Saturday, 22 April 2017

Rahasia Masjidil Haram

*Sedikit Rahasia Masjidil Haram*( info bagi yg mau melaksanakan ibadah Haji/ Umrah).

Makkah - Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi adalah masjid terbesar di dunia. Tidak semua tempat dijelajahi jamaah Indonesia, padahal sudut-sudutnya punya rahasia.

Karena faktor lokasi hotel, seluruh jamaah Indonesia baik umrah atau haji, selalu masuk dari pintu King Fahd Gate dan King Abdul Aziz Gate. Padahal itu baru 2 dari 95 pintu masjid yang ada di sana.

Area yang dilewati jamaah menuju Kabah, ya itu-itu saja. Namun jika ada waktu, cobalah menjelajahi masjid suci ini, ada banyak hal menarik bisa ditemukan di sana.

1. Tempat Wudhu dekat Ka'bah
Ini anggapan keliru semua jamaah umrah: tempat wudhu Masjidil Haram cuma ada di luar dan itu jauuuuh sekali. Tidak heran, jamaah yang batal wudhu suka cuek berwudhu di keran air minum.

Padahal, ada banyak tempat wudhu di dekat Kabah. Tidak percaya? Kalau Anda berada di dekat Kabah, perhatikan semua tangga besar dan lebar dari lantai 1 untuk turun ke pelataran Kabah. Ada 5 di berbagai arah Kabah.

Nah, di bawah semua tangga besar ini tersembunyi tempat wudhu. Jadi jamaah tidak usah capek-capek pergi ke luar masjid.

2. Tempat Nobar Tutorial Umroh
Enaknya jadi jamaah Indonesia adalah didampingi pembimbing agama saat umrah dan haji. Tapi bagaimana dengan jamaah negara lain yang minoritas atau warga lokal?

Jangan bingung, Masjidil Haram menyediakan tontonan video tutorial umrah. Jamaah bisa nonton bareng video tutorial ini, supaya tahu bagaimana melakukan Tawaf dan Sai dengan benar. Tempat nobar ini ada di dekat pintu Gate 74.

3. Bagi-bagi buku agama gratis
Dapat buku-buku agama gratis? Mau dong! Tidak banyak jamaah Indonesia tahu kalau ada tempat bagi-bagi buku agama gratis di Masjidil Haram. Buku ini terdiri dari panduan umrah dan kumpulan doa-doa.

Enaknya jadi negera muslim terbesar, jamaah Indonesia bisa meminta buku-buku berbahasa Indonesia. Tinggal bilang, "Indonesia!" Petugas akan mengambilkan buku edisi bahasa ibu kita. Tempat pembagian buku ini ada di dekat pintu Gate 74.

4. Panduan Streaming Khutbah Jumat Via Ponsel
Salat Jumat di Masjidil Haram adalah pengalaman tiada dua bagi umat Islam di seluruh dunia. Tapi kalau tidak bisa bahasa Arab, bagaimana memahami khutbahnya?

Jangan khawatir, kamu bisa mendengarkan streaming audio terjemahan khutbah. Modalnya cukup punya ponsel yang aplikasi radio dan tentunya earphone.

Terjemahan khutbah tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu dan tentunya bahasa Indonesia dong. Informasi panduan audio ini tersedia di dekat pintu Gate 74.

5. Khutbah Jumat dengan bahasa Isyarat
Untuk tuna rungu dan wicara yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat, ada spot khusus untuk salat Jumat. Tidak besar, tapi bisa menampung sekitar 10 jamaah. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 93.

Saat salat di sini, akan ada petugas yang menerjemahkan khutbah Salat Jumat dengan bahasa isyarat. Wah, sangat membantu nih!

6. "SPBU" Zam-Zam
Seluruh air minum di dalam Masjidil Haram adalah air zam-zam yang sumber airnya ada di bawah tanah Masjidil Haram. Jamaah bisa minum dari ratusan galon yang disebar di seluruh masjid. Galon-galon ini diisi secara berkala dan diantar petugas dengan kereta dorong.

Tapi penasaran nggak sih, zam-zam ini dibawa dari mana? Kalau penasaran, kamu pergi saja ke pintu Gate 93.

Di dekatnya, kamu bisa melihat stasiun pengisian air zam-zam. Petugas mengisi air dengan selang nozel seperti di pom bensin. Air disalurkan dari mesin pendingin, itu sebabnya air zam-zam rasanya seperti air kulkas.

7. Ekskalator ke atap Masjid
Salat di atap Masjidil Haram, bisa kok! Tapi tidak banyak jamaah yang tahu aksesnya.

Padahal, ada eskalator yang mengantar jamaah langsung ke atap Masjidil Haram. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 91.

Salat di atap Masjidil Haram terkadang jadi pilihan jamaah -yang tahu letak eksalatornya- untuk salat Isya atau Subuh. Sebab pada siang hari, atap Masjidil Haram panas sekali.

Semoga bermanfaat,....

Kemana Hati Ini Diserahkan

KEMANA HATI INI DISERAHKAN ?

Pada musim pilpres yang lalu, pada mulanya saya mendukung Pak Jokowi, hanya lantaran saya menyaksikan Pak Jokowi hadir duduk lesehan di lapangan untuk nonton Opera van Java, di Solo. Kesan merakyat itu melekat dalam benak saya. Dan ketika, ada pilkada 2012, saya masih menjagokan paslon Jokowi - Ahok waktu saya saksikan debat di televisi.

Kemudian saya tidak begitu perhatian pada dunia politik.

Namun dalam perkembangannya, saya menjadi netral, dan kemudian benak saya malah bergerak untuk mendukung Pak Prabowo.

Ada kekecewaan saat saya tahu bahwa Pak Prabowo kalah pada pilpres saat itu.

Walaupun demikian, sebelum banyak orang tahu, tentang hasil di KPU, saya beruntung tahu duluan, dan saat itu pula saya memberikan ucapan selamat, kepada para pendukung Pak Jokowi.

Kepada pendukung Pak Prabowo, saya berusaha untuk memberikan hiburan walau hanya melalui status-status saya di FB.

Walau even pilpres lebih besar dari even pilkada DKI, namun menariknya saya tidak menyaksikan apa yang saya saksikan sekarang, yaitu banyak beredar video-video, teman2 pendukung Ahok, yang nampak mengalami strees, baik ringan maupun berat.

Apa mungkin karena saat itu, HP belum begitu canggih sehingga agak kesulitan untuk posting video.

Hanya ada satu hal yang ingin saya sampaikan, khusus untuk saya sendiri, mungkin juga teman2 yang lain, bahwa kami bukan pendukung fanatik setiap figur, baik Pak Prabowo maupun Pak Anies.

Walaupun mungkin para pendukung kedua tokoh itu cukup bahkan sangat militan.

Artinya bisa saja dukungan kami berubah kepada tokoh lain, ketika tokoh lain tersebut mencerminkan idealisme yang tersimpan di benak kami.

Saya misalnya, tertarik pada tokoh Tuan Guru Bajang, setelah menyaksikan beberapa videonya, dan ada kemungkinan akan mendukung bila mencalonkan menjadi presiden.

Walau tentu, kami paham bahwa kami harus berjamaah, artinya dukungan yang sebenarnya baru diberikan setelah diputuskan sebagai calon.

Dengan demikian tidak ada fanatisme yang berlebihan kepada tokoh-tokoh politik. Dan walau kami kecewa bila calon kami kalah, tidak akan menimbulkan stress berat.

Itulah sebabnya saya menjadi terharu ketika menyaksikan beberapa pendukung Ahok sampai mengalami stress baik ringan maupun berat hanya karena Ahok kalah.

Saya mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam diri orang-orang itu, walau karena hanya pengamatan sekilas bisa jadi ini salah.

Dari Carolyn, cewek yang mengenakan busana minim, misalnya, ia nampak strees, dengan menunjukkan kecintaan yang begitu besar kepada Ahok. Dari perkataannya nampak nya dia beragama Islam.

Dari sttaus-status nya yang lain di dinding FB nya, saya mendapatkan kesimpulan bahwa dia berharap besar kepada Ahok, untujk membuktikan atau membenarkan apa yang tersimpan dalam benaknya bahwa walau tidak menjadi penganut agama yang taat pun (dalam hal ini Islam), seseorang bisa menjadi orang baik.

Jadi sesuai dengan hasrat alamiah manusia umumnya, seyiap orang tentu ada  hasrat dalam dirinya untuk menjadi orang yang bermanfaat dan orang baik.

KEMANA HATI DISERAHKANPada musim pilpres yang lalu, pada mulanya saya mendukung Pak Jokowi, hanya lantaran saya menyaksikan Pak Jokowi hadir duduk lesehan di lapangan untuk nonton Opera van Java, di Solo. Kesan merakyat itu melekat dalam benak saya. Dan ketika, ada pilkada 2012, saya masih menjagokan paslon Jokowi - Ahok waktu saya saksikan debat di televisi. Kemudian saya tidak begitu perhatian pada dunia politik.Namun dalam perkembangannya, saya menjadi netral, dan kemudian malah bergerak untuk mendukung Pak Prabowo.Ada kekecewaan saat saya tahu bahwa Pak Prabowo kalah pada pilpres saat itu. Walaupun demikian, sebelum banyak orang tahu, tentang hasil di KPU, saya beruntung tahu duluan, dan saat itu pula saya memberikan ucapan selamat, kepada para pendukung Pak Jokowi.Kepada pendukung Pak Prabowo, saya berusaha untuk memberikan hiburan walau hanya melalui status-statsu saya di FB.Walau even pilpres lebih besar dari even pilkada DKI, namun saya tidak menyaksikan apa yang saya saksikan sekarang, yaitu banyak beredar video-video, teman2 pendukung Ahok, yang nampak mengalami strees, baik ringan maupun berat.Apa mungkin karena saat itu, HP belum begitu canggih sehingga agak kesulitan untuk posting video.Hanya ada satu hala yang ingin saya sampaikan, khusus untuk saya sendiri, mungkin juga teman2 yang lain, bahwa kami bukan pendukung fanatik setiap figur, baik Pak Prabowo maupun Pak Anies. Walaupun mungkin para pendukung kedua tokoh itu cukup militan.Artinya bisa saja dukungan kami berubah kepada tokoh lain, ketika tokoh lain tersebut mencerminkan idealisme yang tersimpan di benak kami. Saya misalnya, tertarik pada tokoh Tuan Guru Bajang, setelah menyaksikan beberapa videonya, dan ada kemungkinan akan mendukung bila mencalonkan menjadi presiden.Walau tentu, kami paham bahwa kami harus berjamaah, artinya dukungan yang sebenarnya baru diberikan setelah diputuskan sebagai calon.Dengan demikian tidak ada fanatisme yang berlebihan kepada tokoh-tokoh politik. Dan walau kami kecewa bila calon kami kalah, namun tidak akan menimbulkan stress berat ketika tidak jadi.Itulah sebabnya saya menjadi terharu ketika menyaksikan beberapa pendukung Ahok sampai mengalami stress baik ringan maupun berat hanya karena Ahok kalah.hasrat keberserahan diri kepada Sang Pemilik Alam semesta, membuat
Fb. Hermawan Wibisono

Friday, 21 April 2017

HARI KARTINI 21 APRIL 2017

KESALAHAN INDONESIA MEMAKNAI HARI KARTINI

bismilahirahmanirahim

sahabatku semua yang dirahmati Allah. 21 april bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan.

