Monday, 27 April 2020

Langkah-langkah Menulis Cerpen


Langkah-langkah Menulis Cerpen 

Menulis merupakan aktifitas yang sering dilakukan siswa. Setiap hari siswa di sekolah melakukan kegiatan menulis, entah itu menulis di buku ataupun di papan tulis. Baik itu menuliskan tugas di sekolah atau benar-benar belajar menulis cerpen.

Namun dalam kesempatan yang terbatas sejak diberlakukan pembelajaran jarak jauh siswa memiliki keterbatasan untuk melakukan kegiatan menulis. Padahal menulis merupakan kebutuhan pokok dalam mengikat ilmu.

Nah, apa saja langkah-langkah untuk produktif menulis cerpen dari rumah selama proses pembelajaran jarak jauh berlangsung. Berikut langkah-langkah untuk produktif menulis cerpen yang dapat dilakukan di rumah selama dimasa pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga: Karya dan Penghargaan Efri Deplin di bidang Literasi

1. Menentukan Tema

Tema merupakan hal utama yang harus ditentukan terlebih dahulu. Tema adalah gagasan pokok atas ide utama. Tema bisa ditentukan misalnya tentang Sekolah, Sahabat, Hobi dll.

2. Menentukan Jenis Cerpen

Cerpen apa yang ingin ditulis? Cerpen jenaka, drama, misteri, religi, horor atau drama komedi? jika jenis cerpen religi yang akan ditulis maka fokuskan pada cerpen religi saja.

Alur pada cerpen juga ditentukan disini, ada 3 alur dalam membuat cerpen. Maju, Mundur dan Campuran.
Alur maju bercerita dari awal hingga akhir. Alur mundur bercerita dari akhir menuju awal. Alur campuran bercerita acak antara bercerita dari awal ke depan dan dari akhir menuju awal cerita.

3. Menentukan Segmen

Segemen sangat penting untuk ditentukan. Apakah cerpen ini untuk anak-anak, renaja atau dewasa. Menulis cerpen buat anak-anak jelas tidak sama dengan menulis cerpen untuk remaja, apalagi untuk dewasa. Nah siswa SD cenderung biasanya menulis cerpen untuk anak-anak usia mereka dan segmen remaja.

4. Menentukan Tokoh dan Sifat Tokoh

Menentukan tokoh dalam sebuah cerpen sangat penting. Kita harus menentukan tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama nanti akan mendominasi di dalam cerpen dan akan dibantu perannya oleh tokoh pembantu lainnya.

Sifat Tokoh juga demikian harus diperhatikan. Apakah protagonis atau baik atau antagonis atau jahat. Kedua sifat ini penting dimunculkan untuk membuat adegan konflik yang akan dimuat di dalam cerpen.

5. Menentukan Konflik

Konflik disebut juga dengan masalah. Dalam sebuah cerpen harus mencantumkan sebuah masalah. Ingat cerpen hanya memiliki satu masalah pokok saja dan jangan bertele-tele untuk disampaikan. Dari konflik yang dibuat dimasukkan juga pesan-pesan atau nilai-nilai yang dapat diambil dalam sebuah konflik. Misalnya adalah konflik antara dua sahabat yang berselisih paham dan lain sebagainya.

6. Menentukan Ending

Menentukan Ending sebuah cerpen sangatlah penting. Cerpen yang ditulis harus memuat penyelesaian dari konflik atau masalah yang timbul di dalam cerpen. Akhir yang menyedihkan dan membuat baper, atau ending bahagia dan membuat tersenyum.

7. Menentukan Judul

Judul cerpen dibuat minimal 2-5 kata. Judul cerpen sangat penting dibuat sebagai identitas. Judul yang baik menggambarkan isi cerpen yang dibuat. Mengkombinasikan kata sifat dan kata benda juga menjadi startegi dalam menentukan judul cerpen. Contoh misalnya kata benda "Jendela" kata sifat "Baik" maka judul yang dapat dituliskan adalah "Jendela Kebaikan" dimana cerpen tersebut berisikan tentang kesempatan berbuat baik kepada teman dan sekeliling kita.

Baca Juga: Buku Lima Jendela Karya Terbaik siswa SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu

Nah inilah langkah-langkah dalam menulis cerpen. langkah-langkah di atas tidak mutlak harus dilakukan secara berurutan. Namun semuanya harus terpenuhi untuk menunjukkan cerpen yang kita buat menjadi utuh dan enak dibaca.

Selamat mencoba.

Friday, 24 April 2020

Tiga Pekan Masa Pendemi Covid-19 Pasien Thalasemia di Rumah Sakit


Momentum ini mengingatkan saya pada 6 tahun silam. Saat pertama kali bersahur ria di rumah berlantai dua di jalan Pramuka tepat di depan toko buku terkenal itu di Matraman Jakarta. Iya, sempat sebelumnya bolak balik ke Salemba melewati jembatan layang naik motor tidak pakai helm (jangan ditiru) di bawah hujan rintik bersama rekan yang luar biasa. Sampai akhirnya saya harus turun naik dari lantai 6 poli anak ke lantai 4 dimana disana berkumpul manusia sejagad tanah air. Ampun, hari Jumat itu saya shalat dhuhur karena antrean panjang di sana dan tidak ada waktu lagi untuk hari selanjutnya, sabtu tidak buka guys poliklinik tutup. Kami akhirnya menginap di IGD RSCM malam itu juga.
_____________________________________________
Sungguh menantang saat pertama kali kami harus berhadapan dengan pilihan. Iya harus ke rumah sakit dengan berbagai pertimbangan. Secara saat ini menghadapi pandemi bukan hal biasa dan juga tidak bisa diajak bermain-main. Pertama kali sebelum kami putuskan untuk hadir ke RSUD M.Yunus, saya khususnya konsultasi berulang-ulang dengan seorang dokter spesialis penyakit dalam mengenai solusi apa yang harus kami ambil. Jawaban beliau cuma satu, datang ke rumah sakit dan budaya hidup sehat. Pakai masker, selalu mencuci tangan, membawa hand sanitizer, jaga jarak dan pulangnya nanti mandi dengan bersih. Terima kasih atas semangatnya Dok.

Baru saya legah dan memantapkan diri mengenakan kijang merah sambil berdzikir sepanjang perjalanan.

Pekan Pertama
Langkah-langkah yang diambil

1. Chek Hb atau Hemoglobin di laboratorium luar rumah sakit

Rutinitas anak-anak kami sudah kami hafal di luar kepala, walau terkadang ada juga yang lupa sesekali sih, biasa faktor umur dan pekerjaan juga kali ya. Nah karena sudah jadwalnya nge-charge dan untuk meminimalisir kontak rumah sakit akhirnya kami memutuskan untuk chek Hb di laboratorium luar. Sampel sudah diambil betapa tercengang nya kami melihat hasilnya diatas 10 mg/L. What pingin tanya lanjut, iya saya tanyakan lanjut ke petugasnya bukan untuk komplain brutal tapi, coba lihat sekali lagi. Mereka meyakinkan hasilnya benar. Oke fine.

Akhirnya besok kami masuk ke RSUD M.Yunus dan chek Hb ulang, hasilnya ada di angka 8. Bagaimana bisa selisih 2 angka guys? Ya ampun bagaimana jika kemarin kami tunda sepekan apalah jadinya ya?

Horor Berita Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Pada saat waktu bersamaan di Bengkulu sedang tranding topik sebuah kabar yang terkena Covid-19 meninggal dunia. Meninggal nya di rumah sakit ini. Iya di tempat kami sekarang berada. Pada saat bersamaan juga, lokasi laboratorium Rumah Sakit sedang diramaikan oleh sekelompok dengan pakaian khas bolak-balik ke laboratorium.

Awalnya kami tidak ngeh sama sekali, innalilahi setelah tahu bahwa mereka sedang chek darah juga karena dikabarkan ada kontak dengan pasien yang meninggal, terkejutlah sekampung mendadak auto kaget dan segerah menyingkirkan diri secepat mungkin dari sana. Bukankah ada rapid-test. Wallahualam saking horornya.

2. Pendaftaran Pasien Dipermudah

Sebelumnya kami sudah mendaftar di bagian utama pendaftaran. Baik daftar pasein maupun daftar BPJS. Pada saat ini lebih dimudahkan dengan cukup membawa surat rujukan berkala tanpa finger pasien. Biasanya finger ini memakan waktu yang cukup lama karena antrean panjang dengan pasien lainnya juga mencocokkan jari pasien dengan alat finger.

Syukurlah Alhamdulillah ada baiknya mulai saat ini tidak pakai ribet dan bisa langsung ke poli setelah menyerahkan surat rujukan kepada petugas BPJS.

Baru setelah itu kami ke Poliklinik anak yang menangani anak-anak berobat pada hari itu dan khususnya Thalasemia.

Surat pengantar chek Hb di laboratorium Rumah Sakit didapat kami langsung cus ke TKP.

barulah kejadian horor tadi terjadi, menegangkan sekali guys.. Alhamdulillah kami masih sehat sampai saat ini hingga nantinya Aamiin Aamiin Aamiin ya Rabbal Alamiin.

3. Mengambil Alat Tranfusi Set di Depot Farmasi Tali dari Pintu Belakang

Tidak seperti biasanya ke depot farmasi kali ini. Karena untuk mengambil alat tranfusi set yang telah diresepkan berdasarkan hasil chek laboratorium dan analisa dokter, keluarga pasien membawa secarik kertas resep ke depot farmasi. Biasanya duduk di ruang ber-AC di sana dengan penuh sesak karena banyaknya pasien yang antre. Namun kali ini pintu tertutup rapat dan kita bakal pindah ke belakang. Sebenarnya tidak tepat juga dibilang belakang karena masih dalam gedung dan depot farmasi terletak di tengah gedung.

Hanya saja penerimaan dan pemberian resep melalui jendela yang dibatasi dengan plastik bening. Agar aman guys.. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sukses. Resep pasien Thalasemia lebih cepat dipanggil karena termasuk pasien khusus disini.

4. Menuju Bank Darah BDRS M.Yunus

Dengan membawa sampel untuk crosmatching dengan darah pendonor serta kertas pengantar dari poliklinik anak tadi, urusan administrasi hampir selesai guys. Dan kita tidak bisa langsung masuk guys, karena sudah kesiangan dan hari semakin meninggi pukul 10.00 wib ruangan thalasemia tidak menerima pasien. Jadinya hari ini kami hanya daftar saja.

Negosiasi alotpun tidak bisa, ruangan tidak bisa lebih dari 6 pasien karena tempat tidur hanya ada 6 dan budaya sosial distancing and fisical distancing. Mengurangi kerumunan masa dan jaga jarak antar sesama. Oke fine dan clear besok jadwal kita guys.

Horor Kembali Meneror

Telepon seluler berdering lama, tidak diangkat kemudian telepon berbunyi lagi, kali ketiga diangkat dan
"Cepetan, jenazahnya mau dibawa ke Kamboja"
"Innalilahi.." Sahutku kaget dan langsung lari menuju mobil untuk segerah beranjak pergi dari sini.

Jenazah yang dikabarkan meninggal barusan tadi akan disemayamkan terlebih dahulu di kamar mayat. Sekitar 200 meter dari Bank Darah dan jalur lewatnya juga melewati sisi samping Bank Darah.

Sambil istighfar saya langsung started mobil dan pergi keluar dari rumah sakit. Alhamdulillah

Siang berganti sore, sorepun berganti malam, pagi tiba kami kembali ke rumah sakit dan dengan menyiapkan mental terlebih dahulu tentunya. Tranfusi pun berjalan lancar selama satu hari. Cukup satu hari ini ya.

Pekan Kedua
Mengambil Obat-obatan Berkala

Sistem mengambil obat di Rumah Sakit yang menangani thalasemia di Bengkulu tidak dapat dilakukan sekaligus dengan proses tranfusi. Keluarga pasien harus melakukan proses pendaftaran seperti layaknya masuk rumah sakit seperti biasanya. Namun tujuan di poli dibuat untuk mengambil obat.

Kali ini juga mendapat keringanan dengan tidak adanya finger dari pasien bersangkutan. Kalau biasanya harus finger, anak-anak masih susah membagi waktu ketika mereka sekolah. Namun kali ini juga sedang tidak ada proses belajar di sekolah tapi digantikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Jadi mengambil obat-obatan bisa saya lakukan sendiri.

Pekan Ketiga

Berjarak sekitar 21-28 hari dari tranfusi maka Abdullah Tsamara kembali ke rumah sakit untuk tranfusi. Iya kembali mengulangi prosedur dan tahapan yang telah ditentukan.

Baik akan kami ulas kembali satu-satu ya.

1. Daftar pasien dan daftar BPJS

Seperti biasanya pasien harus tiba lebih pagi dan daftar di lobi pendaftaran dan lobi BPJS. Menunggu beberapa lama sesuai dengan nomor antrean panggilan. Sabar ya guys..
Setelah terdaftar kita akan diarahkan ke poliklinik yang dituju, dalam hal ini pasien thalasemia ada dua poli yang dituju, poli anak atau poli penyakit dalam. Poli penyakit dalam jika pasien sudah termasuk pasien dewasa. Namun tindakan medisnya tetap dilakukan di ruang khusus thalasemia.

2. Menunggu panggilan di poliklinik 

Pasien menunggu panggilan di poliklinik anak berdasarkan pemanggilan dari status yang masuk. Jadi lebih awal datang lebih awal juga dipanggil. Namun di massa pandemi ini kami rasakan pasien yang datang ke rumah sakit sangat sedikit tidak seperti biasanya. Termasuk di poli anak ini. 

Setelah petugas poli memanggil pasien akan dilihat kondisi berat badan, umur, pemeriksaan umum lainnya. Baru setelah itu diberikan surat pengantar ke laboratorium untuk melakukan pengambilan sampel chek Hemoglobin.

3. Pemeriksaan kadar hemoglobin di laboratorium rumah sakit

Pasien diambil sampel darah untuk diperiksa kadar hemoglobin, membutuhkan beberapa waktu sehingga harus lebih cermat dan sabar menunggu. Kita bisa bertanya apakah sudah selesai atau belum kepada petugas melalui celah jendela kaca dan dilapisi plastik bening ini. Atau menunggu santuy sampai nama pasien dipanggil hee.

Selesai hasil hemoglobin keluar, pasien kembali menuju poli untuk dihitung kebutuhan darahnya.


4. Menunggu hasil penghitungan jumlah CC darah yang akan ditransfusikan

Penghitungan kebutuhan darah berdasarkan rumus. Ada dua patokan yang diambil, pertama Standar Hb 12 kedua Standar Hb 13. Rumusnya adalah:

Selisih Hb saat ini dengan standar Hb dikali 4 dikali berat badan.

Misalnya:
BB: 20
Hb lab: 9 mg/L
Hb satandar: 12

Maka hitungannya adalah
3 x 4 x 20 = 240 CC (cukup satu kantong) karena BB juga mendukung.

BB: 20
Hb lab: 9 mg/L
Hb satandar: 13

Maka hitungannya adalah
4 x 4 x 20 = 320 CC
Tidak bisa satu kantong karena satu kantong maksimal 250 CC dan tergantung juga dengan BB pasien serta umur. 
320 dapat diramu menjadi
2 x 160 CC (artinya ini adalah dua kantong)

5. Mengantre mengambil alat tranfusi set di depot farmasi rumah sakit

Selesai semuanya dihitung pasien menuju depot farmasi untuk mengambil alat tranfusi set. Cairan infus, selang infus, aboket, semacam kasa, imugard. 

Fisical distancing juga berlaku di sini walau sifatnya sementara. Justru disini lebih harus diwaspadai ya, karena semua pasien ke depot untuk ambil perlengkapan dan obat-obatan.


6. Menyerahkan sampel darah dan surat pengantar ke bank darah

Selesai semua administrasi di atas barulah kita ke Bank Darah. Ketahuilah guys dan kita mentok bisa masuk ruangan pada hari Kamis. Wah lama juga ya sekarang masih selasa haha, biasa guys.. antrean kita mah apalagi harus jaga jarak atau fisical distancing. paham ya dengan kebijakan ini.

Beberapa hal yang mengharukan ditemui

1. Pasien dilayani oleh petugas dengan APD
atau Alat Pelindung Diri khusus dipakai saat tindakan. Di setiap post jika boleh saya katakan begitu ya untuk setiap tahapan. Mulai dari pendaftaran, hingga di ruang poliklinik thalasemia. Ada yang standar lengkap ada juga yang secukupnya. Untuk upaya pencegahan lumayan mengharukan karena kata beliau MEMAKAI APD itu gerah guys..

2. Darah juga harus dipersiapkan lebih baik karena selain masa pandemi pendonor jadi terbatas ke PMI. Juga karena bulan Ramadhan kalau mau donor darah lebih aman di malam hari. Ada baiknya ikuti protokol yang sudah ditentukan nya guys.

Baca juga: Tranfusi dan Donor Darah di Bulan Ramadhan


3. Hand sanitizer juga sudah ada sejak dulu, namun himbauan sejak pandemi ini lebih digaungkan di berbagai tempat. Tujuannya agar setiap kita bisa cuci tangan kapan saja dan budaya hidup sehat ya guys.

