Thursday, 9 July 2020

Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng


Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini.

Benar saja kami dari tadi sudah siap untuk trip hari ini. Kemana kita? benar kita akan ke air terjun. Tujuan trip kita hari ini adalah air terjun Curug Cay, Curug Cay Pengantin. Entahlah apa maksudnya namanay kok ada pengantin-pengantinnya hehe.


Pukul 08.00 wib kita sudah siap berangkat. Semua amunisi dan perlengkapan juga sudah masuk ke dalam mobil. Ada 6 buah mobil dan beberapa sepeda motor yang memuat sekitar 40an orang dari satu komplek. Waw.. Iya Alhamdulillah kita satu komplek nih trip bareng guys.

Dari Kota menuju lokasi sekitar 45 menit namun apa daya, jreng jreng. Sampai di lokasi Curug Cay Pengantin kami tidak menemukan kecocokan dengan tempat haha. Akhirnya kami berpindah ke Curug Cay. Putar mobil kita guys.

Sampai di Curug Cay kami masuk sekitar 30 meter kedalam lokasi. Kami menemukan sebuah air terjun berukuran sedang dan tentu ini sangat tidak cocok dengan jumlah kita. Jangan-jangan ini juga tidak cocok untuk lokasi trip. Tapi tidak jauh dari sana ada tulisan 50 meter menuju lokasi Air Terjun dan gas poll kita menuju kesana. Jalan kaki sambil bawa beban melewati jalan setapak di pinggir tebing guys. Sampai kesana kita melewati jalanan turuanan dan oh my god. Luar biasa guys.. Air terjunnya sedikit lebih besar dari yang di atas barusan.

Positif, kita bakal pindah ke tempat lainnya guys. Waduh ini lokasi recommended jika trip untuk keluarga kecil, tapi kurang cocok dong untuk rakyat sekampung ini nih hahaha. Tidak sampai 5 menit di sana kita semuanya putar balik lagi. Paling menyedihkan itu anak-anak yang sudah pada siap tempur ke dalam air. Tapi kudu disemangati terus dan kita menuju lokasi di Desa Lubuk Sini tepatnya. Trip sesungguhnya baru akan segera dimulai.

Menuju Desa Lubuk Sini

Enam buah mobil dan empat buah motor trip ke Desa Lubuk Sini. Pernah dengar namanya? Pernah karena daerah ini berada tepat di arah menuju jalan lintas Bengkulu-Kepahiang tepatnya sebelum desa Taba Penanjung sebelum mendaki puncak.

Awalnya saya yakin ini trip bakal jauh. Saya beneran lupa untuk usul ide agar kita bisa putar balik ke Seluma Menuju Desa Napal Jungur, Klik Di Sini Keseruan Air Terjun Napal Jungur. Iya karena saya yakin pasti di Lubuk Sini bakal seru juga ya. Kalau tadi perjalanan sekitar 45 menit, Kali ini dengan modal Goggle Map waktu tempuh tercatat sekitar 55 menit.

Benar saja, setidaknya kami satu mobil dan dua mobil lainnya yang memuat para bocah-bocah ini harus terhenti lantaran kehilangan jejak. Usut punya usut lokasi trip masih jauh sekali. Setelah bertanya dengan warga sekitar akhirnya kami terus melaju menuju lokasi.

Dalam perjalanan tidak ada kendala yang signifikan sehingga kami sampai di persimpangan Desa Lubuk Sini. Dari sini kita berbelok kiri menuju lokasi yang berdekatan dengan Bukit Kandis. Terbayang kan jauhnya masuk ke dalam. Bagi kalian yang sudah pernah menuju Bukit Kandis yakin bisa kebayang suasana perjalanan to the jungle.

Kami melewati jalan yang cukup sempit dari jalan kota. Terkadang bertemu sebuah perkampungan penduduk yang sangat asri dan perkebunan kelapa sawit. Selebihnya adakah hutan yang menampung semua keseimbangan ekosistem di alam bebas. Iya saya sangat yakin kalau di dalam hutan ini masih banyak hewan liar.

Beberapa kali kami melewati sebuah sungai. Fikiran saya sudah sampai saja karena kok sudah lama berjalan belum juga tiba ya. Ternyata kita sudah melewati Bukit Kandis haha. Kali ini kita melewati Medan yang cukup terjal dan mendaki dengan santai saja merangkak dengan roda empat. Di beberapa titik kami mendapati jalanan yang rusak dan bisa dibilang parah. Lobang besar di tengah jalanan dengan bebatuan koral yang bertebaran. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika dalam kondisi hujan.

