Skip to main content

6 Ramadhan 1438 H

Bismillahi..

6 Ramadhan 1438 H
#PenuhHarap

Jam di dinding berdetak ritmis. Sunyi di ruang ini pecah ketika di menit 45 dari pukul 11 gelap karena padamnya listrik. Hujan masih merajai hari. Suasana di luar sanapun terus berkecamuk antara air dan angin. Menderu-deru seakan memberi isyarat dia penguasa hari.

Alhamdulillah RahmatNya diturunkan di bumi ini sedari pagi tadi sejenak lisan bertutur rapi "RahmatNya menaungi kita semua di sini, Aamiin". Akhir dari sebuah ungkapan sukacita yang dalam terbentuk dari hati yang sadar ukhuwah bukan sebatas saling mengenal. Lebih dari itu, Aku harus memahami saudaraku sebagai penyempurna hati di hadapan Tuhanku.

Aktiftas sejenak berhenti, isyarat diri ini harus menengadahkan tangan lebih tinggi. Lamunan ini terus berimajinasi. Sampai-sampai aku hampir lupa diri. Berjalan-jalan menyusuri petak-petak putih di lantai hati berhari-hari. Terus melaju mendaki anak tangga disaksi dengan krokot berseri-seri. Seakan mereka gembira merasakan luapan hati ini. Oh.. krokot kau tak berduri tapi kau bisa menusuk hingga ke jantung hati.

Allah telah mengilhamkan ketenangan dalam hati dan jiwa ini. Pantaslah kalau Aku bersyukur. Tapi apa hendak dikata, Dhuhur sudah berlalu. Setelah ku yakin dengan gontai ku arah langkah pasti menunggu jamaah rawatib di kanan di kiri. Aku tertegun dengan tujuh shof siap berada di belakangku. Berkali-kali aku cemburu mereka yang lain sudah berlalu.

Tapi, Allah maha tahu, tujuh shof ada di belakangku. Semua mengikuti gerak tumaknina ke arah satu. Aku tak sendiri, ada tujuh shof di belakangku. Yang membantuku perfikir "Prasangkaan Allah sama seperti prasangkaan hambahnya".

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Pesan ini mengajarkan bagaimana aku harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ penuh harap hanya padaNya.

Comments

Popular posts from this blog

SILSILAH 25 NABI

SILSILAH 25 NABI Silsilah Nabi / Rasul Sumber : Silsilah Nabi dan Rasul SILSILAH 25 NABI Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah pesan di group WhatsApp. Berikut semoga bermanfaat dan berkah Aamiin. 1. ADAM AS. Nama: Adam As. Usia: 930 tahun. Periode sejarah: 5872-4942 SM. Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab. Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan. Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali. . 2. IDRIS AS. Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. Usia: 345 tahun di bumi. Periode sejarah: 4533-4188 SM. Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis). Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali. . 3. NUH AS. Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qi

Isi DasaDarma

PRAMUKA SATYA KU DARMAKAN DARMA KU BAKTIKAN Hapal dan mengerti Isi Dasa Darma dan Tri Satya. 1. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang, sekurang-kurangnya 6 kali latihan     berturut-turut.  Keterangan: : a. Latihan Pramuka itu berguna untuk melatih diri agar dapat hidup bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat dan negara. Oleh karena itu, latihan Pramuka adalah untuk kepentingan dirimu sendiri bukan untuk orang lain. b. Rajin mengikuti latihan artinya tidak pernah absen, selalu datang pada hari dan jam yang telah ditentukan bersama. Nyatakanlah kehadiranmu itu dengan mengisi daftar hadir/absensi regu. c. Giat mengikuti latihan berarti setiap datang pada latihan Pramuka di Pasukan Penggalang selalu aktif. Yang dimaksud aktif dalam latihan yaitu selalu berusaha melatih dirinya sendiri bersama-sama teman lain akan kekurangan-kekurangan dirinya. d. Enam kali berturut-turut, berarti tidak pernah tidak datang dengan alasan sakit, ijin, dan sebaga

Adzka Juara 1 Lomba Puzzle dan Manfaat Bermain Puzzle

Obrolan kami di rumah terlihat sangat santai, "Besok Adzka ikut lomba Puzzle bang" cerita istriku. "Oh begitu, kok bisa ikut?" selidikku. Karena kami sangat tahu bagaimana perkembangan Adzka di sekolahnya. Usut punya usut ternyata Adzka bisa ikut karena Paud IT Auladuna mendapat kuota tambahan sebagai peserta lomba dan tidak semua anak-anak dipilih.  Beruntungnya karena umminya disekolah jadi diprioritaskan. Tim intinya sudah dibentuk, Adzka sebagai pelengkap dan sebagai penggembira. Tak apa, itung-itung uji nyali di depan umum dan belajar bersosialisasi. Pengalaman itu sangat berharga. Namun, lihat nanti apa yang terjadi? Sehari sebelum hari lomba, iya di Ahad itu umminya sedang ada kegiatan di luar sana. Aku sendiri yang menjaga mereka di rumah. Termasuk abang nya, Harrik. Harrik kalau soal puzzle tidak diragukan lagi karena dia sudah membuktikan tahun lalu berhasil menjadi juara 2. Harrik masuk daftar tim inti lomba Puzzle. Sekali lagi Adzk