Wednesday, 26 December 2018

Susunan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018 - 2023

Susunan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Masa Bakti 2018 - 2023


Selamat Mengemban Amanah Kakak Semua


TAHNIAH wa Baarakallahu Fikum Jaamiian

Pengurus Kwarnas Masa Bakti 2018-2023

Poliklinik Thallasemia RSUD M.Yunus Bengkulu Ramai Tranfusi di Akhir Desember 2018

Bismillahi..
Hari ini rabu 26 des 2018 bisa dibilang puncaknya tranfusi sejak hampir sepekan yang lalu kegiatan tranfusi ditiadakan. Mengapa demikian? karena dengan adanya kebijakan baru sistem tranfusi di RSUD M Yunus yakni hari senin, selasa dan rabu saja. Selain hari itu tidak diperkenankan untuk mendaftar ke poliklinik thallasemia. Selain itu juga karena adanya beberapa hari libur sehingga baru dibuka kembali pendaftaran di poliklinik thallasemia hari rabu tanggal 26 des 2018.

Kami tiba lebih awal, nomor antrean yang didapat adalah nomor 2 dan 3. Seperti biasa Abdullah dan Tsamara mengukur berat badan dan segera ke laboratorium untuk chek tingkat hemoglobin dalam darah mereka. Babak pertama akan segera dimulai. Perundingan akan dilakukan semaksimal mungkin agar sample darah dapat diambil dengan mudah tanpa tangisan.

Mungkin hari ini tingkat bapernya lebih tinggi. Jika Abdullah dapat diambil darahnya dengan sekali tusuk, Tsamara hingga dua kali baru berhasil. Pun ketika memasang infus, Abdullah cukup tenang sehingga mudah memasangkan infusnya. Lagi-lagi Tsamara hingga dua kali proses. Kasian sih Tsamara, tapi mau bagaimana lagi.

Ruangan Penuh
Ini media silaturahim bagi pasien dan keluarga pasien thallasemia. Moment berkumpul seperti ini menambah semangat bahwa banyak saudara-saudara kita yang perlu untuk saling mensupport, saling menguatkan itu sangat penting.

ada sekitar 15 pasien yang melakukan tranfusi hari ini. Terdiri dari berbagai usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Alhamdulillah ruangan cukup sejuk dengan ditambahnya pendingin ruangan yang didapatkan dari usulan pengurus POPTI bu Eva dan bu Sri, Perawat dan dr.Lenny kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus Bengkulu. Alhamdulillah.. cukup membantu sekali AC nya bikin sejuk ruangan .

Jadi walaupun terkesan penuh di ruang poliklinik thallasemia seperti hari ini, ruangan tetap sejuk. Pasien dan keluarga yang mendampingi tetap aman dan nyaman.

Pendonor Tetap
Pasien thallasemia idealnya memiliki pendonor tetap. Jika belum terpenuhi tidak apa-apa namun harus banyak berkoordinasi dengan PMI dan Popti. PMI sebagai wadah penampungan kantong darah dan Popti sebagai penghubung bagi pasien dan keluarga pasien untuk pemenuhan kebutuhan darah.

Bagi keluarga yang memiliki pendonor tetap pastikan bahwa pendonor mendapatkan informasi yang akurat mengenai waktu atau jadwal mendonorkan darahnya. Kemudian jika darah sudah selesai di donorkan maka pastikan juga kantong darah tersebut agar segera diantarkan ke BANK darah agar lebih aman pada saat akan digunakan.

Semoga kesehatan para pendonor tetap terjaga dengan baik. Sehingga pemenuhan darah bagi pasien thallasemia dapat terpenuhi dengan baik juga Aamiin. Mereka adalah pahlawan dunia nyata bagi para thaller sedunia, bangganya.

Semoga Allah SWT menguatkan dan menautkan hati-hati kita dan memberikan kebaikan yang banyak atas setiap kehendakNya Aamiin

Tetap Semangat dan kompak ya anak-anak dan adik-adik thaller Bengkulu, ♡♡

Ingin Menjadi pendonor tetap sahabat thallasemia?
Hubungi Popti Bengkulu bu Eva 085268960778  dan Karunia Cahyati. S. Ked. 08226843309 (Farum Sahabat Thallasemia Bengkulu)

Kebetulan saya ayah dari Abdullah dan Tsamara, mau menjadi sahabat dan pendonor tetap ananda  M. Abdullah dan Tsamara?
M. Abdullah golongan darah O
Tsamara golongan darah B
Hubungi WA/Tele di 0895326418115
Terima Kasih 

Saturday, 22 December 2018

Mencari Dosa Anies

Mencari Dosa Anies

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Apa dosamu Anies? Itulah pertanyaan publik yang tak berhenti hingga hari ini. Kamera TV diawasi agar wajah Anies tak muncul. Demonstrasi dikirim setiap hari di Balaikota. Media menghindar saat Anies menerima tiga katagori penghargaan dari KPK. 40 Marbot masjid diumrohkan Ahok, media gempar. Anies memberangkatkan 267 marbot, tak ada kabar beritanya. Mau bangun GOR untuk Persija di BMW, anggaran dihadang di DPRD.

