USBN Hari Pertama 3 Mei 3018


USBN Hari Pertama

Bahasa Indonesia


Alhamdulillah Akhirnya hari pertama ujian tibalah jua. Tak terasa perjuangan selama enam tahun ini akan diuji dengan hari-hari yang menentukan dalam hitungan jam. Selayaknya memang untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi maka seseorang harus diuji ketangkasan dan kemampuan agar siap mencapai jenjang yang lebih tingggi lagi.

Hari ini aku sudah berada di sekolah sejak pukul 06.22 wib. Masih sangat pagi sekali. Belum lama aku menekan finger untuk kehadiran hari ini terlihat di lapangan sudah terparkir mobil biru kepala sekolah Ust Syaiful Bakrie, S.Pd.I. Aku kemudian menuju motorku yang masih terparkir di lapangan dan kuarahkan ke lokasi parkir dengan rapi. Disana sudah terparkir sebuah sepeda gunung milik ananda Kahfi bin Ahamd Kusen. Anak ini sering ke sekolah dengan sepada saja. Ia anak sulung dari tiga bersaudara. Cukup antusias menurutku di hari pertama ini beberapa siswa sudah hadir lebih awal dari biasanya.

Aku kemudian berlalu menuju masjid Qolbun Salim 1. Ada Ahmad Thoriq, Dafin, dan beberapa anak aulad lainnya. Ada juga Najiya si kacamata dari lokal A dengan beberapa teman banatnya duduk di sisi masjid bagian luar. Anak aulad juga demikian, ketika aku sampai di masjid mereka masih asyik ngobrol di sisi masjid dekat pintu. Kami semua bersalaman dan aku mengajak mereka masuk ke dalam. “Ada bau busuk ustad” ucap mereka kompak. Aku masuk saja dan shalat, berdoa dan bermunajat di pagi yang suci ini. Ini aroma karpet yang lembab. Aku langsung keluar dan mengarahkan anak-anak untuk masuk. Alhamdulillah mereka masuk dan shalat serta membaca Al-Quran.


Barisan aulad sedang almatsurat


Barisan anak banat sedang almatsurat


ananda Muhammad Mifzal Tanawali sedang shalat dhuha

Sekita pukul 06.30 anak-anak terlihat berdatangan dengan jumlah yang semakin banyak. Di tengah-tengah menunggu mereka hadir tiba-tiba datang bunda Hanif membawakan dua kotak peci nasional buat anak-anak aulad di lokal B. Mengingat mulai hari ini anak-anak menggunakan seragam peci nasional bagi aulad. Keren komite kelas 6B inisiatifnya luar biasa. Alhamdulillah hari ini semua anak aulad memakai peci nasional termasuk Hafiz Al-Farel Qistan yang diberi pinjam peci agar disiplin rapi hari ini.

Alhmdulillah Ust Dodi dari Asrama Yatim Al-Fida sudah berada di tengah-tengah anak-anak. Beliau memberikan suntikan semangat dengan doa-doa. YA Rabb.. kami sangat berharap anak-anak kami dibukakan pikiran yang sempurna diingatkan kembali pelajaran-pelajaran yang selama ini mereka terima dan pada akhirnya nanti mereka menjadi yang terbaik di propinsi Bengkulu, Aamiin. Pemandangan rukhani ini terus bergulir. Mulai dari membaca almatsurat secara bersama-sama hingga mengumpulkan infak terbaik. Infak hari ini terkumpul Rp.1.200.000,- dan langsung didonasikan ke Asrama Yatim Al-Fida Bengkulu.


Penyerahan donasi kepada Asrama Yatim Al-Fida 
oleh ananda Ikhwan kepada Ust Dodi

Banyak pemandangan ruhani pagi ini yang aku jumpai. Selain peci, ada seorang anak namanya Prayata Rifan menggunakan seragam pramuka. Padahal teman-temannya menggunakan seragam merah putih. Sempat khawatir ia akan down. Tapi Alhamdulillah aku dan dia barusan tos sambil senyum optimis berdua sebelum masuk kelas. Teman-temannya juga tidak ada yang membully. Luar biasa kalian hebat semua teman.


Berbaris di depan ruangan

Aku masih mengawasi kelompok ruang 6 dan 7. Ananda Al-Zahra sudah ada di barisan depan memandu teman-temannya. Begitu juga dengan Abid dengan semangat mengajak teman-teman di ruang 7 untuk bersiap masuk ruangan.

Aku masih melihat Faisar di masjid, katanya mencari sandal. Coba bayangkan semua teman-temannya siap masuk kelas dan berbaris rapi. Dia masih saja hilir mudik mencari sanda. “Abang Faisar mencari apa lagi?” tanyaku. “Ini ustad cari sandal kami” jawabnya. “Sudah tidak perlu dicari, sekarang pakai saja sepatu dan cepat ke kelas berbaris rapi” balasku cepat. Faisar kemudian mencium tanganku dan berlalu ke ruang 1.

Mereka semua masuk ruangan, mengisi Lembar Jawaban Komputre dengan biodata mereka. Waktu mngerjakan soalpun akan segera dimulai. Akupun kembali ke masjid Qolun Salim. Tanpa diduga dari kejauhan aku melihat bundanya Jaka Ghazy sedang dhuda dan dilanjutkan tilawah di dalam masjid. Subhanallah begitu besar perhatian beliau kepada ananda Gahzy. Pagi ini Ghazy memang terlihat kurang fit karena muntaber. Namun ananda tetap sekolah mengingat ini adalah waktunya ujian. Semoga support semangat ayah bunda menjadi penyebab keberhasilan ananda semua Aamiin.


Bunda Jaka Ghazy 

Subhanallah kalian semua anak-anak kami sekarang di umur 12 tahun yang penuh dengan talenta unik. Semoga Allah memudahkan menjadi sesuatu yang kalian inginkan di 10 atau 15 tahun yang akan datang Aamiin.

USBN 2018

JUJUR dan BERPRESTASI

Bengkulu, 3 Mei 2018.


Comments