secara saat ini menghadapi pandemi bukan hal biasa dan juga tidak bisa diajak bermain-main. Pertama kali sebelum kami putuskan untuk hadir ke RSUD M.Yunus, saya khususnya konsultasi berulang-ulang dengan seorang dokter spesialis penyakit dalam mengenai solusi apa yang harus kami ambil. Jawaban beliau cuma satu, datang ke rumah sakit dan budaya hidup sehat. Pakai masker, selalu mencuci tangan, membawa hand sanitizer, jaga jarak dan pulangnya nanti mandi dengan bersih. Terima kasih atas semangatnya Dok.

Baru saya legah dan memantapkan diri mengenakan kijang merah sambil berdzikir sepanjang perjalanan.

Pekan Pertama
Langkah-langkah yang diambil

1. Chek Hb atau Hemoglobin di laboratorium luar rumah sakit

Rutinitas anak-anak kami sudah kami hafal di luar kepala, walau terkadang ada juga yang lupa sesekali sih, biasa faktor umur dan pekerjaan juga kali ya. Nah karena sudah jadwalnya nge-charge dan untuk meminimalisir kontak rumah sakit akhirnya kami memutuskan untuk chek Hb di laboratorium luar. Sampel sudah diambil betapa tercengang nya kami melihat hasilnya diatas 10 mg/L. What pingin tanya lanjut, iya saya tanyakan lanjut ke petugasnya bukan untuk komplain brutal tapi, coba lihat sekali lagi. Mereka meyakinkan hasilnya benar. Oke fine.

Akhirnya besok kami masuk ke RSUD M.Yunus dan chek Hb ulang, hasilnya ada di angka 8. Bagaimana bisa selisih 2 angka guys? Ya ampun bagaimana jika kemarin kami tunda sepekan apalah jadinya ya?

Horor Berita Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Pada saat waktu bersamaan di Bengkulu sedang tranding topik sebuah kabar yang terkena Covid-19 meninggal dunia. Meninggal nya di rumah sakit ini. Iya di tempat kami sekarang berada. Pada saat bersamaan juga, lokasi laboratorium Rumah Sakit sedang diramaikan oleh sekelompok dengan pakaian khas bolak-balik ke laboratorium.

Awalnya kami tidak ngeh sama sekali, innalilahi setelah tahu bahwa mereka sedang chek darah juga karena dikabarkan ada kontak dengan pasien yang meninggal, terkejutlah sekampung mendadak auto kaget dan segerah menyingkirkan diri secepat mungkin dari sana. Bukankah ada rapid-test. Wallahualam saking horornya.

2. Pendaftaran Pasien Dipermudah

Sebelumnya kami sudah mendaftar di bagian utama pendaftaran. Baik daftar pasein maupun daftar BPJS. Pada saat ini lebih dimudahkan dengan cukup membawa surat rujukan berkala tanpa finger pasien. Biasanya finger ini memakan waktu yang cukup lama karena antrean panjang dengan pasien lainnya juga mencocokkan jari pasien dengan alat finger.

Syukurlah Alhamdulillah ada baiknya mulai saat ini tidak pakai ribet dan bisa langsung ke poli setelah menyerahkan surat rujukan kepada petugas BPJS.

Baru setelah itu kami ke Poliklinik anak yang menangani anak-anak berobat pada hari itu dan khususnya Thalasemia.

Surat pengantar chek Hb di laboratorium Rumah Sakit didapat kami langsung cus ke TKP.

barulah kejadian horor tadi terjadi, menegangkan sekali guys.. Alhamdulillah kami masih sehat sampai saat ini hingga nantinya Aamiin Aamiin Aamiin ya Rabbal Alamiin.

3. Mengambil Alat Tranfusi Set di Depot Farmasi Tali dari Pintu Belakang

Tidak seperti biasanya ke depot farmasi kali ini. Karena untuk mengambil alat tranfusi set yang telah diresepkan berdasarkan hasil chek laboratorium dan analisa dokter, keluarga pasien membawa secarik kertas resep ke depot farmasi. Biasanya duduk di ruang ber-AC di sana dengan penuh sesak karena banyaknya pasien yang antre. Namun kali ini pintu tertutup rapat dan kita bakal pindah ke belakang. Sebenarnya tidak tepat juga dibilang belakang karena masih dalam gedung dan depot farmasi terletak di tengah gedung.

Hanya saja penerimaan dan pemberian resep melalui jendela yang dibatasi dengan plastik bening. Agar aman guys.. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sukses. Resep pasien Thalasemia lebih cepat dipanggil karena termasuk pasien khusus disini.