Peristiwa dan drama ini adalah sebagian dari fakta yang bocor ke publik. Banyak peristiwa yang kabarnya hanya disimpan oleh Anies sendiri. Kenapa tidak dipublis? Anies seorang gubernur. Itu jabatan politik. Politisi mesti berani mengahadapi risiko politik. Anies seorang  pemimpin, Ibu Kota Jakarta lagi, pantang untuk mengeluh.

Sekali lagi, publik yang awam masih penasaran, apa dosamu Anies, sehingga harus menghadapi kekuatan-kekuatan yang terus menghambat untuk membangun prestasi Jakarta?

Dalam salah satu wawancara TV swasta, Jaya Suprana mengungkap bahwa dosa Anies terbesar adalah karena ia menjadi gubernur DKI. Seandainya di Pilgub DKI Anies kalah, nasibnya tak seperti sekarang. Jaya Suprana jujur. Ini sebuah ungkapan yang otentik. Tapi, ini baru salah satu dosa Anies. Ada dosa lainnya?

Reklamasi disegel. Alexis ditutup. Proyek-proyek raksasa yang telah direncanakan tak dapat ruang untuk dilanjutkan. Semua berhenti, karena kesempatan ijin tak ada. Ini tentu adalah ancaman. Anies adalah sumber ancaman bagi proses kapitalisasi Jakarta. Inilah dosa besar Anies kedua. Masih ada satu dosa lagi, dan ini lebih besar. Apa itu?

Publik memberi identitas bahwa Anies adalah Gubernur rasa Presiden. Dari cara bicara, bersikap dan jaga wibawa, terutama di hadapan para pemimpin internasional, Anies menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin kelas dunia. Sederhana cara mengukurnya. Bandingkan Anies dengan presiden yang ada. Akan kelihatan kelas Anies.

Yang dibutuhkan dari seorang pemimpin itu kerja, bukan bicara. Salah! Inilah yang selama ini meracuni pikiran rakyat. Kerja, kerja, kerja. Perlu diluruskan. Kerja itu penting. Bahkan sangat penting. Tapi bukan kerja yang asal kerja. Mesti kerja yang smart, terencana, dan terukur semua manfaat dan risikonya. Agar berhasil, kerja harus diawali dengan gagasan yang matang, konsep yang terukur, baru kerja bisa diwujudkan dengan baik. Soal ini, Anies telah membuktikannya. DP 0%, OK Oce dan transportasi terkoneksi adalah diantara hasil kerja yang terukur itu.

Bagi Anies, seorang pemimpin harus satu kata dan perbuatan. Menunaikan janji-janji politik yang terukur dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Jelas keberpihakannya kepada rakyat yang layak mendapatkan pembelaaan. Dan Anies secara bertahap telah mulai membuktikannya. Inilah yang mungkin disebut Anies sebagai kerja berbasis gagasan dan narasi.

Tak terlalu salah jika publik kemudian memberi julukan Anies sebagai Gubernur rasa Presiden. Julukan ini di satu sisi membanggakan bagi rakyat Indonesia. Jakarta sebagai ibu kota dan estalase Indonesia dipimpin oleh seorang gubernur sekelas presiden. Tapi disisi lain, secara politis, akan menjadi ancaman bagi pihak yang merasa terancam. Gubernur rasa Presiden adalah strata sosial-politik yang melahirkan persepsi adanya dua matahari kembar di negeri ini. Inilah yang jadi salah satu sumber kerisauan, sehingga terjadi berbagai tragedi yang seharusnya tak perlu terjadi.

Anies adalah pemimpin potensial untuk Indonesia kedepan. Pohonnya terus tumbuh dan membesar. Akarnya makin kuat. Buahnya sudah mulai bisa dinikmati di negeri ini. Ada pihak yang tak ingin pohon itu terus berbuah. Mereka ingin memotong pohon itu. Caranya? Pertama, Jauhkan Anies dari media. Tekan sebisanya agar popularitas dan hasil kerja Anies tak tampak di mata publik. Sebaliknya, viralkan info yang berpotensi men-down grade nama Anies. Lakukan terus menerus _negatif dan black campign._ Kedua, hambat prestasinya. Ganjal usulan program dan anggaran Anies di DPRD. Ketiga, cari terus kesalahan dan dosanya.

