Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2018

Wisata Edukasi (Bagian 9) Mahir Menggunakan Ban Pelampung di Pantai Zakat Bersama Abdullah Tsamara

Alhamdulillah..Akhirnya sore ini kita kembali ke Pantai Zakat. Seharian ngamong kalian hari ini inilah saatnya refresh. Jadi janji kesini lagi sudah terpenuhi ya bang.Pantai Zakat memang luar biasa. Dengan segudang keunikan dan kekayaan alamnya. Akhir pekan seperti ini saya pikir tentulah ramai. Ramainya pasti tapi tidak seperti yang kubayangkan. Aku juga bisa berenang lagi disini. Iya mengulangi hobi berenang di pantai sejak masih S1.  Ramai-ramai-ramai. Celana panjang trening kaos bola nomor punggung 1 menjadi andalan. Mengapa pakai trening dan kaos bola? kata umminya anak-anak biar pasir yang lengket tidak terlalu banyak. Jadi kalau kamu mandi pantai jangan sesekali pakai catun dan celana gunung yang banyak kantong. Akibatnya bisa menjadi tambang pasir itu pakaian. Satu benda yang tidak boleh tinggal adalah kacamata renang. Kali ini saya memakai kacamata renang agak besar seperti penyelam. Haa teman-teman bilang seperti mau nombak ikan. Okelah ga apa-apa, yang penting aman. Tujuann…

Wisata Edukasi (Bagian 8) Mengisi Liburan Bermain Tanah Pot Bunga di Halaman Rumah

Alhamdulillah.. Pada saat liburan di kebun masih menyisahkan kenangan bagi Abdullah dan Tsamara. Setelah kembali ke kota, rumah kami yang sederhana berada di komplek ini masih mampu mengajak ke suasana liburan itu.
Di pagi yang cerah mereka tetap mau melemaskan jemari dengan bermain tanah. Berhubung tanah di halaman rumah berumput tebal jadi harus pakai media lain. Aku menyediakan dua pot besar yang diisi dengan pasir dan tanah.
Menurut umminya bermain tanah baik untuk perkembangan mereka. Pada saat mereka berinteraksi dengan tanah akan merangsang motorik halus melalui jemari kecil yang kaya akan banyak saraf diujung jari.
Pada saat mereka membentuk sebuah pola tertentu dari pasir dan tanah, akan melatih tingkat kognitif daya pikir mereka. Proses yang mereka alami dan menemukan sendiri jawaban dari kesulitan yang mereka hadapi akan membekas pada ingatan jangka panjang. Ini adalah modal kematangan belajar mereka secara mandiri.
Abdullah Tsamara Pada Ngapain? Abdullah dengan mobilan barunya b…

Wisata Edukasi (Bagian 7) Keseruan Pantai Zakat Bersama Abdullah Tsamara

Alhamdulillah.. Hari senin kemarin sebenarnya jadwal penting buat lepas bidai tangan kanan Abdullah yang patah beberapa waktu yang lalu. Janjinya setelah melepas bidai kita akan bermain air.  Pilihan bermain air jatuh kepada Pantai Zakat. Iya bakda ashar selasa 26 juni kemarin kita ke Pantai Zakat. Pantainya bagus dan bersahabat. Tidak biasanya Abdullah mau diajak ke pantai. Alih-alih ke pantai lihat main ombak saja takut. Mungkin karena lengannya sudah lama tidak terkena air. Nah ini momentum.
Tsamara: "Abi Ayuk mau main air" Abi : "Boleh silakan" Tsamara: "Tapi ayuk mau sama abang allik"  Abi: "Sama abang Harrik?" "Boleh boleh" Abi: "Bang lepas sandalnya, abang boleh main air hati-hati ya"
Mereka main air sampai puas. Sengaja tidak boleh pakai ban agar mereka bebas bergerak di deburan ombak Pantai Zakat.
Pantai Zakat apa sih? Pantai ini berbatasan langsung dengan samudera hindia. Terletak tak jauh dari pusat kota. Sekitar …

Tranfusi Bakda Lebaran Ajang Silaturahim Pasien Thalasemia

Alhamdulillah.. Taqaballahu minna wamingkum buat semuanya terkhusus Keluarga Abdullah Tsamara dimana saja berada. Juga buat keluarga Persatuan Orang Tua Thalasemia Indonesia (POPTI) Wilayah Bengkulu yang senantiasa semangat.Seperti biasanya, rutinitas tranfusi bakda lebaran adalah mometum untuk silaturahim, berkumpul dan berhimpun. Hari ini kamis 28 juni 2018 sebagian besar thaler melakukan tranfusi. Ada sekitar 15 thaller termasuk Abdullah Tsamara. Beberapa hari yang lalu kebutuhan darah hampir lupa saya siapkan. Berhubung suasana masih liburan dan kemarin ada pilwakot, untung pendonor TETAP ananda siap siaga melakukan donor. Kemarin pendonor kak Doni sudah mendonorkan darahnya di PMI kota.Jadi melakukan donor satu hari sebelum tranfusi adalah sebuah rutinitas pendonor yang sangat luar biasa. Tak dapat dibayar dengan apapun. Pengorbanan mereka luar biasa. Aktifitas donor menjadikan gaya hidup era milenial. Mengapa sehari sebelum tranfusi harus donor? Jawabannya adalah karena kebutuha…

Wisata Edukasi (Bagian 6) Tikar Gegas dari Serawai

Perjalanan kali ini menuntun untuk silaturahim ke tanah serawai. Bumi Bengkulu bagian selatan tepatnyan di Talo Seluma Bengkulu. Mengulang masa kecil dan menyatukan kolase-kolase kehidupan yang indah di sepanjang masanya.
Siang ahad itu dibawa terik mentari aku duduk diantara puing-puing  bangunan setengah permanen yang menuntun lisan ini untuk mengucap doa-doa terbaik bagi Almarhum Bapakku, Bakhtiar bin Suwi. Alfaateha. Kubawa segulung tikar yang dipakai saat makan siang tadi. Tikar Gegas, berasal dari jalinan pandan berduri dari dalam rimba Talo Seluma Bengkulu pulau Sumatera.
Apa yang menarik? Tikar ini berbeda dengan tikar pabrik. Tikar pabrik dibuat dari bahan tiruan dan plastik. Sebagian dikenal dengan bahan sintetis walaupun ada yang memanfaatkan bahan alami. Namun Tikar Gegas tetap menjadi sebuah produk terbaik. Mengapa? Tikar Gegas berasal dari anyaman ibu-ibu hebat di negeri ini khususnya Ibuku. Sebuah hal yang menjadi keterampulan hidup dan kecerdasan berfikir yang menentukan…

Wisata Edukasi (Bagian 5) Sensasi Segar dari Tanah Hitam yang Subur

Pertama kali menghirup udara sejuk di atas tanah hitam yang subur adalah ketika aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Karena sesuai agenda sekolah ada study wisata yang membawa kami semua bersama-sama ke Curup dan sekitarnya. Banyak sekali objek yang kami kunjungi diantaranya adalah kebun sayuran di Sambirejo, Curup.
Mulai saat itu aku menyukai sayuran hijau. Belajar untuk menyukai sayuran dan ternyata memang sayuran hijau banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan. Mulai belajar bertanam sayuran di pekarangan rumah. Bahkan hanya menggunakan pot plastik hitam.
Pengalaman baru didapat dari pohon jeruk gerga yang fenomenal. Tempat terbaik tumbuh dan berkembangnya jeruk gerga di Desa Pal VII Bermani Ulu Raya. Jeruk yang cukup unik dan menarik ini memberikan kesan berbeda dari jeruk lainnya. Kulit buah yang tebal dan bulir yang besar. Juga rasanya yang bercampur manis asam menciptakan sensasi segar.
Jeruk gerga tidak langsung ditanam pada lahan, namun dimulai dari pembibitan batang bawah untu…

Wisata Edukasi (Bagian 4) Getek Milenial dari Danau Mas Harun Bastari

Alhamdulillah tanggal 3 syawal kemarin aku dan keluarga pergi ke pusat wisata Danau Mas, Rejang Lebong, masih di Indonesia ya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Mas Harun Bastari. Wisata ini cukup diminati, buktinya adalah ketika mobil  masih antrean panjang dari puncak nampak jelas ratusan pengunjung menyemut sepanjang danau dan sekitarnya.
Kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari terletak di Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Dikelilingi perbukitan yang ditanami sayur dan beberapa taman bunga.
Danau Mas Harun Bastari yang dituju harus melalui jalan utama ke arah Lubuk Linggau. Karena hari itu adalah hari ahad diperkirakan padatnya kendaraan dan pengunjung membuat jalanan macet. Untung sopirnya handal Ahamdulilah hee. Parah memang jalanan macet sepanjang puncak. Lumayan berjam-jam dibawa terik panas siang. Walau suhunya dingin tetap saja panas karena siang. Tapi seru dan mengesankan.
Kami berjumlah 9 orang, 7 dewasa dan 3 a…