4. Menuju Bank Darah BDRS M.Yunus

Dengan membawa sampel untuk crosmatching dengan darah pendonor serta kertas pengantar dari poliklinik anak tadi, urusan administrasi hampir selesai guys. Dan kita tidak bisa langsung masuk guys, karena sudah kesiangan dan hari semakin meninggi pukul 10.00 wib ruangan thalasemia tidak menerima pasien. Jadinya hari ini kami hanya daftar saja.

Negosiasi alotpun tidak bisa, ruangan tidak bisa lebih dari 6 pasien karena tempat tidur hanya ada 6 dan budaya sosial distancing and fisical distancing. Mengurangi kerumunan masa dan jaga jarak antar sesama. Oke fine dan clear besok jadwal kita guys.

Horor Kembali Meneror

Telepon seluler berdering lama, tidak diangkat kemudian telepon berbunyi lagi, kali ketiga diangkat dan
"Cepetan, jenazahnya mau dibawa ke Kamboja"
"Innalilahi.." Sahutku kaget dan langsung lari menuju mobil untuk segerah beranjak pergi dari sini.

Jenazah yang dikabarkan meninggal barusan tadi akan disemayamkan terlebih dahulu di kamar mayat. Sekitar 200 meter dari Bank Darah dan jalur lewatnya juga melewati sisi samping Bank Darah.

Sambil istighfar saya langsung started mobil dan pergi keluar dari rumah sakit. Alhamdulillah

Siang berganti sore, sorepun berganti malam, pagi tiba kami kembali ke rumah sakit dan dengan menyiapkan mental terlebih dahulu tentunya. Tranfusi pun berjalan lancar selama satu hari. Cukup satu hari ini ya.

Pekan Kedua
Mengambil Obat-obatan Berkala

Sistem mengambil obat di Rumah Sakit yang menangani thalasemia di Bengkulu tidak dapat dilakukan sekaligus dengan proses tranfusi. Keluarga pasien harus melakukan proses pendaftaran seperti layaknya masuk rumah sakit seperti biasanya. Namun tujuan di poli dibuat untuk mengambil obat.

Kali ini juga mendapat keringanan dengan tidak adanya finger dari pasien bersangkutan. Kalau biasanya harus finger, anak-anak masih susah membagi waktu ketika mereka sekolah. Namun kali ini juga sedang tidak ada proses belajar di sekolah tapi digantikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Jadi mengambil obat-obatan bisa saya lakukan sendiri.

Pekan Ketiga

Berjarak sekitar 21-28 hari dari tranfusi maka Abdullah Tsamara kembali ke rumah sakit untuk tranfusi. Iya kembali mengulangi prosedur dan tahapan yang telah ditentukan.

Baik akan kami ulas kembali satu-satu ya.

1. Daftar pasien dan daftar BPJS

Seperti biasanya pasien harus tiba lebih pagi dan daftar di lobi pendaftaran dan lobi BPJS. Menunggu beberapa lama sesuai dengan nomor antrean panggilan. Sabar ya guys..
Setelah terdaftar kita akan diarahkan ke poliklinik yang dituju, dalam hal ini pasien thalasemia ada dua poli yang dituju, poli anak atau poli penyakit dalam. Poli penyakit dalam jika pasien sudah termasuk pasien dewasa. Namun tindakan medisnya tetap dilakukan di ruang khusus thalasemia.

2. Menunggu panggilan di poliklinik 

Pasien menunggu panggilan di poliklinik anak berdasarkan pemanggilan dari status yang masuk. Jadi lebih awal datang lebih awal juga dipanggil. Namun di massa pandemi ini kami rasakan pasien yang datang ke rumah sakit sangat sedikit tidak seperti biasanya. Termasuk di poli anak ini. 

Setelah petugas poli memanggil pasien akan dilihat kondisi berat badan, umur, pemeriksaan umum lainnya. Baru setelah itu diberikan surat pengantar ke laboratorium untuk melakukan pengambilan sampel chek Hemoglobin.

3. Pemeriksaan kadar hemoglobin di laboratorium rumah sakit

Pasien diambil sampel darah untuk diperiksa kadar hemoglobin, membutuhkan beberapa waktu sehingga harus lebih cermat dan sabar menunggu. Kita bisa bertanya apakah sudah selesai atau belum kepada petugas melalui celah jendela kaca dan dilapisi plastik bening ini. Atau menunggu santuy sampai nama pasien dipanggil hee.

Selesai hasil hemoglobin keluar, pasien kembali menuju poli untuk dihitung kebutuhan darahnya.


4. Menunggu hasil penghitungan jumlah CC darah yang akan ditransfusikan

Penghitungan kebutuhan darah berdasarkan rumus. Ada dua patokan yang diambil, pertama Standar Hb 12 kedua Standar Hb 13. Rumusnya adalah:

Selisih Hb saat ini dengan standar Hb dikali 4 dikali berat badan.

