Thursday, 6 July 2017

Bank Darah dan Cinta Abdullah Tsamara

Unit Bank Darah RSUD M. Yunus Bengkulu, itulah nama gedung yang menampung puluhan kantong darah bahkan mungkin lebih. Darah-darah yang sudah tersimpan rapi dan aman dalam kantong darah ini nanti akan masuk ke tubuh pasien dengan proses tranfusi melalui pembuluh darah. Pebuluh darah di lengan, kaki hingga bagian pembuluh darah di kepala bisa dilalui untuk proses tranfusi. Proses ini lengkapnya disebut transfusi darah.

Sebelumnya, darah-darah dari pendonor atau orang yang mendonorkan darah akan tersimpan di unit PMI RSUD M. Yunus. Setelah blanko permintaan darah diisi dokter, keluarga pasien menuju Bank Darah untuk melakukan proses permintaan darah. Permintaan darah dan kantong darah dibuat oleh pihak Bank Darah dengan menggunakan sebuah kertas pengantar. Di kertas itu tertulis nama pasien, golongan darah pasien, dan jumlah kebutuhan darah pasien. Contoh: Nama Pasien : M. Abdullah. Golongan Darah Pasien : O. Kebutuhan Darah: 250 cc. Kertas pengantar tersebut dibawa ke Unit PMI. Setelah kertas pengantar diterima maka darah yang dimaksud dapat diproses. 

Ilustrasi di atas menunjukkan cara kerja sistem yang ada di RSUD M. Yunus Bengkulu. Proses yang dilalui setelah darah pendonor diambil sampai ke proses tranfusi. Ada satu hal yang perlu dicatat. Ada istilah darah PRC, maka darah segar yang didonorkan boleh ditranfusikan setelah melalui proses pengendapan selama 6-8 jam setelah proses donor. 

Pengendapan ini sama dengan mendiamkan darah di dalam kantong darah selama waktu tertentu dengan tujuan memisahkan darah merah yang kaya Hemoglobin atau Hb dengan serum dan kandungan lainnya di dalam darah. Ananda M. Abdullah dan Tsamara membutuhkan darah PRC. Mereka hanya membutuhkan darah merah saja. Tidak yang lainnya.

Kembali dengan proses perjalanan darah dan kantong darah. Berbeda jika pasien berada di luar rumah sakit RSUD M.Yunus. Kebutuhan akan darah pasien akan diproses di Unit PMI saja dan dapat langsung dibawa ke Rumah Sakit Eksternal. Misalnya, pasien berada di Rumah Sakit X maka kebutuhan darah Pasien RS X dapat diambil langsung ke UNIT PMI dan langsung di bawa ke RS X tanpa melalui Unit Bank Darah RSUD M. Yunus Bengkulu.

Sekarang kita menuju pasien, M. Abdullah dan Tsamara. Sebelum darah pendonor ditranfusikan ke tubuh pasien dalam ha ini tubuh M. Abdullah dan Tsamara, maka ada proses yang disebut Crossmatching. Mencocokan darah pasien dengan darah pendonor. Waktu yang dibutuhkan untuk crossmatching membutuhkan waktu sekitas satu jam. Dengan proses tertentu dapat dimetahui bahwa darah pasien dan darah pendonor apakah menggumpal ata tidak. Apabila darahnya tidak menggumpal maka darah tersebut dapat dimasukkan ke tubuh pasien dengan aman. Maka pemasangan infus di ruangan Adelwais kamar 6 Thallasemia segerah dilakukan, demi kenyamanan dan jarak dekat pemasangan infua tidak terlalu lama di tubuh pasien. Berhasil pemasangan infus untuk memaukkan NACl maka darahpun darahpun segera ditransfusikan. Lama proses tranfusi bisa mencapai 2-3 jam sesuai besar kecilnya cc darah.

Namun jika darah pasien dan pendonor menggumpal maka disebut positif alhasil darah pendonor tidak dapat digunakan untuk tubuh pasien. Bukan berarti darah pendonor tidak dapat digunakan lagi, namun dapat di crossmatching kan dengan pasien lainnya. Begitulah seterusnya perjalanan darah pendonor. 

Disinilah letak point yang tinggi. Jika darah tidak cocok antara pasien dan pendonor maka dilakukanla pencarian pendonor-pendonor sukarelawan di luaran sana yang mampu membantu kebutuhan pasien akan darahnya. 

Inilah latar belakang dibentuknya grup WhatApp Keluarga Abdullah Tsamara untuk pendonor sukarelawan agar darah yang masuk ke tubuh ananda kami M. Abdullah dan Tsamara tidak terlalu banyak pendonor-pendonor yang sering berubah-ubah orangnya, diharapkan pendonornya adalah pendonor tetap agar kecocokan darah tetap stabil. Mengingat kebutuhan darah ini seumur hidup mereka. Allahu Akbar!!! rasanya saya tidak sanggup menuliskan semua ini. Namun hal ini harus kita pahami bersama. Kami bangga kepada semua pendonor sukarelawan yang selama ini mampu berbagi kebutuhan primer untuk anak-anak kami. Semoga Allah mengganti kebaikan-kebaikan semua dengan kebaikan yang lebih baik. Aamiin

Allah SWT berfirman:

هَلْ جَزَآءُ الْإِحْسٰنِ إِلَّا الْإِحْسٰنُ

"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."(QS. Ar-Rahman 55: Ayat 60)(ayat mengutif kiriman aa Rusli)

Tulisan ini dibuat dari perjalanan cinta, mohon maaf bila kurang ilmiah. Mohon diluruskan jika ada yang kurang tepat.

Efri Deplin WA.085268125187. http://belajariangriang.blogspot.co.id


2 comments:

  1. Semoga darah umi cocok dengan darah ananda Abdullah, agar bisa terus berbagi... selama diberi kekuatan oleh Allah SWT...
    Abdullah Tsamara PASTI KUAT...!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ummi atas semangatnya. Aamiin jazakumullahu

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya semoga menginspirasi jangan lupa tulis komentarmu di kolom komentar dan dapatkan informasi terbaru di setiap postingan. Jangan lupa follow akun Instagram @efrideplin dan Twitter @efrideplin87 juga YouTube Efri Deplin. Terima kasih semoga menginspirasi.

4 Tips Donor Darah Saat Puasa

Donor darah menjadi trend gaya hidup sehat masa kini. Selain memenuhi kebutuhan hidup para penggunanya, donor darah menjadi sebuah kebutuhan...