Tiba di Desa Penembang

Desa Penembang cukup asri. Sawah di samping rumah Pak Tamrin membuktikan bahwa penduduk desa ini tercukupi kebutuhan hidupnya. Ikan-ikan yang berkejaran di sela rumpun padi itu menambahkan nuansa takjub setiap memandangnya.  Beberapa mobil sudah terparkir di pinggir jalan di seberang jembatan depan rumah Pak Tamrin. Kami sengaja parkir di sana. Karena Cuup Psuk ternyata belum menyediakan eral parkir memadai. Kata Pak Tamrin lagi dulu kalau sedang ramai, banyak mobil terparkir hingga ke atas. Iya di sepanjang jalanan satu-satunya ini.

Kami kemudian masuk ke lokasi yang berada di arah Barat. Melewati jalan setapak yang menyusuri aliran Air Terjun. Tak lama setelah itu kami tiba di pemberhentian karena harus bayar uang masuk guys. Wah dipungut sejumlah biaya nih guys. Wajarlah lah ya, uang ini tentu untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan fasilitas di sekitar Air Terjun. Dipungut Rp 3.000.00 per orang dewasa, iya Anak-anak tidak dikenakan biaya. Kami akhirnya masuk ke lokasi yang di sana sudah tertumpah ruah pengunjung. Baik yang berada di daratan maupun yang sudah di dalam Air.

Fasilitas dan Fisik Air Terjun Cuup Psuk

Kami memutar pemandangan mencari lokasi yang tepat untuk sekedar duduk dan meletakkan barang-barang. Pilihan jatuh di sebelah kamar ganti darurat di pinggir aliran sungai. Lebih tepatnya box dengan dinding dari spanduk bekas hee. Anggota kami yang lainnya di sebelahnya lagi. Lokasi ini dicapai setelah melewati sebuah jembatan kecil saat masuk lokasi tadi. Setidaknya ada dua jembatan yang bisa dilewati.

Saya berharap di sini sudah menyediakan saung-saung atau pondok untuk pengunjung. Namun tak ada satupun yang bisa digunakan. Puingnya pun tidak tampak. Saya berfikir Air Terjun ini masih sangat baru dimanfaatkan sebagai lokasi wisata strategis. Termasuk kamar ganti yang cuma satu-satunya ini masih terlihat sangat darurat. Namun cukup sebagai tempat untuk mengganti pakaian.

Kami semua sepakat jika kami akan makan siang terlebih dahulu. Menu makan siang sudah terhidang dan kami semua makan dengan lahap. Mengapa tidak karena perjalanan sudah sangat melelahkan setelah beberapa kali ganti tempat untuk trip Air Terjun ini. Dan pilihan ini jatuh di Cuup Psuk yang memesona.

Bagian Atas Air Terjun

Selepas makan siang, saya langsung memperhatikan dengan seksama lokasi air terjun. Dari sekitar saya melihat bagian atas ada beberapa pengunjung yang ke sana. Akhirnya saya juga memberanikan diri menuju ke atas dengan menapaki jalan setapak di dalam kebun sawit. Jalannya cukup terjal guys, curam dan menantang bisa dibilang hampir 80 derajad kemiringan. Ternyata pada saat di atas ada akses jalan yang bagus dan dapat dilalui sepeda motor. Menyusuri jalan ini akhirnya saya tiba juga di bagian atas Air Terjun. Suara air yang bising membuat volume suara saya harus lebih kencang saat berbicara.

Sangat menakjubkan, sumber air ini berasal dari hulu sungai diantaranya dari perkebunan Durian kabaranya begitu hee. Luasnya kawasan air di bagian atas ini dapat dimanfaatkan juga sebagai tempat untuk bermain air atau berendam sepuasnya. Selain itu juga ada satu tingkat lagi air yang terbendung di atasnya lagi. Di bagian atas ini tidak ada bebatuan besar melainkan hamparan air seperti air sungai.

Bagian Bawah Air Terjun

Setelah puas bermain air terjun di bagian atas, saya kemudian turun menyusuri jalan setapak yang saya lewati tadi. Saya shalat dhuhur dan sejenak bikin video untuk mendokumentasikan lokasi. Menakjubkan guys.. selayaknya setiap air terjun, trip air terjun Cuup Psuk ini memberikan nuansa berbeda.

Titik jatuhnya air ada sekitar 3 titik. Dimana titik terbesar ada di bagian tengah, dua lainnya ada di bagian pinggir. Sayangnya di bagian pinggir ini tidak dapat kita akses dengan bebas karena batu cadas dan berlumut yang licin serta tertutup bebatuan besar.

Satu-satunya titik lokasi air terjun yang dapat dijadikan arena bermain air dan berenang adalah yang di bagian tengah. Di bagian tengah ini masih menyimpan batu-batu besar. Ada berbagai bentuk batu yang terhampar di dalamnya. Ada yang mirip lantai, bahkan ada yang masih berdiri kokoh. Namun airnya dalam dan sedikit lebih luas.