Kartini berani berteriak lantang. Ia berusaha mendobrak kekakuan sehingga lahirlah mainstream paradigma baru terhadap perempuan di Indonesia. Namanya pun hingga kini terus dikenang sebagai bukti perhargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangannya.

KARTINI dan emansipasi, dua kata yang sulit dipisahkan. Di balik riwayat Kartini dengan surat-suratnya yang terkenal dan riwayat gagasan emansipasi yang terinspirasi feminisme dari zaman Pencerahaan, segolongan aktivis feminisme mencoba membajak sejarah untuk kepentingan-kepentingan tertentu, atau menjunjung nilai-nilai tertentu.

Pada zaman sekarang orang-orang salah kaprah memperingati Hari Kartini. kita tidak ingin membeberkan rinciannya. Tapi, kita perlu mengungkapkan bahwa sejarah istilah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ itu berasal dari Al-Quran.

sebetulnya :

apa yang diinginkan kartini ?

apakah ia memperjuangkan emansipasi ?

bagaimana pandangan kartini setelah mempelajari islam ?

dimana letak salah memperingati hari kartini ?

sebuah kisah menarik dizaman para nabi. semoga dapat diambil teladannya…

Kisah perjuangan Kartini ini mengingatkan pada kisah Hajar, istri Nabi Ibrahim AS. Hajar adalah wanita tabah dan ikhlas menerima semua ujian yang Allah berikan. Keikhlasannya menjadi sumber kekuatan dalam berjuang.

Kala itu, Ismail masih menyusu. Mereka hidup di lembah yang tandus. Suatu hari, perbekalan mereka habis, Ismail kelaparan dan kehausan, Siti Hajar lalu mencoba mencari sumber air dengan berlari-lari dari Safa ke Marwah demi anak yang merupakan amanah Allah SWT. (Lihat surah Ibrahim ayat 37).

Sampai suatu ketika, Allah menolong mereka dengan memberikan sumber air yang jernih (zamzam). Hingga kini, kisah Hajar diabadikan dan dikenang oleh seluruh umat Islam di dunia sebagai rangkaian ibadah haji dan umrah (sa’i).

Pengabadian Hajar menjadi bukti otentik bahwa Islam sangat menghargai perempuan. Hal ini tentu menjadi inspirasi bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam untuk lebih menghargai perempuan, seperti Islam menghargai perjuangan dan keikhlasan Hajar dalam memperjuangkan keselamatan hidup anaknya, Ismail.

Jika dicermati, masih banyak produk hukum di Indonesia yang diskriminatif dan bias gender. Perempuan sering mengalami tindak kekerasan dan pelecehan seksual, diskriminasi, dan perlakuan sewenang-wenang di dalam keluarga, tempat kerja, dan lainnya. Akibatnya, tak hanya perempuan, anak-anak juga sering menjadi korban.

yang diperjuangkan kartini pada masa itu ADALAH ;

Perjuangan kartini pada masa itu, sesuai dengan tuntunan islam untuk menuntut ilmu bagi semua muslim baik laki-laki maupun perempuan. Dan gugatan tentang kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat sebenarnya sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW sebagaimana pernah diriwayatkan:
Ada seorang wanita bernama Asma binti Sakan. Dia suka hadir dalam pengajian Rasulullah saw. Pada suatu hari dia bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah SAW, engkau diutus Allah kepada kaum pria dan wanita, tapi mengapa banyak ajaran syariat lebih banyak untuk kaum pria? Kami pun ingin seperti mereka. Kaum pria diwajibkan shalat Jum’at, sedangkan kami tidak; mereka mengantar jenazah, sementara kami tidak; mereka diwajibkan berjihad, sedangkan kami tidak. Bahkan, kami mengurusi rumah, harta, dan anak mereka. Kami ingin seperti mereka. Maka, Rasulullah SAW menoleh kepada sahabatnya sambil berkata, “Tidak pernah aku mendapat pertanyaan sebaik pertanyaan wanita ini. Wahai Asma, sampaikan kepada seluruh wanita di belakangmu, jika kalian berbakti kepada suami kalian dan bertanggung jawab dalam keluarga kalian, maka kalian akan mendapatkan pahala yang diperoleh kaum pria tadi.” (HR Ibnu Abdil Bar).

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

ZAMAN SEKARANG BANYAK YANG SALAH KAPRAH MENGARTIKAN EMANSIPASI KENAPA BISA DEMIKIAN ?

Dengan semangat “kesetaraan”, pendekatan legal formal dilakukan, guna mengubah apa yang mereka sebut sebagai “kontruksi sosial” yang merugikan kaum perempuan, atau sistem nilai yang cenderung patriarkis dan berorientasi pembedaaan gender.

Namun Kartini tidak dapat dipanggil kembali untuk sebuah konfirmasi. Isi benaknya tetap tersimpan dalam deretan tulisan sejarah yang ditorehkan orang lain dan tumpukan surat-suratnya kepada Ny. Abendanon, Nn. Stella Zeehandelaar, Ny Marie Ovink Soer, Ir. H. H. Van Kol, Ny. Nellie dan Dr Adriani, sederat lingkaran elit kolonial.

Pertanyaan sederhana sebetulnya adalah : benarkah Kartini memperjuangkan emansipasi, atau hak-hak perempuan atau apapun namanya? Jikapun benar, apakah apa yang diperjuangkan Kartini sama dengan apa yang diperjuangkan kaum feminis hari ini hingga mereka merasa memiliki lisensi untuk mencatut nama Kartini?

Sudah menjadi maklumat kita bersama bahwa kaum feminis hari ini memperjuangkan sebuah sistem nilai yang berkiblat pada Barat.

Kaum wanita Indonesia sejak lama semestinya menyadari sejauh mana relevansi Hari Kartini yang senantiasa dirayakan setiap tanggal 21 bulan April, dengan nilai-nilai dan peran serta perjuangan kaum wanita di Indonesia. Sebab pesan dan nilai yang tertangkap salama ini justru semacam distorsi transformasi nilai di tengah kaum wanita Indonesia yaitu cenderung terjebak dalam pola pemberontakan emosional, ekspresi formalitas simbolis, budaya wanita kejawenisme dengan penampilan konde, kebaya dan busana feodalistik yang transparan yang justru melecehkan harkat kaum wanita. Cilakanya, justru penampilan busana tersebut dijadikan pakaian resmi nasional bagi wanita Indonesia pada masa Orde Baru. Padahal sebagai kaum wanita di Indonesia yang mayoritas beragama Islam seharusnya tidak dapat dilepaskan dari identitas muslimah termasuk komitmen dalam berpakaian islam. BETUL TIDAK KAWAN ?

Perempuan di mata mereka adalah makhluk yang tiada beda dengan laki-laki, kecuali berbeda dalam struktur biologis belaka. Di luar itu, perempuan adalah laki-laki dengan segala haknya hingga dibolehkan, bahkan diharuskan untuk memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam segala bidang. Arus inilah yang jelas terasa dalam Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG) yang saat ini sedang menanti pembahasan di gedung dewan dan sudah menuai banyak kritikan dari kalangan intelektual muslim. Mengenai mudharat dari RUU ini sudah banyak dibahas dalam banyak tulisan.

Wanita dalam Islam adalah mitra pria bukan ‘lawan jenis’ yang cenderung bernuansa rivalitas dan kontradiksi melainkan filosofinya adalah prinsip pasangan yang saling melengkapi dan membutuhkan. Firman Allah swt.: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi mitra dan penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar..” (QS.At-Taubah:71).

Bertolak belakang dari klaim pegiat feminisme, menarik sekali apa yang dipaparkan oleh pakar sejarah Ahmad Mansur Suryanegara tentang sosok Kartini. Dalam bukunya yang fenomenal, Api Sejarah, Ahmad Mansur menulis :

“Dari surat-suratnya yang dikenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang, ternyata R.A Kartini tidak hanya menentang adat, tetapi juga menentang politik kristenisasi dan westernisasi. Dari surat-surat R.A. Kartini terbaca tentang nilai Islam di mata rakyat terjajah waktu itu. Islam sebagai lambang martabat peradaban bangsa Indonesia. Sebaliknya, Kristen dinilai merendahkan derajat bangsa karena para gerejawannya memihak kepada politik imperialisme dan kapitalisme.”

Kepada E.C. Abandenon, Kartini menulis surat yang berisi penolakannya terhadap misi kristenisasi: “Zending Protestan jangan bekerjasama dengan mengibarkan panji-panji agama. Jangan mengajak orang Islam memeluk agama Nasrani. Hal ini akan membuat Zending memandang Islam sebagai musuhnya. Dampaknya, semua agama akan memusuhi Zending.”

Di bagian lain Kartini menulis, “orang Islam umumnya memandang rendah kepada orang yang tadinya seagama dengan dia, lalu melepaskan keyakinannya sendiri memeluk agama lain.” Kenapa?, “karena yang dipeluknya agama orang Belanda, sangkanya dia sama tinggi derajatnya dengan orang Belanda.”

Sebuah opini yang lugas bahwa kristenisasi berjalin erat dengan westernisasi dan penanaman nilai-nilai yang memandang rendah bangsa sendiri dan memandang tinggi bangsa penjajah. Masih menurut Ahmad Mansur, Kartini memiliki sikap demikian setelah memperoleh dan membaca tafsir Al-Qur’an. Kekagumannya pada Qur’an ia tulis dalam suratnya kepada E.C. Abandenon : “Alangkah bebalnya, bodohnya kami, kami tiada melihat, tiada tahu, bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan di samping kami.” Qur’an ia sebut dengan “gunung kekayaan”.

Sisi ini yang kurang diperhatikan oleh pegiat emasipasi wanita dan feminisme. Bahwa Kartini sebagai sosok pembela hak perempuan dapat saja benar adanya, sebagaima wanita sezamannya Raden Dewi Sartika yang giat memperjuangkan pendidikan, utamanya pencerdasan kaum perempuan bahkan mendirikan Kautamaan Isteri pada tahun 1916. Hanya saja, amat berlebihan jika semangat pembelaan hak dan pencerdasan bangsa ini lantas ditafsirkan sebagai upaya merintis emansipasi, sebagaimana yang dilihat dari kacamata kaum feminis. Secara adil, seharusnya mereka juga melihat sosok Kartini sebagai pembela nilai Islam dari serangan Barat dan perintis pencerdasan perempuan, semua gagasan itu sudah mendapat landasannya dalam ajaran Islam, bukan dalam ajaran Barat.

sahabatku semua yang dirahmati Allah.

Teladan Nabi saw dalam memperlakukan wanita muslimah dapat dijadikan pedoman dan acuan dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Dalam pendidikan contohnya, Nabi saw ketika mengira bahwa jama’ah wanita tidak bisa mendengar khutbah beliau, maka beliau menghampiri jama’ah wanita dan memberikan nasihat khusus kepada mereka.

Beliau merasa menyesal ketika seorang wanita dikuburkan tanpa sepengetahuan beliau, lalu beliau pergi bersama beberapa orang sahabat untuk menshalatinya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ketika seorang wanita kulit hitam tukang sapu masjid meninggal dunia dan tanpa sepengetahuan Rasulullah saw dikuburkan. Nabi merasa menyesal dan kehilangan seraya mengatakan: “Mengapa kalian tidak memberitahuku tentang kematiannya? Sekarang tunjukkan padaku di mana kuburannya.” Nabi saw kemudian mendatangi kuburannya lalu menshalatinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan perlakuan bijak dan arif Nabi saw terhadap wanita tersebut bukan hanya kepada muslimah bahkan terhadap wanita non-muslimah sekalipun. Beliau tidak menghiraukan cemoohan seorang wanita dimana ketika beliau sakit sehingga tidak bisa mengerjakan shalat malam selama dua atau tiga malam. Datanglah kepadanya seorang wanita kafir dan berkata: ‘wahai Muhammad, aku benar-benar berharap semoga setanmu telah meninggalkanmu. Aku tidak pernah melihatnya mendekatimu sejak dua atau tiga malam terakhir ini.’ Lantas Allah menurunkan ayat yang berbunyi ‘Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam bila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (pula) benci kepadamu’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam suatu peristiwa Rasulullah saw bersedia menerima dan menghargai hadiah seorang wanita Yahudi meskipun hadiah itu berupa makanan yang diracuni kemudian beliupun memaafkannya. (HR. Bukhari dan Muslim). Nabi Saw secara tegas melarang para mujahidin untuk membunuh kaum wanita dari kalangan musuh. (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, alih-alih Kartini, umat Islam memiliki banyak sosok lain dari gudang keteladanan generasi shahabiyah. Sebut saja Sayidah Aisyah ra, seorang isteri Nabi Shallawahu ‘Alaihi Wassalam sekaligus narator hadits, intelektual perempuan sepanjang zaman. Bagi kaum perempuan umat Islam, sosok ini, dan juga para shahabiyah lainnya, lebih wajar untuk dipanut. bukan begitu kawan ?

pemahamanan yang salah tentang hari kartini ?

Antara Emansipasi dan Menjadi Muslimah Sejati ?

Tanggal 21 April adalah tanggal kelahiran Kartini. Bangsa Indonesia memperingatinya sebagai tonggak sejarah lahirnya seorang wanita Indonesia yang berjuang untuk kaumnya, wanita Indonesia. Namun, satu hal yang jarang diungkapkan, bahkan terkesan disembunyikan dalam catatan sejarah, adalah usaha Kartini untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, serta bercita-cita agar Islam disukai. Simak saja salah satu isi suratnya:

“Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai” (Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902).

Sosok Kartini bahkan dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kampanye emansipasi yang menyalahi fitrah wanita, yakni mendorong kaum wanita agar diperlakukan sederajat dengan kaum pria, diperlakukan sama dengan pria, padahal kodrat pria dan wanita berbeda, demikian pula peran dan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi ini.

Kian hari emansipasi kian mirip saja dengan liberalisasi dan feminisasi. Sementara Kartini sendiri sesungguhnya makin meninggalkan semuanya, dan ingin kembali kepada fitrahnya.

Perjalanan Kartini adalah perjalanan panjang. Dan dia belum sampai pada tujuannya. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak sepenuhnya dapat lepas dari kungkungan adatnya. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak dapat lepas dari pengaruh pendidikan Baratnya. Kartini sudah berusaha untuk mendobraknya.

Yang kita salahkan adalah mereka yang menyalahartikan kemauan Kartini. Kartini tidak dapat diartikan lain kecuali sesuai dengan apa yang tersirat dalam kumpulan suratnya : “Door Duisternis Tot Licht” yang telanjur diartikan sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Prof. Haryati Soebadio (cucu tiri Ibu Kartini) mengartikan kalimat “Door Duisternis Tot Licht” sebagai “Dari Gelap Menuju Cahaya” yang bahasa Arabnya adalah “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“. Kata dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyah) ke tempat yang terang benderang (hidayah atau kebenaran Ilahi), sebagaimana firman-Nya:

”Allah pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir pemimpinnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya ke kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya” (QS. Al-Baqarah : 257).

Kartini yang dikungkung oleh adat dan dituntun oleh Barat, telah mencoba merintis jalan menuju benderang kebenaran Ilahi. Tapi anehnya, tak seorang pun melanjutkan perjuangannya. Wanita-wanita kini mengurai kembali benang yang telah dipintal Kartini. Sungguhpun mereka merayakan hari lahirnya, namun mereka mengecilkan arti perjuangannya.

Gagasan-gagasan cemerlang Kartini yang dirumuskan dalam kamar yang sepi, mereka peringati di atas panggung yang bingar. Kecaman Kartini yang teramat pedas terhadap Barat, mereka artikan sebagai isyarat untuk mengikuti wanita-wanita Barat habis-habisan.

Kartini merupakan salah satu contoh figur sejarah yang lelah menghadapi pertarungan ideologi. Ia berusaha mendobrak adat, mengelak dari Barat, untuk mengubah keadaan. Dalam sebuah suratnya Kartini mengatakan: ”Manusia itu berusaha, Allah-lah yang menentukan” (Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, Oktober 1900).

Simaklah kritik Kartini pada tradisi yang mengekangnya sebagaimana ditulisnya kepada Stella, 18 Agustus 1899:

”Adat sopan-santun kami, orang Jawa, amatlah rumit. Adikku harus merangkak bila hendak lalu di hadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi… Tiap kalimat yang diucapkan haruslah diakhiri dengan sembah…

Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya, langkahnya pendek-pendek, gerakannya lambat seperti siput, bila berjalan agak cepat, dicaci orang, disebut “kuda liar”

Peduli apa aku dengan segala tata cara itu … Segala peraturan, semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu …”

Menurut Kartini, setiap manusia sederajat dan mereka berhak untuk mendapat perlakuan sama. Kartini paham benar bahwa saat itu, terutama di Jawa, keningratan seseorang diukur dengan darah.

”Bagi saya hanya ada dua macam keningratan : keningratan pikiran dan keningratan budi. Tidak ada yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya… (Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899).

bagaimana pandangan kartini setelah mempelajari islam ?

Perjalanan Kartini Menjadi Muslimah Sejati

Kartini ingin menjadi Muslimah sejati. Ketika belajar mengaji (membaca Al-Quran), guru mengajinya marah ketika Kartini menanyakan makna kata-kata Al-Quran yang dibacanya.

“Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya?

Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran, tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu…. Tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?” (Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899).

Suatu ketika Kartini ”menguping” pengajian bulanan khusus anggota keluarga di rumah pamannya, seorang Bupati di Demak (Pangeran Ario Hadiningrat). Penceramahnya, Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang, mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.

Selesai acara pengajian, Kartini menemui Kyai Sholeh. “Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” kata Kartini.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Alquran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah.

intinya ada disini :

Setelah pertemuannya dengan Kartini, Kyai Sholeh tergugah untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada hari pernikahan Kartini, Kyai Sholeh menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran). Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.

Saat mempelajari Al-Islam lewat Al-Quran terjemahan berbahasa Jawa itu, Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah: 257, bahwa Allah-lah yang membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya.

Dalam banyak suratnya sebelum wafat, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Karena Kartini selalu menulis suratnya dalam bahasa Belanda, maka kata-kata ini dia terjemahkan dengan “Door Duisternis Tot Licht”.

Setelah Kartini mengenal Islam sikapnya terhadap Barat mulai berubah:

“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902).

Kartini juga menentang semua praktek kristenisasi di Hindia Belanda:

“Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi? …. Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?” (Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903).

Bahkan Kartini bertekad untuk memenuhi panggilan surat Al-Baqarah:193, berupaya untuk memperbaiki citra Islam selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah. Dengan bahasa halus Kartini menyatakan: “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.” (Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902)

sahabatku yang baik, Benarkah Kartini Memperjuangkan Emansipasi?

Orang sering menjuluki Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita. Benarkah? Simak saja petikan suratnya:

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].

Inilah gagasan Kartini yang sebenarnya, namun kenyataannya sering diartikan secara sempit dengan satu kata: emansipasi. Sehingga setiap orang bebas mengartikan semaunya sendiri.

Pada dasarnya, Kartini ingin berjuang di jalan Islam. Tapi karena pemahamannya tentang Islam belum menyeluruh, maka Kartini tidak mengetahui panjangnya jalan yang akan ditempuh dan bagaimana cara berjalan di atasnya.

Namun Kartini berjuang seorang diri, dengan segala keterbatasan. Ali bin Abi Thalib menegaskan: ”Kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir”.

