Post Page Advertisement [Top]

Memanen Pahala di Ladang Keberkahan

Ramadan: Memanen Pahala di Ladang Keberkahan

Bayangkan Anda berdiri di pinggir sebuah ladang yang sangat luas. Sejauh mata memandang, dahan-dahan pohon merunduk karena beratnya buah yang ranum. Aroma harum memenuhi udara, dan setiap jengkal tanahnya menjanjikan hasil bumi yang melimpah. Itulah Ramadan.


Ramadan bukan sekadar perubahan jadwal makan atau rutinitas menahan lapar. Ia adalah ladang panen raya yang dihamparkan Sang Pencipta setahun sekali. Di dalamnya, setiap detik adalah benih yang tumbuh instan, dan setiap sujud adalah dahan yang berbuah pahala berlipat ganda.




Antara Pengagum dan Pemetik


Saat berada di tengah ladang yang indah ini, manusia biasanya terbagi menjadi dua kelompok:

  1. Si Pengagum: Mereka yang terpaku melihat keindahan Ramadan. Mereka memuji kemuliaannya, mengagumi suasananya, namun hanya berdiam diri di pinggir jalan. Mereka sibuk berwacana tanpa sempat mengulurkan tangan untuk memetik satu pun buah ibadah.

  1. Si Pemetik: Mereka yang sadar bahwa waktu panen sangatlah singkat. Mereka masuk ke dalam ladang dengan keranjang ketulusan, memanjat dahan-dahan tahajud, memetik buah sedekah, dan mengumpulkan bulir-bulir tilawah hingga keranjangnya penuh sesak.

Memaksimalkan "Pungutan" Kita


Pilihan ada di tangan kita. Apakah kita hanya akan menjadi penonton yang memuji-muji indahnya Ramadan di media sosial, atau menjadi pekerja keras yang tangannya "kotor" karena sibuk bersujud dan mengabdi kepada Allah SWT?


Ingatlah, ladang ini akan segera ditutup. Pintu gerbangnya akan terkunci kembali dalam 30 hari. Jangan sampai saat musim panen berakhir, kita pulang dengan tangan hampa, hanya membawa sisa kekaguman tanpa ada hasil yang bisa dibawa pulang ke kampung akhirat.


"Ramadan adalah lahan subur. Kelelahan kita dalam beribadah saat ini adalah kelelahan yang paling manis, karena setiap peluh akan diganti dengan ampunan yang tak terhingga."


Mari kita kuatkan azam. Mari kita maksimalkan setiap tarikan napas untuk "memetik" sebanyak mungkin rahmat-Nya. Jangan hanya terpana, mulailah memanen!

 

 


No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin Tiktok @EfriDeplin juga YouTube Efri Deplin dan MrDeplinChannel. Terima kasih semoga menginspirasi.

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib