Post Page Advertisement [Top]

 

Suasana pagi itu sejuk dan memanjakan mata. Saat memasuki gerbang utama Kampung Durian kami hanya bilang "rombongan" lalu dipersilahkan masuk ke area wisata ini. Tidak banyak yang berubah walaupun sebenarnya baru-baru ini saya sudah beberapa kali ke sini. Replika balon udara di sana tetap menjadi pusat perhatian yang berada di sebelah kiri jalan.

 


Sebelum chek in pukul 14.00 siang kami bebas beraktifitas pribadi ya sekedar jalan-jalan santai. Tentu saja saya lebih memilih istirahat di musalah itu, qadarullah lengan kiriku masih nyeri akibat cedera badminton beberapa waktu yang lalu.

 

Karena waktu masih panjang bakda dhuhur saya menyempatkan diri bergabung di area klambing camb. Nah ini dia suasana baru lagi di Kampung Durian, sekarang sudah tersedia lift yang terletak di resto bagian atas. Cara kerjanya zig-zag satu turun satunya naik. Oke kami sekeluarga turun hingga melewati perkampungan habbit.

 

Ini juga baru, selain vila yang bisa disewa ada juga rumah habbit yang terletak tepat di depan sungai di area kereta gantung. Hunian ini sudah tersedia beberapa unit dan kita tinggal pilih mau yang mana.

 

Di dalamnya cukup luas dengan kamar tidur, bad solo. Kamar mandi, dan area kosong bebas. Beda dengan vila yang tersedia di bagian area atas tadi, vila lebih luas dengan teras, kamar tidur solo bad, ruang bebas bisa area santai ya. Ada juga teras belakang dengan lampu temaram. Juga tempat santai dari rajutan tali temali.

 


Oke setelah puas dengan rumah habbit itu, kita melewati kereta gantung yang bisa disewa 35.000 per satu kali jalan selama maksimal 20 menit. Kami tidak mampir ke sini. Jujur lagi ga enak badan pegal-pegal hampir gemetaran.

 

Kami akhirnya berhenti di saung dan musalah selanjutnya. Ini masih jauh dengan area clambing yang mau dituju ya. Nah di sini anak-anak dan banyak rekan-rekan pada bermain dengan ikan ikan yang bergerombol jika kaki kita dimasukkan ke dalam kolam. Sensasinya bikin merinding dan relaksasi banget. Baru setelah puas di sini kami akhirnya melanjutkan ke area clambing.

 


Saya menyempatkan diri main ke tengah sawah yang baru di tanam itu. Mau bermain ayunan tapi tanganku masih nyeri jadi yaaa melipirnya ke sungai yang mengalirkan air segar.

 

Sebenarnya di Kampung Durian ini menyediakan pemandian kolam renang alami tang super dingin. Karena saya tidak memungkinkan jadi anak-anak saja yang mandi di sana bersama teman-temannya. Saya sekali bocil paling bontot yang awalnya mau diajak bermain air jadi batal deh. Hiks

 

Kami akhirnya tiba juga di area resto telat di belakang clambing tang berjejer rapi di tepi sungai. Sungai inipun sebenarnya juga bisa dijadikan tempat bermain air. Sebelumnya kami biasanya assik merendam disini bersama anak-anak.

 

Setelah semuanya rampung untuk persiapan chek in akhirnya rekan-rekan semuanya sudah menuju penginapan masing-masing. Kami akhirnya bertolak kembali ke area resto di atas tadi tapi kali ini berjalan kaki wkwkw karena liftnya tiba-tiba tidak beroperasi. Yes Olahraga haha

 

Vila nomor 2 menjadi tempat paling nyaman kami. Setelah menurunkan semua barang saya istirahat, balik lagi istirahat dan menikmati hari hingga malam tiba di bawah rintik hujan Kampung Durian.

 

Next kita ketemu di lain kesempatan ya..



No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin Tiktok @EfriDeplin juga YouTube Efri Deplin dan MrDeplinChannel. Terima kasih semoga menginspirasi.

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib