Wednesday, 18 January 2017

Saling Memberi Hadiah


Sunnah Nabi Memberi Dan Menerima Hadiah

Sajadah Muslim ~ Beberapa hadits Nabi saw menyebutkan dengan jelas  bahwa kaitan antara menghormati tetangga atau tamu dengan tinggi-rendahnya tingkat keimanan seseorang. ”Barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa  yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” Demikian sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Hadits di atas hanya bagian kecil saja dari akhlak Islam untuk membangun cinta dan kasih sayang. Masih banyak perilaku lain yang dianjurkan. Salah satunya adalah saling memberi dan menerima hadiah. Hadiah adalah barang atau jasa yang diberikan sebagai penghormatan atau ungkapan rasa terima kasih kepada seseorang. Dengan hadiah tersebut hubungan antara orang yang memberi dan yang menerima (diberi) diharapkan akan senantiasa terjaga, bahkan semakin harmonis.


Hadiah tentu berbeda dengan sedekah (shadaqah) terutama dalam hal tujuannya, lebih-lebih hadiah juga dapat diberikan kepada siapa saja, baik orang kaya  maupun orang miskin. Sedangkan sedekah dikhususkan bagi orang-orang yang membutuhkan saja, seperti fakir miskin, anak yatim piatu, anak yang terlantar dan lain sebagainya.

Dalam tradisi masyarakat kita, hadiah biasanya diberikan pada kesempatan-kesempatan dan momen spesial. Seperti ulang tahun, hari raya, hari perkawinan, penghargaan  prestasi dan lain sebagainya, misalnya pimpinan memberikan hadiah (door prize) kepada para karyawannya ketika hari Lebaran telah tiba, atau seorang ayah memberikan hadiah kepada anak-anaknya yang berhasil meraih prestasi disekolah mereka. Semua itu pada hakekatnya adalah untuk mengungkapkan rasa terima kasih, penghormatan, serta kasih sayang.

Tradisi memberi atau menerima hadiah ternyata juga telah dilakukan oleh Rasulullah saw, bahkan beliau menganjurkan agar umatnya membiasakan diri memberikan hadiah tanpa terbatas waktu dan momen. Meskipun hanya dengan sesuatu yang sederhana nilainya. Dalam sebuah  riwayat  disebutkan  bahwa  Rasulullah saw  pernah  bersabda, ”Saling memberi hadiahlah kalian, meskipun dengan sedikit tulang domba. karena hal itu bisa memperkuat kasih sayang dan menghilangkan permusuhan.”

JANGAN  MENOLAK HADIAH

Tidak hanya menganjurkan memberi, rasulullah saw juga menganjurkan agar seorang kaum muslim bersedia menerima hadiah apapun bentuknya, bahkan beliau melarang untuk menolaknya, meskipun hadiah  itu hanya  tulang kambing yang berdaging sedikit. Abu Hurairah ra, meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, ”Wahai para wanita  muslimah, janganlah seorang tetangga menghina itu (hadiah) yang diberikan tetangganya, meskipun hadiah itu senilai dengan tulang kambing yang berdaging sedikit.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Aisyah ra pernah berkata kepada keponakannya, Urwah ra, “Demi Allah, wahai keponakkanku, kami telah melihat bulan purnama, kemudian bulan purnama lagi, sampai tiga kali  bulan purnama  dalam dua bulan, sedangkan dirumah Rasuluillah saw tidak terlihat nyala api.”Urwah bertanya.” Wahai bibiku, lalu apa yang  menghidupi kalian.? Aisyah menjawab, dua yang hitam  yakni kurma dan air .Namun Rasulullah saw mempunyai tetangga dari kaum Anshar yang mempunyai kambing perah. Mereka sering mengantarkan air susu untuk Nabi. Kami pun turut meminumnya.”

Sitti Aisyah ra, menceritakan  tentang keadaan rumah tangga Rasulullah yang sangat sederhana. Dalam satu kesempatan, mereka  pernah kesulitan  untuk mendapatkan makanan dalam waktu yang cukup panjang, yakni dua bulan. Selama itu, tungku dapur mereka  tidak pernah menyala. Namun selama dalam kondisi seperti itu Rasulullah saw, sering mendapatkan pemberian susu kambing dari tetangganya dan beliau meminumnya.

Betapa penting kesediaan kita untuk menerima hadiah apapun dari orang lain, karena hal tersebut juga merupakan wujud penghormatan kita kepada orang yang memberi, sehingga pantas kalau sebagian pendapat ulama mengatakan bahwa menerima hadiah hukumnya wajib.

MENYALAHGUNAKAN HADIAH

Hadiah yang baik adalah yang didasari atas niat tulus untuk memberi, tanpa mengharapkan balasan,lebih-lebih jika hadiah itu merupakan suap bagi orang tertentu agar urusannya dimudahkan. Hal itu telah menjurus kepada perbuatan tercela yang dilarang keras oleh agama Islam. Padahal, jelas-jelas  Allah swt telah berfirman.”Tolong menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan taqwa. Dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al- Maidah : 2 )

Terkadang seseorang menyepelekan suap-menyuap yang dibungkus dengan kulit hadiah, padahal  budaya suap dapat menyebabkan kerugian bagi banyak orang. Dalam persaingan lamaran kerja saja, misalnya. Karena ada salah seorang peserta yang menyuap, maka orang yang benar-benar memiliki potensi untuk mengembangkan diri, kehilangan kesempatan. Jadi untuk menjaga niat yang tulus, lebih baik tidak memberikan hadiah kepada seseorang disaat kita mempunyai urusan atau kepentingan tertentu kepadanya.

Baca juga : Sunnah Nabi Menggunakan Parfum

Kebiasaan untuk saling memberi hadiah, serta  menerima hadiah dengan senyum penghormnatan, dapat menghilangkan sifat-sifat buruk yang melekat pada jiwa manusia. Kebiasaan tersebut dapat mengikis sifat kikir, pelit, dengki  dan marah, kemudian menggantinya dengan sifat-sifat yang mulia, Maka mulailah untuk membiasakan diri memberikan hadiah kepada orang lain, karena Rasululllah saw menganjurkan hal itu, tapi ingat, riya” atau perasaan ingin dipuji  menjadi sifat yang dapat merusak niat serta tujuan mulia kita dalam memberikan hadiah. Wallahu a’lam (Imam Tamaim

Thursday, 12 January 2017

Model Pembelajaran

MenuPrivacy Policy PendidikanDisclaimerContact UsAbout UsDaftar Isi

MenuHomePendidikan- Metode- Model- MediaKurikulumAgamaSoalIPS- Ekonomi- Sosiologi- Sejarah- PPKNPEP- Penelitian- EvaluasiRPP- RPP SD- RPP SMP- RPP SMAMakalah

Home » Model » 10 Contoh Model Pembelajaran dan Langkah-Langkahnya

10 Contoh Model Pembelajaran dan Langkah-Langkahnya

— Model

wawasanpendidikan.com,-terkadang guru bingung dan bahkan galau untuk memilih model apa yang cocok untuk di terapkan pada saat mengajar di kelas. nah kali ini sobat pendidikan khususnya seorang guru, tak perlu khawatir lagi karena dibawah ini adalah artikel tentang 10 contohmodel pembelajaran  dan langkah-langkahnya, so, tidak usah galau lagi tdk usah khawatir lagi, silahkan pilih salah satu model dibawah ini yang cocokuntuk di terapkan di kelas. semoga bermanfaat

Model Pembelajaran dan Langkah-Langkahnya

1.  PICTURE AND PICTURE
     Langkah-langkah :
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapaiMenyajikan materi sebagai pengantarGuru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materiGuru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logisGuru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebutDari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi  yang ingin dicapaiKesimpulan/rangkuman
2.  JIGSAW (MODEL TIM AHLI) 
     Langkah-langkah :
Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota timTiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbedaTiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskanAnggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab merekaSetelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguhTiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusiGuru memberi evaluasiPenutup 3. EXAMPLES NON EXAMPLES
   Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD 
   Langkah-langkah :
Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaranGuru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHPGuru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambarMelalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertasTiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinyaMulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapaiKesimpulan4. COOPERATIVE SCRIPT 
    Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan       mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
    Langkah-langkah :
Guru membagi siswa untuk berpasanganGuru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasanGuru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengarPembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.        Sementara pendengar :
            - Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
            - Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi                               sebelumnya atau dengan materi lainnya
Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan GuruPenutup5. MIND MAPPING
    Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
    Langkah-langkah :
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapaiGuru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawabanMembentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orangTiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusiTiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papat dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guruDari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai  konsep yang disediakan guru6. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR  (Modifikasi Dari Number Heads)
    Langkah-langkah :
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomorPenugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkaiMisalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnyaJika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama merekaLaporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lainKesimpulan7. NUMBERED HEADS TOGETHER 
    Langkah-langkah :
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomorGuru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannyaKelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannyaGuru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama merekaTanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lainKesimpulan8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
    (Pembelajaran Berdasarkan Masalah)
    Langkah-langkah :
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa  terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan  penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannyaGuru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka da  proses-proses yang mereka gunakan9. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS(STAD)
   TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995)
   Langkah-langkah :
Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)Guru menyajikan pelajaranGuru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantuMemberi evaluasiKesimpulan10. ARTIKULASI

