Tuesday, 27 March 2018

Taklimat Pekanan Sako Pramuka SIT 6 dan 7

*Taklimat pekanan SAKO Pramuka SIT – 6 dan 7*

_Senin, 19 dan 26/03/2018_

🙏🏻😁😀😄🙏🏻

*KIASAN DASAR, APA DAN BAGAIMANA PENERAPANNYA DALAM SAKO PRAMUKA SIT*

Kiasan dasar atau _symbolic framework_ adalah *kerangka simbolis* yang diadopsi dari *Baden-Powell.*

Dalam Kegiatan Kepramukaan, Kiasan Dasar dimaksudkan untuk membangkitkan jiwa kejuangan dan cinta tanah air sehingga mampu memberi _atsar_ (membekas) di hati peserta didik.

Kiasan dasar adalah sesuatu yang sederhana, mewakili (simbol) yang mudah diingat,  mengesankan, *digunakan sebagai tema* suatu kegiatan kepramukaan sehingga peserta didik dapat merasakan ikut (terbawa/terlibat) dalam suasana yang dijadikan kiasan pada kegiatan tersebut.

Dalam AD GP pasal 11 dinyatakan bahwa Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar yang bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa.

Selanjutnya dijabarkan dalam ART GP dalam pasal 12 yang intinya adalah ; Penggunaan Kiasan Dasar dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi yang *disesuaikan dengan usia dan perkembangan, minat, kebutuhan, situasi dan kondisi peserta didik*, mampu mendorong kreativitas dan meningkatkan keikutsertaan dalam kegiatan, menarik, menantang dan merangsang untuk memperkaya pengalaman dan juga memperkuat pengamalan kode kehormatan.

Dalam praktiknya, berawal dari nama PRAMUKA, kemudian penjenjangan SGTD yang kemudian disesuaikan dengan penamaan kelompok spt barung/regu/sangga/reka dan juga tingkatan siaga mula hingga Pandega. Penyebutan lainnya terdapat dalam kegiatan Jambore, Gladian, Raimuna, dst.

Kiasan dasar ini sangat sesuai dengan, firman Allah SWT di antaranya terdapat dalam QS. 14 Ibrahim ayat ke 4 :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلابِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ

Artinya : _Kami tidak mengutus seorang Rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka...._

Bahasa kaumnya bisa mengisyaratkan sesuai dengan penggolongan usia, minat, kebutuhan dan perkembangan.

*BAGAIMANA PENERAPANNYA DI SAKO PRAMUKA SIT?*

Selain untuk kuat kan jati diri NKRI dalam diri peserta didik kita, Sebagaimana paparan di atas, maka kiasan dasar di SAKO Pramuka SIT juga bertujuan untuk memberikan _atsar_ secara _Ruhiy, Jasady dan Fikry_ yang Islami.

Berikut ini Beberapa contoh di antaranya :

1. Buat tema-tema kegiatan berlatar sejarah dan perjuangan para Rasul dan sahabat.

Misalnya ketika memasuki bulan Muharram. Jadikan tema kegiatan selama sebulan bertema Muharram. Bagi menjadi 4 pekan.

Pekan #1. Sub temanya *situasi mekkah sebelum peristiwa hijrah* dgn kegiatannya memecagkan beberapa sandi yang ika diterjemahkan adalah cerita singkat latar belakang peristiwa hijrah.

Pekan #2. Sub temanya *peristiwa hijrah* dgn kegiatannya mencari jejak (wide game) dengan pos-pos yang dikiaskan seperti peristiwa hijrah di antara ttg jaring laba2.

Pekan #3. Sub temanya *muhajirin dan anshor* dgn kegiatannya seolah menjadi kaum anshor yang hendak menyambut Rasul SAW dan para sahabat dengan membuat Gapura selamat datang.

Pekan #4. Sub temanya *Thola’al Badru ‘Alaina* dgn kegiatannya mengarang syair nasyid yang senada dengan nasyid Thola’al Badru ‘Alaina.

2. Buat nama-nama kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai ke Islam an. Seperti *Kemah Ukhuwwah*, kemah Badar, Kemah Uhud, di mana dalam perkemahan tersebut terdapat kegiatan yang menyerupai peristiwa tsb, seperti kemah di tepi danau, ada kegiatan memanah dari atas bukit atau ketinggian, dsb

3. Dorong imajinasi, petualangan, kreativitas dan motivasi sehingga peserta didik mampu meresapi dan merenungi serta memahami setiap keiasan dasar yang kita siapkan

4. Ciptakan tradisi dan kepemilikan dan bantu peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai (suluk/simat) SAKO Pramuka SIT seperti pembacaan Matsurat, Kafaratul Majelis, berjabat tangan dan berpelukan, memberi salam dan penghormatan jika bertemu siapa saja, bersih dan Rapi, sehat dan bugar.

5. Bangun identitas SAKO Pramuka kita dengan memperhatikan penggunaan seragam yang baik dan benar serta sesuai Syariat dan juga ketentuan dalam SAKO Pramuka SIT. Di antaranya penggunaan _Turk Woggle_, ring kacu Turki.