Waspada ya.. Guys

Karena banyaknya batu-batu besar di tempat jatuhnya air, perlu diwaspadai adalah:

1. Batu besar yang licin
Batu ini licin karena karang dilalui pengunjung, jadi kita mesti hati-hati saat bermain. Jangan sampai kita tergelincir karena licinnya batu.

2. Batu berhimpitan
Batu-batu ini ada juga yang berhimpitan di dalam air. Jadi bisa saja kita terpijak di bagian sela antar batu. Ini akan memberikan sensasi tenggelam karena ukuran air akan bertambah dalam saat kita tidak sengaja memijak titik ini. Akibat yang lebih parah adalah, jangan sampai kaki kita terjepit. Nauzubillah, kudu hati-hati ya.

3. Lokasi Air Terjun
Air terjun Cuup Psuk berada di tengah hutan dan di pinggir kebun. Saat kami kesini kemarin setidaknya ditemukan ada 2 ekor ular. Ini sangat perlu dihindari dan waspada setiap saat.

4. Banjir
Cukup dihindari ya, ingat banjir di hulu harus kita perhatikan. jangan sampai debit air bertambah kita tidak menyadarinya. Alhamdulillah kemarin cukup aman. BANJIR tidak datang dari hujan di lokasi saja ya, bisa juga disebabkan oleh hujan di hulu.

Kami mau izin pulang dulu ya, capek juga ya hampir seharian disini hee. Saat pulang ada saja yang mabuk hehe akhirnya kami berhenti di perjalanan sambil beristirahat sejenak. Rame Guys, enam mobil dan empat motor lho guys. Udah macam sekampung aja, se RT nih haha.

Catatan Kecil

Guys.. untuk kita ketahui semuanya ya, ini Cuup Psuk sudah beroperasi sejak tiga tahun yang lalu. Lokasi ini kerap ramai dikunjungi saat lebaran id Fitri tiba. Banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Bengkulu. Dari penjelasan anak-anak muda disini Niko, Endang, Yosep, dulu lokasi Air Terjun Cuup Psuk Desa Penembang Kecamatan Merigi Kelindang ramai dikunjungi wisatawan.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Bu Nida yang menampung Uang Masuk tadi. "Cuup Psuk dulu ramai dikunjungi pada saat liburan lebaran". Kami masuk kesini membayar sekian gunanya untuk merawat kawasan wisata dll.

Lokasi yang nampak seadanya ini sebenarnya dulu sudah tertata rapi dengan baik. Saung-saung sudah berdiri di beberapa tempat. Setidaknya fasilitas umum sudah dibangun oleh warga sekitar. Menurut Pak Tamrin yang halaman rumahnya kami jadikan tempat parkir kemarin, "Dulu sebenarya sudah kami bangun saung untuk tempat berteduhnya pengunjung".

Lalu mengapa saat ini kondisinya menjadi minim fasilitas? Jawabnya adalah karena peristiwa banjir besar di bulan April tahun 2019 yang lalu. Dianna saat itu, banjir juga melanda daerah setempat khususnya di bagian dekat aliran sungai dan banjir juga memutus jalan utama dan satu-satunya akses menuju desa Penembang.

Banjir besar ini mengakibatkan semua fasilitas umum yang sudah dibuat oleh warga menjadi rusak bahkan hilang dibawa arus banjir. "Kami lihat tiangnya ada yang tersangkut disana" Kata Pak Tamrin sambil menunjukkan ke arah seberang sawah di samping rumahnya.

Nah Guys ayo kita bangkitkan kembali wisata yang luar biasa ini untuk mengangkat nama baik dan kesejahteraan warga setempat khususnya dan Bengkulu pada umumnya. Ayo Guys luangkanll waktumu dan segera kesana ikuti juga protokoler kesehatan yang ada. Semoga wisata Air Terjun Cuup Psuk kedepan lebih baik lagi dengan adanya fasilitas umum dan juga tempat ibadah agar pengunjung lebih tertarik dengan segala yang disuguhkan.

Salam

Dibuang sayang








22 comments:

  1. Wah wisata air terjunnya keren banget Kak jadi mupeng nih pengen berwisata ke sana juga. Masih alami banget ya tempatnya banyak bebatuan yang seru banget kalo kesana cantik banget kalo buat foto-foto nih, Semoga pandemik lekas berakhir ya, jadi bisa berwisata lagi ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bener banget kak, masih asri dan alami. Aamiin semoga diijabah semua doa baiknya Jazzakumullah