      Langkah-langkah :
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapaiGuru menyajikan materi sebagaimana biasaUntuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orangSuruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya  mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnyaSuruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranyaGuru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswaKesimpulan/penutupsemoga informasinya bermanfaat
sumber : rodajaman.blogspot.com

Related Posts :

Model serta Komponen Utama dalam Pembelajaran...

Model dan Sintak Pembelajaran Konvensional

Pengembangan Model Pembelajaran Yang Efektif

← Newer PostOlder Post →Home

×

GOOGLE+ FOLLOWERS

POPULAR POSTS

10 Contoh Model Pembelajaran dan Langkah-Langkahnya

Pengertian, Ciri-Ciri, Langkah-Langkah dan Kelebihan serta Kekurangan Model Pembelajaran Problem Based Learning

Pengertian Harga Pokok, Harga Pokok Produksi dan Harga pokok penjualan

Perbedaan Mendasar Mengenai Kurikulum 2013 dan KTSP

Isi dan Pokok Pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Struktur Organisasi, Peran dan Fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Pengertian Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

Pengertian, Langkah-Langkah dan Kelebihan serta Kekurangan Metode Demonstrasi

Upaya Penanggulangan Kenakalan Remaja

Makalah Program Keluarga Berencana di Indonesia

BLOG ARCHIVE

►  2016 (39)►  2015 (71)►  2014 (89)▼  2013 (54)►  November (1)►  October (8)►  September (16)►  August (7)►  July (7)▼  June (11)Perubahan Berpengaruh Besar dan Berpengaruh KecilPerubahan Direncanakan dan Tidak DirencanakanPerubahan Evolusi dan Perubahan RevolusiPengertian dan Ciri-ciri Perubahan SosialApa itu TPA?Pengembangan Model Pembelajaran Yang Efektif10 Contoh Model Pembelajaran dan Langkah-Langkahny...Jenis-Jenis Model PembelajaranPengertian Pembelajaran dan Model PembelajaranStruktur Kurikulum 2013Dimensi-Dimensi Hakekat Manusia►  May (4)

LABELS

Artikel PendidikanMateri PendidikanMakalahModelAgamaContoh SoalFilsafatMetodeinfo pendidikanMediaKUMPULAN RPPsosiologiIPSSejarahPEPPPKNKurikulumRPP SDSuratEkonomiPenelitianRPP SMPEvaluasiBahasaRPP SMA

Silahkan masukkan E-Mail anda dibawah ini dan anda akan otomatis mendapatkan kiriman artikel terbaru dari wawasanpendidikan.com

Delivered by FeedBurner

1446

Fans

1545

Followers

1.125

Followers

598

Subcribers

blog ini memuat informasi seputar wawasan pendidikan

Silahkan Mengunjungi kami:

twitter: @wawasanpendidik

fb: @wawasanpendidikan

TOTAL PAGEVIEWS

2,220,203

Copyright © 2015 - WAWASANPENDIDIKAN - All rights reservedPowered by Blogger

Friday, 6 January 2017

Test Dapetin SIM

Bismillahi..

Membayar Pajak Adalah Kewajiban Sebagai Warga Negara Yang Baik.

Pajak itu bermacam-macam. Pajak kendaraan, PBB, dsb.

Mengenai Pajak Kendaraan saya punya kisah menarik di tahun 2009. Karena baru memiliki kendaraan bermotor bulan Juli so pasti harus sesegera mungkin punya SIM, Surat Izin Mengemudi.