Kartini berada dalam proses dari kegelapan menuju cahaya. Namun cahaya itu belum purna menyinarinya secara terang benderang, karena terhalang oleh tabir tradisi dan usaha westernisasi. Kartini telah kembali kepada Pemiliknya, sebelum ia menuntaskan usahanya untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya, seperti yang diidam-idamkannya:

Nampaknya masa-masa ini terjadi transformasi spiritual bagi Kartini. Pandangan Kartini tentang Barat-pun mulai berubah, setelah sekian lama sebelumnya dia terkagum dengan budaya Eropa yang menurutnya lebih maju dan serangkaian pertanyaan-pertanyaan besarnya terhadap tradisi dan agamanya sendiri. padahal sejatinya beliau ingin sekali mendakwahkan pemahaman tentang islam

“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902). itulah sekelumit surat yang menyatakan bahwa pandangan barat itu salah, dan islam itu lebih indah

Teruntuk kaum wanita, dalam Islam sendiri telah jelas peranan dan kemuliaannya. Masih ingat dengan kisah Umar bin Khattab yang sewaktu masih jahiliyahnya ikut menjadi salah seorang yang menguburkan bayi perempuannya lantaran malu dan merasa hina?. (lihat QS. An-Nahl: 58-59). Bukankah kedatangan Islam telah menghapuskan jual beli atau pinjam meminjam perempuan yang “lumrah” terjadi pada zaman jahiliyah tersebut?. Bukankah setelah Islam hadir, maka seorang ibu dipandang harus lebih dahulu dihormati daripada ayah?. Lihat juga di masa Rasulullah saw dan sahabat, betapa banyak wanita yang hadir sebagai panutan. Salah satu contohnya Aisyah yang dikenal cerdas dan menguasai berbagai bidang ilmu, seperti fikih, hadist, kedokteran bahkan puisi”

jika “emansipasi” dikatakan sebagai penyetaraan hak dan kewajiban pria dan wanita seperti yang diusung faham feminis, penulis pribadi tidak menyetujuinya. Bagaimana mungkin, makhluk ALLAH SWT yang diciptakan dengan fisik berbeda, dengan kadar kemampuan dan kebutuhan yang berbeda, dibebankan kepada peran dan tanggung jawab yang sama?

padahal kartini ingin mengangkat wanita dlam khasanah islam, namun ketidakcukupan waktu dan ilmu yang menghambatnya..

“Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai” (Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902).

bagaimana menurutmu shabatku. ?

Selamat hari kartini
semoga tetap ISTIQOMAH dalam balutan MUSLIMAH

amien.

semoga bermanfaat - See more at: http://afif114.blogspot.com/2013/08/kesalahan-indonesia-memaknai-hari.html#sthash.TPBppzHT.dpuf

Thursday, 20 April 2017

Tidak Ada Perayaan Hari Kartini

Maaf Nak, Tidak Ada Perayaan Hari Kartini Di Sekolah Kita !

Tulisan saya dua tahun yang lalu nampaknya masih relevan dengan kondisi saat ini, tulisan ini telah dibaca dan dishare oleh ribuan orang.

Saya pribadi telah membaca buku Biografi Raden Ajeng Kartini, saya meihat perayaan yang dilakukan saat ini nampaknya disesuai dengan semangat yang ditanamkan dari sosok pribadi RA Kartini itu sendiri, dimana justru sesungguhnya beliau adalah penggiat literasi yang kemampuan membaca dan menulisnya yang luarbiasa. Tapi acara atau lomba yang dilaksanakan nampaknya menurut saya tidak relevan. Ini pandangan saya tentu setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda.

Berikut ini adalah tulisannya, jika bermanfaat silahkan di share

Maaf Nak, Tida Ada Perayaan Hari Kartini Di Sekolah Kita !

Pagi itu saat saya masuk kelas tiba-tiba seorang siswi kelas 1 bertanya kepada saya,
Pak besok di Sekolah Akhlak kita merayakan hari kartini gak?
Saya terbengong sejenak untuk menjawab pertanyaan siswa tersebut, di sekolah kita besok tidak ada hari perayaan kartini nak, besok kita seperti biasa masuk sekolah. Jawab saya. Dengan senyum manis siswi tersebut, menganggutkan kepalanya. Tanpa bertanya atau ingin tahu lebih dalam lagi atas jawaban saya.

Mungkin saat sekolah TK siswi tersebut biasa merayakannya dan satu minggu sebelum kegiatan tersebut semua guru sudah rame mempersiapkannya. Nah, saat menjelang hari kartini, di sekolah akhlak kok dia mungkin gak melihat ada persiapan apa-apa dan tidak ada pengumuman atau tanda-tanda untuk merayakannya.
Nak, Terimakasih atas pertanyaanya. Baiklah nah berikut ini bapak jelaskan kenapa di sekolah kita tidak merayakannya dan mungkin orang akan memandang sekolah kita dengan berbagai tanggapan.

Sekolah Yang Tidak Respect Gender?

Jika di sekolah kita tidak merayakan hari kartini mungkin saja ada sebagian orang ada yang bilang bahwa sekolah kita tidakrespect gender (Peduli dengan perempuan). Nak, sekolah yangrespect gender tidak harus identik dengan perayaan yang berkaitan dengan perempuan seperti hari Kartini, Hari Ibu, dan perayaan hari perempuan lain.

Justru sekolah kita adalah sekolah yang sangar respect gender , coba kita lihat peraturan di sekolah kita bagaimana sekolah kita begitu memulaikan perempuan dan menghargai segala prestasi yang dimilikinya.

Di sekolah kita diajarkan dari hal yang sederhana para siswi kelas 1 sampai dengan kelas 6 wajib memakai legging (celana ketat sepanjang kaki) sebagai bagian dari menjaga kehormatan diri. Jadi memakai rok saja tidak cukup perlu ada perlindungan lain yang membuat aurat kalian akan selalu terjaga dalam berbagai aktivitas apapun.

Selain itu sekolah kita sangat peduli dengan perempuan, di sekolah kita dari mulai kelas 1 siswi-siswinya sudah diberikan pemahaman bagaimana menjaga hijab antara laki-laki dan perempuan. Nak, yang paling penting kita juga adalah sekolah yang sangat peduli terhadap kehormatan perempuan, tentu kalian sering mendengarkan, bahwa kita harus senantiasa mejaga aurat kita dengan cara memakai jilbab dimanapun kita berada terutama pada saat keluar rumah.

Sekolah Yang Tidak Mementingkan Sejarah ?

Nak, mungkin juga akan ada diantara teman-teman kalian yang bilang “Dasar sekolah yang gak tahu tentang sejarah”.
Jika ada yang berkomentar seperti itu tentu kita tidak boleh marah, sah-sah saja jika ada yang berkata demikian. Nah, tentu kamu sangat tahu bahwa sekolah kita justru adalah sekolah yang menamkan kepada murid-muridnya untuk mengenal sejarah.
Di sekolah kita bahkan ada pelajaran khusus tentang hal ini, tentu ini sudah menjadi budaya di sekolah kita, karena salah satu ke unggulan sekolah kita adalah menanamkan nilai-nilai perjuangan dan motivasi tentang bagaimana orang-orang hebat tersebut meraih sukses.

Saat ini di sekolah kita kita sedang mengkaji setiap hari sabtu tentang kehebatan sahabat Rasulullah yaitu lewat buku 60 Biografi Sahabat Nabi dan sekolah kita juga mengajarkan akan hebatnya sejarah para perempuan. Tentu kalian pernah mendengar kisah ummul mukmini Aisyah, Khodijah, Hafsah dan perempuan hebat lainnya.

Tidak Nasionalisme ?

Nak, jangan kaget jika ada teman kamu yang berkomentar “Wah sekolah kamu mah, gak punya rasa Nasionalisme”.
Cukup tersenyum saja jika ada yang berkomentar demikian.Nak, setiap hari senin kita tetap mengadakan apel pagi, Bendera Merah Putih tetap kokoh berkibar di sekolah kita, setiap hari senin pakaian kalian putih merah dan lagu kita tetap Indonesia Raya.

Nak, pemahaman Nasionalisme, tentu tidak hanya sebatas perayaan-perayaan hari nasional saja atau merayakan hari kelahiran para pahlawan bangsa. Nak, apakah kita bisa menjamin bahwa bapak-bapak atau ibu-ibu yang hari ini berbaris dengan rapihnya merayakan hari kartini dengan penuh semangat, benar-benar mencintai negeri ini.

Buktinya banyak para penjabat kita yang katanya paling nasionalis, dengan memakai pin Bendera Merah Putih dipecinya saat merayakan hari-hari besar, begitupun dengan pin garuda yang tertancap kokoh dibaju saparinya. Toh ternyata mereka adalah orang yang paling tidak nasionalis, saat harus mengorbankan bangsanya demi menumpuk kekayaan dirinya.
Nak, percayalah bahwa nasionalisme itu tidak harus tergambar dalam perayaan-perayaan saja. Kita adalah sekolah nasionalis, coba yuk kita lihat tujuan dari pendidikan kita, bukankah membetuk pribadi berakhlak merupakan point terpenting dari tujuan pendidikan di Indonesia.

Nak, tidak mungkin ada Nasionalisme, jika masyarakat kita tidak berakhlak, tidak memiliki etika, tidak memiliki karakter dan sifat-sifat lainnya. Apakah pejabat-pejabat negeri yang korupsi, menjual kekayaan bangsa terhadap bangsa asing, itulah mereka yang berakhlak atau paling nasionalis?

Nak, jadi tenang saja kita teta nasionalis kok!
Lalu bagaimana penghormatan kita terhadap kartini?
Cukuplah kita mengambil hikmah atau inspirasi dari sosok beliau. Tidak ada perlu perayaan yang belebihan. Kita belajar semangatnya, perjuangannya, dan nilai-nilai kebaikan lainnya. Jika kalian mampu mengamalkan teladanannya maka kalian lebih hebat dari orang-orang yang merayakannya.

Apaka kartini tidak marah sama kita pak?

Tidak mungkin nak, Raden Ajeng Kartini tidak mungkin marah sama kita tidak karena kita tidak ikut merayakannya. Karena RA Kartini pun tidak pernah berwasiat atau meminta merayakan dirinya. Maka lebih baik mendoakan beliau agar beliau diampuni segala dosa-dosannya dan mudah-mudahan kelak kita di kumpulkan disurganya Allah SWT. Amin..