Misalnya:
BB: 20
Hb lab: 9 mg/L
Hb satandar: 12

Maka hitungannya adalah
3 x 4 x 20 = 240 CC (cukup satu kantong) karena BB juga mendukung.

BB: 20
Hb lab: 9 mg/L
Hb satandar: 13

Maka hitungannya adalah
4 x 4 x 20 = 320 CC
Tidak bisa satu kantong karena satu kantong maksimal 250 CC dan tergantung juga dengan BB pasien serta umur. 
320 dapat diramu menjadi
2 x 160 CC (artinya ini adalah dua kantong)

5. Mengantre mengambil alat tranfusi set di depot farmasi rumah sakit

Selesai semuanya dihitung pasien menuju depot farmasi untuk mengambil alat tranfusi set. Cairan infus, selang infus, aboket, semacam kasa, imugard. 

Fisical distancing juga berlaku di sini walau sifatnya sementara. Justru disini lebih harus diwaspadai ya, karena semua pasien ke depot untuk ambil perlengkapan dan obat-obatan.


6. Menyerahkan sampel darah dan surat pengantar ke bank darah

Selesai semua administrasi di atas barulah kita ke Bank Darah. Ketahuilah guys dan kita mentok bisa masuk ruangan pada hari Kamis. Wah lama juga ya sekarang masih selasa haha, biasa guys.. antrean kita mah apalagi harus jaga jarak atau fisical distancing. paham ya dengan kebijakan ini.

Beberapa hal yang mengharukan ditemui

1. Pasien dilayani oleh petugas dengan APD
atau Alat Pelindung Diri khusus dipakai saat tindakan. Di setiap post jika boleh saya katakan begitu ya untuk setiap tahapan. Mulai dari pendaftaran, hingga di ruang poliklinik thalasemia. Ada yang standar lengkap ada juga yang secukupnya. Untuk upaya pencegahan lumayan mengharukan karena kata beliau MEMAKAI APD itu gerah guys..

2. Darah juga harus dipersiapkan lebih baik karena selain masa pandemi pendonor jadi terbatas ke PMI. Juga karena bulan Ramadhan kalau mau donor darah lebih aman di malam hari. Ada baiknya ikuti protokol yang sudah ditentukan nya guys.

Baca juga: Tranfusi dan Donor Darah di Bulan Ramadhan


3. Hand sanitizer juga sudah ada sejak dulu, namun himbauan sejak pandemi ini lebih digaungkan di berbagai tempat. Tujuannya agar setiap kita bisa cuci tangan kapan saja dan budaya hidup sehat ya guys.

4. Iya pengunjung rumah sakit sangat sedikit, beda dengan hari-hari biasanya yang sangat ramai.


Terima kasih para pahlawan garda terdepan dalam melawan dan menghadapi pandemi Covid-19 juga pahlawan-pahlawan di sana dimana saja berada struktur pemerintahan, akademisi, birokrasi, organisasi, personal, dan lain sebaginya pemerhati thalasemia di seluruh dunia.

Kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan terhindar dari segala macam marabahaya yang ada, khusuk dalam ibadah Ramadhan dan pada akhirnya nanti Covid-19 musnah dari muka bumi ini Aamiin.

Wednesday, 22 April 2020

Tips Khatam Membaca Al Qur'an Berkali-kali di Bulan Ramadhan


Membaca Al Qur'an adalah ibadah yang luar biasa dahsyatnya apalagi jika dilakukan di bulan Ramadhan. Ramadhan sendiri daiat diartikan sebagai bulan Al Qur'an karena pada bulan Ramadhan diturunkannya Al-Qur'an untuk pertama kalinya.

Berikut adalah tips bagaimana cara agar kita dapat membaca Al-Qur'an dan mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kaki di bulan Ramadhan.

Tips Berkali-kali khatam Al-Qur'an selama Ramadhan di masa PSBB

1. Siapkan Al Quran dg ukuran cukup besar.
2. Siapkan dudukan Al Quran agar bisa terbaca saat posisi kita berdiri di tempat sholat (lihat gambar)
3. Bacalah 1 halaman di setiap rakaat.




Bagaimana cara menghitungnya?

1. Sholat rawatib 16 rakaat (mengikuti mazhab Imam Syafii)
2. Sholat tarawih 8 rakaat
3. Sholat tahajud 4 rakaat
4. Sholat witr 3 rakaat
5. Sholat dhuha 8 rakaat
6. Sholat wajib 10 rakaat

Ini berarti jumlah halaman yg sdh kita baca adalah 49 halaman. Manfaatkan waktu2 tertentu utk baca lagi 11 halaman shg genap semuanya 60 halaman. Boleh disatukan atau dipecah lagi, yg penting disiplin.

