Skip to main content

Kemana Hati Ini Diserahkan

KEMANA HATI INI DISERAHKAN ?

Pada musim pilpres yang lalu, pada mulanya saya mendukung Pak Jokowi, hanya lantaran saya menyaksikan Pak Jokowi hadir duduk lesehan di lapangan untuk nonton Opera van Java, di Solo. Kesan merakyat itu melekat dalam benak saya. Dan ketika, ada pilkada 2012, saya masih menjagokan paslon Jokowi - Ahok waktu saya saksikan debat di televisi.

Kemudian saya tidak begitu perhatian pada dunia politik.

Namun dalam perkembangannya, saya menjadi netral, dan kemudian benak saya malah bergerak untuk mendukung Pak Prabowo.

Ada kekecewaan saat saya tahu bahwa Pak Prabowo kalah pada pilpres saat itu.

Walaupun demikian, sebelum banyak orang tahu, tentang hasil di KPU, saya beruntung tahu duluan, dan saat itu pula saya memberikan ucapan selamat, kepada para pendukung Pak Jokowi.

Kepada pendukung Pak Prabowo, saya berusaha untuk memberikan hiburan walau hanya melalui status-status saya di FB.

Walau even pilpres lebih besar dari even pilkada DKI, namun menariknya saya tidak menyaksikan apa yang saya saksikan sekarang, yaitu banyak beredar video-video, teman2 pendukung Ahok, yang nampak mengalami strees, baik ringan maupun berat.

Apa mungkin karena saat itu, HP belum begitu canggih sehingga agak kesulitan untuk posting video.

Hanya ada satu hal yang ingin saya sampaikan, khusus untuk saya sendiri, mungkin juga teman2 yang lain, bahwa kami bukan pendukung fanatik setiap figur, baik Pak Prabowo maupun Pak Anies.

Walaupun mungkin para pendukung kedua tokoh itu cukup bahkan sangat militan.

Artinya bisa saja dukungan kami berubah kepada tokoh lain, ketika tokoh lain tersebut mencerminkan idealisme yang tersimpan di benak kami.

Saya misalnya, tertarik pada tokoh Tuan Guru Bajang, setelah menyaksikan beberapa videonya, dan ada kemungkinan akan mendukung bila mencalonkan menjadi presiden.

Walau tentu, kami paham bahwa kami harus berjamaah, artinya dukungan yang sebenarnya baru diberikan setelah diputuskan sebagai calon.

Dengan demikian tidak ada fanatisme yang berlebihan kepada tokoh-tokoh politik. Dan walau kami kecewa bila calon kami kalah, tidak akan menimbulkan stress berat.

Itulah sebabnya saya menjadi terharu ketika menyaksikan beberapa pendukung Ahok sampai mengalami stress baik ringan maupun berat hanya karena Ahok kalah.

Saya mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam diri orang-orang itu, walau karena hanya pengamatan sekilas bisa jadi ini salah.

Dari Carolyn, cewek yang mengenakan busana minim, misalnya, ia nampak strees, dengan menunjukkan kecintaan yang begitu besar kepada Ahok. Dari perkataannya nampak nya dia beragama Islam.

Dari sttaus-status nya yang lain di dinding FB nya, saya mendapatkan kesimpulan bahwa dia berharap besar kepada Ahok, untujk membuktikan atau membenarkan apa yang tersimpan dalam benaknya bahwa walau tidak menjadi penganut agama yang taat pun (dalam hal ini Islam), seseorang bisa menjadi orang baik.

Jadi sesuai dengan hasrat alamiah manusia umumnya, seyiap orang tentu ada  hasrat dalam dirinya untuk menjadi orang yang bermanfaat dan orang baik.