Sebuah perayaan hari-hari besar terkadang menghabiskan uang yang sangat banyak, Sementara kita seolah tidak mampu untuk membeli buku biografi orang yang kita rayakan. Padahal mungkin kebaya yang kita pakai lebih mahal dari harga buku biografi tersebut. Bukankah membeli bukunya, mengamalkan nilai-nilai kebaikannya itu lebih bermanfaat dan kita lebih menghargainya.

Sekedar catatan sederhana saja, jika ada pembaca yang tidak setuju, tentu itu adalah hak setiap individu. Semoga kita bukan bangsa yang senang merayakan sesuatu tapi lupa mengamalkan nilai-nilainya. Terimakasih Raden Ajeng Kartini atas Inspirasinya, semoga Allah menempatkan di tempatterbaik.Amin…

Sumber : https://motivatorkreatif.wordpress.com/2015/04/21/maaf-nak-tidak-ada-perayaan-hari-kartini-di-sekolah-kita/

Ulama Suu' (Jahat)

Di akhir zaman, akan muncul ulama suu’ (jahat) dimana Rosulullah SAW lebih takut kepada ulama suu’ ketimbang terhadap dajjal. Mengapa bisa demikian?

Siapakah Ulama Suu’ ?

Ulama’ suu’ adalah ulama jahat.Dikatakan jahat, karena mereka bukannya menunjukkan jalan yang benar kepada umat, namun justru rakus kepada kehidupan dunia, dimana akhirnya mereka menjual agamanya untuk kemaslahatan dunianya.

Tentang mereka ini, Rasululloh SAW bersabda ;

,يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتَلُونَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ يَلْبَسُونَ لِلنَّاسِ جُلُودَ الضَّأْنِ مِنْ اللِّينِ أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنْ السُّكَّرِ وَقُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الذِّئَابِ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَبِي يَغْتَرُّونَ أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُونَ فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الْحَلِيمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا “

Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Alloh berfirman, “Apakah dengan-Ku kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR: Tirmidzi)

Ulama suu’ akan menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Mereka sanggup membungkus kebatilan dengan cover sebuah kebenaran. Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka.

Mereka senantiasa berada di pintu-pintu penguasa tiran, sebagaimana perkataan Sahabat Hudaifah ra :

:إِذَا رَأَيْتُمُ الْعَالِمَ بِبَابِ الْسُلْطَانِ فَاتَّهَمُوْا دِيْنَهُ، فَإِنَّهُمْ لاَ يَأْخُذُوْنَ مِنْ دُنْيَاهُمْ شَيْئاً أَخَذُوا مِنْ دِيْنِهِمْ ضِعْف
َ
Jika kalian melihat seorang alim berada di pintu penguasa, maka tertuduhlah dinnya. Maka tidaklah mereka [para ulama’] mengambil sebagian dari dunia mereka [penguasa], kecuali pera penguasa tersebut akan mengambil dari din mereka [ ulama’] secara sebanding.

Mereka Menyeru Ke Neraka Jahannam

Ciri dan sifat khusus ulama jahat (suu’) adalah selalu menyeru umat ke pintu-pintu neraka jahannam. Sebagaimana sebuah hadits panjang dari Sahabat Hudzaifah ra :

;قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ“

…Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan ke dalamnya”. Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”. Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”. Aku katakan; “Apa yang baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”. Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “.(HR al-Bukhari).

Rosulullah SAW Lebih Takut Kepada Ulama Suu’ Ketimbang Dajjal

Ternyata, Rosulullah SAW lebih mengkhawatiri (takut) kepada ulama suu’ daripada kepada dajjal.

Dari Sahabat Abu dzar ra, dia berkata:

” Aku bersama Nabi suatu hari dan aku mendengar beliau bersabda : ” Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi dajjal “. Kemudian aku merasa takut, sehingga aku berkata, Yaa Rasululloh apa itu…? Beliau bersabda : Ulama yang sesat lagi menyesatkan. {Musnad Ahmad (5/145) no 21334 dan 21335}.

Wallahu’alam bis showab!

http://alfath.org/akhir-zaman-awas-ulama-suu/

Di Bawah Langit Turkey

SEPENGGAL KISAH DI BAWAH LANGIT TURKY.
*Rugi kl ga baca.! Hehee*
Di dalam buku hariannya Sulthon Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang luar biasa, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.
Sultan berkata kepada kepala pengawal: " Mari kita keluar sejenak ".Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan dimalam hari dengan cara menyamar.
Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka disebuah lorong yang sangat sempit. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki2 tergeletak di atas tanah.
Sang Sultan menggerak2kan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun setiap orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.
Sultanpun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: " Apa yang kau inginkan?. Sultan menjawab: " Mengapa orang ini meningal, tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Dimana keluarganya? " Mereka berkata: " Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzina ". Sultan menimpali: " Tapi....bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya ". Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.
Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.
Dalam tangisnya sang istri berucap: " Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh ".
Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget.. " Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah, sementara orang2 mengatakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya".
Sang istri menjawab: " Sudah kuduga pasti akan begini...Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko2 minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman2 itu di bawa ke rumah, lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: " Aku telah meringankan dosa kaum muslimin ".
Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: " Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi ". Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: " Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam ".
Orang2pun hanya menyaksikannya selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir.
Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: " Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu ". Ia hanya tertawa, dan berkata: " Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya".
Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: " Benar ! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatinya dan menguburkannya".
Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.
(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV)
Wallahu a'lam
Catatan:
---------
☝ Jangan suka menilai orang lain dari sisi lahiriahnya saja. Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain.
☝ Terlalu banyak yang tidak kita ketahui..Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di hatinya.
☝ Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu. Boleh jadi orang yg selama ini kita anggap sebagai penduduk Jahannam, ternyata penghuni Firdaus yang masih melangkah di atas bumi.
☝ Ingat...Diantara yang paling banyak membuat orang diseret masuk kedalam neraka adalah LISAN nya...

Wednesday, 19 April 2017

Gagalnya Politik Sembako Persuasi

TRAGEDI GAGALNYA SEMBAKO PERSUASI

Sebagai muslim, kita sadar bahwa apapun yang terjadi, termasuk kemenangan paslon Anies Sandi, semua karena izin Allah. Semua terjadi karena perjuangan dan doa kita semua.

Namun disini saya bermaksud untuk sedikit membedah dari sudut pandang ilmu persuasi, apa yang terjadi belakangan ini.

Setelah debat terakhir, semua lembaga survey mengumumkan hasilnya berupa kemenangan bagi paslon Anies Sandi, pada kisaran 5 sd 8 persen.

Kemenangan tertinggi diumumkan oleh LSI Denny JA, yaitu 51 persen untuk paslon Anies Sandi dan 43 persen bagi paslon Ahok Djarot.

Pendukung Anies Sandi sudah merasa tenang, tinggal menunggu hari H yang segera tiba tidak lama lagi.

Namun sehari kemudian publik dihebohkan dengan adanya politik sembako.

Pada saat, banyak teman2 di sosmed belum menyadari tentang bahaya virus sembako ini, saya sudah memfokuskan diri pada gerakan banjir sembako ini. Bahkan sampai-sampai dinding FB saya bertaburan berbagai pemberitaan terkait hal ini.

Saya pun melalui beberapa status menghimbau kepada teman2 FB agar fokus ke masalah banjir sembako ini. Syukurlah publik, sampai tingkat elit kemudian memberikan respon terhadap banjir sembako ini.

Mengapa hal ini penting untuk dicermati ?

Pertama, sesuai dengan hukum imbal balik, maka seseorang akan mempunyai kecenderungan untuk merasa berhutang budi terhadap seseorang yang telah berbuat baik kepada nya.

Lebih-lebih "kebaikan" itu terkait dengan sesuatu yang memang dibutuhkan rakyat, dan real berupa sembako, atau sembilan kebutuhan pokok. Maka kecenderungan untuk "membalas budi" itu, segera bergetar di benak setiap orang yang sudah menerima "kebaikan" berupa pemberian sembako.

Kedua, sesuai dengan hukum konsistensi, atau disonansi, maka orang yang telah menerima "kebaikan" (dalam tanda petik), dalam hal ini berupa sembako, akan merasa "tidak nyaman" bila bertindak tidak sejalan (konsisten) dengan apa yang telah diterimanya. Oleh karena itu begitu ia menerima sembako, saat itu juga, agar sejalan atau konsisten, maka dia segera tergerak untuk mendukung paslon pemberi sembako itu.

Ketiga, umumnya orang memutuskan sesuatu dulu, baru kemudian memberikan "pembenaran" atau alasan dari keputusannya itu, dalam hal ini dukung mendukung. Jadi ketika seseorang telah menerima dan menikmatai sembako, maka sesuai dengan hukum konsistensi ia segera mendukung paslon pemberinya, dan kemudian segera memberikan "pembenaran" atau alasan bahwa pilihannya benar, baik, dan pas, sesuai dengan logika yang bisa disusunnya.

Nah, dengan ketiga proses mental itu, maka politik uang dan sembako, akan menjadi teknik yang powerful dalam mempengaruhi kecenderungan untuk mendukung dan memilih.

Lalu mengapa teknik politik sembako ini mengalami kegagalan ?

Ada hukum lain yang tidak kalah powerfulnya dalam persuasi, yaitu hukum kebenaran, yang termasuk di dalamnya, hukum kejujuran, hukum sportifitas.

Hukum persuasi ini menyatakan bahwa ada kebutuhan mendasar setiap orang untuk bertindak "benar" tidak melanggar hukum, tidak melanggar aturan, tidak menodai prinsip sportifitas.

Namun, hukum ini akan menjadi lemah, karena segala sesuatu bisa dibingkai dengan sudut pandang yang berbeda-beda, dalam rangka membuat pembenaran. Dengan kata lain, mengapa banyak orang membuat pembenaran atau alasan, karena tidak ingin ada ketidakseimbangan dalam dirinya, setelah mengambil keputusan tertentu.

Hukum Kebenaran ini menjadi powerful setelah didorong, diekspose, diviralkan sedemikian rupa, sehingga terpenuhilah hukum persuasi berikutnya yaitu, hukum social validasi atau validasi dari masyarakat banyak.

Di sosial media, hukum sosial validasi ini mudah terbentuk, Dengan kata lain, begitu tersiar berita politik sembako, walau untuk beberapa saat memberikan hiburan bagi pendukung Ahok, namun tidak lama kemudian segera terbentuk frame atau bingkai besar, bahwa politik sembako itu adalah tindakan yang curang, licik, nista, tidak terpuji, dst.

Sehingga ramailah, jamaah sosmed yang menghujat, aksi hujan sembako itu. Dan untuk menghibur diri, sesuai dengan hukum konsistensi, maka kubu kotak-kotak, menolak bahwa itu bukan berasal dari kubunya. Tapi teknik malah semakin memperburuk kesan atau citra. Karena apa yang telah disajikan publik, susah untuk dibantah.

Oleh karena itu, sehari saja sejak aksi hujan sembako itu meletus, maka saya saksikan pooling di twitter, malah semakin mengokohkan dan meningkatkan elektabilitas paslon Anies Sandi.

Masalahnya kemudian apa yang terjadi di dunia nyata, pada rakyat kecil. Mengapa kemudian apa yang terjadi di sosmed begitu cepat menular ke dunia nyata ?

Umumnya kecenderungan yang terjadi di sosmed, membutuhkan waktu, sekitar satu minggu-an, untuk bisa berpengaruh efektif di dunia nyata.

Cepatnya, pengaruh kecenderungan yang terjadi di sosmed ke dunia nyata, terkait dengan politik sembako ini, tidak lepas dari kesadaran dan pergerakan rakyat Jakarta sendiri.

Saya saksikan beberapa orang nampak berorasi secara tidak resmi di sebuah rusun untuk mempengaruhi warga agar menolak politk sembako sembari menyatakan betapa naif nya tindakan itu/

Saya juga menyaksikan sekelompok anak muda berkeliling kampung untuk melakukan hal yang sama.

Gerakan doa, dzikir, takbir menggema di mana-mana.

Maka semua itu membentuk bingkai besar hukum social validation atau validasi dari rakyat banyak, bahwa betapa nistanya politik sembako. Dan sesuai dengan konsistensi, maka orang akan menjadi tidak nyaman kalo masih mendukung paslon penyogok sembako, karena tidak sesuai dengan bingkai kesan yang terbentuk pada rakyat banyak.

Pergerakan cepat inilah yang berhasil dengan bagus.

Bukan hanya menggagalkan politik hujan sembako, malah sebaliknya, politik sembako ini menjadi semacam bumerang yang menyerang pelakunya sendiri.

Ini juga sesuai dengan Jurus Tai Chi Persuasi, yaitu memanfaatkan aksi lawan, untuk menyerang balik lawan.

Hasilnya, bisa kita saksikan, jika sebelumnya selisih antara dua paslon berkisar antara 5 sd 8 persen. Maka hari ini di Quick Count, terlihat, selisih malah meningkat, menjadi 10 sd belasan persen.

Ini menunjukkan bahwa politik sembako telah berhasil digagalkan dan menyerang pelakunya sendiri.
Sumber : Hermawan Wibisono (fb)

Friday, 14 April 2017

Cara Mengerjakan Soa Ujian

Cara Mengerjakan Soal Ujian

Tidak biasanya penulis begitu terharu dengan jawaban seorang ustad yang bahkan namanya tidak terkenal sama sekali, penulis pun tidak tahu siapa nama ustad tersebut.
Dulu Ketika penulis singgah di salah satu masjid di JawaTengah.

“Ustad, saya sedih dan kesal. Kami sudah enam bulan menikah dan belum juga dikaruniani anak. Setiap kali saya berkunjung ke rumah orang tua saya selalu saja ditanya sudah isi belum? Apa lagi tetangga saya yang baru menikah dua bulan lalu, sekarang sudah hamil 4 minggu. Ketika saya berkunjung ke rumah mertua pun sama, Beliau mengatakan kapan punya anak? Kadang ditanya juga, kok belum hamil-hamil sih? Kami sudah memeriksakan diri ke dokter dan hasilnya baik, tapi kenapa belum juga hamil ustad?” tanya seorang wanita muda.

“Itu semua kehendak Allah, takdir….” jawab ustad.

“Kok jawabannya takdir sih? Serius ustad, saya merasa amat tertekan. Hampir setiap hari ada saja yang menanyakan hal semacam itu…” celetuknya.

“Ustad, kalau saya lain lagi. Kaki suami saya patah 2 bulan lalu karena kecelakaan sehingga Beliau tidak bisa bekerja. Saya terpaksa mencari pekerjaan yang bisa dibawa ke rumah, yaitu jasa cuci dan setrika. Tapi saya merasa sangat lelah ustad karena selain bekerja, saya harus mengurus anak-anak dan mengurus suami saya semantara mertua saya tidak juga membantu, rasanya saya sangat putus asa sekali…” celetuk seorang ibu.

“Bukan hanya ibu-ibu yang punya masalah, saya juga punya keresahan…” ujar seorang laki-laki.

“Saya sudah lima tahun menikah dan sudah berusaha mendidik istri saya untuk menjadi ahli ibadah, tapi ketika saya mengatakan niat saya untuk poligami, ia langsung gusar dan bahkan memasang wajah cemberut lebih dari dua minggu ini. Padahal saya hanya ingin membangun lagi imannya dan mendekatkan dia dengan Tuhan,” lanjut laki-laki tersebut.

“Ustad, saya sedih karena anak saya sangat nakal. Dia sering mabuk-mabukkan dan tidak mau sholat. Terkadang saya menyesal karena telah melahirkannya…” celetuk seorang ibu yang sudah sangat tua.

“Pertanyaannya cukup dulu ya, silahkan ustad untuk dijawab…” ujar seorang pemuda yang mungkin adalah moderator dan notulen dalam majlis tersebut karena nampak sibuk menulis pertanyaan dari para jamaah.

Penulis memperhatikan ustad tersebut yang diam beberapa saat sembari menunduk. Nampak seperti sedang berpikir tapi dari rautnya kepiluan pula mulai nampak.

“Sebelum saya menjawab pertanyaan yang sudah ditampung, boleh kah saya sedikit bercerita?” ujar ustad tersebut.

“Boleh ustad…” jawab jamaah serempak termasuk penulis meskipun memerhatikan dari kejauhan.
Sebelum berbicara nampak Beliau menghela nafas,

“ Saya menikah di tahun 1984 dan di tahun 2013 ini saya belum memiliki momongan. Istri saya pun belum pernah sekali pun merasakan bagaimana rasanya mengandung. Beliau mengalami kecelakan dua minggu setelah kami menikah, saat itu kami mengendarai sepeda motor dan nampak dari kaca spion melaju kencang sebuah bus,saya tidak bisa menghindar karena jarak sudah sangat dekat. Bus tersebut menabrak dan melindas kami, Alhamdulillah saya hanya retak tulang paha yang tidak sampai enam bulan sudah bisa berjalan dengan normal dan sudah bisa beraktivitas seperti sediakala, sedangkan istri saya sampai saat ini tidak bisa berjalan bahkan kami tidak bisa melakukan hubungan suami istri (afwan jiddan) sejak dua minggu pernikahan kami karena apa yang menimpa Beliau, maaf saya tidak bisa menceritakan apa yang Beliau derita.
Mertua saya meminta saya untuk mengembalikan anaknya karena waktu itu usia saya masih sangat muda, dengan tujuan agar saya bisa menikah lagi dengan orang lain, tapi saya menolak dan bertekad merawat istri saya hingga saat ini.
Satu sampai dua tahun petama, saya mulai goyah dan berniat untuk menuruti permintaaan mertua saya yaitu mengembalikan putri mereka, sungguh… itu penyesalan yang amat dalam bagi saya karena sempat goyah….”

“Saya menginginkan kehidupan rumah tangga yang normal, saya menginginkan seorang istri yang normal sehingga bisa melayani saya dan saya menginginkan anak dari hasil pernikahan kami. Lewat istikharoh lebih dari dua bulan lamanya, alhamdulillah saya tersadar. Pernikahan itu bukan hanya untuk menghasilkan anak dan bersenang-senang dangan wanita. Dalam pernikahan itu ada kesedihan yang bila diikhlaskaan akan menghasilkan senyum, ada kesengsaraan yang apabila kita melapangkan dada justru kita mengucap syukur, dan ada bahagia yang terkadang kita salah menduganya.
Istri saya meminta pulang ke orang tuanya karena merasa tidak enak hati, selain saya berkerja, saya pun mengurus seluruh pekerjaan rumah tangga dan mengurus istri saya. Sarapan di meja sebelum berangkat kerja, itu hanya ilusi jika saya tidak mengerjakannya, pakaian bersih dan rapi…tinggal pakai, itu hanya fatamorgana jika sepulang kerja saya tidak mencuci dan menyetrika, rumah bersih dan lantai harum pun hanya angan jika saya tidak bangun pagi-pagi untuk bebenah. Istri saya merasa malu dan sungkan karena merasa meropotkan saya….” ujarnya sembari mengusap matanya yang mulai lembab.

“Semoga Allah meridhoi mereka…” ucap penulis dalam hati.

“Banyak yang bertanya kenapa saya tidak menikah lagi? Sulit untuk dijawab dengan kata-kata setiap kali saya mendapai pertanyaan macam ini. Saya menikah bukan karena diawali suka sama suka tapi karena perjodohan orang tua. Jujur saja, saya pun tidak tahu apakah saya benar-benar mencintai istri saya atau tidak, yang saya tahu hanyalah saya harus mengemban amanah Allah. Bahkan yang disebut-sebut menikahi wanita lebih dari dua sebagai sunnah, tidak terfikir oleh saya. Ada banyak cara untuk membeli Jannah bagi istri saya selain jalan tersebut. Saya memiliki cara lain untuk mendekatkan istri saya kepada Allah, tapi bukan jalan yang satu itu. Saya tidak menentang poligami hanya saja, saya menyadari bahwa saya dan istri saya belum cukup ilmu untuk melakukan hal tersbut. Saya takut tidak bisa mempertanggungjawabkannya kelak di akhirat….ilmu saya masih lah sangat minim, bahkan belum mencapai mata kaki,”
Beliau kembali mengusap kedua matanya.