Kalau kita istiqomah dan mendapatkan hidayah, maka kita akan terbiasa tilawah sebanyak 3 juz per hari.

Ini artinya kita akan khatam setiap 10 hari, tapi kita tetap produktif mengerjakan aktivitas rutin kita. Maka pasti akan dibukakan pintu-pintu  rizki yang tidak terduga oleh Allah SWT.

Noted: lebih bagus kalau kita sudah hafal halaman yang mau dibaca.

Atau ikuti tips berikut ini:
Tips Berkali-kali khatam Al-Qur'an selama Ramadhan.

Dibaca setelah shalat wajib sesuai dengan target lembar Al Qur'an.
dikali 5 waktu shalat wajib setiap hari.

ilustrasinya adalah sebagai berikut:

1 kali Khatam
2 Lembar x 5 = 10 Lembar = 1 Juz

2 kali khatam
4 Lembar x 5 = 20 Lembar = 2 Juz

3 kali khatam
6 Lembar x 5 = 30 Lembar = 3 Juz
dst


Saya mengucapakan marhaban ya Ramadhan mohon maaf lahir dan batin semoga Allah SWT memberikan gelar Taqwa kepada kita semua Aamiin

#quantumtahfizh40
#ramadhan
#psbb
#rejekitakterduga

Dari berbagai sumber dan diedit di bagian tertentu.

Friday, 10 April 2020

Oh Guruku Tersayang Lagu JSIT INDONESIA

Oh Guruku Tersayang
Lagu JSIT INDONESIA

Begitu luasnya, kasih sayangmu
Begitu besarnya, kecintaanmu
Kepada kami semua

Janganlah kau bersedih, atau gundah, wahai guruku tercinta
Karna kami akan selalu ada, bersama…. cintamu…

Reff
Oh Guru Tersayang, maafkanlah sikap kami
Oh Guruku Tersayang, cintamu tetap abadi
Kau akan selalu ada, didalam dada kami
Kasih sayangmu…. abadi, di dalam hati ini


Wednesday, 25 March 2020

Media Belajar Jarak Jauh



Media Belajar Jarak jauh sebelum diberlakukannya oleh beberapa pakar pendidikan dalam menangani kebutuhan siswa sudah sejak akhir-akhir saya ikuti. Namun ada perbedaan yang cukup jauh antara kelas yang saya ikuti dengan kelas siswa ini. Dimana saat saya belajar tentunya saya menjadi siswa. Saya mengatakan bahwa saya adalah siswa karena benar-benar ingin belajar dari pakar dan praktisi yang memberikan materi. Konten yang didapatkan pun beragam sesuai dengan pilihan dan fashion. Karena saya guru SD tentu memilih yang berhubungan dengan kegiatan keseharian yakni dunia mengajar di jenjang Sekolah Dasar.


Siswa saya di kelas
Bikin kangen lama tak bersua

Saya cukup puas dengan belajar sistem daring atau dalam jaringan. Disini saya dituntut harus lebih disiplin dan tekun agar dapat menguasai beberapa hal baru yang harus dikuasi. Berinteraksi dengan beberapa teman satu profesi se-Indonesia dalam video conference yang telah dibina sejak berbulan-bulan lalu. Bagaimana tidak daring yang dilakukan minimal diikuti selama satu bulan bahkan lebih. Sekali lagi saya sangat senang dan merasa beruntung dapat meningkatkan kemampuan dan kreatifitas, keterampilan, berkenalan dengan banyak guru-guru hebat untuk saling berbagi. Terkahir saya dinyatakan lulus dan ditandai dengan sebuah sertifikat sebagai sebuah apresiasi.


Salah satu dari beberapa piagam 


Namun kali ini saya sebagai guru memiliki tantangan tersendiri sejak diberlakukannya kelas online karena sistem pembelajaran dari rumah menggunakan sistem jarak jauh. Saat mulai diberlakukan sistem belajar jarak jauh saya sempat menyiapkan bahan ajar daring. Namun dengan berbagai pertimbangan niat itu saya urungkan. Jadi selama dua pekan atau 14 hari ini saya converence dengan Walimurid untuk menjelaskan apa saja yang harus dilakukan siswa selama di rumah saat belajar jarak jauh diberlakukan. Sehingga besok hingga 14 hari kedepan setiap hari share informasi berkenaan dengan tugas siswa.

Koordinasi dengan siswa dan walimurid
Video Conference

Saya tidak bisa santai-santai saja di rumah sementara anak-anak memiliki tanggung jawab dan amanah dari sekolah. Tentunya saya juga mengambil peluang ini untuk memaksimalkan apa yang didapatkan sebelumnya untuk sistem pembelajaran jarak jauh. Pilihan yang sangat tepat saat ini adalah siswa saya sendiri dan walimurid saya di kelas mampu mengimbangi antara tugas mereka sebagai anak, siswa, orang tua bahkan menjadi guru itu sendiri.