6. Hindari budaya atau kebiasaan yang sudah menjadi trend Pramuka lainnya, utamanya meninggalkan hal-hal yang kurang manfaatnya atau fokus pada hal-hal yang memiliki manfaat lebih. Spt yel-yel ke *aku* an. Pioneering hiasan, dsb.

```Ayo Kakak-kakaku kita terus kuatkan jati diri SAKO Pramuka SIT kita. Memang tidak mudah, memang perlu upaya serius, memang selalu akan ada hambatan. Maka dari itu Baden Powell pernah berpesan IF LIFE WERE ALWAYS EASY, IT WOULD BE INSIPID. Jika hidup selalu mudah, itu akan menjadi hambar.```

Semoga Allah memudahkan upaya kita dalam membangun generasi pilihan sehingga mampu memimpin Ummat di masa yang akan datang.

_AminYaRobbal’alamin_

_In uridu illal ishlaha mastatho’tu wa ma taufiqi illa billah ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unibu_

_Wallahu’alam bi showab_

*Salam Pramuka*

Ahmad Fikri,
_Pinsakonas_

Friday, 23 March 2018

Save info 22 maret 2018

TAHLILAN KEMATIAN BISA MENYEBABKAN MAYIT DI ADZAB DALAM KUBUR
PILIH ADAT ATAU SYARIAT?

#PilihAdatAtauSyariat
#IslamRasaHindu

PILIH ADAT ATAU SYARIAT ?
Tahlilan Kematian >> Acara Haram ala Jahiliah yang Bisa Menyebabkan Siksa Kubur Mayit.

Memang sulit utk meninggalkan sesuatu hal yg telah menjadi adat dan dianggap suatu kebenaran. Namun bgmn jika anda salah dan dalil yg benar.. anda menempatkan si mayit dlm resiko yg amat menakutkan.

Perlu anda ketahui bhw Nabi, putra putri Nabi, istri-istri Nabi, puluhan ribu sahabat Nabi, mereka semua telah meninggal dunia, dan TIDAK ADA SATUPUN YG DITAHLILKAN KEMATIAN. Lalu darimana acara ini bisa dianggap syariat Islam? Ini adalah ACARA HARAM ALA KAUM JAHILIAH yg dibuat nampak Islami dg menyelipkan bacaan Quran, zikir, dan doa. Mereka tidak tahu bhw mayit akan terancam adzab kubur krn tindakan ini.

Padahal jika niat anda baik, maka anda bisa mendoakan sang mayit dimanapun anda berada, bersama keluarga atau tmn anda, tdk hrs berkumpul kumpul di tempat mayit setelah ditanam.

✓ Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya mayit itu akan diadzab karena ratapan keluarganya.”

[Muttafaqun ‘alaih (diriwayatkan Bukhari dan Muslim).]

~ Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim:

الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ

“Mayit itu akan diadzab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.”

--------------------------
>> LALU APA HUBUNGANNYA DG TAHLILAN KEMATIAN ??

✓ Telah diriwayatkan bahwasannya Jarir radhiyallahu'anhu pernah bertamu kepada Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu.

Lalu Umar bertanya,."Apakah mayit kamu diratapi ?" Jawab Jarir, " Tidak !" Umar bertanya lagi, " Apakah mereka berkumpul di rumah ahli mayit dan mereka membuat makanan ? Jawab Jarir, " Ya !" Berkata Umar, "Itulah ratapan !"

[Al Mughni (Juz 3 halaman 496-497 cetakan ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki )]

✓ Hadits berikutnya:

عَنْ جَرِيْربْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ : كُنَّا نَرَى (وفِى رِوَايَةٍ : كُنَا نَعُدُّ) اْلاِجْتِمَاع اِلَى أَهلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ (بَعْدَ دَفْنِهِ) مِنَ الْنِّيَاحَةِ

Dari Jarir bin Abdullah Al Bajaliy, ia berkata : "Kami (yakni para shahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut madzhab kami para shahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian niyahah (meratap)"

[HR. Ibnu Majah (No. 1612 dan ini adalah lafadzhnya) dan Imam Ahmad di musnadnya (2/204)]

---------------------------
TAHLILAN KEMATIAN KAN MADZHAB SYAFI'IY !!?

Telah berkata Imamnya para Ulama, mujtahid mutlak, lautan ilmu, pembela Sunnah. Al-Imam Asy-Syafi’iy di ktabnya ‘Al-Um” (I/318).

“Aku benci al ma’tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan”

Perkataan imam kita diatas jelas sekali yang tidak bisa dita’wil atau ditafsirkan kepada arti dan makna lain kecuali bahwa beliau dengan tegas mengharamkan berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru berkumpul saja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita namakan disini sebagai Tahlilan ?”

Acara Tahlilan Kematian:

1. Berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit setelah mayit dikuburkan
2. Melakukan doa bersama, bacaan Quran, dan zikir-zikir
3. Menyediakan/membuat/menyuguhkan makanan

✓ Jika No. 1 dilakukan maka itu adalah termasuk dari definisi ratapan serta meniru-niru perbuatan jahiliah. (Lihat hadits Jarir dan Umar di atas.)

✓ Jika No.2 juga dilakukan, maka bertambahlah keharamannya karena selain meniru perilaku jahiliah, ditambah lagi perbuatan bid'ah yg mungkar

[Keputusan Muktamar NU ke-1 di Surabaya tanggal 13 Rabiuts Tsani 1345 H/21 Oktober 1926. Buku “Masalah Keagamaan” Hasil Muktamar/ Munas Ulama NU ke I s/d XXX (yang terdiri dari 430 masalah) oleh KH. A. Aziz Masyhuri ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah dan Pengasuh Ponpes Al Aziziyyah Denanyar Jombang. Kata Pengantar Menteri Agama Republik Indonesia : H. Maftuh Basuni.]

✓ Jika No. 3 juga dilakukan, maka selain meniru perbuatan jahiliah dan berbuat bidah, juga membebani ahlimayit (keluarga mayit) yg sedang bersedih (walaupun ahli mayit tidak berkeberatan) dan ini menyelisihi sunnah Nabi yg menganjurkan menghadiahkan makanan kepada ahli mayit.

------------------------
BER-ALASAN KITAB KUNING

Kitab kuning itu adalah sebuah kitab yang kebetulan dicetak di atas kertas warna kuning, itu adalah sebuah kitab karya Al Imam Al Ghazaali berjudul ihya ulumuddin.. dan TIDAK ADA ANJURAN TAHLILAN DI DALAM KITAB KUNING !

Bahkan Al Imam Al Ghazaali, dikitabnya Al Wajiz Fighi Al Imam Asy Syafi’i (I/79),  berkata "Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit (diserahkan saat takziyah)”

-------------------------
FATWA PARA ULAMA ISLAM DAN IJMA’ MEREKA DALAM MASALAH TAHLILAN KEMATIAN / AL MA'TAM

1. Telah berkata Imamnya para Ulama, mujtahid mutlak, lautan ilmu, pembela Sunnah. Al-Imam Asy-Syafi’iy di ktabnya ‘Al-Um” (I/318).

“Aku benci al ma’tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan”

Perkataan imam kita diatas jelas sekali yang tidak bisa dita’wil atau ditafsirkan kepada arti dan makna lain kecuali bahwa beliau dengan tegas mengharamkan berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru berkumpul saja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita namakan disini sebagai Tahlilan ?”

2. Telah berkata Imam Ibnu Qudamah, di kitabnya Al Mughni (Juz 3 halaman 496-497 cetakan baru ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki ) :

“Adapun ahli mayit membuatkan makanan untuk orang banyak maka itu satu hal yang dibenci ( haram ). Karena akan menambah kesusahan diatas musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai perbuatan orang-orang jahiliyyah.

Dan telah diriwayatkan bahwasannya Jarir pernah bertamu kepada Umar. Lalu Umar bertanya,.Apakah mayit kamu diratapi ?” Jawab Jarir, ” Tidak !” Umar bertanya lagi, ” Apakah mereka berkumpul di rumah ahli mayit dan mereka membuat makanan ? Jawab Jarir, ” Ya !” Berkata Umar, ” Itulah ratapan !”

3. Telah berkata Syaikh Ahmad Abdurrahman Al Banna, di kitabnya : Fathurrabbani tartib musnad Imam Ahmad bin Hambal ( 8/95-96) :

“Telah sepakat imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad) atas tidak disukainya ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak yang mana mereka berkumpul disitu berdalil dengan hadits Jarir bin Abdullah. Dan zhahirnya adalah HARAM karena meratapi mayit hukumnya haram, sedangkan para Shahabat telah memasukkannya (yakni berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit) bagian dari meratap dan dia itu (jelas) haram.

Dan diantara faedah hadits Jarir ialah tidak diperbolehkannya berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit dengan alasan ta’ziyah /melayat sebagaimana dikerjakan orang sekarang ini.

Telah berkata An Nawawi rahimahullah : Adapun duduk-duduk (dirumah ahli mayit ) dengan alasan untuk ta’ziyah telah dijelaskan oleh Imam Syafi’i dan pengarang kitab Al Muhadzdzab dan kawan-kawan semadzhab atas dibencinya (perbuatan tersebut)……..

Kemudian Nawawi menjelaskan lagi, ” Telah berkata pengarang kitab Al Muhadzdzab : “Dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit ) dengan alasan untuk ta’ziyah. Karena sesungguhnya yang demikian itu adalah muhdats (hal yang baru yang tidak ada keterangan dari Agama), sedang muhdats adalah ” Bid’ah.”