“Pernah suatu sore, istri saya meminta maaf karenanya lah rumah tangga kami tidak sempurna sebagaimana rumah tangga orang-orang. Saat itu saya berkata kepadanya bahwa Aisyah pun hingga wafatnya belum menimang buah hati. Sering sekali ia meminta pulang denga alasan ingin berkumpul dengan orang tuanya saja, saya mengatakan padanya bahwa kami hanya tinggal berjarak dua rumah dari rumah orang tuanya dan setiap hari orang tuanya pun menjenguk dan mengajaknya bicara sehingga saya mengatakan kepadanya nanti kalau rindu saya akan antarkan dia berkunjung.
Saya mencoba memahami bahwa bukan itu yang ia mau, saya memahami bahwa ia hanya merasa tidak enak hati kepada saya. Butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya ia mengerti bahwa apa yang saya lakukan adalah bentuk dari kewajiban saya kepada Allah, yaitu menjaga amanah. Kadang ada yang berkata bahwa menikah lagi itu diperbolehkan jika istri dalam keadaan sakit semacam itu, saya mengerti betul hal tersebut…tapi saya tidak mampu, saya tidak bisa….saya tidak bisa karena ketakutan saya yang amat besar dengan pertanggungjawaban akhirat…”

“Setiap kali saya rebah, saya selalu berdoa '‘Ya Allah ya Rabb…karuniakanlah rasa takut dalam diri hamba kepada-Mu agar hamba senantiasa taat dan patuh kepada-Mu...agar hamba senantiasa takut dengan azab akhirat….” 
Ia kembali mengusap kedua matanya.

“Istri, suami, dan anak itu amanah yang amat besar pak…bu… Surga atau Neraka kalian pun satu rangkaian dengan keduanya. Mereka bisa membawamu ke Surga,bisa juga membawamu ke Jahannam, Na’udzubillah… menikah lagi itu perkara yang mudah, yang sulit itu mengingkari ketakutan kepada Allah yang ada dalam diri saya. Bersabarlah…dunia ini hanya sementara, kita hidup hanya sangat sebentar sekali.  Jangan sampai kita mengorbankan kehidupan yang kekal hanya demi kebahagiaan di dunia yang singkat ini….bersabarlah…” ujarnya.

“Membaca Al Qur’an jangan hanya dengan pemahaman diri sendiri, ketahuilah bahwa Al Qur’an memiliki tingkat bahasa yang tidak bisa kita pahami tanpa bantuan tafsir. Kita harus mengerti riwayat turunnya, kenapa ayat itu turun, dalam keadaan seperti apa ayat tersebut  turun, untuk siapa ketika itu ayat tersbut diturunkan dan lain sebagiamana sehingga kita tidak asal menjalankan sesuatu menurut penafsiran kita pribadi.
Jangan menuntut kebahagiaan di dunia sebagaimana yang kita angankan, tapi bersyukurlah atas seluruh kejadian setiap detiknya….”

“Masihkah butuh jawaban dari pertanyaan bapak dan ibu yang tadi?” tanya Beliau.

“Tidak ustad…” jawab sebagian jamaah.

Thursday, 13 April 2017

DONOR DARAH

Mungkin curhat saya pada pendonor ini bisa jadi jawaban bila bapak/ibu menghadapi pertanyaan yg sama
Yang dibayarkan kepada PMI untuk biaya sekantong darah itu bukanlah harga darah,tetapi biaya pengganti pengolahan darah
Apa bedanya?
Biaya darah itu gratis,karena darah itu tidak boleh diperjualbelikan
Donor dan transfusi darah bukan cuma memindahkan darah dari 1 orang ke orang yang lain
Pertama donor diseleksi dulu dg isi kuesioner,pemeriksaan fisik singkat,periksa Hb,periksa golongan darah untuk yg baru....(ada biaya bahan habis pakai di situ)
Darah diambil dimasukkan ke kantong khusus yg isinya anti pembekuan darah...(ada biaya kantong darah dan bahan habis pakai)
Setiap pendonor diberikan snack,susu dan multivitamin penambah darah (ada biayanya juga)
Pengambilan darah dilakukan PMI dg jemput bola ke instansi,hingga ke luar kota...pernah hingga ke Kaur dan Muko Muko (ada biaya transportasi dll)
Kendaraan kami jg butuh pemeliharaan,perlu perbaikan bila ada yang rusak (itu butuh biaya juga)
Untuk kegiatan mobile unit donor darah,tidak ada tarif yang harus dibayar oleh instansi kepada PMI
Selama darah ditranspor dari tempat pengambilannya menuju PMI,hrs ada rantai dingin yg dijalani,cooler dlm bis donor darah disuplai energinya dg bbm
Setelah darah dlm kantong sampai ke PMI....dibawa ke laboratorium PMI untuk skrining penyakit menular yang terdiri dari HIV,hepatitis B,hep C dan sifilis....(ada biaya reagen pemeriksaan dan bahan habis pakai untuk keempat penyakit tersebut)
Sebagai ilustrasi,di laboratorium swasta di bengkulu, tarif pemeriksaan laboratorium HIV 330.000,hepatitis B 150.000,hepatitis C 325.000,dan sifilis 230.000....sedangkan PMI Bengkulu dibayar 250.000 untuk periksa keempatnya ditambah biaya kantong dan semuanya (ada juga RS yang menetapkan Rp 150.000 untuk semuanya😭)
Bila darah mengandung penyakit,maka satu kantong darah itu wajib dibuang (ada biaya kerugian,ada biaya pembuangan limbah)
Darah yg bersih dari penyakit disimpan di PMI (biaya penyimpanan)
Saat ada permintaan darah untuk pasien,dilakukan uji kecocokan darah pasien dan donor,namanya crossmatching.sebelum cross matching dilakukan pemeriksaan untuk konfirmasi golongan darah sebanyak 2 kali (biaya reagen golda 2 kali dan reagen crossmatching beserta bahan habis pakainya)
Kalau cocok,baru darah diberikan ke pasien. Kalau tidak cocok,maka lab PMI akan mencocokkan dengan darah lain sampai cocok dengan biaya include.
Demikian peristiwa yang dialami darah yang bapak ibu sumbangkan hingga sampai ke tubuh pasien,proses yang tidak sederhana dan membutuhkan biaya besar serta alat-alat canggih (biaya lagi untuk membeli alat dan memeliharanya)
Namun UTD PMI Bengkulu harus menjalaninya dengan biaya pas-pasan,dengan bantuan pemerintah yang hampir-hampir tidak ada....PMI itu bukan instansi pemerintah dan tidak pula ada bantuan pusat.
Mungkin banyak yang tidak percaya kalau PMI tak punya dana besar,padahal ketua umumnya seorang wakil presiden,tp itulah kenyataan di Bengkulu
Bagi saya,memperbaiki pelayanan darah di Bengkulu jadi fardhu,karena saya terlanjur tahu masalahnya dan punya ilmunya, menghadapi kasus-kasus transfusi darah saat pendidikan sebagai Spesialis Penyakit Dalam dan sudah dilatih pula di bidang transfusi darah maka jadi kewajiban.
Jika saya sibuk-sibuk di UTD PMI,bukan karena iming2 gaji,niat wakaf saya bagi kemaslahatan. Wakaf waktu,pikiran,tenaga dan air mata, untuk suatu perbaikan yg mudah2an jd ATM saya saat sudah di alam kubur nanti.
Begitulah gambarannya,semoga pengetahuan ini menguatkan niat bapak ibu sekalian untuk berdonor darah,tdk lagi disertai prasangka bahwa darah yang disumbangkan dijadikan ajang cari untung oleh PMI

4 Tipe Kepribadian Manusia


4 Tipe Kepribadian Manusia (Plegmatis, Melankolis, Sanguinis, Koleris)

Lebih dari 400 tahun sebelum Masehi Hippocrates, seorang tabib dan ahli filsafat yang sangat pandai dari Yunani, mengemukakan suatu teori kepribadian yang mengatakan bahwa pada dasarnya ada empat tipe temperamen. Sebenarnya, ada beberapa teori mengenai macam-macam kepribadian. Teori yang paling popular dan terus dikembangkan adalah teori Hipocrates-Galenus. Yang merupakan pengembangan dari teori Empedokretus. Berdasarkan pemikirannya, ia mengatakan bahwa keempat tipe temperamen dasar itu adalah akibat dari empat macam cairan tubuh yang sangat penting di dalam tubuh manusia :

Sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning)Sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam)Sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir)Sifat panas terdapat dalam sanguis (darah)

Kemudian teori Hippocrates di sempurnakan kembali oleh Galenus yang mengatakan bahwa keempat cairan tersebut ada dalam tubuh dalam proporsi tertentu, dimana jika salah satu cairan lebih dominan dari cairan yang lain, maka cairan tersebut dapat membentuk kepribadian seseorang.

Berpuluh tahun lamanya tipologi yunani yang bersifat filosofis ini berpengaruh luas sekali. Bahkan psikologi modern telah mengemukakan banyak saran baru mengenai penggolongan temperamen, tetapi tidak ada yang dapat menemukan penggolongan yang lebih bisa diterima seperti yang dikemukakan oleh Hippocrates dan Galenus. Untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai sifat temperamen yang melekat dalam setiap cairan, berikut adalah gambaran dari penggolongan manusia berdasarkan keempat bentuk cairan tersebut. Sekarang kita bahas satu-satu tipe kepribadian tersebut :

MELANKOLIS – Si Sempurna

Kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah. ingat dengan lirik lagu ini? lagunya Andra and The Backbone dengan judul sempurna. Pas banget dengan sifat manusia yang akan kita bahas sekarang yaitu Melankolis si Sempurnaaaaa. ada 4 sifat manusia selain melankolis, korelis, sanguis dan plegmatis nanti satu persatu akan dibahas deh.

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan melanchole. Dimana orang yang melancholis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis, penakut, dan kaku.

Menganggap segala sesuatu amat penting. Di segala tempat mereka menemukan alasan untuk merasa khawatir dan yang pertama-tama mereka perhatikan dari sesuatu keadaan ialah kesulitan-kesulitannya. Ini dilakukannya tidak atas dasar pertimbangan keakhlakan melainkan karena pergaulan dengan orang lain membuat ia khawatir, berprasangka, dan sibuk berpikir. Justru karena sebab inilah rasa bahagia menjauhinya.

Melankolis, kalau nemu temen orangnya pemikir, sensitif, romantis, teratur, bisa dipastikan 99.99 persen dia tipe orang melankolis. Si melankolis mempunyai rasa empati yang tinggi, tak jarang kalau ada temen yang ada masalah dialah orang pertama yang merasakanya bahkan menjadi pendengar yang baik. selain berempati, melankolis juga romantis banget, jagi bikin puisi.

Si melankolis ternyata punya bakat perfeksionis harus sempurnaaa. saya juga kadang kalau ada yang kurang misalkan dalam tulisan ini bakalan mengeditnya hingga ratusan kali (lebay, maklum lah melankolis  ). Dia juga tipe pemikir . Orang bertipe ini cenderung mempunyai rasa seni yang tinggi, suka akan gambar, grafik dll, cukup berbakat menjadi seorang seniman entah musik atau pelukis.