Baca juga: Kelas Maya Metode Belajar Jarak Jauh

Berbagai macam cara yang saya gunakan untuk memaksimalkan peran dan sistem pembelajaran jarak jauh. video conference, rekanan video, membuat tutorial, video youtube, pelaporan kegiatan siswa. Semaksimal mungkin saya lakukan seperti layaknya sekolah dan mengajar benaran seperti biasa. Semua saya upayakan menggunakan sistem online. Hingga sampai pada tahap pembagian raport pun dilakukan dengan sistem on-line. Kecuali sharing informasi terbaru di malam harinya yakni pesan panjang melalui WA grup, dan link laporan. Mengapa malam hari karena tugas yang kami berikan tidaklah banyak namun terlihat seperti pembiasaan sekaligus satu muatan ilmu pengetahuan yang dapat dengan mudah mereka selesaikan di pagi hari bahkan sejak bangun tidur sampai mereka tidur kembali.

Baca juga: Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19

Mata ini terbuka lebar, dari sedikit hal yang saya lakukan Alhamdulillah kembali membuka jalan lainnya untuk terus mengejar mimpi tidak berhenti sampai disini. Mendengar kabar mewabahnya Covid-19 yang semakin meluas baik dari informasi yang berseliweran di media massa maupun dari sumber-sumber terpercaya. Hingga akhirnya pembelajaran jarak jauh diperpanjang sampai tanggal 13 April 2020.

Surat Walikota dan Surat Tanggapan Ketua Yayasan

Kelas Maya Duta Rumah Belajar Streaming YouTube  Salah Satu Media Belajar Jarak Jauh

Mungkin ada benarnya kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Tak bisa bertatap muka melalui daring pun jadi bisa. Saya kemudian dalam waktu bersamaan kembali mengikuti beberapa kelas on-line. Penyelenggaraannya tidak lebay alay, semua serius, sesui dengan yang saya butuhkan. Materi yang saya dapatkan juga yang sedang tren saat ini. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas Guru Tanggap Corona. Jika sebelumnya saya daring melalui sebuah aplikasi Meeting Room maka kali ini saya mencoba untuk berkontribusi melalui jaringan streaming YouTube.

Jika kemarin saya menyiapakn sendiri bahan ajar, mengemas media belajar siswa, mendesain media yang sangat sederhana dengan tujuan tercapainya tujuan pembelajaran yang ingin disampaikan, merapaikan rekaman video dan audio, rekam ulang jika terjadi kesalahan fatal, editing bahkan hingga akhirnya video berhasil diunggah di akun personal YouTube. Baru kemudian dibagikan di grup kelas siswa. Ternyata kelas ini nyata memberikan support semangat untuk siswa-siswi Nusantara melalui streaming YouTube. Masuk ke link yang dibagikan saya tidak langsung menjadi guru atau pemateri di dalamnya namun saya hanya menjadi moderator. Kesempatan pertama saya memoderatori materi Matematika yang disampaikan Bapak Ibnu Budiyono, S.Pd. dari SMP Islam Teratai Putih Global Bekasi. Materi disajikan hingga 30 menit kedepan dan diskusi juga pembahasan contoh-contoh soal berkaitan dengan bahan materi perbandingan. Disini dapat dipahami ya, kelas ini adalah kelas menjadi tutor atau penyelenggara belajar jarak jauh.


Memoderatori Kelas Maya Streaming YouTube

Setiap hari akan selalu dibuka kelas maya melalui streaming YouTube bersama Duta Rumah Belajar Streaming YouTube. Setiap harinya akan ada sedikitnya empat sesi materi. Sebagai host kali ini adalah Bapak Yahya Duta Rumah Belajar Kalimantan dengan semangatnya beliau mampu memotivasi guru-guru untuk berkontrbusi dalam event ini.

Media Belajar Streaming YouTube dimulai pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB untuk jenjang SD. Dilanjutkan pada sesi kedua pukul 10.00 WIB untuk jenjang SMP. Pada siang hari pukul 13.00 wib akan berlangsung sesi ketiga untuk jenjang SMA. Terkahir pukul 14.00 WIB untuk jenjang SMK.

Jadwal ini dibuat sejak jauh-jauh hari untuk memaksimalkan proses dan dinamika di dalamnya. Bahkan jadwal beberapa hari kedepan sudah tercatat di admin untuk menunaikan amanh mulia sebagian dari aktifitas rutin bapak ibu sebagai dewan guru.