Kemudian Syaikh Ahmad Abdurrahman Al-Banna di akhir syarahnya atas hadits Jarir menegaskan : “Maka, apa yang biasa dikerjakan oleh kebanyakan orang sekarang ini yaitu berkumpul-kupmul (di tempat ahli mayit) dengan alasan ta’ziyah dan mengadakan penyembelihan, menyediakan makanan, memasang tenda dan permadani dan lain-lain dari pemborosan harta yang banyak dalam seluruh urusan yang bid’ah ini mereka tidak maksudkan kecuali untuk bermegah-megah dan pamer supaya orang-orang memujinya bahwa si fulan telah mengerjakan ini dan itu dan menginfakkan hartanya untuk tahlilan bapak-nya. Semuanya itu adalah HARAM menyalahi petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Salafush shalih dari para shahabat dan tabi’in dan tidak pernah diucapkan oleh seorangpun juga dari Imam-imam Agama (kita).

Kita memohon kepada Allah keselamatan !”

4. Al Imam An Nawawi, dikitabnya Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab (5/319-320) telah menjelaskan tentang bid’ahnya berkumpul-kumpul dan makan-makan dirumah ahli mayit dengan membawakan perkataan penulis kitab Asy -Syaamil dan lain-lain Ulama dan beliau menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan sanadnya shahih. Dan hal inipun beliau tegaskan di kitab beliau “Raudlotuth Tholibin (2/145).

5. Telah berkata Al Imam Asy Syairoziy, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkan oleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu’ Syarah Muhadzdzab : “Tidak disukai /dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit) dengan alasan untuk Ta’ziyah karena sesungguhnya yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah ” Bid’ah “.

Dan Imam Nawawi menyetujuinya bahwa perbatan tersebut bid’ah. [Baca ; Al-Majmu’ syarah muhadzdzab juz. 5 halaman 305-306]

6. Al Imam Ibnul Humam Al Hanafi, di kitabnya Fathul Qadir (2/142) dengan tegas dan terang menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah ” Bid’ah Yang Jelek”. Beliau berdalil dengan hadits Jarir yang beliau katakan shahih.

7. Al Imam Ibnul Qayyim, di kitabnya Zaadul Ma’aad (I/527-528) menegaskan bahwa berkumpul-kumpul (dirumah ahli mayit) dengan alasan untuk ta’ziyah dan membacakan Qur’an untuk mayit adalah ” Bid’ah ” yang tidak ada petunjuknya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

8. Al Imam Asy Syaukani, dikitabnya Nailul Authar (4/148) menegaskan bahwa hal tersebut Menyalahi Sunnah.

9. Berkata penulis kitab ‘Al-Fiqhul Islamiy” (2/549) : “Adapaun ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak maka hal tersebut dibenci dan Bid’ah yang tidak ada asalnya. Karena akan menambah musibah mereka dan menyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai (tasyabbuh) perbuatan orang-orang jahiliyyah”.

10. Al Imam Ahmad bin Hambal, ketika ditanya tentang masalah ini beliau menjawab : ” Dibuatkan makanan untuk mereka (ahli mayit ) dan tidaklah mereka (ahli mayit ) membuatkan makanan untuk para penta’ziyah.” [Masaa-il Imam Ahmad bin Hambal oleh Imam Abu Dawud hal. 139]

11. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, ” Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit dan mengirimnya kepada mereka. Akan tetapi tidak disukai mereka membuat makanan untuk para penta’ziyah. Demikian menurut madzhab Ahmad dan lain-lain.” [Al Ikhtiyaaraat Fiqhiyyah hal.93]

----------------------------------
WASIAT WALI SONGO - TAHLILAN KEMATIAN

Para wali saat itu berselisih tentang TAHLILAN KEMATIAN / SELAMETAN KEMATIAN yg mmg mereka pahami sebagai bid'ah dalam agama. Sunan Kalijaga dg metodenya agar dakwah Islam masuk ke masyarakat berpendapat agar tradisi Hindu jangan dulu langsung diberangus, krn pengaruhnya masih sgt kuat pada masa itu.

Saat Sunan Ampel memperingatkan tentang hal tersebut, Sunan Kalijaga menjawab, “BIARLAH NANTI GENERASI SETELAH KITA KETIKA ISLAM TELAH TERTANAM DI HATI MASYARAKAT YANG AKAN MENGHILANGKAN BUDAYA TAHLILAN ITU”.

[Kitab Sunan Bonang, Museum Leiden, Belanda, ahli bahasa Jawa Kuno: Dr. Bjo Schrieke, Dr. Jgh Gunning, Dr. Da Rinkers.]

>> Ini adalah wasiat yg menjadi PR bagi siapapun yg mau meneruskan perjuangan wali songo.

>>  sekarang ini pengaruh hindu sudah sgt lemah, saatnya ajaran Islam ini dimurnikan, saatnya mewujudkan wasiat walisongo bhw saat pengaruh hindu telah lemah, acara tahlilan kematian akan dimusnahkan dan kembali kepada kemurnian ajaran Islam.

>> Mari menjadi generasi yang mensukseskan misi walisongo, saatnya murnikan ajaran Islam di Nusantara.

------------------------
DALIL AL-QUR'AN

Al Quran menyuruh anda mengikuti Rasulullah dalam beribadah dan bermuamalah..

✓ Allah ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian“. (QS. Alu Imron: 31).

Nabi tidak mengadakan tahlilan, maka ikutilah Nabi.

✓ Mengerjakan hal yg tidak diperintahkan syariat adalah perbuatan org Yahudi.. kita dilarang meniru mereka..

Allah Ta’ala berfirman:

{فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ} [البقرة:59]

“Lalu orang-orang yang lalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik” (QS. Al Baqarah: 59)

Allah tidak pernah menurunkan syariat tahlilan kematian.. maka janganlah anda mengerjakannya.

---------------------

>> Tinggalkanlah adat tahlilan kematian jika anda memang sayang pada sang mayit. Demi Allah tahlilan kematian bukan bagian dari syariat Islam, malah bisa jadi penyebab penderitaan di dalam kubur bagi sang mayit.

Semoga bermanfaat,

- Abu Ibrahim Al Falimbany -
-----------------------------------------------
#Share sebanyaknya, ikutlah berpartisipasi menjadikan #IndonesiaNegeriSunnah

Tuesday, 20 March 2018

TABLET IKHLAS

TABLET IKHLAS
Oleh: Efri Deplin

Pagi-pagi sekali aku sudah sampai di sekolah. Bagaimana caranya hari ini harus tiba lebih awal. Kepalaku yang mulai memberat ternyata tidak dapat diajak kompromi. Sarapan yang disiapkan bidadariku kusantap dengan tenang. Seteguk demi seteguk air minum hangat ini aku habiskan untuk menangkal sumbatan di hidungku.

Aku takut sekali kalau ini benar-benar sinus yang disampaikan dokter Lala beberapa waktu lalu. Aku belum sempat ke dokter lagi terlalu manja untuk sekedar flu biasa langsung ke dokter. Kata ilmu "imunitas tubuh itu ada lho" hee. Kalau resep dari ust Indra, badan terasa sakit itu karena capek jadi harus istirahat, makan yang cukup, satu lagi minum susu dan buruan tidur. Resep ya hee.

Tapi pagi ini kepalaku benar-benar berat. Tak kuasa menahan akhirnya jurus ampuh keluar. Kupanggil ananda Zaki yang sudah hadir di kelas. Kuminta ia pergi ke UKS meminta obat flu untuk menahan beratnya kepalaku pagi ini. Aku menunggu di kelas. Setiba kembalinya ananda Zaki di kelas ada hal unik yang menurutku ini loyalitas tinggi.

Zaki langsung menghampiriku di meja kerja membawakan obat flu yang diminta.
"Ustad ini obatnya kata ustazah sudah ada paracetamol jadi ustad tidak perlu lagi makan obat yang ini". (sambil menunjukkan sebuah obat). Sebelumnya aku memang masih memakan obat lama tersisa satu tablet, dan sebelum ananda Zaki ke UKS aku berpesan "Mintakan obat yang seperti ini ya".


Ini sebuah kisah kecil namun sangat besar manfaatnya. Beliau bekerja dengan loyalitas tinggi. Aku tidak mungkin ke ruang UKS langsung. Zaki dan teman-teman di kelas sering sekali membantu untuk perantara kebaikan ini. Aku ingin meminta kepada Rabb yang maha agung. Aku ingin kebaikan yang mulia ini saudari almarhumah Vovin Nanda Sari memberatkan timbangan pahala untuknya di hadapMu ya Rabb. Aku memang tidak langsung sembuh dengan obat itu. Tapi setidaknya rasa berat di kepalaku menjadi ringan. Bukan satu kali ini aku minta obat di UKS, sudah berkali-kali. Dan selalu dilayani dengan baik, murid di kelasku menjadi saksi kebaikan dari beliau. Alfatiha.

Malam ini aku tetap ke asyifa menunggu redahnya hujan. Kutulis sebuah kisah ini untuk menjadi pelajaran bersama. Hal sekecil apapun jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab akan membekas dan menjadi sebuah kebaikan yang besar.

Hari ini Utz Vovin telah kembali ke hadiratMu ya Rabb. Kami satu sekolah sangat bersedih. Berita ini seakan memecah sebuah kesunyian. Inilah takdir Allah yang telah digariskan.

Innalillahi wa inna ilahi roojiun. Semoga beliau husnul hotimah diampunkan segalah dosanya Aamiin semoga Allah swt menempatkan almarhumah di tempat yang terbaik di sisiNya Aamiin
dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini aamiin


إِنّا لِلّهِ وَإِنّا اِلَيْهِ راجعون.....
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِِم  نُزُلَها وَوَسِّعْ مُدْخَلَها وَاغْسِلها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِن خَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِها وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّار
Semoga almarhumah husnul khotimah dan diterima di sisi Allah swt serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, aamiin yaa Robbal'aalamiin