Mereka juga kadang suka sekali namanya berkorban, bahkan mengorbankan diri mereka sendiri demi orang lain, tidak suka menonjolkan diri a.k.a low profile lebih memilih bekerja dibalik layar, sepertinya nggak mau terkenal.

Oke, sudah cukup membanggakan diri sebagai melankolis. sekarang kita bahas sisi jeleknya, hehehehe. Tipe melankolis orangnya super sensitif, bahkan anda tiup rasanya kayak ditabok hehehehe. Mereka suka yang namanya menyendiri, kadang juga terjebak di masalalu dengan ratusan kisah sedih sambil meratapi nasip dan suka membesar besarkan masalah, mengapaaaaaaaa aku beginiii.

Melankolis umumnya tertutup, kalau ada masalah biasanya diumpetin, kalaupun dibagi, pastilah dibagi dengan orang yang paling diapercaya entah keluarga ataupun teman. Mereka juga kadang suka meremehkan diri mereka sendiri, padahal apa yang dikerjakannya mungkin lebih bagus dengan orang lain, istilahnya rumput tetangga lebih hijau dan juga takut kegagalan intinya pikiranya negatip mulu nggak ada motivasi. Idealis, kalau dirasa sesuatu tidak sesuai kehendaknya mereka kadang suka ngedumel.

MELANKOLIS:

KEKUATAN:

* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran

* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal

* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)

* Sensitif

* Mau mengorbankan diri dan idealis

* Standar tinggi dan perfeksionis

* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)

* Hemat

* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)

* Kalau sudah mulai, dituntaskan.

* Berteman dengan hati-hati.

* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.

* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi

* Sangat memperhatikan orang lain

KELEMAHAN:

* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)

* Mengingat yang negatif & pendendam

* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah

* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan

* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah

* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)

* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan

* Hidup berdasarkan definisi

* Sulit bersosialisasi

* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya

* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)

* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)

* Memerlukan persetujuan

PLEGMATIS – Si Pecinta damai

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan phlegma. Dimana orang yang phlegmatis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.

 Tidak adanya gairah, bukan kelemahan, mengatakan secara tidak langsung kecondongan untuk tidak mudah dan tidak cepat kena pengaruh. Orang seperti ini lambat jadi hangat tapi jika sudah hangat dapat bertahan hangat lebih lama. Ia bertindak atas dasar keyakinan bukan atas dasar dorongan naluri. Temperamennya yang cerah dapat menggantikan ketidakhadiran kecerdikan dan kebijakan di dalam dirinya. Ia bertindak layak dalam bergaul dengan orang lain dan biasanya dapat maju karena kegigihannya dalam mencapai sasaran-sasaran yang dikehendakinya sementara ia bergaya seakan-akan memberi jalan pada orang lain.

Sekarang kita bahas si cinta damai dulu deh… agak sulit sih menjelaskan sifat yang bukan sifat sendiri, gpp lah nggak ada salahnya dicoba. kaum plegmatis umumnya menghindari konflik a.k.a netral, bagi mereka Perdamaian itu nomer 1, perdamaian perdamaian, perdamaian peeerdamaian..

Mereka juga baik hati, pribadinya tenang rendah hati dan juga penyabar, terlihat kalem. kalau digabung sama sifat diatas, keknya kerjaan yang cocok jadi diplomat aja deh. banyak dari tipe Plegmatis mempunyai daya humor yang tinggi, menyenangkan untuk diajak gaul.

Nah, kalau tadi dalam si melankolis cenderung memilih sendiri, si plegmatis mereka tipe pendegar, jadi kalau misalkan ada orang yang berbicara anda memperhatikan seorang teman asik mendengarkan dialah si plegmatis. so, mau curhat, pilihlah orang dengan sifat plegmatis  .

Oke, sekarang buruknya neh, orang plegmatis orang simple, nggak mau melibatkan diri dalam konflik bahkan konflik di dirinya sendiri alias pengen mudahnya kalau ada yang mudah ngapain dipersulit?, kalau disuruh mengambil keputusan sering kali ditunda tunda, jadi punya temen plegmatis keknya harus dicambukin biar jalan, apalagi sifat nggak bersemangat dan malesnya yang nggak ketulungan, heheheh.

Selain males, suka menunda nunda dan ambil enaknya ternyata mereka juga kikir, sedikit egois dan penakut.

PLEGMATIS:

KEKUATAN:

* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh

* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik

* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana

* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)

* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi

* Penengah masalah yg baik

* Cenderung berusaha menemukan cara termudah

* Baik di bawah tekanan

* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan

* Rasa humor yg tajam

* Senang melihat dan mengawasi

* Berbelaskasihan dan peduli

* Mudah diajak rukun dan damai

KELEMAHAN:

* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru

* Takut dan khawatir

* Menghindari konflik dan tanggung jawab

* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)

* Terlalu pemalu dan pendiam

* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)

* Kurang berorientasi pada tujuan

* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri

* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat

* Tidak senang didesak-desak

* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

SANGUIN – Si Superstar

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan sanguis. Dimana orang yang sanguinis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul, lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.

Selalu periang dan penuh pengharapan, menganggap segala sesuatu yang dihadapi amat penting, tapi segera dapat melupakannya sama sekali sesaat kemudian. Ia ingin menepati janji-janjinya tapi gagal melaksanakan keinginannya itu sebab ia tidak cukup berminat untuk menolong orang lain. Ia adalah seorang penghutang yang jelek yang terus menerus minta waktu untuk membayar. Ia amat luwes, pandai bergaul, periang.

Kita bahas si superstar nih, orang dengan tipe sanguis terkenal dengan banyak omongnya, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta mengusasai pembicaraan. sanguis memiliki hasrat untuk bersenang senang yang tinggi, mereka suka akan ketenaran, perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari orang lain.

Tipe sanguis juga memiliki rasa optimistis yang tinggi, humoris dan mudah bergaul, emosi mereka juga seperti Plegmatis yaitu cepat berubah, sesaat mereka bisa terlihat bahagia namun beberapa saat kemudian menangis bombay. mereka juga senang mengutarakan joke sehingga membuat orang orang disekitarnya senang.

Negatifnya, orang tipe sanguis umumnya berfikiran pendek, sulit berkonsentrasi dan tidak teratur. mereka dapat stres jika terjebak dalam situasi yang mana hidupnya terasa tidak menyenangkan karna orang sanguis takut untuk tidak populer. so, jadi kalau misalkan dalam sebuah kelompok ada orang yang banyak omong, dialah si Superstar.

SANGUINIS:

KEKUATAN:

* Suka bicara

* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif

* Antusias dan ekspresif

* Ceria dan penuh rasa ingin tahu

* Hidup di masa sekarang

* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)

* Berhati tulus dan kekanak-kanakan

* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)

* Umumnya hebat di permukaan

* Mudah berteman dan menyukai orang lain

* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian

* Menyenangkan dan dicemburui orang lain

* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)

* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan

* Menyukai hal-hal yang spontan

KELEMAHAN:

* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)

* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian

* Susah untuk diam

* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)

* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele

* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)

* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)

* Mudah berubah-ubah

* Susah datang tepat waktu jam kantor

* Prioritas kegiatan kacau

* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas

* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya

* Egoistis

* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama

* Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”

KORELIS – Si Kuat

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan chole. Dimana orang yang choleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa, pendendam, dan serius.

Berkepala panas, mudah sekali dibangkitkan gairahnya, tapi mudah pula jadi tenang jika lawan yang dihadapinya mengaku kalah. Ia orang yang sibuk tapi tidak menyukai berada tepat di tengah-tengah kesibukan usaha sebab ia tidak tabah. Ia memilih untuk memberikan perintah-perintah tapi tidak mau diganggu dengan pelaksanaan dari perintah-perintah yang diberikannya itu. Ia menyukai jika dipuji di depan umum. Ia menyukai penampilan, kemegahan dan formalitas, ia penuh dengan kebanggaan dan cinta diri sendiri. Ia kikir, sopan tetapi dengan upacara, ia sakit hati luar biasa jika orang lain menolak untuk ikut dalam kepura-puraannya.

Masuk ke bagian terakhir nih, kita bahas si kuat, orang tipe ini biasanya suka mengatur dan memerintah orang, dia nggak mau ada orang berdiam diri saja sementara dia sibuk kerja/beraktivitas. orang korelis suka akan tantangan, sang suka berpetualang, mereka juga tegas. tak heran banyak dari usahanya yang sukses karna memang sifatnya yang juga pantang menyerah dan juga mengalah.

sisi negatifnya, mereka orang yang tidak sabaran, segalanya harus cepat karna memang sifat keproduktivitasnya yang tinggi. mereka juga gampang sekali marah, dan suka berprilaku kasar. jadi kalau nemu temen kerjanya uring uringan, suka berkata kasar dan gampang marah, dialah Koleris.

mereka juga suka akan kontoversi dan pertengkaran, bertolak belakang dengan dengan plegmatis yang cinta damai. sifat mereka juga kurang bersimpatin dengan sesama suka memanipulasi orang lain dan memperalat orang lain dan juga kalau salah, susah banget meminta maaf.

Orang koleris sedikit mirip dengan sanguis mereka gampang bergaul dan optimistis. mereka juga bisa berkomunikasi dengn baik dan terbuka dengan orang lain, hmm tipe orang seperti ini cocok sebagai pemimpin

dari keempat sifat manusia diatas, dapat kita menarik kesimpulan bahwa:

KOLERIS

KEKUATAN:

* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif

* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan

* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target

* Bebas dan mandiri

* Berani menghadapi tantangan dan masalah

* “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.

* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat

* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas

* Membuat dan menentukan tujuan

* Terdorong oleh tantangan dan tantangan

* Tidak begitu perlu teman

* Mau memimpin dan mengorganisasi

* Biasanya benar dan punya visi ke depan

* Unggul dalam keadaan darurat

KELEMAHAN:

* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)

* Senang memerintah

* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai

* Menyukai kontroversi dan pertengkaran

* Terlalu kaku dan kuat/ keras

* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik

* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci

* Sering membuat keputusan tergesa-gesa

* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain

* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan

* Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya)

* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf

* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

(ZF/Berbagai sumber)


Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng

Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini. Benar saja kami dari tadi s...