Pengalaman pertama saat streaming YouTube untuk belajar jarak jauh ini sangat mengesankan karena selain siswa juga ada guru-guru yang tidak kenal lelah untuk mengasah diri. Saling mengisi dan saling menghargai, berbagi merupakan tradisi mulia bapak ibu guru disini untuk mencerdaskan anak bangsa.


Jadwal Streaming YouTube
Media Belajar Jarak Jauh

Sesuai dengan jadwal di atas saya kembali akan memoderatori pemateri dari Padang Selatan, ibu Syahda dari SD N 28 Rawang Timur. Salam kenal dari saya bu saya Efri Deplin dari SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu.

Tuesday, 24 March 2020

Taman Al Azhar Kairo



Yang kuingat ada sebuah taman, Kota Mesir, Menara Masjid Sholihuddin Al Ayyubi.

Aku tiba-tiba hadir di samping kampus besar dan tertua di dunia Al Azhar. Iya, aku kemudian masuk ke sana dalam dimensi yang berbeda. Tanaman yang luas dan hijau ini menjadi penanda bahwa Mesir tidak semuanya gersang dan tandus. Kejayaan Islam tergambar luas di negeri ini.

Disini  ada tanah hijau nan menyejukkan mata. Tanam ini sangat luas dengan deretan spot memanjakan jiwa-jiwa hambah. Air mancur di tengah taman ini menyambut kedatanganku yang masih terkesima dengan sekeliling lukisan alam dari Tuhan.

Lantai semen atau tepatnya apa ya dengan pola apa juga terbentang dari ujung hingga ke ujung jalan sana. Seakan tak bertepi. Disini ramai, ramai orang berlalu lalang. Ramah dengan kalimah-kalimah Arab yang tak asing di telingaku.

Karena ingin berlama-lama. Aku duduk di rerumputan hijau bak permadani ini sampai lisanku tak luput dari berpukau "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Masya Allah"

Aku kembali menyusuri liku dan sudut di setiap jengkal taman indah ini. Tiba di pinggir sebuah kolam atau danaukah?. Aku menyebut danau, tapi ini sepertinya kolam. Seluas mata memandang, diujung sana kulihat indahnya Kota Mesir dan air mataku jatuh tertumpah.

Tak ingin emosiku membelenggu, kuayunkan tangan dan kuangkat kaki ini hingga akupun tertunduk berlutut sembari tegak kepala ini menengadah. Kulihat dari kejauhan pucuk menara masjid besar, Sholahuddin Al Ayyubi. Matakupun kembali basah. Dalam isak tangis ku melangkah dari pembaringan dan berserah kehadirat illahi di sepertiga malam dimensi Tuhan.

Pertanyaaku adalah?
Apakah benar ada taman itu? di balik Al Azhar Kairo, dan segalah macam bentuk yang kuingat dan berusaha kugambarkan. Luasnya seperti Padang rerumputan, ada sebuah Danau kah atau Kolam, Hingga Padang rumput kedua ini membuatku tak dapat berbicara. Kutitipkan hanya dengan air mata.

Dalam suasana rindu sekolah terkenang dan terbayang hingga merasuk ke dalam mimpi-mimpi indahnya semoga menjadi nyata. Disini aku bermula.

SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu

Monday, 23 March 2020

Cerpen Ayahku Hebat

Sampul Buku Persahabatan Abadi



Ayahku Hebat

“Itu ada, di sana” teriak Harrik kepada teman-temannya. Dari kejauhan mereka berlari-lari kecil menghampiri sekumpulan bapak-bapak yang sedang gotong royong membersihkan selokan di komplek perumahan. “Mana…? Tidak ada!” sahut teman-teman Harrik. Harrik yakin tadi yang dilhatnya dari kejauhan adalah ayahnya. Tapi sementara itu, teman-temanya juga meyakinkan bahwa bapak yang Harrik maksud bukanlah ayahnya melainkan Pak Mahmud, memang mirip jika dilihat dari belakang. Harrik tetap yakin, ayahnya pasti ikut gotong royong hari ini. Tidak benar apa kata teman-temannya bahwa ayahnya selalu mangkir alias absen setiap kali mau gotong royong.

Mereka memisahkan diri dari rombongan bapak-bapak yang sedang sibuk membersihkan selokan. Fahri dengan bangga memperkenalkan kehebatan ayahnya, “Nah.. yang pake topi itu ayahku” ujarnya dengan bangga. “Kalau ayahku yang pakai sepatu boat keren itu, yang pegang cangkul” tambah Haqqi. Mereka sibuk menyebutkan mana ayah mereka dan kehebatan yang dimlikinya. Ada lagi si Udin yang bangga dengan ayahnya ketika saluran ledeng rumah mereka macet, maka ayahnyalah yang memperbaiki, tidak perlu memangil tukang ledeng. Udin sangat bangga sekali dengan ayahnya. Dia bisa bermain air di halaman rumah saat menyiram tanaman.