Ustadzah Vovin Nanda Sari yang baik kami menjadi saksi kebaikanmu.
Bengkulu, 19 Maret 2018
20.40 Asyifa Klinik Skip Bengkulu
belajariangriang.blogspot.com
fb.efrideplin
ig.efrideplin
tweet.efrideplin87
wa.085267125187
telp.0895326418115

Friday, 16 March 2018

Olah Raga dan Olah Jiwa dari Memanah

Bismillahi..
Olah Raga dan Olah Jiwa dari Memanah
Oleh: Efri Deplin

Baru dua kali nembak, ini lho pertama nilainya 8 yang kedua 9. Jadi maksudnya yang ketiga 10? belum tentu bro and sista..
Tembakan pertama dengan nilai 8 merupakan awalan yang cukup baik. Ibarat kalau ini dijadikan modal awal dalam usaha, cukup baik namun dua tingat menuju angka sempurna.
Tembakan kedua dengan nilai 9 merupakan sebuah anugrah dan keperayaan yang besar untuk terus semangat menuju puncak. Pada posisi ini kekaguman itu mulai timbul. Bisa diungkapkan dengan kata lain bahwa kepercayaan diri meningkat. Ini cukup baik untuk motivasi namun tidak untuk tujuan dan niat awal.
Jadi maksudnya kalau tembakan pertama nilai 8 dan tembakan kedua nilai 9, lalu tembakan ketiga nilai 10? belum tentu bro and sista.
Kamu terlalu pede untuk sempurna, keyakinan itu penting namun yakin harus diimbangi dengan penguasaan emosi yang stabil. Haha.. baiklah, kita lihat hasilnya tembakan ketiga berapa nilainya?
Nilai tembakan ketika adalah 7. Tembakan 4 dan 5 nilainya sama, 8. Tembakan 6 dan 7 nilainya juga sama-sama 6.
Apa yang kamu pikirkan? pada saat nilai pada tembakan ketiga diangka 7 kamu merasa terpuruk. Benar kan? kamu berusaha menguasai diri sehingga mampu memperbaki hingga angka 8 berturut-turut.
Kamu kembali merasa bangga, ujub, takabur. Pasti kamu akan terpuruk, buktinya kamu tidak konsentrasi. Lepas kendali dan merasa di atas angin. Nilai  tembakanmu menurun ke angka 7 dua kali kembali berturut-turut.
Sudah semestinya menapat angka itu. Akan kamu sadar betapa niat awalmu bukan untuk pujian dan rasa bangga. Tugasmu adalah melakukannya dengan baik. Lakukan dengan baik dan buktikan hasilnya akan baik. Karena segala sesuatu yang dilakukam dengan niat yang lurus, baik dihadapan sang khalik maka akan diberikan hasil yang sempurna. Bukan orang lain yang memberikan nilai tapi Allah yang Maha Kuasa. Nilaimu sempurna di tembakan kedelapan, 10.
Banyak pelajaran dari memanah, selain olahraga juga olah jiwa.
Sabar dan tenang, santai..
#panahan #panah #panahasmaraarjuna #panahsunnah #nasihatdiri
Bengkulu, 16 Maret 2018
18.22
belajariangriang.blogspot.com
wa.085268125187
telp.0895326418115
fb.efrideplin
ig.efrideplin
tweet.@efrideplin87
Tembakan pertama Nilai 8
Tembakan kedua Nilai 9
Tembaka ketiga Nilai 7
Setelah dua kali angka 8 
dan kembali dua kalo angka 7
Tembakan kedelapan akhirnya sempurna Nilai 10

POMG WADA` SDIT IQRA` 1 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2017/2018

Bismillahi..
POMG WADA` SDIT IQRA` 1 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2017/2018
Oleh: Efri Deplin

Bengkulu, 16 Maret 2018
Jumat berkah di SDIT IQRA' 1 Kota Bengkulu.

Kelas 6 pada jenjang pendidikan dasar menjadi ujung tombak untuk merealisasikan tujuan pendidikan yang berkualitas. Sesuai dengan UUD 45 "mencerdaskan kehidupan bangsa" hari ini tim sukses kelas 6 SDIT IQRA' 1 Kota Bengkulu melaksanakan Pertemuan Orang Tua dan Guru (POMG) terakhir menjelang US/USBN di bulan April dan Mei mendatang.
Pada kesempatan ini Kepala Sekolah Ust. Syaipul Bakri, S.Pd.I. memberikan arahan dan support kepada tim. "Hubungan baik orang tua dan siswa sangat berpengaruh pada prestasi ananda" demikian kata beliau menurut sebuah penelitian. Ketua tim Ust. Andi Saputra, S.Pd.I juga memberikan beberapa pemaparan program sukses guru, siswa, dan orang tua.
Pertemuan yang dihadiri 128 orang tua dari 139 siswa (92,08 %) menjadi bukti bahwa orang tua hebat sangat berperan besar dalam proses tumbuh kembang ananda dan akademik. Semoga ayah bunda yang belum hadir, jika ada urusan semoga dimudahkan urusannya, jika ada yang sakit semoga segera diberikan kesembuhan. Orang tua-orang tua hebat ini menjadi semangat tersendiri bagi tim untuk selalu berupaya maksimal memenuhi kebutuhan akademik, akhlak dan rukhiyah siswa di sekolah.
Kerja tim yang solid untuk menumbuhkan minat dan motivasi siswa serta kerjasama orang tua hebat menjadi sebuah jalan dan usaha mencapai tujuan bersama.
Semoga siswa-siswi kelas 6 SDIT IQRA' 1 Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2017/2018 menjadi lulusan terbaik di Propinsi Bengkulu dan mengharumkan daerah hingga ke tingkat Nasional.(humas6ED).
Bengkulu, 16 Maret 2018
14.30
belajariangriang.blogspot.com
wa.085268125187
telp.0895326418115
fb.efrideplin
ig.efrideplin
tweet.@efrideplin87
Ayah Hebat dari Siswa kelas 6
Ananda Rafly dkk
Ananda Abid, Hawari, dan Aflah
Suasana Belajar
Tim Ustad Lima Pandawa ala Iqra'1
Tim Ustadzah menyusul ya.. 
Ayah bunda Hebat
Ayah bunda Hebat 

Thursday, 15 March 2018

Pandawa Lima Jaman Now ala SDIT IQRA 1 Kota Bengkulu



Masih terngiang di benak, Pantai Pandawa Bali dengan patung besar Pandawa Lima di tebing batu hitam sebelah kiri jalan menurun menuju Pantai. Pantai Pandawa di bawahnya sudah tersusun rapi arena tarian khas Bali tari kecak. Siang itu begitu panas dan terik, aroma wewangian dari asap-asap beberapa batang dupa menambah khas nya Pantai Pandawa Bali.

Kali ini aku ingin mengambil satu angel dari sebuah photo hasil jepretan shahabat sholehah satu tim di tempat kerjaku.

Aku ingin mengambil satu kisah di balik Pandawa Lima. Kisah terbaik tentang siapa mereka. Sebelum terlalu jauh mari disimak apa itu Pandawa. Pandawa merupakan istilah dalam bahasa Sanskerta, yang secara harfiah berarti anak Pandu, yaitu salah satu Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata. Dengan demikian, maka Pandawa merupakan putra mahkota kerajaan tersebut. Wikipedia

Inilah mereka, Nakula, Sadewa, Arjuna, Bima, dan Yudistira.

Kisah ini bermula.
Kami dilahirkan dari rahim yang berbeda, namun karena cintaNya hati ini terpaut bak satu tubuh yang penuh rasa.

Bukan kami sempurna hingga bersandingkan Pandawa Lima, Pandawapun hanya sebuah cerita. Sempurna karena kesempurnaan milik Allah SWT.
Jika Pandawa adalah Pandu maka Kami adalah anak panah dari sebuah busur yang gagah, melekat kuat melontar dan melesat tajam pada sebuah sasaran. Kamipun Pandawa.

Pandawa pada kisah lainnya memiliki 99 saudara, maka kami memiliki berjuta bahkan miliaran saudara seakidah yang terhubung oleh robbitho di pagi dan petang bahkan di setiap tarikan nafas yang paling dalam. Ada Tarbiyah, Pendidikan di kehidupan kami Allahu Rabby.

Yudistira yang mendapat surga setelah ia tak sanggup terpisah dari 4 saudara lainnya. Kami pun demikian, karena tak sanggup berdiri sendiri. Berpegangan tangan dengan erat. Berpadu bagaikan satu tubuh, Seikat Sapu, Bak sebuah kapal besar dengan nahkoda dan awak bijaksana. Bersama mengarungi samudera Mahabbah menuju RidhaNya.
Aamiin

Pandawa Lima Jaman Now ala SDIT IQRA' 1 Kota Bengkulu, Ari, Andi, Syahruddin, Wawin, dan Efri.


Bengkulu, 15 Maret 2018
22.13 wib 
efrideplin.com
wa.085268125187
telp.0895326418115
fb.efrideplin
ig.efrideplin
tweet.@efrideplin87

Pesan dari Selembar Baju

Pesan dari Selembar Baju

Dua tahun terakhir bahkan tiga tahun terakhir ini, aku jarang sekali membeli baju baru. Termasuk baju lebaran. Bukan tidak mau membeli nanti kuceritakan. Atau bisa jadi sih tidak ada fulus hee. Tapi benar aku jarang sekali beli baju baru.

Terakhir yang aku ingat membeli celana gunung hitam dari Al Akh yang sholeh. Terakhir adalah ketika membayar selembar gamis putih dari Makkah Al-Mukaromah dan langsung ku kenahkan sambil membayangkan akupun berihrom dan bertalbiyah di dalam hati 😢😢 penuh keharuan sampai sembab mata ini dan tumpah sesaat. Hangat, masih terasa hangat hingga saat ini.

Mengapa aku jarang sekali membeli baju baru? Tapi baju-baju itu tiba-tiba datang saja ke rumah dan di suasana yang selalu tepat.

Aku boleh cerita sedikit ya, hari itu hari spesial dan aku harus ada disana. Sehari sebelumnya itu aku disematkan sebuah kado cantik. Iya isinya baju baru dan kupai besoknya di hari spesial itu. Maka nikmat tuhanku yang mana yang akan kudustakan.

Mengapa aku membayar selembar gamis putih itu lalu kemudian ada yang menyukainya akupun rela baju itu ditukarkan dengan warna lainnya? gamis.. ketika pertama kali aku memakai hingga enam warna di waktu-waktu maghdo ketika pulang kerja. Ada pesan rukhiyah yang sungguh untuk senantiasa kusyukuri atas nikmatNya.

Dan baju cokelat ini aku ingin ia selalu membersamaiku. Seperti Abu Bakar yang selalu siddiq pada Rasulullah SAW tanpa Ragu dan tanpa Cemburu.
Baarakallahu fik

Bengkulu, 15 Maret 2018
dinihari 00.15
belajariangriang.blogspot.com
wa.085268125187
telp.0895326418115
fb.efrideplin
ig.efrideplin
tweet.@efrideplin87

Nikmat Yang Tak Bisa Ku Dustakan

Nikmat Yang Tak Bisa Ku Dustakan

Dua tahun terakhir bahkan tiga tahun terakhir ini, aku jarang sekali membeli baju baru. Termasuk baju lebaran. Bukan tidak mau membeli nanti kuceritakan. Atau bisa jadi sih tidak ada fulus hee. Tapi benar aku jarang sekali beli baju baru.

Terakhir yang aku ingat membeli celana gunung hitam dari Al Akh yang sholeh. Terakhir adalah ketika membayar selembar gamis putih dari Makkah Al-Mukaromah dan langsung ku kenahkan sambil membayangkan akupun berihrom dan bertalbiyah di dalam hati 😢😢 penuh keharuan sampai sembab mata ini dan tumpah sesaat. Hangat, masih terasa hangat hingga saat ini.

Mengapa aku jarang sekali membeli baju baru? Tapi baju-baju itu tiba-tiba datang saja ke rumah dan di suasana yang selalu tepat.

Aku boleh cerita sedikit ya, hari itu hari spesial dan aku harus ada disana. Sehari sebelumnya itu aku disematkan sebuah kado cantik. Iya isinya baju baru dan kupai besoknya di hari spesial itu. Maka nikmat tuhanku yang mana yang akan kudustakan.

Mengapa aku membayar selembar gamis putih itu lalu kemudian ada yang menyukainya akupun rela baju itu ditukarkan dengan warna lainnya? gamis.. ketika pertama kali aku memakai hingga enam warna di waktu-waktu maghdo ketika pulang kerja. Ada pesan rukhiyah yang sungguh untuk senantiasa kusyukuri atas nikmatNya.

Dan baju cokelat ini aku ingin ia selalu membersamaiku. Seperti Abu Bakar yang selalu siddiq pada Rasulullah SAW tanpa Ragu dan tanpa Cemburu.
Baarakallahu fik

Bengkulu, 15 Maret 2018
dinihari 00.15
belajariangriang.blogspot.com
wa.085268125187
telp.0895326418115
fb.efrideplin
ig.efrideplin
tweet.@efrideplin87

Tuesday, 13 March 2018

Ketika Badai Menghantam Perahu Kami

" Ketika Badai Menghantam Perahu Kami "

Berlayar mengarungi samudera, jangan berharap kau kan tiba di pulau tujuan tanpa cobaan mendera. Sebelum layar dibentangkan, inilah yang harus terpatri dalam diri menjadi kesadaran. Bahwa berbagai keindahan dari sebuah pelayaran panjang dan kenikmatan di pulau tujuan, berbanding lurus dengan besarnya tantangan yang menghadang. Tak kan pernah kau dapatkan indahnya pemandangan angkasa menjulang di tengah samudera luas membentang, selagi kau masih takut menembus hempasan gelombang. Ini bukan sekedar resiko perjalanan, tapi tlah menjadi aksioma tak terbantahkan.

Di sini, di perahu ini, kita sedang merangkai keutuhan dan persaudaraan, kesetiaan dan keteguhan, apapun posisi dan kedudukan. Karena kita telah memiliki tujuan, harapan dan mimpi yang sama ingin diwujudkan. Namun, kita tidak pernah menafikan adanya kesalahan, kelalaian dan kekhilafan, bahkan juga kejenuhan, kekecewaan, kemarahan, hingga silang sengketa yang tak terhindarkan. Itu wajar belaka, karena memang tidak satu pun di antara kita yang mengaku tiada cela tiada dosa. Namun kesamaan tujuan, mimpi dan khayalan, kan segera menyatukan, meluruskan langkah ke depan, menghapus resah dan kemarahan, berganti semangat yang terbarukan. Karenanya, kita sambut gembira setiap arahan, nasehat dan pesan-pesan yang dapat menguatkan serta menyatukan, sekeras apapun. Tapi, fitnah yang memecah barisan, tuduhan yang memojokkan, umpatan dan celaan yang menjatuhkan, serta aib yang dibeberkan, apalagi tindakan melobangi perahu agar kandas atau tenggelam, tidak pernah dapat kami terima, baik secara logika apalagi perasaan. Bagaimanapun, kami bukan batu yang diam diketuk palu.

Di sini, di perahu ini, kita sedang menjadikan badai dan gelombang sebagai ujian kejujuran, sarana muhasabah untuk memperteguh perjuangan, juga sarana belajar menjaga komitmen atas kesepakatan yang tlah dinyatakan. Karenanya, alih-alih badai ini menceraiberaikan atau meluluhlantakkan, justeru dia menjadi moment paling tepat untuk semakin rekat, melupakan kesalahpahaman yang sempat menimbulkan sekat. Mereka di kejauhan, boleh jadi bersorak sorai kegirangan ketika kita terombang ambing di tengah gelombang, berharap satu persatu dari kita tenggelam menjemput ajal menjelang. Tapi tahukah mereka? Justeru saat ini kami rasakan kehangatan tangan saudara kami yang erat saling berpegangan, justeru saat ini kami rasakan kekhusyuan doa-doa untuk keselamatan dan persatuan, justeru saat ini kami semakin yakin bahwa seleksi kejujuran memang harus lewat ujian, justeru saat ini kami jadi dapat membedakan mana nasehat dan mana dendam kesumat, mana masukan bermanfaat dan mana makar jahat, mana senyum tulus persaudaraan dan mana senyum sinis permusuhan.

Di sini, di perahu ini, justeru di tengah badai gelombang, kita jadi semakin mengerti pentingnya nakhoda yang memimpin dan mengendalikan, juga semakin menyadari pentingnya syura untuk mengambil keputusan, lalu pentingnya belajar menerima keputusan setelah disyurakan. Adanya kepemimpinan dan syura memang memberatkan, karena proses jadi panjang, langkah-langkah jadi terhalang aturan, keinginan sering tertunda menunggu keputusan. Tapi ini tidak dapat kita hindari, karena kita tidak berlayar sendiri, bergerak sendiri, mengambil keputusan sendiri dan menanggung resiko sendiri. Justeru karena kita berlayar bersama, maka kepemimpinan dan syura mutlak harus ada. Kepemimpinan memang bukan nabi yang maksum dan mendapatkan legalitas wahyu dalam setiap kebijakan, kesalahanpun bukan sebuah kemustahilan meski tidak kita anggap kebenaran. Tapi kepemimpinan yang dibangun oleh syura, telah memenuhi syarat untuk disikapi penuh penghormatan dan ketaatan, sepanjang tidak ada ajakan kemaksiatan. Sebagian orang boleh jadi mengatakan ini sikap taklid buta, kita katakan, 'Inilah komitmen kita!' Sebagian lagi katanya merasa kasihan dengan anak buah yang tidak mengerti banyak persoalan dan hanya ikut ketentuan, kita katakan, 'Kasihanilah dirimu yang sering menghasut tanpa perasaan!'

Di sini, di perahu ini, ketika badai menghantam dari kiri dan kanan, depan dan belakang, teringat perkataan para shahabat dalam sebuah peperangan, tatkala musuh dari luar datang menyerang dan orang dekat menelikung dari belakang,

'Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya' (QS. Al-Ahzab: 22)

Ibnu Katsir menjelaskan, "Maksudnya, inilah janji Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan, pertanda kian dekatnya kemenangan."

Diambil dari taujih ust. Abdullah Haidir, Lc

ABA ABA PBB

ABA ABA PBB

 KETENTUAN GERAKAN PBB (SD)

A.   Gerakan Dasar

1.    Istirahat di tempat

2.    Sikap Sempurna

3.    Sikap Hormat

4.    Berhitung

5.    Lencang Kanan

6.    Hadap Kanan dan Kiri

7.    Hadap Serong Kanan dan Kiri

8.    Balik Kanan

9.    Jalan di Tempat

10.  Lencang Depan

B.   Gerakan Pindah Tempat

1.    Buka dan Tutup Barisan

2.    3 langkah ke kanan dan kiri

3.    3 langkah ke depan dan belakang

C.   Gerakan Berjalan

1.    Langkah Tegap

2.    Langkah Biasa

3.    Hormat Kanan

KETENTUAN GERAKAN PBB  (SMP)

A.   Gerakan Dasar

1.    Istirahat di tempat

2.    Periksa Kerapihan

3.    Sikap Sempurna

4.    Sikap Hormat

5.    Berhitung

6.    ½ Lengan Lencang Kanan

7.    Lencang Kanan

8.    Hadap Kanan dan Kiri

9.    Hadap Serong Kanan dan Kiri

10. Balik Kanan

11. Jalan di Tempat

12. Lencang Depan

B.   Gerakan Pindah Tempat

1.    Buka dan Tutup Barisan

2.    3 langkah ke kanan dan kiri

3.    3 langkah ke depan dan belakang

C.   Gerakan di Tempat ke Berjalan

1.    Langkah Tegap

2.    Langkah Biasa

3.    Langkah Perlahan

4.    Langkah Lari

5.    Melintang Kanan/Kiri

6.    Haluan Kanan/Kiri

D.   Gerakan Berjalan ke Berjalan

1.    Langkah Biasa ke Langkah Tegap

2.    Langkah Tegap ke Langkah Biasa

3.    Langkah Biasa ke Langkah Lari

4.    Langkah Lari ke Langkah Biasa

5.    Belok Kanan/Kiri

6.    Hormat Kanan

7.    2x Belok Kanan/Kiri

8.    Ganti Langkah

9.    Tiap-Tiap Banjar 2x Belok Kanan

E.   Gerakan Tambahan

1.    Bubar dan Kumpul

F.    Formasi

G.   Variasi

Monday, 12 March 2018

Taklimat Pekanan SAKO Pramuka SIT

*Taklimat pekanan SAKO Pramuka SIT – 5*

_Senin, 12/03/2018_

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam sebuah kesempatan BP pernah mengingatkan para pembina dengan mengatakan,” _I have explained over and over again that the goal of the Boy Scout and the Girls Guide Movement is to build men and women as citizens with the three H's: health, happiness, and helpfulness. The man or woman who is successful in developing these three attributes has ensured the main steps to success._

