Thursday, 24 May 2018

Makna Kata Takjil


Doa-doa terbaik menuju TAQWA
7 Ramadhan 1439 H

Makna Kata Takjil
Oleh: Efri Deplin




Pada bulan puasa sering sekali kita mendengar istilah kata takjil. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pernah mendengar dan mengucapkan kata-kata takjil. Seperti dalam percakapan di bawah ini:

Anak  : “Abi kita berbuka nanti dimana?”
Abi      : “Kita berbuka di rumah saja ya, ummi sudah membuatkan takjil”
Anak  : “Alhamdulillah ana mau takjil olahan kurma dan cokelat”

Pada percakapan diatas terlihat seorang anak bercakap-cakap dengan abinya mengenai berbuka. Disana ada kata-kata takjil yang bermakna “makanan” yang akan disantap pada saat berbuka. Jelas sekali makna diatas bahwa takjil adalah makanan untuk berbuka. Namun, tahukah anda bahwa makna takjil yang sebenarnya bukanlah makanan untuk berbuka.

Dalam wikipedia dijelaskan hal ini dengan gamblang. Takjil adalah keadaan untuk segera berbuka puasa, seperti yang Rasul contohkan, menyegerakan berbuka saat Azan maghrib berkumandang.

Takjil bermankan tidak menunda jika sudah saat berbuka tiba, saat berbuka sudah tiba segeralah berbuka. Jika waktu berbuka di Kota Bengkulu pada pukul 18.09 wib, maka jika waktu sudah menunjukkan pukul 18.09 wib segeralah berbuka. Tentu dengan adab-adab islami, seperti membaca doa berbuka, doa makan dan dengan duduk. Baik dalam waktu sendirian maupun ketika sedang berjamaah atau berkelompok.

Menariknya lagi adalah jika di negeri Arab sering berbuka dengan Kurma karena kurma memang disunnahkan Rasulullah Muhammad SAW untuk berbuka. Sehingga  kurma menjadi “kambing hitam” pembenaran untuk disebut sebagai takjil. Ini juga menunjukkan kekeliriuan di dalam penggunaan secara bahasa dan penggunaan kata.

Kurma dan Olahan Kurma

Waktu aku masih kecil dan tinggal di Desa Durian  Bubur Kecamatan Talo Kabupaten Seluma, yang waktu itu masih bergabung dengan Kabupaten Bengkulu Selatan, kata-kata takjil jarang sekali terdengar. Yang sering kami dengar adalah nasihat dari almarhum Bapak, "Jika waktu berbuka sudah tiba maka langsung berbuka' jangan menunda-nunda". Jadi yang kami lakukan demikian, melihat jam dan ketika tahu waktu sudah tiba sesuai dengan ketentuan maka kami sekeluarga berbuka tanpa menunda-nunda lagi. Alfatiha buat Almarhum Bapak Bakhtiar, SR yang kami cintai semoga Allah SWT ampuni dosa-dosa beliau dan ditempatkan di surgaNYa yang terbaik Aamiin.

Dengan maraknya arus informasi melalui media seperti televisi, radio dan smart phone ditambah juga dengan masyarakat yang cenderung menerima mentah-mentah beberapa istilah yang ditampilkan, akhirnya kata takjil memiliki penyimpangan makna. Seringkali dalam beberapa tahun belakangan ini kita mengenal kata takjil dari media sosial. Benar kan? Semoga kedepan lebih bijak dalam penggunaan kata dan penempatan dalam kalimat sehingga bermakna yang sebenarnya.

Jadi kita sepakat kalau kata takjil bermakna "menyegerakan", menyegerakan berbuka jika waktu berbuka telah tiba. 

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan pencerahna untuk bersama. Selamat menunaikan ibadah puasa.

Oh iya, berbukalah dengan yang manis-manis insya Allah kita bertemu kembali di tulisanku selanjutnya.

Sumber :



2 comments:

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin87 juga YouTube Efri Deplin. Terima kasih semoga menginspirasi.

4 Tips Donor Darah Saat Puasa

Donor darah menjadi trend gaya hidup sehat masa kini. Selain memenuhi kebutuhan hidup para penggunanya, donor darah menjadi sebuah kebutuhan...