Wisata Edukasi (Bagian 3) Jeruk Gerga Pal VII yang Tiada Duanya

Wisata Edukasi (bagian 3) Jeruk Gerga Pal VII yang Tiada Duanya Oleh: Efri Deplin



Tidak mudik ke Curup kalau tidak ke kebun memetik jeruk gerga Pal VII. Alhamdulillah satu hari menjelang pulang ke Bengkulu kita sempatkan ke sawah dan ke kebun jeruk.
Tidak menunggu lama, setelah makan bersama di atas pondok sambil memandang sekitar mata ini semakin manja untuk melihat setiap sudut kebun. Pohonnya memang sebagian sudah mengalahkan tinggiku 180-1 haa.

Rasa penasaran memetik kali ini sensasi beda. Alasannya apa? Ada deh. Ternyata dan ternyata ini komoditi jeruk bewe. Mertuaku bilang demikian. Bewe adalah komoditi jeruk dengan ciri kulitnya yang sudah matang berwarna agak kekuningan dan dominan hijau. Kulit buahnya tipis dan bulir buahnya sedikit agak berwarna orange kemerahan. Warna apa ya? red yellow hee. Rasanya memang manis asli deh. Tapi Gerga Pal VII yang berdiri kokoh di sampingnya ga kalah menarik. Tau kan selanjutnya bagaimana? Langsung saja serbu.

Gerga Pal VII tiada duanya Abdullah sud…

Wisata Edukasi (Bagian 2) Bermain di Kebun Jeruk Gerga dan Memetik Sayur

Wisata Edukasi (bagian 2) Bermain di Kebun Jeruk Gerga dan Memetik Sayur Oleh: Efri Deplin





Alhamdulillah Abdullah dan Tsamara kali ini berada di kebun Jeruk Gerga Pal VII.
Mereka terlihat sangat antusias saat sebelum kita menuju kebun. Hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk ke kebun? Diantaranya adalah sepatu berkebun dan pakaian berlengan panjang dan tentunya celana panjang. Yang lengkap memakai cuma Tsamara. Sementara Abdullah dengan lengannya yang masih berbalut karena patah terlihat santai dengan kaos panjang tanpa sepatu kebun.
Agar lebih terkesan eksotis kita memilih menggunakan matic. Kok pakai motor bisa ke kebun ya? Iya kebun di sini sudah dihubungkan dengan jalan aspal, pakai mobil juga bisa hee.
Apa saja yang menarik bagi Abdullah Tsamara  1.Berjalan Kaki Berjalan kaki saat tiba di kebun adalah hal mengagumkan bagi mereka. Kebun Jeruk Gerga yang dituju harus melewati beberapa bidang tanah lainnya. Melewati persawahan dan kebun sayuran. Wah pokoknya seruh deh. Sambil bernyari, t…

Sepucuk Surat Kerinduan

Sepucuk Surat Kerinduan Oleh: Efri Deplin



Namaku Efri, lengkapnya Efri Deplin. Biasa dipanggil Efri, dan tidak jarang panggilan Deplin sejak tahun 1999 kembali melekat ketika di kampus Universitas Bengkulu. Di kelas panggilan Deplin dipakai oleh teman-teman satu alumni dari SMAN 4 Kota Bengkulu. Ada juga teman-teman lainnya yang nyaman memanggil Deplin, aku juga tidak masalah. Sejarah dipanggil Deplin juga memiliki nilai historis tinggi. Tahun 2005 aku memasuki kampus ada banyak sekali perbedaan antara dunia SMA dengan dunia kampus. Teman-teman yang heterogen berkumpul tumpah ruah sama-sama mencari jati diri. Tidak terlambat untuk baru mengatakan mencari jati diri, karena ketika baru menyadari diri ini semakin jauh melangkah maka harus kembali pada rel yang benar. Aku dipertemukan dengan kakak tingkat yang super keren. Rasanya peran mereka sangat besar hingga saat ini dan nanti. Aku berdoa semoga Allah pertemukan kami dan dikumpulkanNya lagi di surgaNya yang abadi, Aamiin. Sejak subuh t…