```Saya telah menjelaskan berulang kali bahwa tujuan dari Pramuka adalah untuk membangun peserta didik putra dan putri untuk menjadi *warga negara* dengan tiga H : Health (sehat), Happiness  (bahagia), dan Helpulness (berguna/bermanfaat). Pramuka Putra atau putri yang berhasil mengembangkan ketiga H ini telah memastikan langkah utama nya menuju kesuksesan.```

Dari ungkapan BP di atas nampak jelas bahwa seorang pembina harus mampu menciptakan kegiatan Pramuka yang mampu menjadikan peserta didiknya SEHAT, BAHAGIA dan BERGUNA/BERMANFAAT.

*SEHAT :* bukan saja sehat secara Fisik namun juga secara psikis. Secara fisik sudah kita maklumi dapat dicapai melalui kegiatan penempaan fisik baik melalui permainan maupun pengembaraan. Di samping juga dapat mengembangkan kegiatan sehat lingkungan seperti bersih diri dan lingkungan, tanpa asap rokok, miras dan makanan sampah.

*BAHAGIA :* Bahagia yang bukan sekedar penuh tawa dengan lelucon dan permainan hura-hura serta nyanyian tanpa makna apalagi hanya sekedar tepuk-tepuk pemanis belaka. Bahagia dalam arti yang sesungguhnya dapat tercermin dari perilakukanya yang positif, ndak baperan, tutur kata yang bermakna, postingan medsos yang menyegarkan, melaksanakan setiap aktifitas dengan antusias, dsb.

*BERGUNA :* tentunya bagi diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Berguna dari mulai hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan, merapikan lingkungan sekitar, membantu dan menolong apa saja yang disanggupi dengan sepenuh hati. Selalu Mencari-cari hal-hal yang bisa dikerjakan, bisa dibantu, bisa bermanfaat bagi orang lain. Tanpa pamrih, tanpa berharap like dan komen, ikhlash penuh kesabaran, sabar berharapa ridho Nya saja.

Jika benar demikian hasil pembinaan Pramuka, Insya Allah. Cita-cita besar Gerakan Kepanduan Dunia to *Creating a Better World* akan dengan mudah terwujud.

```Jangan sampai, begitu sibuk dan ramainya kegiatan Pramuka. Demikian meriah dan hingar-bingarnya liputan di media. Betapa luar biasanya penuh tanda-tanda pada seragamnya. NAMUN JIKA TAK MENJADIKAN PRAMUKA YANG 3-H, maka akan seperti yang pernah disabdakan Rasul SAW```

تَجِدُونَ النَّاسَ كَإِبِلٍ مِائَةٍ لَا يَجِدُ الرَّجُلُ فِيهَا رَاحِلَةً

_Kalian akan mendapati manusia bagaikan seratus unta yg tak ada seekor pun dapat ditungganginya._

[HR. Muslim No.4620].

*Ayo kita fokus pada kegiatan yang menghasilkan secara riil PRAMUKA yang 3-H*

*Salam Pramuka*

Ahmad Fikri,
_Pinsakonas_

*Taklimat Pekanan SAKO Pramuka SIT - 4*

_Senin, 05/03/2018_

*BEGINILAH PERHATIAN PRAMUKA TERHADAP PSIKOLOGI PERKEMBANGAN*

Dalam sebuah tulisan diungkap tentang bagaimana perhatian BP kepada perkembangan psikologi peserta didik.

Ini sejalan dengan Metode Kepramukaan (MK)/ _Scout Methode_ yang saat ini banyak dilupakan oleh para pembina. 

Begini kutipannya _The troop leader guides the child in the spirit of an older brother..._

_He simply has to be a man-child, which is:_

_1- Must have the spirit of a boy, and must be able to get on his side._
_2- You must realize the needs, perspectives and desires of the different ages of the boy's life._
_3- You should deal with the individual child rather than the mass._
_4- Next, we must promote entrepreneurship among individuals to obtain the best results._

Lebih kurang, BP mengatakan ;

Seorang Pembina pasukan hendaknya harus dapat membimbing adik-adiknya menjaga semangat sebagai seorang kakak laki-laki ...

Dia *hanya* harus menjadi anak laki-laki, di antaranya:

1 - Harus memiliki semangat seorang anak laki-laki, dan harus dapat mempertahankan jiwa laki-laki.
2 - sebagai seorang kakak lelaki harus menyadari kebutuhan, perspektif dan keinginan dari berbagai usia kehidupan anak laki-laki itu.
3 - pembina harus mampu memberi perhatian kepada pesdik secara individu bukan secara berkelompok.
4- Selanjutnya, pembina harus mendorong kemandirian ​​para  peserta untuk mendapatkan hasil terbaik.

Dari paparan di atas, setidaknya bisa kita pahami 3 hal :
1. Pembina Pramuka harus mampu menjaga fitrah gender, shg peserta didik terjaga jiwanya dan berkembang sesuai kaidah dan sunnah2nya.

2. Untuk itu pembinaan antara putra dan putri memang mutlak dalam satuan terpisah dengan pola dan pendekatan yg sesuai dengan satuannya.

3. Perlunya Mengkader pembina-pembina putri yg handal shg mampu membawa satuan putri sesuai dengan fitrahnya.

*Selamat memandu*
AHMAD FIKRI
PINSAKONAS

*Taklimat pekanan SAKO Pramuka SIT – 3*
_Senin, 26/02/2018_

*MELATIH MATA*

_A pair of well-trained eyes are as good as a dozen inexperienced eyes._

```Menarik sekali membaca salah satu ungkapan BP di atas. Kalimat sederhana yang mudah dipahami,’ Sepasang mata yang terlatih dengan baik sama seperti selusin mata yang tidak berpengalaman.```

```Ada dua hal pokok dalam kalimat berenenrgi tersebut satu``` *TERLATIH*, ```dua``` *BERPENGALAMAN*

```Demikianlah sesungguhnya hakikat pembinaan dalam Pramuka. BP mengarahkan kepada para pembina untuk betul-betul melatih seluruh anggota badan dengan baik. Latihan-latihan yang baik akan menghasilkan kompetensi yang berkualitas.```

```Ungkapan lain mengatakan Seeing is not Observing, observing is not analyzing.  Melihat belum tentu mengamati, mengamati belum tentu membuat analisa. Mata yang yang terlatih dengan  baik akan menstimulasi kemampuan otak hingga memiliki skill menganalisa. Skill inilah yang sangat dibutuhkan peserta didik hingga dewasa kelak, baik dalam pekerjaan, rumah tangga dan kehidupan lainnya secara umum.```

```Dan yang menarik, ternyata, selain kemampuan mengamati dan menganalisa, mata yang terlatih juga memiliki kemampuan visualisasi yang tajam. Dia bisa melihat dalam gelap, dia bisa seolah-olah melihat meski tertutup matanya. Dia bisa menggambarkan dengan detil meski tanpa melihatnya langsung. Dia bisa membayangkannya dengan lebih nyata dan jelas.```

```Dalam Islam mata yang memiliki kemampuan di atas lah yang akan memenuhi sabda Rasul SAW,

``` _"Tiga mata yang tidak akan melihat api neraka pada hari Kiamat, mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang begadang semalam suntuk berjaga-jaga di jalan Allah dan mata yang berpaling dari melihat apa-apa yang diharamkan oleh Allah."_
*(HR. at-Thabrani)*

```Mata yang takut kepada Allah karena dapat memvisualisasikan surga neraka dengan baik, mata yang dapat mengobservasi dan menganalisa saat berjaga-jaga, mata yang reflek dapat dengan cepat membedakan mana halal mana haram.```

*Ayo perbanyak latihan mengamati, mengobservasi, memvisualisasikan dan menganalisa*

*Salam Pramuka*
Ahmad Fikri,
_Pinsakonas_

*Taklimat pekanan SAKO Pramuka SIT - 2*
_Senin, 19/02/2018_

```PRAMUKA...? PENUHI SYARATNYA.```

Pramuka sebagai sebuah aktifitas pembentuk karakter telah tertuang dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan khusus (SKK) dan terakhir Syarat Pramuka Garuda (SPG). Di dalamnya terkandung -yg dlm Gerakan Pramuka disebut kan sbgai- nilai Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual dan Fisik (SESOSIF).

Jika Pramuka diibaratkan sebuah Tubuh maka SYARAT2 tsb adalah Kaki nya, SESOSIF adalah hatinya, PD adalah nafasnya, MK adalah pemikirannya, Kode Kehormatan adalah sifat dan perilakunya.

Dengan demikian tanpa menjalankan SKU-SKK-SPG maka Pramuka diam di tempat. Tanpa SKU-SKK-SPG Pramuka akan sulit terbentuk. Tak akan ada pencapaian, tak akan pernah memiliki kecakapan, ke khusus an apalagi Garuda.

Singkatnya, tanpa menyelesaikan per *SYARAT* an tak ada pencapaian apa2. NOTHING, NOL BESAR.

```Untuk itu Segenap aktivitas dalam SAKO Pramuka SIT, harus memastikan pencapaian SKU-SKK-SPG bagi seluruh peserta didiknya, bukan hanya diwakili oleh segelintir anak, apalagi hanya dilakukan oleh pasukan inti saja.```

Ayo wujudkan Pramuka sejati _sebaik-baiknya Pramuka adalah Pramuka Garuda yang bertaqwa'_

*Salam Pramuka*
Ahmad Fikri,
_Pinsakonas_

*Taklimat pekanan SAKO Pramuka SIT - 1*
_Senin, 12/02/2018_

```PRAMUKA BERBASIS DAKWAH```

Pramuka sebagai sebuah kegiatan yang membentuk karakter sangat sejalan dengan nilai-nilai dakwah. Untuk itu perkuatan nilai-nilai dakwah sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter itu sendiri.

