Skip to main content

9 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

9 Ramadhan 1438 H
Tafakur
#RamadhanBerkah

Jika aku yakin bulan malam ini di atas sana adalah separuh, aku juga harus yakin pasti ada separuhnya lagi. Dia tidak terpisah namun tetap berada di satu tempat. Wajahnya saja yang tampak setengah. Wujud aslinya adalah utuh. Semua atas kehendakNya. Jika aku yakin malam ini ada bulan terang benderang, aku juga harus yakin esok di atas sana ada mentari bersinar terang. Menyinari seluruh agad raya. Dari timur ke barat. Aku juga harus yakin bulan tetap berkelana di lintasannya mengorbit sejalan dengan garis edarnya.

Jika aku yakin lautan malam ini sedang pasang. Aku juga harus yakin siang esok laut akan surut. Semua atas kehendakNya. Malam ini nelayan pergi menghantam gelombang dengan sebuah keyakinan "Besok pagi aku kan pulang membawa sebongka berlian". Malam ini aku harus yakin nelayan pergi dengan tenang, diiring sujud panjang teman sejati sedari petang. Mengayun sampan bertiupkan angin darat nan tenang. Bila esok menjelang, pagi-pagi nelayan kan datang. Angin laut meniup nelayan ke ketepian, nampak dari pinggiran. Membawa harapan dan senyum mengembang tanda kesyukuran.

Kau lupa matahari selalu bersinar. Terbit di timur dan terbenam di barat lautan. Iya, di Lautan Indonesia Samudera Hindia, Indonesia Bagian Barat. Kau lihat ia malu-malu menampakkan diri di balik Bukit Barisan, Sumatera. Iya aku masih di Bengkulu. Siang hari ia berani dengan gagahnya bersinar terik menyengat kulit-kulit manusia. Sinar itu mulai redup bila panjang bayangmu ke arah timur jauh melebihi tinggi badanmu kawan. Tak lama lagi juga ia akan tenggelam.

Aku beri tahu agar kau tak lupa, sebenarnya dia tetap disana saja. Tidak kemana-mana. Semu harian kawan. Bumilah yang berputar pada porosnya. Bumi yang di atasnya ada rembulan. Bumi yang di tananhya ada lautan. Bumi yang di atasnya ada tumbuhan dan hewan. Bumi yang di atas lautnya ada nelayan. Seakan mentari tenggelam bersama gemericik dan dengungan mesin sampan nelayan.

Kisah ini belum usai. Kisah tak berujung, yang tampak adalah kesemuan. Di sana ada tuhan. Tempat kembali dan bergantungnya kehidupan sejati. Tafakur ini hanya sejenak sebagai pengingat diri, menempuh perjalanan abadi.

Allah SWT berfirman:

الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?". [QS. al-An’âm/6: 32]

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka”. [QS. al-Baqarah/2 : 201].

Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..
Ya Rabbal 'Alamiin..

Comments

Popular posts from this blog

Isi DasaDarma

PRAMUKA SATYA KU DARMAKAN DARMA KU BAKTIKAN Hapal dan mengerti Isi Dasa Darma dan Tri Satya. 1. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang, sekurang-kurangnya 6 kali latihan     berturut-turut.  Keterangan: : a. Latihan Pramuka itu berguna untuk melatih diri agar dapat hidup bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat dan negara. Oleh karena itu, latihan Pramuka adalah untuk kepentingan dirimu sendiri bukan untuk orang lain. b. Rajin mengikuti latihan artinya tidak pernah absen, selalu datang pada hari dan jam yang telah ditentukan bersama. Nyatakanlah kehadiranmu itu dengan mengisi daftar hadir/absensi regu. c. Giat mengikuti latihan berarti setiap datang pada latihan Pramuka di Pasukan Penggalang selalu aktif. Yang dimaksud aktif dalam latihan yaitu selalu berusaha melatih dirinya sendiri bersama-sama teman lain akan kekurangan-kekurangan dirinya. d. Enam kali berturut-turut, berarti tidak pernah tidak datang dengan alasan sakit, ijin, dan sebaga

SILSILAH 25 NABI

SILSILAH 25 NABI Silsilah Nabi / Rasul Sumber : Silsilah Nabi dan Rasul SILSILAH 25 NABI Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah pesan di group WhatsApp. Berikut semoga bermanfaat dan berkah Aamiin. 1. ADAM AS. Nama: Adam As. Usia: 930 tahun. Periode sejarah: 5872-4942 SM. Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab. Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan. Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali. . 2. IDRIS AS. Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. Usia: 345 tahun di bumi. Periode sejarah: 4533-4188 SM. Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis). Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali. . 3. NUH AS. Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qi

Adzka Juara 1 Lomba Puzzle dan Manfaat Bermain Puzzle

Obrolan kami di rumah terlihat sangat santai, "Besok Adzka ikut lomba Puzzle bang" cerita istriku. "Oh begitu, kok bisa ikut?" selidikku. Karena kami sangat tahu bagaimana perkembangan Adzka di sekolahnya. Usut punya usut ternyata Adzka bisa ikut karena Paud IT Auladuna mendapat kuota tambahan sebagai peserta lomba dan tidak semua anak-anak dipilih.  Beruntungnya karena umminya disekolah jadi diprioritaskan. Tim intinya sudah dibentuk, Adzka sebagai pelengkap dan sebagai penggembira. Tak apa, itung-itung uji nyali di depan umum dan belajar bersosialisasi. Pengalaman itu sangat berharga. Namun, lihat nanti apa yang terjadi? Sehari sebelum hari lomba, iya di Ahad itu umminya sedang ada kegiatan di luar sana. Aku sendiri yang menjaga mereka di rumah. Termasuk abang nya, Harrik. Harrik kalau soal puzzle tidak diragukan lagi karena dia sudah membuktikan tahun lalu berhasil menjadi juara 2. Harrik masuk daftar tim inti lomba Puzzle. Sekali lagi Adzk