Agustus awal, Ayo kita cari tahu bagaimana bikin SIM? Innalillahi biayanya mehong dan ada istilah "dor-dor an" "tembak menembak". Waduh.. apa ga ada cara lain? cari info tanya sana-sini, survey lokasi.. cie..😄😄

Iya, saya nemuin satu solusi praktis. UJIAN untuk mendapatkan SIM. Atur jadwal juga karena sibuk kuliah, saya mendapatkan waktu di hari Jumat pagi, sebelum ke kampus.

Sampai di Lokasi, daftar dan ditanya?
"Bawa siapa?"
"Ga bawa siapa-siapa"
"Isi formulir ini"
"Oke"

Masya Allah.. saya masuk ruangan Ujian, Keren.. tempatnya bagus dan sangat layak dan standart ujian. Meja satu satu dan ada dinding di kanan dan kiri meja, hanya bagian depan saja pembatas kaca bening. Saya dapat soal paket apa waktu itu saya lupa, tapi saya masih ingat jumlah soalnya 30. Saya kerjakan sesuai kemampuan. Di dalam ruangan sejak tadi ada satu perempuan yang ikut serta ujian SIM. Dia selesai lebih duluan, dan dinyatakan LULUS. Saya sangat kagum waktu itu, saya pun mengumpulkan berkas ujian dan langsung diperiksa manual dan ...

"Maaf belum LULUS"
"Saya benar berapa Pak?"
"Benar 18"
"Minimal harus benar berapa Pak?"
"Minimal benar 21"

"Silakan datang satu minggu lagi ke sini untuk ujian berikutnya karena aturannya kalau ujian pertama tidak LULUS harus ujian kedua jarak ujian satu minggu. Kalau tidak LULUS juga, ujian lagi dengak Jarak waktunya tiga bulan dari ujian kedua". (seingat saya begitu, maaf ya Pak Pol kalau salah hehe)

Singkat cerita.
Satu minggu kemudian sayapun ujian dengan tipe soal berbeda dengan jumlah soal yang sama dan saya benar 24. Keren kan😊😊.
"Kita test berkendara"
"Baik Pak"
"Bawa kendaraan"
"Iya bawa Pak"

Setelah rintangan dibuat, diantaranya
"Jalan sempit"
"Angka delapan"
"Melingkar"
(seingat saya begitu)

Akhirnya saya LULUS.
Masuk ruangan, ukur ulang tinggi badan, Foto. "Cekrek"

dan menunggu..
ga nyampe 15'. Selesai dan Bawa SIM.

Sampai sekarang SIM Aman, Kendaraan Tetap Bayar Pajak.

Alhamdulillah.. Terima kasih Pak Polisi.

Thursday, 5 January 2017

Surat Terbuka PKS

Surat Terbuka untuk Anggota Majelis Syuro PKS

Assalamu 'Alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Yang Kami hormati para Anggota Majelis Syuro PKS (AMS PKS) di bumi Allah SWT

Perkenankanlah Kami kader-kader PKS menyampaikan surat terbuka ini demi kebaikan dan kemaslahatan partai dan jamaah ini

Sebelumnya Kami mohon maaf tidak bisa memperkenalkan diri Kami siapa, kader mustawa' apa dan tinggal dimana, bukan Kami takut atau ingin menyembunyikan diri tetapi hanya ingin menjaga obyektifitas AMS PKS dalam merespon surat terbuka ini

Karena di dalam tubuh partai hari ini sudah muncul situasi yg tidak kondusif, kader kritis sekarang di mata-matai, sekedar berbeda pendapat dianggap membangkang, sekedar bertanya tentang kebijakan partai langsung di telusuri jejak rekamnya, rajin tarbiyah apa ngga, bermasalah apa ngga atau masih bayar kewajiban infaq apa ngga...padahal sebuah pertanyaan, kritik atau masukan adalah bukti kepedulian kader terhadap partai dan jamaah, justru yg diam, tidak mau tahu dan tidak kontribusi apa-apa justru diragukan kepeduliannya terhadap partai dan jamaah