Jika saat ini ada yang melaporkan _salam dua jari_ Anies ke Bawaslu, itu tak terlalu mengagetkan. Sebelumnya, Anies juga pernah dilaporkan soal "pribumi". Publik punya persepsi bahwa itu adalah bagian dari proses pencarian dosa Anies dan _negatif campign._

Kenapa pelapor tidak melaporkan sejumlah kepala daerah yang memberi dukungan secara vulgar kepada petahana? Kenapa juga tak melaporkan salah seorang bupati di Jawa Barat yang mengajak camat, lurah, RW dan RT untuk mengkampanyekan Paslon tertentu? Sekali lagi, karena mereka bukan ancaman. Sementara Anies? Dosanya dibutuhkan agar Gubernur rasa Presiden ini tidak lagi merisaukan pihak istana.

Jakarta, 19/12/2019

Friday, 21 December 2018

Mendeteksi Potensi Kecerdasan Anak Melalui Rapor Sekolah

MENDETEKSI POTENSI KECERDASAN ANAK MELALUI RAPOR SEKOLAH
-Tips bagi orangtua cara membaca Raport sekolah-
✏✏✏✏✏✏✏✏Pertengahan bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri  kita.
Saya ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini, dan ijinkan saya berbagi tips buat bapak ibu semua.

tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun jika perspektifnya sama, alhamdulillah.

Yg utama semoga  bermanfaat untuk kita semua.

Raport adalah *Progress Report Pembelajaran* laporan perkembangan ananda selama satu semester dalam menempuh  seperangkat materi pelajaran dan *BUKAN hasil akhir*

Oleh karenanya saat menerima raport  lakukan hal2  berikut :

1.  *Tutup raport* terlebih dulu !. Tanyakan kpd ananda Pelajaran apa yg ia sukai dan siapakah guru yg ia sukai.

Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport.

Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya untuk memperoleh nilai2 belajar.

2. *Buka raport.* Fokus kepada nilai TERTINGGI yg ada di raport.

Coba cek adakah signifikansi dg pelajaran yg diminati anak dan guru nya yg dia sukai.

Sekali lagi
*FOKUS lah kepada NILAI TERTINGGI* karena disitulah  *KELEBIHAN* ananda. Itulah Anugerah terindah  dari Tuhan Alloh yg diberikan. Terima dan  Syukuri !

Berikan senyuman dan ucapan dg kalimat yg berisi pujian,  apresiasi dan penghargaan dg tulus kpd ananda atas prestasinya.

3. *Perhatikan nilai nilai yg tertinggi dan nilai nilai pelajaran yg rendah.*

Perhatikan pembagian secara sederhana untuk memudahkan memetakan Oka (otak kanan) dan Oki (otak kiri)

kelompok pelajaran *otak kiri* (matematika, IPA/sains, fisika, kimia, biologi, teknik dll) 

*Otak Kanan* ( bahasa, seni,IPS,

Jika Ananda dominannya di Oki maka arahkan nantinya ke jurusan sesuai bidang Otak kiri. Demikian sebaliknya.

Raport Ini juga bermanfaat u deteksi kecerdasan sekaligus  penjurusan !!!

Jangan sekali kali memaksakan   anak yg dominan di pelajaran otak kanan, misalnya,  untuk kuliah / sekolah menengah di jurusan golongan otak kiri semisal  Matematika, IPA ,   kedokteran, teknik dll .

Selain kasihan kepada anak, karena menjadi beban, juga kecerdasan anak memang bukan disitu,akhirnya  hasilnya/prestasiny menjadi kurang  maksimal.

4. *Tanyakan kepada ananda, nilai pelajaran apa yg rendah, mengapa bisa terjadi  dan bagaimana solusinya untuk selanjutnya !*

Ini sekaligus berguna bagi penguatan fondasi jiwa dan mental anak.

Melatih anak agar  ia menerima diri apa adanya. Memaafkan diri dan ikhlas atas kekurangan kita sbg hamba Alloh yg lemah, kurang,  sehingga memotivasi diri untuk memperbaiki.

Kecerdasan spiritual (SQ) dan keimanan yg kokoh dibangun dg melihat diri bahwa manusia memiliki sekian banyak KELEBIHAN sekaligus KELEMAHANNYA...!