4. Iya pengunjung rumah sakit sangat sedikit, beda dengan hari-hari biasanya yang sangat ramai.


Terima kasih para pahlawan garda terdepan dalam melawan dan menghadapi pandemi Covid-19 juga pahlawan-pahlawan di sana dimana saja berada struktur pemerintahan, akademisi, birokrasi, organisasi, personal, dan lain sebaginya pemerhati thalasemia di seluruh dunia.

Kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan terhindar dari segala macam marabahaya yang ada, khusuk dalam ibadah Ramadhan dan pada akhirnya nanti Covid-19 musnah dari muka bumi ini Aamiin.

Wednesday, 22 April 2020

Tips Khatam Membaca Al Qur'an Berkali-kali di Bulan Ramadhan


Membaca Al Qur'an adalah ibadah yang luar biasa dahsyatnya apalagi jika dilakukan di bulan Ramadhan. Ramadhan sendiri daiat diartikan sebagai bulan Al Qur'an karena pada bulan Ramadhan diturunkannya Al-Qur'an untuk pertama kalinya.

Berikut adalah tips bagaimana cara agar kita dapat membaca Al-Qur'an dan mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kaki di bulan Ramadhan.

Tips Berkali-kali khatam Al-Qur'an selama Ramadhan di masa PSBB

1. Siapkan Al Quran dg ukuran cukup besar.
2. Siapkan dudukan Al Quran agar bisa terbaca saat posisi kita berdiri di tempat sholat (lihat gambar)
3. Bacalah 1 halaman di setiap rakaat.




Bagaimana cara menghitungnya?

1. Sholat rawatib 16 rakaat (mengikuti mazhab Imam Syafii)
2. Sholat tarawih 8 rakaat
3. Sholat tahajud 4 rakaat
4. Sholat witr 3 rakaat
5. Sholat dhuha 8 rakaat
6. Sholat wajib 10 rakaat

Ini berarti jumlah halaman yg sdh kita baca adalah 49 halaman. Manfaatkan waktu2 tertentu utk baca lagi 11 halaman shg genap semuanya 60 halaman. Boleh disatukan atau dipecah lagi, yg penting disiplin.

Kalau kita istiqomah dan mendapatkan hidayah, maka kita akan terbiasa tilawah sebanyak 3 juz per hari.

Ini artinya kita akan khatam setiap 10 hari, tapi kita tetap produktif mengerjakan aktivitas rutin kita. Maka pasti akan dibukakan pintu-pintu  rizki yang tidak terduga oleh Allah SWT.

Noted: lebih bagus kalau kita sudah hafal halaman yang mau dibaca.

Atau ikuti tips berikut ini:
Tips Berkali-kali khatam Al-Qur'an selama Ramadhan.

Dibaca setelah shalat wajib sesuai dengan target lembar Al Qur'an.
dikali 5 waktu shalat wajib setiap hari.

ilustrasinya adalah sebagai berikut:

1 kali Khatam
2 Lembar x 5 = 10 Lembar = 1 Juz

2 kali khatam
4 Lembar x 5 = 20 Lembar = 2 Juz

3 kali khatam
6 Lembar x 5 = 30 Lembar = 3 Juz
dst


Saya mengucapakan marhaban ya Ramadhan mohon maaf lahir dan batin semoga Allah SWT memberikan gelar Taqwa kepada kita semua Aamiin

#quantumtahfizh40
#ramadhan
#psbb
#rejekitakterduga

Dari berbagai sumber dan diedit di bagian tertentu.

Friday, 10 April 2020

Oh Guruku Tersayang Lagu JSIT INDONESIA

Oh Guruku Tersayang
Lagu JSIT INDONESIA

Begitu luasnya, kasih sayangmu
Begitu besarnya, kecintaanmu
Kepada kami semua

Janganlah kau bersedih, atau gundah, wahai guruku tercinta
Karna kami akan selalu ada, bersama…. cintamu…

Reff
Oh Guru Tersayang, maafkanlah sikap kami
Oh Guruku Tersayang, cintamu tetap abadi
Kau akan selalu ada, didalam dada kami
Kasih sayangmu…. abadi, di dalam hati ini


4 Tips Donor Darah Saat Puasa

Donor darah menjadi trend gaya hidup sehat masa kini. Selain memenuhi kebutuhan hidup para penggunanya, donor darah menjadi sebuah kebutuhan...