Monday, 25 June 2018

Wisata Edukasi (Bagian 6) Tikar Gegas dari Serawai

Tikar Gegas dari Serawai

Perjalanan kali ini menuntun untuk silaturahim ke tanah serawai. Bumi Bengkulu bagian selatan tepatnyan di Talo Seluma Bengkulu. Mengulang masa kecil dan menyatukan kolase-kolase kehidupan yang indah di sepanjang masanya.

Siang ahad itu dibawa terik mentari aku duduk diantara puing-puing  bangunan setengah permanen yang menuntun lisan ini untuk mengucap doa-doa terbaik bagi Almarhum Bapakku, Bakhtiar bin Suwi. Alfaateha. Kubawa segulung tikar yang dipakai saat makan siang tadi. Tikar Gegas, berasal dari jalinan pandan berduri dari dalam rimba Talo Seluma Bengkulu pulau Sumatera.

Apa yang menarik?
Tikar ini berbeda dengan tikar pabrik. Tikar pabrik dibuat dari bahan tiruan dan plastik. Sebagian dikenal dengan bahan sintetis walaupun ada yang memanfaatkan bahan alami. Namun Tikar Gegas tetap menjadi sebuah produk terbaik. Mengapa? Tikar Gegas berasal dari anyaman ibu-ibu hebat di negeri ini khususnya Ibuku. Sebuah hal yang menjadi keterampulan hidup dan kecerdasan berfikir yang menentukan kualitas hasil. Tikar Gegas konon tidak semua bisa menganyamnya. Hanya orang-orang tertentu dengan kecerdasan tingkat tinggi.

Bagaimana Prosesnya?

Bagian 1 Persiapan Awal

Pertama Mencari Pandan Berduri
Dilakukan pencarian dan memilih berupa yang terbaik dari pandan berduri di dalam rimba seberang sungai Air Talo Kecamatan Seluma Bengkulu. Daun yang sudah tua, lebar dan tidak sobek.

Kedua Rombongan
Persiapan mental dan keamanan mulai dari siapa saja rombongan yang akam berangkat mencari Pandan Berduri. Jangan sendirian karena tempatnya lumayan jauh di dalam rimba sana. Bersama-sama lebih asyik.

Ketiga Pakaian
Secara, perjalanan jauh dan menantang memerlukan pakaian khusus. Pakaian serba panjang menutup tubuh dan memakai sarung tangan tebal sebagai perlindungan dari duri. Pakai sepatu kebun ya, tidak pakai sandal jepit. Jalanan jauh lho? Ibuku bilang pakai sepatu Nuang Galing, sepatu dengan belasan pul di telapaknya.

Keempat Kekompakan
Kekompakkan, akan menentukan kemenangan bersama. Tidak ada yang memisahkan diri dari kelompok saat pencarian Pandan Berduri. Berbagi sama banyak beban bawaan saat melintasi medan berupa jalanan setapak licin dan saat menyeberang sungai.

Bagian 2 Pengolahan
Pertama Membuang Duri
Duri yang ada dibuang dengan cara mengikis atau meraut menggunakan pisau kecil secara manual satu persatu.

Kedua Menjemur
Pandan Berduri yang telah dibuang durinya kemudian dijemur secara alami dibawa terik matahari siang. Pandan yang semula berwarna hijau dan kaku akan berubah warna menjadi sedikit keabu-abuan dan lebih lentur. Tidak perlu diberi pewarna karena warna yang tercipta sudah sangat menarik dan menjadi ciri khas khusus Tikar Gegas ini.

Bagian 3 Menganyam
Pertama siapkan seikat besar pandan kering yang selesai dijemur. Kira-kira sebesar ikatan gulungan kasur.

Kedua siapkan dua lembar pertama untuk dianyam. Ambil bagian tengah dari kedua lembar pandan kering tersebut dan dianyam dengan tangan diikuti lembaran-lembaran pandan lainnya. Anyaman dilakukan secara menyilang. Menyelipkan satu lembar pandan ke lembar pandan lainnya. Begitu terus selanjutnya diulang hingga me-luas.

Ketiga jika anyaman semakin meluas, bagian sisi tikar harus cermat untuk dilipat dan diselipkan. Sehingga sisi-sisi tikar akan terlihat kokoh dan apik. Tidak longgar dan tidak mudah lepas dari anyaman. Jangan lupa siapkan pisau kecil untuk memotong bagian ujung pandang yang tidak digunakan.

Ketika sisi tikar sudah kokoh artinya tikar siang digunakan. Juga dapat dipasarkan dan bernilai ekomonis. Menjadi sebuah kebanggaan daerah dan menjadi salah satu aset kekayaan yang tak ternilai karena produk adalah sebuah karya cipta.

Terlihat gampang kan? namun tidak semua orang bisa membuatnya. Hanya orang-orang tetentu dengan kecerdasan tingkat tinggi. Apakah kamu salah satu orangnya? Buktikan.

Alhamdulillah Tikar Gegas juga memiliki filosofi yang baik. Besatu padu akan membuat lebih kuat dan kokoh jika dibandingkan dengan selembar daun pandan kering. Pandan Berduri menjadi kuat dan kokoh dan bernilai tinggi dari tangan seorang bijak amanah dan cerdas. Makna yang terkandung sangat bagus sekali diterapkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Baik dari segi berbangsa dan bernegara juga beragama.

Pagar Gasing, 24 Juni 2018.
Seluma Bengkulu, Indonesia.


Berbagai gambar dari Tikar Gegas Serawai


No comments:

Post a comment

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin87 juga YouTube Efri Deplin. Terima kasih semoga menginspirasi.

4 Tips Donor Darah Saat Puasa

Donor darah menjadi trend gaya hidup sehat masa kini. Selain memenuhi kebutuhan hidup para penggunanya, donor darah menjadi sebuah kebutuhan...