AMS PKS yg di rahmati Allah SWT, tapi yakinlah bahwa Kami adalah kader-kader PKS yg tdk terlintas sedikitpun utk menenggelamkan kapal dakwah ini, justru Kami peduli agar kapal ini terus berlayar sampai ke tujuan, tidak karam di tengah jalan

Kami kader-kader PKS sudah memilih antum sebagai wakil Kami di Majelis Syuro, Majelis Syuro PKS adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis PKS, sehingga antum sebagai AMS PKS adalah duta Kami di forum tertinggi PKS tersebut

Apakah suara-suara atau aspirasi-aspirasi Kami sudah antum dengar? Sudah antum serap? Ataukah AMS PKS hanya mendapat mandat dari kader-kader kemudian tidak ada pertanggung-jawaban ke para kader sebagai pihak yg telah memberi mandat kepada AMS PKS? Kami hanya kader bawah yg mungkin kurang paham mekanisme partai, tetapi ketika Kami memilih antum utk mewakili Kami di MS PKS maka pada saat itu Kami titipkan suara dan aspirasi Kami

Tetapi Kami merasakan ada jarak yg jauh antara kebijakan-kebijakan MS PKS dg suara-suara dan aspirasi Kami, terlalu jauh jarak antara Kami dgn AMS PKS, belum ada forum atau diskusi resmi antara AMS PKS dg kader-kader yg telah memilihnya. Kami di minta mentaati semua keputusan MS PKS tapi untuk tahu hasil-hasil sidang MS PKS saja seperti mencari jarum dalam jerami. Kami memahami ada hal-hal yg tidak perlu di ketahui publik tetapi Kami perlu tahu dan paham keputusan-keputusan tersebut agar Kami qona'ah dan melaksanakannya dalam wilayah kerja Kami masing-masing.

Kami selalu membangun husnudzon terhadap qiyadah karena itu yg selalu di tanamkan dalam liqo-liqo Kami, tetapi Kami juga diajarkan bahwa qiyadah juga hrs juga berhusnudzon terhadap jundi-jundi di bawah, karena partai ini adalah partai kader dimana kader sebagai tulang punggung partai.

Saling tsiqoh antara qiyadah dan jundiyah adalah kekuatan dalam amal jama'i dakwah kita.
Tetapi Kami sebagai kader di bawah belakangan merasakan situasi dan kondisi yg tidak "nyaman" dalam kerja-kerja partai

Terjadinya suksesi kepemimpinan partai lewat sidang MS PKS Kami tidak tahu bagaimana prosesnya, Kami hanya tahu hasil akhirnya, itupun hanya lewat media massa dan sosial media.

Sepertinya media lebih berhak tahu lebih cepat dari pada kader sendiri. Tapi Kami selalu mengedepankan husnudzon terhadap keputusan-keputusan qiyadah

Tetapi waktu demi waktu Kami sulit memahami langkah-langkah pimpinan partai dlm hal ini DPTP sbg mandataris MS PKS melakukan langkah-langkah organisasi.

Pemecatan Fahri Hamzah tanpa ada prosedur yg jelas dan konsideran yg argumentatif bahkan terakhir keputusan DPTP dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keputusan DPTP PKS  diputuskan sbg perbuatan melawan hukum negara oleh pengadilan walaupun akhirnya DPTP naik banding ke pengadilan tinggi. Perlahan kader terbelah persepsi dan pemahamannya thd keputusan ini.

Kunjungan Presiden PKS ke istana tanpa ada alasan dan konsideran strategis langkah-langkah partai, apalagi koalisi merah putih masih dalam tahap konsolidasi pasca kekalahan di Pilpres 2014.

Mundurnya Sekjen PKS dari jabatannya tanpa ada kejelasan dan alasan yg bisa dipahami dan di maklumi kader

Kebijakan-kebijakan partai yg banyak sulit dipahami kader-kader dibawah, qiyadah cukup menjelaskan hanya dangan kata-kata "tsiqoh" dan "taat".

Apakah ada narasi, platform dan konsep partai ke depan kader juga tidak tahu, ketika ada kader bertanya maka jawaban standartnya adalah : "antum fokus sama kerjaan antum saja, liqo dan dakwah yg benar, hal-hal itu sudah ada yang mikirin"

Kebijakan partai berkenaan dengan larangan di beberapa daerah untuk ikut aksi 411 dan segudang info-info yg tidak jelas berkenaan dengan aksi tersebut, yang membuat kader-kader PKS seperti jauh dari issue-issue keummatan, belakangan justru PKS mendorong partisipasi aksi 212 padahal aksi 212 adalah kelanjutan aksi 411, apakah ini bertanda PKS menyatakan bahwa info tentang aksi 411 yg diyakini PKS saat itu infonya tidak akurat cenderung info sampah?

Dalam menghadapi Pilkada serentak 2017, DPTP juga terkesan tidak memberikan arahan yang jelas terhadap wilayah atau daerah, kontrak politik kandidat eksternal, persoalan mahar dan logistik pilkada adalah hal-hal yg nyata di lapangan tetapi kita gagap mengelolanya.

Gelombang memata-matai kader, mengisolasi kader atau dalam istilah di lapangan dg istilah "membersihkan etalase partai" berdampak pada konflik dan otoritarianisme, penempatan sdm bukan lagi pada kompetensi dan pengalaman serta kesinambungan program tetapi lebih pada "like and dislike".

Mengelola partai tidak mungkin tanpa dana, dana adalah faktor penting juga dalam menjalankan roda organisasi selain visi dan misi. Tetapi pada kenyataannya sumber-sumber  utama dana pengelolaan partai adalah dari kantong-kantong kader sendiri. Bahkan MPP PKS dalam sosialisasi resminya menggambarkan bahwa partai diibaratkan negara dimana pendapatan utamanya dari pajak warga negara, artinya pendapatan utama partai adalah dari kantong-kantong kader, padahal banyak sumber-sumber daya yg bisa dioptimalkan dg jalan aman secara syar'i, hukum dan citra.

Hasil survei nasional di beberapa lembaga survei juga menunjukkan bahwa angka elektoral PKS kisaran 3-4 persen, itu fakta yg sangat ilmiah. Namun dibantah dg argumen sampling populasi perkotaan dan pedesaan sehingga beberapa pimpinan partai mengatakan angka sesungguhnya elektoral PKS adalah kisaran 7%, karena dianggap sampling tdk mewakili perkotaan dan pedesaan. Para lembaga survei bisa berdebat dalam masalah ini, tetapi dalam logika umum survei bahwa sampling sudah mewakili populasi secara keseluruhan. Apakah ini cara-cara ilmiah dan scientific dari pimpinan partai untuk mengingkari kalau elektabilitas PKS memang sedang menurun? Wallahu 'alam

Dalam banyak hal kader-kader dibawah juga merasakan hilangnya aura semangat dari para qiyadah PKS yg bisa menular ke diri kader. Sepi narasi, lemah semangat bahkan hilang ruh-ruh perjuangan

Dalam peran politik nasional, kader-kader juga merasa kehilangan kehadiran qiyadah partai dalam issue-issue strategis, kalau PKS dulu sebagai inisiator dan trend setter, maka sekarang terlihat sebagai "follower"

Posisi tawar PKS dalam kancah politik nasional sekarang terlihat lemah, PKS kini sunyi dan gagap bersuara ketika harus mengkritisi kebijakan-kebijakan eksekutif, peran-peran dalam legislatif juga terlihat sudah tidak menonjol.

Anggota Majelis Syuro PKS yg Kami hormati dan cintai, masih banyak pertanyaan-pertanyaan dari Kami yg lahir dari pengalaman-pengalaman Kami di lapangan dan ketika berinteraksi dg sesama kader dan konstituen.

Kader adalah garda terdepan yg bersentuhan dgn masyarakat dan ummat. Mereka yg mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat. Kita tidak sedang hidup di dunia maya, tapi kita sedang hidup dalam dunia nyata.

Kader yg bertanggung jawab menjawab pertanyaan-pertanyaan publik di lapangan berkenaan dgn kebijakan-kebijakan partai. Dan pertanyaan sekarang yg muncul di kalangan kader dan publik adalah kenapa pimpinan PKS setelah kalah di pengadilan dr Fahri Hamzah tidak membuka pintu ishlah tetapi malah banding melanjutkan pertempuran di ranah hukum. Apakah para qiyadah tidak menangkap aspirasi sebagian besar kader untuk segera ishlah dan mengakhiri polemik kasus Fahri Hamzah? Bukankah bangunan dakwah ini dibangun diatas landasan ukhuwah dan amal jama'i?

Kepada AMS PKS Kami berharap kepada antum semua bisa mendengar suara-suara dan aspirasi Kami. Coba ajak Kami bicara dengan husnudzon dan penuh kecintaan sebagaimana orang tua bicara dengan anaknya. Saatnya AMS PKS mendatangi Kami, berdialog dengan Kami bicara tentang fakta dan masa depan dakwah dan jamaah ini.

Kalau memang antum sibuk dengan agenda-agenda dakwah antum, biarkanlah Kami mendatangi antum, bukakan pintu aspirasi untuk Kami sebagaimana ketika Kami diminta dengan bebas memilih antum sebagai anggota Majelis Syuro. Kami mendatangi antum bukan untuk menghakimi atau mengkritisi antum, tetapi Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan suara Kami dari lapangan dakwah, dari gang2 sempit perkotaan, dari pelosok-pelosok desa, dari surau-surau sederhana, dari halaqoh-halaqoh kampung, dari majelis-mejelis ilmu gedung bertingkat juga dari meja-meja birokrasi pelayanan publik.

Jangan antum hadir di sidang MS PKS sebelum mendengar dan berdialog dengan Kami, kalau antum hadir di sidang tanpa mendengar dan berdialog dengan Kami, lalu antum bicara mewakili siapa?? Ketika antum bicara di sidang MS PKS lalu antum menyuarakan suara siapa?

AMS PKS yang Kami hormati
Kami mencintai antum karena Allah, Kami yakin 99 orang yg duduk di MS PKS adalah kader-kader terbaik pilihan Allah SWT, antum terpilih karena suara kader yg dititipkan ke antum sebagai AMS PKS

Kami berharap sidang MS PKS mendatang ada evaluasi komprehensif terhadap langkah-langkah partai ke depan. Qiyadah mengevaluasi kader, tetapi qiyadah harus mengevaluasi dirinya sendiri, itu langkah cerdas membangun masa depan partai yg lebih baik. Kader hanya bisa bersuara walaupun kadangkala suara-suara itu dicurigai atau di mata-matai, kader hanya bisa bertanya dan mengkonfirmasi walaupun kadangkala pertanyaan itu di anggap ketidak tsiqohan, kader akhirnya hanya bisa diam ketika semua suara-suara kader dianggap kaleng rombeng mengganggu otoritas qiyadah.

Tetapi bahaya bagi sebuah organisasi bukan pada kader-kader yg bertanya dan kritis karena itu tanda kader "hidup", tetapi yg membahayakan sebuah organisasi ketika kader-kadernya menjadikan "diam" sebagai pilihan karena takut berbeda atau takut bersikap.

Kami mohon maaf atas keberanian Kami menulis surat terbuka ini, tetapi hanya denga surat terbuka ini Kami berharap suara-suara dan aspirasi Kami di dengar Anggota Majelis Syuro PKS