KEMANA HATI DISERAHKANPada musim pilpres yang lalu, pada mulanya saya mendukung Pak Jokowi, hanya lantaran saya menyaksikan Pak Jokowi hadir duduk lesehan di lapangan untuk nonton Opera van Java, di Solo. Kesan merakyat itu melekat dalam benak saya. Dan ketika, ada pilkada 2012, saya masih menjagokan paslon Jokowi - Ahok waktu saya saksikan debat di televisi. Kemudian saya tidak begitu perhatian pada dunia politik.Namun dalam perkembangannya, saya menjadi netral, dan kemudian malah bergerak untuk mendukung Pak Prabowo.Ada kekecewaan saat saya tahu bahwa Pak Prabowo kalah pada pilpres saat itu. Walaupun demikian, sebelum banyak orang tahu, tentang hasil di KPU, saya beruntung tahu duluan, dan saat itu pula saya memberikan ucapan selamat, kepada para pendukung Pak Jokowi.Kepada pendukung Pak Prabowo, saya berusaha untuk memberikan hiburan walau hanya melalui status-statsu saya di FB.Walau even pilpres lebih besar dari even pilkada DKI, namun saya tidak menyaksikan apa yang saya saksikan sekarang, yaitu banyak beredar video-video, teman2 pendukung Ahok, yang nampak mengalami strees, baik ringan maupun berat.Apa mungkin karena saat itu, HP belum begitu canggih sehingga agak kesulitan untuk posting video.Hanya ada satu hala yang ingin saya sampaikan, khusus untuk saya sendiri, mungkin juga teman2 yang lain, bahwa kami bukan pendukung fanatik setiap figur, baik Pak Prabowo maupun Pak Anies. Walaupun mungkin para pendukung kedua tokoh itu cukup militan.Artinya bisa saja dukungan kami berubah kepada tokoh lain, ketika tokoh lain tersebut mencerminkan idealisme yang tersimpan di benak kami. Saya misalnya, tertarik pada tokoh Tuan Guru Bajang, setelah menyaksikan beberapa videonya, dan ada kemungkinan akan mendukung bila mencalonkan menjadi presiden.Walau tentu, kami paham bahwa kami harus berjamaah, artinya dukungan yang sebenarnya baru diberikan setelah diputuskan sebagai calon.Dengan demikian tidak ada fanatisme yang berlebihan kepada tokoh-tokoh politik. Dan walau kami kecewa bila calon kami kalah, namun tidak akan menimbulkan stress berat ketika tidak jadi.Itulah sebabnya saya menjadi terharu ketika menyaksikan beberapa pendukung Ahok sampai mengalami stress baik ringan maupun berat hanya karena Ahok kalah.hasrat keberserahan diri kepada Sang Pemilik Alam semesta, membuat
Fb. Hermawan Wibisono

Comments

Popular posts from this blog

SILSILAH 25 NABI

SILSILAH 25 NABI Silsilah Nabi / Rasul Sumber : Silsilah Nabi dan Rasul SILSILAH 25 NABI Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah pesan di group WhatsApp. Berikut semoga bermanfaat dan berkah Aamiin. 1. ADAM AS. Nama: Adam As. Usia: 930 tahun. Periode sejarah: 5872-4942 SM. Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab. Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan. Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali. . 2. IDRIS AS. Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. Usia: 345 tahun di bumi. Periode sejarah: 4533-4188 SM. Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis). Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga. Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali. . 3. NUH AS. Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak. Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qi

Isi DasaDarma

PRAMUKA SATYA KU DARMAKAN DARMA KU BAKTIKAN Hapal dan mengerti Isi Dasa Darma dan Tri Satya. 1. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang, sekurang-kurangnya 6 kali latihan     berturut-turut.  Keterangan: : a. Latihan Pramuka itu berguna untuk melatih diri agar dapat hidup bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat dan negara. Oleh karena itu, latihan Pramuka adalah untuk kepentingan dirimu sendiri bukan untuk orang lain. b. Rajin mengikuti latihan artinya tidak pernah absen, selalu datang pada hari dan jam yang telah ditentukan bersama. Nyatakanlah kehadiranmu itu dengan mengisi daftar hadir/absensi regu. c. Giat mengikuti latihan berarti setiap datang pada latihan Pramuka di Pasukan Penggalang selalu aktif. Yang dimaksud aktif dalam latihan yaitu selalu berusaha melatih dirinya sendiri bersama-sama teman lain akan kekurangan-kekurangan dirinya. d. Enam kali berturut-turut, berarti tidak pernah tidak datang dengan alasan sakit, ijin, dan sebaga

Adzka Juara 1 Lomba Puzzle dan Manfaat Bermain Puzzle

Obrolan kami di rumah terlihat sangat santai, "Besok Adzka ikut lomba Puzzle bang" cerita istriku. "Oh begitu, kok bisa ikut?" selidikku. Karena kami sangat tahu bagaimana perkembangan Adzka di sekolahnya. Usut punya usut ternyata Adzka bisa ikut karena Paud IT Auladuna mendapat kuota tambahan sebagai peserta lomba dan tidak semua anak-anak dipilih.  Beruntungnya karena umminya disekolah jadi diprioritaskan. Tim intinya sudah dibentuk, Adzka sebagai pelengkap dan sebagai penggembira. Tak apa, itung-itung uji nyali di depan umum dan belajar bersosialisasi. Pengalaman itu sangat berharga. Namun, lihat nanti apa yang terjadi? Sehari sebelum hari lomba, iya di Ahad itu umminya sedang ada kegiatan di luar sana. Aku sendiri yang menjaga mereka di rumah. Termasuk abang nya, Harrik. Harrik kalau soal puzzle tidak diragukan lagi karena dia sudah membuktikan tahun lalu berhasil menjadi juara 2. Harrik masuk daftar tim inti lomba Puzzle. Sekali lagi Adzk