Tanpa diduga Harrikpun angkat bicara, “Kalau ayahku, ayahku juga hebat, selalu memperhatikan kami, kami selalu diajak berlibur ke tempat nenek ketika libur sekolah tiba. Ayahku juga sering memberiku mainan, ayahku juga sering mensehati kami agar kami menjadi anak yang baik”. Panjang lebar Harrik menjelaskan. “Ayahmu hebat di rumah saja” celetuk Rayhan. “Buktinya mana ada ayahmu di sini ikut membantu gotong royong bersih-bersih komplek?!” tambahnya.

“Sudah, tak perlu diperpanjang” Haqqi menenangkan. “Kita tanya saja sama bapak-bapak disana, mana ayah Harrik”. Tiba-tiba ada suara memangil nama Harrik, “Harrik tolong bantu ibu bawa ini kesana ya!” sambil memberikan minuman dan kue-kue untuk dibawa ketempat rombongan bapak-bapak yang sedang gotong-royong. Teman-teman Harrik juga turut membantu menyanggupi permintaan ibu Harrik.

Setelah mereka tiba di tempat rombongan bapak-bapak yang sedang istirahat, mereka langsung menyuguhkan minuman dan kue tersebut. “Pak Mahmud maaf, saya mau bertanya? Ayahku mana ya?” dengan polosnya Harrik bertanya dihadapan teman-temannya dan dihadapan bapak-bapak yang lain. “Oh.. ayahnya Harrik, sedang di luar menjalankan tugas hee” sambil tersenyum Pak Mahmud yang juga Pak RT menjelaskan. “Kenapa Harrik bertanya?” sambungnya. “Ini pak, teman-teman saya bilang ayah mereka semuanya ada disini, lalu ayahku sendiri yang tidak ada, tapi saya yakin ayahku juga ikut bantu gotong royong” Harrik menjelaskan.

“Benar, ayahnya Harrik turut ikut membantu gotong royong, ayahnya Harrik sekarang sedang ke toko bangunan untuk membeli perlengkapan dan alat untuk memperbaiki jalan komplek perumahan kita”. Pak RT menjelaskan kepada teman-teman Harrik, Mereka menganggukan kepala termasuk Haqqi juga Rayhan dan yang lainya menganggukan kepala sambil tersenyum menandakan mereka mengerti. “Ayah Harrik ini orang yang hebat” tambah Pak Mahmud. “Beliau punya banyak kenalan dan pandai dalam hal tawar-menawar, jadi ayahnya Harrik ini ayah yang hebat. Sama seperti ayah-ayah yang ada disini”.

Beberapa saat kemudian terdengar suara klakson mobil Fortuner, dibelakangnya ada mobil pengangkut barang bangunan. “Itu ayahnya Harrik” teriak Rayhan. “Yee.. ayahku hebat” “Iya, ayah Harrik hebat” sambung teman-tamannya. Mereka semua tertawa termasuk semua ayah yang ada disana. Mereka semua hebat.

Efri Deplin, S.Si lahir di  Durian Bubur Seluma 05 Februari 1987. Bekerja di  Kampus SDIT IQRA` 1 Jl. Semeru No.22 Rt.13 Rw.IV Sawah Lebar Kota Bengkulu. Menikah dengan guru TKB Auladuna Misni Akzaiti, S.Pd.AUD. Berpikir positif dan selalu semangat, itulah mottonya.  Bisa diajak bekerjasama, www.efrideplin.com instagram: efrideplin; twitter: efrideplin87; facebook : Efri Deplin, e-mail: efrideplin@gmail.com


Sunday, 22 March 2020

Cerpen Akibat Membantah Emak


Sampul Buku Dongeng Indah dari Bengkulu


Akibat Membantah Emak

Namaku Arif, aku anak tertua dari 2 bersaudara. Adikku perempuan. Aku dan adikku terbiasa menemani Emak ke ladang. Kami bertiga ke ladang biasanya menempuh jalan setapak yang sering dilewati kebanyakan orang. Jalan itu melewati kebun-kebun milik tetangga. Tapi jalan itu sedikit terjal ketika melewati pohon durian.

Hari ini aku dan adikku kembali menemani Emak ke ladang. Tapi kemi melewati gedung sekolah, tidak melewati jalan setapak. Di samping bangunan sekolah ada rumah penjaga sekolah. Kata emak mereka masih saudara dengan kami, dari pihak Abah. Penjaga sekolah yang namanya Pak Darwis memiliki sepasang anjing yang sudah besar. “Emak, kenapa kita lewat jalan ini?” tanyaku ke Emak. Kata Emak “Emak ada perlu dengan Bi Siti”. Bi Siti adalah istrinya Pak Darwis.

