Skip to main content

Komitmen Menikah Kader Dakwah

Komitmen Menikah Kader Dakwah

Pas jomblo, aktif dakwah. Pas nikah, raib musnah.

Ini drama di mana-mana.

Anehnya, polanya selalu sama. Pas ta'aruf terutama. Bahwa mereka selalu bilang: rumah tangga nanti untuk dakwah juga. Karenanya, tidak ada ceritanya dakwah kendor setelah nikah.

Itu komitmen bersama. Ikhwan dan akhawat. Suami dan istri.

Tapi, lidah memang tak bertulang. Sebelum nikah, bilang ini-itu super gampang. Karena belum mengalami mahligai pernikahan.

Setelah nikah, barulah ketemu temboknya. Gemboknya. Seribu satu alasan kenapa dakwah kayaknya sah-sah saja kendor.

Masa awal nikah, dunia serasa milik berdua. Miliaran yang lain ngontrak. Di sini, jiwa berjumpa sikon yang tidak sama saat masih sendiri. Menemukan kenyamanan baru. Hidup terasa lebih enak. Lebih segar.

Lalu, katakanlah istri hamil. Mulai sibuk memenuhi segala kebutuhan dan persiapan lahiran. Pergi ke dokter. Beli makanan. Bantu-bantu ngurus rumah. Siap-siap jadi tukang pijit karena doi bakal sering pegel-pegel. Atau jadi perawat yang rutin nganterin vitamin buat diminum tiap hari.

Lahiran bayi, makin sibuk lagi. Ngurus KK, administrasi, beli popok, baju, celana. Beli popok kain. Ke dokter kalau debay sakit.

Semuanya diurus sambil cari nafkah. Pergi pagi, pulang petang.

Coba, mau ngurus dakwahnya di mana?

Masuk akal kan, kenapa banyak yang The End album dakwahnya.

Bukan cuma ikhwannya, akhawatnya juga. Malah ini yang paling sering musnah dari lapangan. Alasannya ya ngurus bayi kecil. Bayi gede. Cucian nggak ada habisnya. Jemur tiada hentinya. Nyapu, ngepel, sampai rumahnya tipis.

Ke mana itu omongan sebelum nikah? Nguap. Nggak tahu ke mana.

Lalu gimana dong?

Ini pergulatan hidup masing-masing. Tapi garisbawahi: semua ucapan akan menemui masa-masa pembuktiannya.

Kalau dulu pernah komitmen tetap ngurus dakwah, ya buktikan.

Jangan ngomong doang.

Tahu kok, rumah tangga itu sibuk. Tahu banget. Tapi kalau sudah komitmen, ya lakukan. Dengan segala cara. Bikin prioritas. Bikin standar minimal. Masak iya nggak kepegang tuh, urusan dakwah sekali seminggu?

Yang akhawat, suaminya jangan dibekep aja dalam rumah. Suruh ke luar. Dunia dakwah butuh tenaga dan pikirannya. Buat apa laki-laki itu ditarbiyah bertahun-tahun, tapi ending-nya malah cuma di rumah dan jalan-jalan pas weekend?

Yang ikhwan, itu istrinya di-upgrade. Suruh ikut kajian keilmuan. Suruh megang ngaji, walau di rumah. Suruh ikut acara sosial atau bantu-bantu kegiatan dakwah. Dia itu madrasatul uula. Sekolah pertama anak-anak kita. Bakal mentok pikirannya kalau cuma ketemu urusan bersih-bersih setiap hari.

Masuk hamil kedua, istri saya malah dapat tawaran ngajar. Sabtu buat anak-anak. Minggu untuk muslimah muda.

"Diambil nggak, A?" tanya istri.

"Ambil." Jawab saya. Tanpa pikir panjang.

Tiap pekan, ada waktu di mana istri juga merelakan saya pergi. Ngurus sesuatu.

Ini bagian dari melatih jiwa kami.

Agar tetap komitmen dengan janji sebelum nikah.

Bahwa rumah tangga kami buat dakwah.

Bukan buat diri sendiri saja.

---
@asamulchias

Comments

Popular posts from this blog

Isi DasaDarma

PRAMUKA SATYA KU DARMAKAN DARMA KU BAKTIKAN Hapal dan mengerti Isi Dasa Darma dan Tri Satya. 1. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang, sekurang-kurangnya 6 kali latihan     berturut-turut.  Keterangan: : a. Latihan Pramuka itu berguna untuk melatih diri agar dapat hidup bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat dan negara. Oleh karena itu, latihan Pramuka adalah untuk kepentingan dirimu sendiri bukan untuk orang lain. b. Rajin mengikuti latihan artinya tidak pernah absen, selalu datang pada hari dan jam yang telah ditentukan bersama. Nyatakanlah kehadiranmu itu dengan mengisi daftar hadir/absensi regu. c. Giat mengikuti latihan berarti setiap datang pada latihan Pramuka di Pasukan Penggalang selalu aktif. Yang dimaksud aktif dalam latihan yaitu selalu berusaha melatih dirinya sendiri bersama-sama teman lain akan kekurangan-kekurangan dirinya. d. Enam kali berturut-turut, berarti tidak pernah tidak datang dengan alasan sakit, ijin, dan sebaga

SILSILAH 25 NABI

SILSILAH 25 NABI Silsilah Nabi / Rasul Sumber : Silsilah Nabi dan Rasul SILSILAH 25 NABI Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah pesan di group WhatsApp. Berikut semoga bermanfaat dan berkah Aamiin. 1. ADAM AS. Nama: Adam As. Usia: 930 tahun. Periode sejarah: 5872-4942 SM. Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab. Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan. Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali. . 2. IDRIS AS. Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. Usia: 345 tahun di bumi. Periode sejarah: 4533-4188 SM. Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis). Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali. . 3. NUH AS. Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qi

Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19

Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19 Saya bersama anak-anak Aulad Hari ini adalah hari Sabtu. Hari yang dinanti-nantikan bagi siswa saya ketika belajar tatap muka berlangsung. Mengapa? pasalnya adalah kalau tidak libur maka akan ada out door study atau kita akan melaksanakan POMG. Iya besok pembagian raport dan POMG. Pembagian Raport 😊. Kelas 4 Abdullah bin Umar  di Hutan Mangrove Apa itu POMG? POMG adalah Pertemuan Orangtua Murid dan Guru. Saat pembagian raport SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu sejak lama menggaungkan budaya literasi tatap muka dengan beberapa istilah yang menarik seperti ini. Pembagian Raport dan POMG setidaknya kami laksanakan dua kali dalam satu semester. Pertama pada saat tengah semester dan yang kedua adalah di akhir semester. Biasanya pertemuan berlangsung dengan tatap muka di Masjid Qolbun Salim 1 atau Qolbun Salim 2 dan kembali berkumpul di kelas masing-masing. Baca Juga: Wisata yang Layak Dikunjungi di Bengkulu Namun ada perbe