Thursday, 28 June 2018

Wisata Edukasi (Bagian 7) Keseruan Pantai Zakat Bersama Abdullah Tsamara

Abdullah dan Tsamara di Pantai Zakat Bengkulu

Alhamdulillah..
Hari senin kemarin sebenarnya jadwal penting buat lepas bidai tangan kanan Abdullah yang patah beberapa waktu yang lalu. Janjinya setelah melepas bidai kita akan bermain air. 
Pilihan bermain air jatuh kepada Pantai Zakat. Iya bakda ashar selasa 26 juni kemarin kita ke Pantai Zakat. Pantainya bagus dan bersahabat. Tidak biasanya Abdullah mau diajak ke pantai. Alih-alih ke pantai lihat main ombak saja takut. Mungkin karena lengannya sudah lama tidak terkena air. Nah ini momentum.

Tsamara: "Abi Ayuk mau main air"
Abi : "Boleh silakan"
Tsamara: "Tapi ayuk mau sama abang allik" 
Abi: "Sama abang Harrik?" "Boleh boleh"
Abi: "Bang lepas sandalnya, abang boleh main air hati-hati ya"

Mereka main air sampai puas. Sengaja tidak boleh pakai ban agar mereka bebas bergerak di deburan ombak Pantai Zakat.

Pantai Zakat apa sih?
Pantai ini berbatasan langsung dengan samudera hindia. Terletak tak jauh dari pusat kota. Sekitar 10 menit perjalanan dengan kendaran roda empat. 

Pantai Zakat merupakan sarana liburan alternatif gratis. Masuk kesana kita tidak perlu megeluarkan ongkos besar. Iya semuanya gratis.  Masuk gratis dan bermain air juga gratis. Kamu cuma wajib bayar parkir kendaraan. Mobil Rp 3.000,00 dan motor Rp 2.000,00.

Tapi kalau kamu sewa ban, harus bayar ya mulai dari harga Rp 5.000,00. an. Kamu juga bisa nongkrong bareng keluarga sambil santap opak seharga Rp 2.000,00. Jangan kaget kalau ada ibu-ibu yang menawarkan santapan laut udang goreng maknyus atau kepiting bumbu wuuenake. Harganya murah kok, pesan saja ya.

Pantai Zakat selalu ramai di setiap harinya. Puncak keramaian biasanya pada sore hari bakda ashar. Karena cuaca tidak terlalu terik dan matahari semakin ke ufuk barat. Liburan seperti ini akan semakin ramai oleh pengunjung, baik dari kota maupun luar kota bahkan dari provinsi tetangga. Kamu juga bisa menikmati matahari petang. Jangan sampai lupa shalat maghrib ya.

Berhubung hari sudah sangat petang. Waktu menunjukkan pukul 17.40 WIB ayo kita pulang. Abdullah dan Tsamara tidak langsung ganti baju. Rumah kita lumayan deket kok. Hari ini matic merah menemani, insya Allah 5 menit sampai rumah.

Diperjalanan terdengar celotehan Tsamara yang masih cadel. Abdullah pun demikian serunya usul-mengusul. Yes, kayanya berhasil momentum hari ini. Mereka mau bermain air lagi kapan-kapan. Oke deh bang. Siap-siap trip selanjutnya ya.

Kamu, siapkan trip hari ini kesana ya.


Bengkulu, 28 Juni 2018.




No comments:

Post a comment

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin87 juga YouTube Efri Deplin. Terima kasih semoga menginspirasi.

Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng

Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini. Benar saja kami dari tadi s...