Setelah selesai ngobrol dengan Bi Siti, Emak langsung mengajak kami ke ladang melewati jalan di belakang rumah Bi Siti. Wah, walaupun agak jauh jalan disini lebih bagus tidak begitu terjal jadi enggak capek.
###
Akhirnaya kami nyampe juga di ladang. Duduk sebentar di dangau dan Emak menyalakan api. Kata Emak, asap yang berasal dari api ini akan berkhasiat mengusir nyamuk. Lumayan juga Alhamdulillah, enggak ada sedikitpun nyamuk yang menempel. Kulihat Emak sudah ditengah-tengah sayuran yang menghijau. Tangannya sibuk memetik apa saja yang bisa dijadikan bahan makanan keluarga kami. Aku dan adikku berlarian menuju emak, ikut turut membantu memetik sayur.

Memetik sayur sudah, istirahat juga sudah cukup. Saatnya pulang, api sudah dipadamkan. Berjalan dan terus jalan akhirnya sampai di pendakian. “Kita lewat kebun ya” kata Emak mengajak kami melewati jalan setapak. Aku merasa enggan, “Ah malas Mak”. “Kenapa?” tanya Emak. “Jalannya tinggi, capek mendakinya”. “Pokoknya enggak mau”. Tambahku mengelak. “Enggak usah lewat sana, lewat sini saja biar kita sama-sama sampai di rumah” bujuk Emak. “Enggak, aku mau lewat sana” aku langsung lari.

Aku menoleh ke belakang, kulihat emak dan adikku sudah mendaki. Aku masih lari-lari kecil menuju jalan belakang rumah Bi Siti. Akhirnya aku sampai juga di dekat rumah Bi Siti. Tanpa diduga 2 anjing Bi Siti menggonggong sekencang-kencangnya. Yang jantan paling kencang suaranya. Yangb betina sigap mengejar aku yang berlari kecil. Terdengar suara Bi Siti, “Jangan lari”. Sebaliknya aku menangis sekencang-kencangnya sambil memanggil emak. “Emak.. emak.. tolong aku.. hu hu..” sekencang-kencangnya aku menangis, lebih kencang lagi suara gonggongan si betina legam ini menggonggong.

Nampak taringnya hampir sampai kepahaku. Rahangnya sudah melebar sambil mengeram dan menggonggong. “Mungkin aku harus lari sekarang” pikirku dalam hati. Tapi belum sempat niat itu terlaksana, Bi Siti masih saja berteriak “Jangan lari, tidak akan digigit kalau tidak lari”. Aku paling kesal dengan Bi Siti yang tidak punya inisiatif mengambil anjingnya, tidak cuma bilang “Jangan lari”.

Tiba-tiba emak muncul dari belakang rumah Bi Siti. Emak langsung mengambil kayu yang ada di sekitar rumah Bi Siti. Emak lalu mengusir anjing betina yang menyebalkan ini. Sambil menangis aku teriak, “Emak, tolong aku.. hu hu” aku menyesal sekali dengan kejadian ini. Aku tidak mendengarkan nasihat Emak. “Emak, maafkan aku ya mak ya” maafku ke Emak sambil tetap menangis. “Sudah, enggak apa, yang penting kamu tetap baik-baik saja ya”. Balas emak. “Tu lihat anjingnya sudah Bi Siti ikat”. “Sekarang aman”. Tambah Emak menenangkan.

Terlihat Bi Siti mengikat kedua anjingnya di dekat kandang. “Maaf ya Rif, Bibi lupa mengikatnya tadi”. Bi Siti juga menenangkan. “Iya, enggak apa juga, ini anak laki takut sama anjing. Takut itu sama Allah iya dek ya”. Kata emak ke adikku. Adikku senyum saja. Akhirnya kami pulang kerumah setelah pamitan sama Bi Siti. Aku masih cegukan, aku berjanji tidak akan membantah kata emak lagi. Maafkan aku Emak.


Efri Deplin, S.Si lahir di  Durian Bubur Seluma 05 Februari 1987. Bekerja di  Kampus SDIT IQRA` 1 Jl. Semeru No.22 Rt.13 Rw.IV Sawah Lebar Kota Bengkulu. Menikah dengan guru TKB Auladuna Misni Akzaiti, S.Pd.AUD. Berpikir positif dan selalu semangat, itulah mottonya.  Bisa diajak bekerjasama, www.efrideplin.com instagram: efrideplin; twitter: efrideplin87; facebook : Efri Deplin, e-mail: efrideplin@gmail.com


Wisata Keluarga Guys Gerga PAL 7

Hallo sahabat kali ini Guys Gerga kembali menyapa kita semua. Trip yang paling ditunggu-tunggu adalah dimana saat rencana pekan ini kita ...