Post Page Advertisement [Top]

10 Muharram di tahun 1999 Masehi aku pulang sekolah lebih awal karena ada himbauan dari pemerintah daerah untuk menyaksikan pembuangan Tabot tahun ini. Menariknya lagi adalah ini merupakan pengalaman perdana aku untuk melihat prosesi Tabot yang belakangan aku hanya mendengar dari cerita saja. Ya begitulah anak kampung lebih tepatnya anak dusun he yang baru gabung karena hijrah sekolah di kota.


Teman yang mengajak ke prosesi Tabot ini tidak lain adalah teman sekelas namanya Tomi. Kami pergi ke Suprapto naik angkutan kota dan finish di Puncak. Puncak kala itu sangat fenomenal tempatnya anak muda nongkrong pada zamannya haha. Sengaja kami turun dan ngadem di sini dulu karena Tabot akan diarak dari kampung melewati jalan Suprapto.

Dari etalase lantai atas kami perhatikan arak-arakan Tabot sudah memasuki jalan Suprapto. Kami akhirnya turun dan berbaur dengan banyaknya massa  pengunjung lainnya. Masih mengenakan seragam sekolah dong hee putih biru. Kami mengikuti iringan hingga sampai ke simpang sekip dekat RRI. Kemudian kami menyebrang lampu merah menuju arah Karabela. Tapi sebelum sampai di sana, saya kaget dong ada yang kesurupan dan menggelepar di atas aspal panas tengah hari. Usut punya usut dia kesurupan, astaghfirullah haladzim.

Baca Juga: Permainan Tabut

Jujur banget lah sibuk kasak kusuk di tengah hiruk pikuk akhirnya aku mengajak Tomi agar ambil langkah cepat menuju kemana ini finishnya. Kami masuk jalan Kini Balu 1 dan langsung menyusuri pemakaman di Karabela. Baru tahu ternyata ini dong makam itu ya.

Tidak beberapa lama akhirnya arak-arakan Tabot juga sampai di lokasi. Kerukunan Tabot aku perhatikan menyiapkan beberapa item diantaranya ada air di dalam baskom (bukan di dalam kolam ya), jeruk, berbagi macam bunga, Kuningan berbentuk menyerupai jemari. Aku saking keponya berdiri tidak jauh dari Mbah Mbah ini yang lagi sibuk menyiapkan semuanya. Aku ga tahu apa sebenarnya yang dipersiapkan. Lalu ada keris yang dimasukkan ke dalam air baskom tadi. Selain itu aku tidak ingat. Lama banget kami di sana sampai akhirnya aku dan Tomi cabut pulang dan cukup deh aku sekali ini saja untuk mengetahui acara dan ritual Tabot yang dulunya cuma aku dengar saja dari banyak orang.

Dihadiri Presiden RI Ir Joko Widodo

Sekarang tahun 2023, sekitar 24 tahun yang lalu. Beda dahulu beda juga sekarang. Aku juga mempelajari budaya Tabot dari sekolah sejak SMP. Sebagai anak pribumi sudah wajib banyak tahu mengenai Tabot yang dari tahun ke tahun selalu didambakan masyarakat Bengkulu. Tahun ini lebih istimewa karena penyelenggaraan Tabot di awal dihadiri langsung oleh Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo.


Selain itu juga Festival Tabot 2023 resmi dibuka Gubernur Bengkulu Bapak Rohidin Mersyah. Acara Mengingat tahun ini tampak istimewa karena masuk event ini termasuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Pasar Rakyat dan Telong-telong

Menjadi sebuah magnet bagi masyarakat Bengkulu dan sekitarnya adalah dengan adanya pasar malam dan hiburan masyarakat sejak tanggal 1 Muharram hingga 10 Muharram nanti sebelum Tabot terbuang (Pembuangan Tabot). Terlihat Pak De juga dengan senang hati membeli dagangan milik warga di pasar malam perhelatan Tabot.

Telong-telong juga menghiasi malam-malam di beberapa sudut Kota Bengkulu. Mereka menghibur masyarakat dengan memainkan boneka besar menyerupai bentuk tertentu seperti serangga raksasa dll. Kegiatan ini juga  menjadi ajang latihan untuk pameran saat penutupan Tabot nantinya.