Maka latihlah ananda untuk belajar menerima diri  apa adanya.

5. *Jangan sekali kali MEMBANDING BANDINGKAN dg anak lain!* Karena anak anda adalah unik, berbeda dan HANYA SATU DI DUNIA tidak ada duanya.

Alloh sdh memberi Fitroh terbaik !
bakat, minat, kecerdasan, modalitas belajar dan potensi yg khas yg berbeda dg anak lain.

So Jangan dibandingkan !!! Karena putra putri Anda Tidak ada bandinganya.

Tulisan dari sahabat berikut ini  juga layak untuk  diperhatikan :

1. BERHENTILAH anda memamerkan ranking puta-putri anda!

Yang TERPENTING dari Pendidikan itu BUKAN ranking.

Hakekat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak anda:
• mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuan
• bisa berpikir logis
• tahu nilai-2 benar & salah
• mampu mengembangkan bakatnya, dan
• punya semangat juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin & konsisten.

2. BERHENTILAH anda menjadikan ranking putra-putri sebagai kunci dari keberhasilan !
Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita, dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya TIDAK !!

• Saat anak anda mencintai membaca maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk.

• Saat anak anda bisa bepikir logis maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya.

• Saat anak anda tahu mana nilai yang benar dan mana yang salah maka mereka akan punya integritas

• Saat mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya maka mereka akan mampu menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaik

• Saat anak anda punya semangat juang maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup.
Dan ini semua tidak bisa diranking.

Jika anda fokus pada ranking maka anda akan kehilangan nilai-nilai yang hakiki dalam pendidikan.

Kalau anda harus kompromi dengan sistem pendidikan sekolah maka “kompromi” anda adalah, usahakan anak anda SELALU naik kelas dan bergairah menjalani aktivitas sekolahnya.

Terakhir,
Maknai nilai raport anak anda *HANYA* sebagai *SALAH SATU* indikator untuk tahu mana titik lemahnya, mana titik unggul ...

Semoga dg raportan yg bapak ibu terima, semakin memotivasi untuk tumbuh kembangnya potensi dan kecerdasan serta bakat minat ananda !

Raportan bukan Raport Amal Baik dan Buruk Hari Akhir, bukan!!!

Buku Raport ananda bukan catatan amal baik dan buruk hari akhir nanti, yg  tidak bisa diperbaiki.

Raport bukan hasil akhir, ia  adalah catatan hasil belajar ananda yg masih bisa dievaluasi dan  diperbaiki !

Semoga Alloh menganugerahkan kesolehan dan berkenan  mencerdaskan anak kita semua, yg mana kecerdasannya itu dijaga oleh Nya
Aamiin

*Semoga bermanfaat*😊

Tulisan ini bersumber dari pesan WhatsApp Grup Guru SD, menurut saya menarik jadi saya bagikan melalui blog pribadi saya sekaligus menyimpannya jika sewaktu-waktu dugunakan untuk referensi bacaan. Dicopy hari Jumat 21 Des 2018 pukul 06.40 wib.

Thursday, 20 December 2018

Anakku Rangking ke-23

Anakku ranking ke-23 ...

Di kelasnya ada 25 orang murid,setiap kenaikan kelas,anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua,kami merasa panggilan ini kurang enak didengar,namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar,kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter,pilot,arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan. Tapi anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya.

Didesak orang banyak,akhirnya dia menjawab ,,,
"Saat aku dewasa,cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK,memandu anak-anak menyanyi,menari lalu bermain-main".

Demi menunjukkan kesopanan,semua orang tetap memberikan pujian,kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua.
Dia pun menjawab ,,,
"Saya ingin menjadi seorang ibu,mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur,kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang."

Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Nampak raut muka isteriku pun terlihat canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah,isteriku mengeluhkan ke padaku,apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya
menjadi seorang guru TK?

Anak kami sangat penurut,dia tidak lagi membaca komik,tidak lagi membuat origami,tidak lagi banyak
bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan,dia ikut les belajar sambung menyambung,buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan
lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak
tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini,namun kami sungguh tidak memahami akan nilai di
sekolahnya.

Pada suatu minggu,teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa,ada anak yang bernyanyi,ada juga yang memperagakan kebolehannya.
Anak kami tidak punya keahlian khusus,hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira. Dia seringkali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan,merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring,mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan,ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami,satunya si jenius matematika,satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya,juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka,namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang,jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti,dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus,setiap orang
mendapatkan guntingan kertas berbentuk hewan masing-masing,dan mereka terlihat begitu gembira.

Selepas ujian semester,aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan. Dalam soal itu tertera: SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI DAN APA ALASANNYA?
Dan jawaban dari semua teman sekelasnya sama,tak ada satu pun yang beda. Mereka serentak menuliskan nama anakku.

Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang,selalu memberi semangat,selalu
menghibur,selalu enak diajak berteman,dan banyak lagi.

Si wali kelas memberi pujian ,,,
"Anak bapak ini kalau bertingkah laku terhadap orang,benar-benar nomor satu".

Tak berselang lama aku mencandai anakku dan berkata padanya ,,,
"Suatu saat kamu akan jadi pahlawan".

Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba-tiba menjawab ,,,
"Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah,ketika pahlawan lewat,harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan."

Dia lalu melanjutkan ,,,
"Ayah... Aku tidak mau jadi pahlawan. Aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan saja."

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin
menjadi seorang pahlawan,jadi orang-orang hebat,atau orang terkenal. Namun anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak 'terlihat'. Seperti akar sebuah tanaman,tidak terlihat,tapi dialah yang mengokohkan,dialah yang memberi makan dan dialah yang memelihara kehidupan yang lain.

~  ~  ~

Sahabatku,,,
Hidup itu bukan semata-mata untuk menunjukan siapa yang paling penting,siapa yang paling berperan,atau siapa yang paling hebat,tapi sederhana saja,siapa yang paling bermanfaat bagi yang lain ...

Copas

Silahkan merujuk ke
https://annasahmad.wordpress.com/2012/02/07/rangking-satu/
dan facebook Winardi Abu Faqih dicopy hari kamis 20 Desember 2018 pukul 20.30 wib

Tuesday, 18 December 2018

Pengumuman PemenangLomba Menulis Puisi dengan Tema "Kurikulum 2013"


Assalamualaikum. wr wb
Wah.. senantiasa semangat ustadz ustadzah berjibaku dengan raportnya. Saling mendoakan dikala sepi dan saat saudaramu tak mendengarkan, untuk selalu sehat dikuatkan jasadiyah dan fikriah, tentunya berkah Allah swt Aamiin
Alhamdulillah terima kasih kepada ustadz ustadzah atas partisipasinya dalam lomba menulis PUISI, Insya Allah pada waktunya akan diumumkan.
Semuanya bagus dan memiliki makna mendalam, tentunya itu semua lahir dari jiwa ikhlas ustad dan ustadzah yang luar biasa, ana pribadi sangat salut dan apresiasi tinggi dan kagum, membanggakan. Subhanallahu.
Baarakallahu kepada para pemenang,
kepada yang belum beruntung bukan berarti tidak menjadi yang terbaik, namun karena harus dipilih beberapa dari yang terbaik yang ada.
Allahu Akbar. 
Berikut Adalah Pengumumannya!
Pengumuman Pemenang
Lomba Menulis Puisi dengan Tema "Kurikulum 2013"
Pemenang 1. Utz Roli Gunita, S.Pd.I.
Pemenang 2. Utz Zosmi Hartati, S.Pd.I.
Pemenang 3. Ust Iim Hilman, S.Pd.I.
Pemenang Harapan 1. Ust Wahidin, S.Pd.I
Pemenang Harapan 2. Utz Jusmiati, S.Pd.
Pemenang Harapan 3. Utz Endang SWA, SE.
Bengkulu, 18 Desember 2018
Dewan Juri
Juri 1. Utz Yeni Trimuriana, S.Pd.
Juri 2. Ust Efri Deplin, S.Si, M.Pd.
Wassalamualaikum. wr wb

Thursday, 13 December 2018

8 Guru Yayasan Al Fida Berangkat Umroh

Bismillahi..
.
.
Baarakallahu kak Sayidina Hamzah, SE satu dari 8 peserta Umroh persembahan dari Yayasan Al Fida, Mabruroh kak titip doa terbaik buat kita semua, semoga kita semua juga dapat segera menyusul Haji dan Umroh Aamiin
Ada juga Ustadzah Nadia, S.Pd.SD. Ustadzah Isnaini, S.Pd.AUD. Ustadzah Sinar Nilawati, M.Pd. Ust Alamsyah, M.TPd. Ust Winarko, S.Pd. Ust Hamdani Nasution, S.Pd. dan Ust Dede Kusyana, S.Pd.

Alhamdulillah terima kasih #yayasanalfida #travelumroh
#hajidanumroh #haji #umroh #yayasanalfida
#ayolebihbaik

Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng

Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini. Benar saja kami dari tadi s...