      Delete
  2. Senangnya bisa rame-rame perginya ...pasti heboh ya pas main air di Cuup Psuk. Mana kelihatan segar pula ini airnya. Masih alami juga tempatnya. Dan benar, kalau lagi main air di air terjun begini mesti waspada dengan penambahan debit air, siapa tahu ada hujan deras di hulu dan air bah datang tiba-tiba. Jadi mesti tetap waspada. Semoga makin berkembang jadi kawasan wisata yang makin menarik Cuup Psuk ini nantinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Air Terjun Cuup Psuk bikin rindu. Tapi medannya kakak hee perlu juga diwasapdai agar perjalanan menjadi lebih berarti. Kudu hati-hati ya dimana saja. Terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  3. Yang paling membahagiakan itu adalah kebersamaannya apalagi dengan keluarga besar seperti itu, nikmatnya tak terkatakan apalagi didukung dengan pemandangan alam nan indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bener sekali kak, kebersamaan di komplek kita sampai kepada galeri ini. Semoga ini tetangga surga juga nantinya Aamiin.

      Delete
  4. Lama banget ngga main ke curug. Pandemi gini sebenernya gpp yaa main ke alam kek curug misalnya hehehe. Beneran ngiler lihat segernya

    ReplyDelete
  5. Keknya masih alami banget nih tempatnya. Pas banget buat melepas penat saat lelah bekerja. Sayangnya lokasinya jauh euy... Bengkulu ya? Coba ada di Jogja, pasti sering ngadem ke situ. Hehe.

    ReplyDelete
  6. Rindunya berpetualang kayak gini, trus kesini bahaya juga ya Mas klo musim hujan?

    ReplyDelete
  7. Namanya unik deh air terjun Cuup PSUK. Liat airnya baru dari gambar aja rasanya seger. Mana seru banget baca dan liat gambarnya pergi rame-rame sekampung. Turut berharap ke depan fasilitas dan akses ke sana lebih baik lagi. Makasih tuk tips waspada saat main di curugnya kak :)

    ReplyDelete
  8. Bagus banget air terjunnya mas. Sayang memang fasilitasnya minim karena sempat banjir ya. Mudah-mudahan peemrintah setempat bisa mengembalikan kembali fasilitasnya agar pengunjung semakin banyak. Saya belum pernah ke air terjun jadi kepengen, hehehe

    ReplyDelete
  9. Air terjunnya cakep ya mas, cuma sarana dan prasaranannya masih minim ya. Walaupun sebenarnya rada wajar karena tiket masuknya murah banget, cuma 3.000. Kalau di sini rata-rata 10.000 ke atas semua.

    ReplyDelete
  10. duh udah lama gak main di air terjun, semoga sehabis pandemi bisa jalan-jalan lagi bersama keluarga yaa :D

    ReplyDelete
  11. Bengkulu punya Curug yang bagus juga ya mas. Lumayan lah masuknya meski dikenakan yang masuk, cuma 3000 kok gak mahal ya mas. Dibanding keindahan yang bisa dinikmati, gak seberapa ya uang masuknya

    ReplyDelete
  12. Nama curugnya sepintas kayak bahasa Sunda kalo dilafalka. Tapi lokasinya di Lubuk Sini. Setahu saya kalo daerah yg awalannya lubuk-lubuk itu pasti di Sumatera. Bener ternyata. Hehehe.

    ReplyDelete
  13. Lokasinya di pedesaan ya Mas? Tapi ramai juga ya. Lokasinya masih sangat asri, mudah-mudahan bisa tetap terjaga, minimal pengunjung bisa bijak dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    ReplyDelete
  14. Serius Bengkulu punya air terjun sebagus ini? Wah keren banget pak Guru. Mungkin kalau udah gak korona bisa disamperin nih.

    ReplyDelete
  15. Wah, seru sekali bisa berwisata ke air terjun ini. Kalu suasana sudah normal kembali saya pengen juga memboyong siswa ke sana.

    ReplyDelete
  16. aku seneng banget nie kalua lihat air terjun seger banget ya main-main air , btw nama air tejunnya lucu ya cuup psuk belum pernah ke Bengkulu sie semoga bias injakkan kaki ke sana biar liat langsung air terjunnya.

    ReplyDelete
  17. Mas efri, aku ga ngeh ini tuh lokasinya dimana? Trus kapam? Apa pas pandemi gini? Ya ampun itu sekomplek beneran, kasian pasti anak2 udh pgn main. Nyampe jam brp di sana?

    ReplyDelete
  18. Wah, seger banget air terjunnya. Kondisi new normal gini pengen segera refreshing. Ke air terjun sekalian camping. Wah, pasti seru

    ReplyDelete
  19. Kapan bisa liburan ke air terjun seperti ini, aku jadi mupeng deh.. tempatnya indah banget

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin87 juga YouTube Efri Deplin. Terima kasih semoga menginspirasi.

Puasa Arafah

Puasa Arafah Puasa Arafah adalah puasa pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan b...