Urutan Pelaksanaan Perayaan Tabot
1. Mengambil tanah atau mengambil tanah yang dinilai magis.
2. Duduk penja, dilakukan dengan mencuci jari-jari dari kuningan yang dinamakan penja.
3. Merandai, dilakukan dengan mengambil dana di masyarakat.
4. Menjara, dilakukan dengan mendatangi kelompok yang lain guna mengadakan pertandingan dol (semacam bedug).
5. Arak penja, dilakukan dengan meletakkan penja ke dalam tabut yang kemudian diarak di jalanan.
6. Mengarak penja dengan menambahkan sorban berwarna putih. Sorban ini ditaruh di tabot yang ukurannya kecil.
7. Gam, dilakukan dengan cara tidak melakukan apapun sebab tahapan ini maknanya adalah berkabung dengan tenang.
8. Arak Gendang, dilakukan dengan melepaskan Tabot Besanding (dilaksanakan 9 Muharram).
9.Tabot Tebuang, dilaksanakan 10 Muharram yang merupakan tahapan paling akhir.

Berikut adalah ini informasi rangakaian acara Tabot tahun 2023 (sumber: Bengkulu Info Instagram)


Sekarang sudah Muharram ke berapa ya? Kamu punya rencana ke event Tabot tahun ini? Jangan lupa tanggal 10 Muharram ada puasa Asyura ya guys. Tulisan ini dalam rangka #NulisSerempak bersama Blogger Bengkulu

17 comments:

  1. Serem2 penasaran ikuti acaranya, di sumut gk ada arak2an begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya saya cuma denger kak dari cerita-cerita terus pas menyaksikan sendiri yaa udah setiap tahunnya ya begitu ya, Budaya Bengkulu

      Delete
  2. Wah... tahun ini aku ketinggalan festival tabot karena gak pulang ke kota. Pasti makin seru ya festival tabot tahun ini karena dihadiri Pak Presiden

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Pak Jokowi lho kak kemarin seru banget pokoknya masyarakat kota kaya kena magnet besar, tapi aku masih asik di rumah sih hihi

      Delete
  3. seru nian pasti liat prosesi tabut nyo yo kak. kalo aku cuman liat festival samo keliling cari makanan tulah selamo ini wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget asli kan detail dari jalanan sampe ke finising hehe

      Delete
  4. Ya ampun pikiran saya kok tobot.. robot mobil itu haha.. ternyata ini budaya di bengkulu.. belum ada rencana ke bengkulu soalnya jauh bangetttt hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe bukan kakak bukan tobot hehe kalau kakak di Jakarta bakal seru seruan ini kaya di PRJ tapi kalau di Malang kaya acara dimana ya? yang pasti beda kaya di Jatim PART 1 2 3 hehe

      Delete
  5. Aku juga punya cerita yang sama setiap tahun.. setiap tabot tebuang pasti lagi puaso, dulu SD Muhammdiyah belkanh Unihaz...jadiiiii sepnjang dri unihaz sampai praptooooo sebnarnyo panas.. selero essss tpi lagi puasoooo...tpi dulu kuek² aj dak mecah.. kiniiii biala dak ush nntkn krno puaso.. hahahaba

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama kita kak, nah itu seru banget ya ga, secara ini cerita 24 tahun silam Padang Jati dan Tanah Patah masih satu-satunya jalan paling diminati karena banyak pohon bikin sejuk hehe

      Delete
  6. Udah tau kak, tapi makin kesini makin nggak keurus nih festival. moga kedepannya bisa diatur kayak pekan raya lainnya biar kita yang hadir terhibur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, kamin kesini bisa ga dibikin kaya Pekan Raya Jakarta, kan bisa banget itu ya ga?

      Delete
  7. Melihat koment dek Aang, bukannya makin kesini tampaknya festival tabot sudah mulai dimodifikasi pertunjukannya. Tambah meriah, apa lagi hingga mendatangkan artis dari Jakarta. Kira-kira, apa yang perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih terhibur ya?

    ReplyDelete
  8. Serunyaaa.. Tahun ini spesial karena ada Pakde Jokowi yang ikut menghadiri. Jadi Tabut makin terkenal dan masuk berita nasional juga. Bangga donkk🤩

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Asing banget sama festival tabot ini. Alhamdulillah ada artikel ini jadi nambah pengetahuan aku

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin87 juga YouTube Efri Deplin. Terima kasih semoga menginspirasi.

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib