Pembelajaran Setelah Ramadhan: Menjaga Momentum Perubahan
Tausyah dari Ustad Oki Saputra, S.Pd.I
Setelah Ramadhan, kita harus terus menjaga momentum perubahan yang
telah kita capai selama bulan puasa. Seperti ular yang telah meninggalkan
kulitnya, kita harus terus meninggalkan kebiasaan buruk dan menjadi lebih baik.
Seperti ulat yang telah berubah menjadi kupu-kupu, kita harus terus
mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas hidup.
Pembelajaran
setelah Ramadhan adalah tentang bagaimana kita dapat terus meningkatkan
kesadaran diri, kesabaran, dan kualitas hidup. Kita harus terus menjaga shalat,
membaca Al-Qur'an, dan berdzikir seperti yang kita lakukan selama Ramadhan.
Kita juga harus terus berbuat baik dan membantu orang lain, serta menjaga
hubungan dengan keluarga dan teman-teman.
Dalam
Surah Al-Baqarah ayat 185, Allah berfirman, "Bulan Ramadhan adalah bulan
yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat ia
berdiam) pada bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam
perjalanan (lalu berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." Ayat ini menunjukkan bahwa
Ramadhan adalah bulan yang istimewa, dan kita harus terus menjaga momentum
perubahan yang telah kita capai.
Dalam
kesimpulan, pembelajaran setelah Ramadhan adalah tentang bagaimana kita dapat
terus meningkatkan kesadaran diri, kesabaran, dan kualitas hidup. Mari kita
terus menjaga momentum perubahan yang telah kita capai, dan menjadi lebih baik
seperti ular yang meninggalkan kulitnya, serta sabar dan tekun seperti ulat
yang berubah menjadi kupu-kupu.
Persiapan TKA
Suasana
penuh kehangatan menyelimuti Masjid
Qolbun Salim 1 saat seluruh siswa kelas 6 Paralel SDIT Iqra' 1 Kota
Bengkulu berkumpul kembali untuk mengawali hari pertama sekolah pasca libur
Idulfitri. Pertemuan perdana ini dibuka dengan lantunan doa dan tausiyah
singkat yang menyejukkan di dalam rumah ibadah tersebut, mengingatkan seluruh
siswa dan guru akan pentingnya menjaga semangat ibadah yang telah dipupuk
selama bulan Ramadan ke dalam rutinitas belajar sehari-hari. Momen ini menjadi
pijakan awal yang khidmat untuk membersihkan niat di lingkungan masjid yang
tenang sebelum memasuki fase akhir perjuangan di jenjang sekolah dasar.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan
sesi motivasi TKA yang disampaikan secara energetik oleh Ustadzah Yuisah di
tengah-tengah para siswa. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa
keberhasilan akademik harus dibarengi dengan keteguhan mental dan karakter yang
kuat, terutama bagi siswa kelas 6 yang sedang menghadapi masa-masa krusial
menjelang kelulusan. Motivasi ini berhasil membangkitkan kembali rasa percaya
diri siswa, sekaligus memberikan perspektif baru tentang pentingnya disiplin
dan kerja keras dalam meraih cita-cita tanpa melupakan nilai-nilai keislaman
yang menjadi landasan utama pendidikan mereka.
Acara diakhiri dengan prosesi
halalbihalal yang penuh haru melalui tradisi salam-salaman yang memenuhi ruang
Masjid Qolbun Salim 1. Lingkaran persaudaraan yang terbentuk antara siswa dan
para guru menjadi simbol gugurnya khilaf dan salah, sekaligus mempererat tali
silaturahmi yang sempat terjeda oleh masa liburan. Dengan hati yang lapang dan
semangat yang telah diperbarui melalui motivasi Ustadzah Yuisah, keluarga besar
kelas 6 Paralel SDIT Iqra' 1 kini siap melangkah bersama menghadapi tantangan
pendidikan dengan kekompakan dan optimisme tinggi.
Selesai Puasa Syawal
1. Muhammad Zufar
Rutin dan Konsisten Amalan Ramadan
1. Muhammad Diego
![]() |














No comments:
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin Tiktok @EfriDeplin juga YouTube Efri Deplin dan MrDeplinChannel. Terima kasih semoga menginspirasi.