Pulang ke Dusun: Menjemput Berkah di
Ambang Ramadan
Semburat
cahaya pagi itu terasa berbeda, lebih tenang dan penuh antisipasi. Sehari
sebelum Ramadan tiba, kami sekeluarga memutuskan untuk menempuh perjalanan
menuju dusun, tempat di mana akar keluarga kami tertanam kuat. Tujuannya
sederhana namun mendalam: bersilaturahim ke rumah Emak dan berziarah ke
peristirahatan terakhir almarhum Bak, Bakhtiar
Bin Suwi.
Perjalanan yang Tenang
Kami
berangkat saat matahari belum terlalu tinggi. Perjalanan selama 2 jam itu kami nikmati dengan santai.
Kaca mobil sengaja dibuka sedikit saat tiba di dusun, membiarkan udara pedesaan
yang mulai mendingin menyapa wajah. Di sepanjang jalan, pemandangan hamparan
sawah dan jajaran pohon karet dan sawait seolah ikut menyambut kepulangan kami.
Tidak ada hiruk-pikuk terburu-buru, hari ini adalah tentang rasa syukur dan
pengabdian.
Pelukan Hangat di Rumah Emak
Begitu
sampai di halaman rumah, sosok Emak sudah berdiri di depan pintu dengan senyum
yang paling tulus. Aroma masakan khas dusun, mungkin gulai sambal ikan atau rebusan
kangkung, menyeruak dari dapur, mengisyaratkan sambutan hangat yang selalu
dirindukan. Momen "sungkem" dan pelukan menjadi pembuka yang
emosional. Kami duduk di teras depan melingkar, bercengkerama tentang kabar
satu tahun terakhir sambil menikmati penganan kecil yang berakhir dengan makan
siang. Silaturahim ini adalah cara kami membersihkan hati, saling memaafkan
sebelum memasuki bulan suci.
Ziarah ke Makam Bakhtiar Bin Suwi
Siang
menjelang sore, kami melangkah menuju pemakaman keluarga. Suasana teduh di
bawah pohon sawit menyelimuti perjalanan ke makam Bak Bakhtiar Bin Suwi. Kami duduk bersimpuh di samping pusara.
Tangan-tangan kami terangkat, melangitkan doa-doa terbaik agar almarhum
mendapat tempat termulia di sisi-Nya.
Membasahi
nisan dengan air dan menabur bunga adalah simbol kasih sayang yang tak akan
pernah putus. Ada rasa sesak yang halus, namun tertutup oleh kedamaian karena
bisa "berjumpa" kembali dengan sosok Bak di momen sepenting ini.
Ziarah ini menjadi pengingat bagi kami yang masih hidup untuk terus menanam
kebaikan.
Pulang Bersama Azan Maghrib
Kami
berpamitan kepada Emak saat matahari mulai condong ke barat. Perjalanan pulang
terasa lebih hening namun berisi. Kami tiba di rumah tepat saat azan Maghrib berkumandang
dari masjid terdekat Baabul Jannah menandakan masuknya 1 Ramadan. Sembari melantunkan kalimah kebaikan lisan-lisan ini ada
getaran syukur yang luar biasa, kami berhasil menutup bulan Sya'ban dengan
silaturahim yang tuntas.
Malam
itu, rasa lelah perjalanan seolah luruh saat kami melangkah menuju masjid untuk
menunaikan Salat Tarawih pertama.
Di bawah cahaya lampu masjid dan lantunan ayat suci, kami memulai perjalanan
spiritual Ramadan dengan hati yang lapang, siap menjemput keberkahan esok hari.


No comments:
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin Tiktok @EfriDeplin juga YouTube Efri Deplin dan MrDeplinChannel. Terima kasih semoga menginspirasi.