Sejalan dengan hasil Lokakarya Nasional Sako Pramuka SIT, dakwah dijadikan sebagai panglima dalam setiap kegiatan.

```Untuk itu Seluruh aktivitas Sako Pramuka SIT yang masih mengandung nilai-nilai yang tidak sejalan dengan dakwah untuk segera dihindari atau bahkan dihilangkan.```

Ayo kita kembali kepada esensi _nahnu du'at qobla kulli syai'_

*Salam Pramuka*
Ahmad Fikri, Pinsakonas

Sunday, 11 March 2018

Kiang

Pada tahun 90an aku masih familiar sekali dengan bangunan berbentuk persegi beratap lengkap dengan empat tiang kokoh. Tingginya mulai dari 1,5 meter hingga 2 meter.

Bangunan ini terbuat dari papan atau dinding pelupuh yang berasal dari bambu. Memiliki satu pintu di bagian depan tanpa jendela dan ventilasi. Layaknya sebuah rumah tinggi, bangunan ini sangat mirip dengan rumah adat Bengkulu Rumah Panggung. Oleh sebab itu bangunan ini dilengkapi dengan debuah tangga untuk mencapai ke atas bagian dalam bangunan. Namun tangga pada Kiang tidaklah dipasang permanen. Biasanya masyarakat memiliki tangga khusus dari bilah bambu dan digunakan ketika diperlukan saja.

Belum aku temukan referensi khusus mengenai bangunan ini. Filosofi yang aku umpakan diatas dapat dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat Bengkulu atau secara luas Sumatera bahwa rumah bertiang berfungsi agar terhindar dari hewan buas seperti harimau sumatera dll.

Baiklah aku akan perkenalkan nama bangunan ini adalah Kiyang. Kiyang atau Kiang adalah bangunan khusus yang dindingnya terbuat dari papan atau pelupuh lengkap dengan atap dan tiang yang tinggi serta dilengkapi dengan sebuah tangga yang tidak permanen dan hanya memiliki satu pintu di bagian depan. Kiang ini digunakan untuk menyimpan hasil panen padi. Besar ukuran kiang bervariasi sesuai dengan keinginan pemiliknya. Tidak ada ukuran mutlak atau khusus. Maka tidak heran jika di temukan kiang dengan ukuran jumbo 4 x 4 x 2 meter atau 2 x 2,5 x 2 meter.

Kiang ini akan menyimpan hasil panen hingga satu musim. Bahkan hingga lewat musim bergantung dari pengelolaan dari tuannya. Untuk diketahui ada masyarakat yang membutuhkan padi hanya untuk bahan pokok saja. Namun ada juga masyarakat yang menjual beras dari penggilingan padi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Padi yang disimpan di dalam kiang ada yang langsung ditumpuk di dalam ruangan dengan pola berundak dan meninggi lengkap dengan tangkainya. Ada juga yang menyimpan dengan menggunakan karung dengan posisi padi yang tidak lagi bertangai atau masih bertangkai. Padi dimasukkan ke dalam karung dan karungnya dimasukkan ke dalam kiang.

Ketika membutuhkan beras kiang akan dibuka dan padi segera dijemur di bawah terik matahari.

Demikianlah artikel mengenai bangunan bernama Kiang. Pagi tadi aku tidak sengaja melewati beberapa Kiang di Desa Durian Bubur Kecamatan Talo Kabupaten Seluma Bengkuku. Kiang ini terletak di sebuah lahan, ada beberapa Kiang yang berdiri kokoh disana. Biasanya masyarakat menempatkan Kiang mereka masing-masing satu rumah satu kiang pada tanah mereka sendiri. Namun ada juga yang menempatkan kiang secara kolonin di sebuah tempat seperti yang kutemukan pagi ini.

Kini Kiang sudah jarang sekali ditemui. Masyarakat kebanyakan menyimpan gabah di dalam gudang rumah mereka masing-masing. Keberadaan kiang sudah semakin langka. Menurutku, kiang ini unik dan menarik. Ada sebuah pesan tertanam disana. Rasa syukur pada yang maha kuasa tetap melekat pada jiwa-jiwa yang bersahaja. Cobalah kalian lihat ketika diujung bulan mereka bersama-sama membuka kiang dan menjemur gabahpun mereka bersama. Itu adalah pemandangan indah bagian-bagian dari tasbihnya mereka disepanjang tahun.


Bengkulu, 11 maret 2018

wa.085268125187
telp.0895326418115
fb.efri deplin
ig.efri deplin
tweet.efrideplin87
belajariangriang.blogspot.com

Friday, 9 March 2018

Sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia

SEJARAH GERAKAN PRAMUKA DI INDONESIA

9 Maret 1961,
Hari Tunas, sekaligus Penganugerahaan Panji Gerakan Pramuka.

20 Mei 1961,
Hari Bakti, yakni sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja, pada saat ịtu diterbitkannya Kepres No. 238 Tahun 1961.

30 Juli 1961,
Hari Ikrar Gerakan Pramuka, Seluruh Kepanduan di Indonesia Melebur Menjadi Satu dibawah Panji Gerakan Pramuka.

14 Agustus 1961,
Dilaksanakan Pelantikan Unsur Mapinas, Kwarnas, Kwarnari, tgl.14 Agustus 1961 dijadikan Hari Pramuka.

Dilantik unsur Mapinas :
Ketua Mapinas Ir. Soekarno
Waka 1
Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX
Waka 2
Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh

Unsur Kwarnas :
KaKwarnas
Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX
Waka sekaligus KaKwarnari
Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh

21-04-1971, HUT KWARDA 07 BENGKULU

Orang-orang yang Doanya Mustajab serta Waktu Doa Mustajabah


Orang-orang yang Doanya Mustajab serta Waktu Doa Mustajabah

Orang-orang yang Doanya Mustajab serta Waktu Doa Mustajab

Dari post sebelumnya, saya jadi tertarik untuk membuat artikel tentang doa-doa yang mustajab. Selain itu, doa adalah senjatanya orang mukmin.

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Post kali ini saya dapatkan dari dua link..

A. Orang-orang yang terkabul doanya

sumber: http://abu-farras.blogspot.com/2012/06/doa-doa-yang-pasti-dikabulkan-allah.html?showComment=1341915910450#c4827344036400682420

 

1. Doa orang yang dizalimi, musafir, dan doa orangtua.

Rasulullah Saw. bersabda, “Tiga orang yang doanya pasti dikabulkan adalah doa orang yang teraniaya, doa orang dalam perjalanan dan doa orangtua untuk anaknya.” (HR. Bukhari, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

“Doa orang yang teraniaya akan dikabulkan Allah. Bila ia seorang yang durhaka, kedurhakaannya berpulang hanya pada dirinya.” (HR. Ahmad dan Bazzar)

“Doa orangtua itu dapat menembus hijab (pembatas antara makhluk dan Allah).” (HR. Ibnu Majah)

 

2. Doa orang yang berpuasa dan Imam (pemimpin) yang adil.

“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang puasa saat berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang mazlum (teraniaya).” (HR. Tirmidzi)

“Bagi orang yang berpuasa, saat berbuka ada doa yang mustajab.” (HR. Nasa’i)

 

3. Doa orang yang banyak berzikir kepada Allah.

“Tiga orang yang doanya tidak ditolak oleh Allah Azza wa Jalla: orang yang banyak berzikir kepada Allah, orang yang teraniaya, dan pemimpin yang adil.” (HR. Baihaqi)

 

4. Doa orang yang mendoakan saudaranya dari kejauhan dan doa anak untuk orangtuanya.

 

“Empat orang yang doanya dikabulkan: pemimpin yang adil, seorang yang mendoakan saudaranya dari kejauhan, doa orang yang teraniaya, dan seorang yang mendoakan orangtuanya.” (HR. Abu Nu’aim)

“Doa orang yang tidak ada hijab antara keduanya dengan Allah: doa orang yang teraniaya, dan doa seseorang untuk saudaranya di kejauhan.” (HR. Thabrani)

“Doa orang yang paling mustajab ialah doa seseorang untuk saudaranya yang saling berjauhan.” (HR. Bukhari, Abu Daud, dan Tirmidzi)

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim)

“Doa seorang muslim untuk saudaranya di seberang sana sungguh mustajab. Di kepalanya ada malaikat yang ditugasi oleh Allah untuk mengucapkan ‘amin’ setiap kali ia mendoakan kebaikan buatnya. Malaikat itu juga berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu’.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

“Doa seseorang untuk saudaranya dikejauhan tidak akan ditolak.” (HR. Bazzar)

Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah berkata, “Doa ikhwah fillah adalah mustajab.” (HR. Bukhari)

 

5.Doa yang berhaji, umrah, berperang di jalan Allah, dan yang sakit.

 

“Lima orang yang doanya dikabulkan dengan cepat: orang yang dizalimi sampai ia mendapatkan kemenangan atau pertolongan, orang yang melaksanakan haji hingga ia pulang, orang yang berperang sampai ia kembali ke kampung halamannya, orang yang sakit hingga sembuh, dan seseorang yang mendoakan saudaranya di kejauhan.” (HR. Baihaqi)

“Jika seseorang dari kamu berihram, ucapkanlah ‘amin’ atas doanya. Manakala ia membaca ‘Allahummaghfirlii’ (ya Allah, ampunilah aku), hendaklah ia mengucapkan ‘amin’. Janganlah ia mengutuk binatang atau seseorang, karena doa kutukannya itu dikabulkan Allah. Bila dia berdoa untuk kebaikan orang-orang yang beriman, niscaya akan dikabulkan.” (HR. Dailami)

“Jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, pasti dikabulkan, dan manakala mereka beristighfar (memohon ampun), niscaya mereka diampuni.” (HR. Ibnu Majah)

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah, mereka adalah tamu Allah. Allah telah menyeru mereka, dan mereka pun menyambutnya. Jika mereka meminta kepada Allah, Allah pun memperkenankan permohonan mereka.” (HR. Ibnu Majah dan Bazzar)

 

6. Doa orang yang sakit dan terkena musibah

 

“Jika engkau menjenguk orang sakit, mintalah kepadanya agar ia berkenan mendoakanmu, karena doanya seperti doa malaikat.” (HR. Ibnu Majah)

Jenguklah orang-orang sakit, dan mintalah kepada mereka agar berkenan mendoakanmu, karena doa orang sakit itu mustajab dan dia diampuni atas dosanya.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

“Manfaatkanlah doa atau permohonan mukmin yang terkena musibah.” (HR. Sa’id bin Manshur dalam Sunan-nya)

“Orang yang terkena musibah, doanya dikabulkan.” (HR. Dailami)

Doa orang yang sakit tidak ditolak sampai ia sembuh.” (HR. Ibnu Abid Dunya dan Baihaqi)

 

7. Berdoa di saat lapang dan senang 

 

“Barangsiapa yang doanya ingin dikabulkan ketika tertimpa kesusahan dan mendapat cobaan, hendaklah ia banyak berdoa ketika senang.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

8. Doa penolong orang kesusahan

 

“Siapa saja yang menginginkan doanya dikabulkan dan dihilangkan kesusahannya, hendaklah ia membantu (memberikan solusi) orang yang kesusahan.” (HR. Ahmad)

9. Doa orang yang telah tua tetapi istiqomah mengikuti sunnah

 

“Sesungguhnya Allah malu untuk tidak mengabulkan permintaan seorang mukmin yang telah tua manakala ia istiqomah menetapi sunnah.” (HR. Thabrani)

10. Doa penghafal Al-Qur’an

 

“Penghafal Al-Qur’an mempunyai doa yang ketika dibaca akan dikabulkan.” (HR. Baihaqi)

11.Doa berjamaah

 

“Tidaklah berkumpul sekelompok orang (muslim) kemudian sebagian dari mereka berdoa dan diamini oleh sebagian yang lain kecuali Allah mengabulkannya.” (HR. Hakim)

“Tidaklah berkumpul tiga orang sambil berdoa melainkan berhak bagi Allah untuk tidak menolak tangan mereka (yang mereka tengadahkan).” (HR. Abu Nu’aim)

B. Waktu-waktu terkabulnya doa
sumber:http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/berdoa-di-waktu-waktu-mustajab

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallamdiberi julukan Ash shadiqul Mashduq(orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.

2. Ketika berbuka puasa

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani diShahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin AisyahRadhiallahu’anha:

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku‘”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘AisyahRadhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallammengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.

4. Ketika adzan berkumandang

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5. Di antara adzan dan iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukanshalawatan, atau membaca murattaldengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam.

8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baariketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat. Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin AbdillahRadhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

9. Ketika turun hujan

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar di hari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin AbdillahRadhiallahu’anhu:

Nabi shallallahu ‘alahi Wasallam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

12. Ketika Perang Berkecamuk

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

13. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Subhanallah.. semoga kita semua bisa mengamalkan sunnah nabi tersebut. aamiin

Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/dewifiqri.wordpress.com/2012/07/10/orang-orang-yang-doanya-mustajab-serta-waktu-doa-mustajab/amp/

HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA

'''HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA'''

Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai '''HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA'''

· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan '''Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia''', serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal '''30 Juli 1961'''. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai '''HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.'''

2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal '''14 Agustus 1961'''. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai '''HARI PRAMUKA'''.

Sumber : http://googleweblight.com/i?u=http://amdisarsmik.blogspot.com/2008/04/gerakan-pramuka-ditandai-dengan.html?m%3D1&hl=id-ID

Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng

Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini. Benar saja kami dari tadi s...