Sunday, 3 July 2016

Puisi Untuk Guru

Dimanakah Engkau kini?
Oleh : Efri Deplin

Di sini tak ada lagi pohon beringin tinggi
Di sini tak ada lagi lapangan hijau berbuah rumput di kaus kaki
Di sini tak ada lagi sesejuk sehangat riuh nakal tangan kecik tak berdosa
Di sini tak ada lagi riuh redam sorak gemuruh jika Guru telat tiba

Tapi..
Masih itu muncul bagai klise
Satu persatu terpapar indah penuh kenangan
Darahku mendidih menahan seduh sedan mengharu biru
Sembab mataku bersyukur padamu Tuhan
Terima kasih Guru Engkau telah mencubitku..
Memaksaku angkat satu kaki tangan di kupingku..
Ah itu indah guru, bernilai seni tinggi
Uji nyali bak angkatan bersenjata RI

Tak ada lagi penggaris kayu menempel di kukuku.. aku rindu Guru..
Berdiri di depan kelas hanya cerita inspirasi
Membalas diri untuk berbudi bukan terpaksan
Mempertahankan eksistensi diri
Ketika kresek hitam dipenuhi aroma kuini..
Ah Guru.. Semua itu sungguh indah
Semuanya tak kan aku lupakan demi jiwaku yang ada di Tangan-Nya..
Engkau patut mendapat tempat di SurgaNya terbaik

Tak ada lagi catatan kecil di kertas lusu
Tak ada lagi lari lapangan satu keliling
Aku merindukan itu Guru..
Ingatan itu bagai film berputar diulang-ulang
Tapi itu tak ada lagi..
Sekali lagi diri ini jalan jongkok lima langkah sebagai bagian sarapan pagi..
Guru aku rindu jalan jongkok itu
Ketika dirimu mengawasiku di ujung waktu, atas kelalaianku..

Biasalah..
Angka sebelas jelas turun naik waktu itu..
Masih bocah lagi..
Pun ketika diri ini merasa tinggi..
Kau pun tetap dengan kiasan cinta disiplin tinggi..
Tapi namanya saja aku.. bocah tak tahu diri,, merasa tinggi!

Belaian mesra jemari lincahmu di kulit tipisku
Ungkapan sayang di rambutku yang membuat mataku terpicing menyipit
Atau ketika otot kaki kiriku mengeras menahan beban tubuh
Semua menjadi bagian indah akan cinta sayangMu
Yang menjemput uluran tangan orang tuaku untuk mendidikku..

Tak kan ku lupa tanda kasih di lenganku..
Tak kan ku lupa strap diri di depan kelas dihadapan temanku..
Tak kan ku lupa jalan jongkok keliling lapangan berlari penuh keringat ala TNI..

Tapi aku tak lupa bukan untuk menjemputMu ke jeruji besi
Tapi aku tak lupa bukan untuk mengadilimu sepihak Guru..

Aku tak kan lupa..
Tapi diri ini lemah..
Ingin menemui satu-persatu
Hanya ingin berucap "Terima kasih Guruku"
Dimanakah Engkau kini?
Dimana?
Tuhan..
Bahagiankanlah mereka di Sisimu Kelak
Aku tak menuntut satu apapun dari dirinya..

Yang kupinta Bahagiakanlah mereka yang telah mengenalkanku dunia dan mengenal
Dirimu Tuhan..

Dimanakah Engkau kini?
Dimana?
Aku hanya ingin berucap "Terima Kasih Guruku"
"Terima Kasih cubitanmu.."

Bumi Sakinah, 28 Ramadhan 1437 H.

No comments:

Post a comment

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin87 juga YouTube Efri Deplin. Terima kasih semoga menginspirasi.

Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng

Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini. Benar saja kami dari tadi s...