Jazakumullah Khoiron Katsiro
Wassalam

-Kumpulan Kader Muda PKS-

Wednesday, 4 January 2017

Naskah Drama

MASUK TAPTAP erang risanto /erang.risanto TERVERIFIKASI IKUTI Tentang Naskah Drama Indonesia (1970-2000) 14 Februari 2012 11:27:46 Diperbarui : 25 Juni 2015 19:40:04 Dibaca: 3,184 Komentar: 1 Nilai: 0 Pencapaian Estetik Naskah Drama Indonesia dari Tahun 1970 sampai Tahun 2000 Pencapaian suatu karya sastra hingga ke segi estetika tidak bisa lepas dari faktor sosial politik yang terjadi di masanya. Pun di Indonesia. Iklim sosial politik turut mempengaruhi pencapaian estetik suatu karya seni, karena pelaku seni yang terlibat di dalamnya adalah individu-individu yang bermasyarakat. Pencapaian estetik teks drama tahun 1970 Munculnya angkatan 70 ditandai dengan runtuhnya pemerintahan lama (orde lama) dan munculnya pemerintahan baru (orde baru). Semangat kemerdekaan atas orde lama itu menular ke bidang seni sastra. Kehidupan sastra seolah-olah telah memperoleh saluran kebebasan berkreasi. Sejak akhir tahun 1967 sampai awal tahun 1970, bermunculan karya sastra yang memperlihatkan semangat kebebasan, yang diimplementasikan dalam bentuk karya-karya eksperimental. Dalam ranah drama, ciri khas yang menonjol adalah terbukanya peluang bagi para pemain untuk melakukan improvisasi. Dalam hal ini memungkinkan seorang pemain melakukan dua lakon sekaligus dalam satu naskah yang sama. Ciri lain adalah lepasnya keterikatan pada panggung / setting. Jika pada angkatan sebelumnya panggung / setting mempunyai peran penting, maka pada tahun ini, pementasan dapat dilakukan di mana saja. Termasuk di kuburan (seperti yang dilakukan oleh teater kubur). Bahkan muncul pula drama mini kata, yaitu drama yang mementingkan lakuan daripada dialog. Secara umum, ciri pencapaian estetik teks drama tahun 1970 adalah: Unsur estetik: -bersifat eksperimental -tidak terikat dengan konvensi -kadang hanya menonjolkan salah satu dari unsur drama -naskah saduran menjadi semacam trend Unsur ekstra estetik -mengungkapkan nuansa kebebasan, kemerdekaan, sekaligus pemberontakan -berisi kritik atas pencapaian estetik angkatan sebelumnya -menuntut hak-hak azasi manusia, kebebasan berbicara, hidup merdeka, bebas penindasan Teks drama yang mencirikan pencapaian estetik tahun 1970 Bel Geduwel Beh, Obrok owok-owok Ebrek ewek-ewek(Danarto, 1976) Lautan bernyanyi (Putu Wijaya, 1967) Kapai-kapai (Arifin C Noer, 1970) Bip Bop (WS Rendra, 1972) Pencapaian estetik teks drama tahun 1980 Angkatan ini muncul ketika kondisi sosial politik Indonesia sudah menjadi stabil. Seiring dengan stabilitas ekonomi, maka muncul pula stabilitas-stabilitas di bidang lain. Termasuk stabilitas dalam bidang seni sastra, khususnya drama. Stabil di sini mengandung pengertian teratur. Karya seni yang muncul adalah suatu karya yang teratur karena diatur oleh pemerintah. Adanya lembaga sensor cukup bepengaruh dalam kestabilitasan ini. Jika muncul suatu karya yang tidak “berkenan di hati pemerintah” maka karya sastra tersebut segera “distabilkan.”Hal ini membuat kreatifitas pelaku seni menjadi terpasung, sehingga pada tahun ini, banyak pelaku seni (seniman / sastrawan) harus berhubungan dengan aparat, karena karya seninya tidak sesuai dengan keingingan pemerintah. Kondisi semacam ini membuat banyak pelaku seni yang mencoba “menipu” pemerintah, dengan cara menuangkan kritik dibalut dengan estetika seni yang “aman” yang sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga, dari segi bentuk, karya sastra yang muncul adalah karya sastra yang konvensional, yang sesuai dengan aturan. Namun, dari segi isi, pesan, dan makna mempunyai kekuatan kritik yang kuat. Selain itu, kecenderungan karya sastra tahun ini adalah kembalinya ke nuansa lokal. Bentuk karya sastra (puisi, prosa, dan teks drama) banyak yang mengangkat nuasa lokal / kedaerahan, namun tetap, secara implisit memunculkan kritik terhadap pemerintah. Dalam ranah teks drama pun demikian, pada tahun 1980, naskah drama yang bermunculan lebih ke arah konvensional (realis) dan bernuansa lokal. Semangat eksperimentasi tahun 1970 mulai mengendor. Tergantikan oleh kekuatan realis. Tema yang diangkat pun berdasar kehidupan sehari-hari yang disajikan secara realis dengan nuansa kritik yang tersampaikan secara implisit. Secara umum, ciri pencapaian estetik teks drama tahun 1970 adalah: Unsur estetik -mengikuti kaidah-kaidah (konvensional) -penyampaian makna dan pesan bersifat implisit unsur ekstra estetik -memunculkan kritik terhadap pemerintah -mengangkat kehidupan sehari-hari teks drama yang mencirikan pencapaian estetik tahun 1980 opera kecoa (N. Riantiarno, 1985) mas dukun (Emha Ainun Najib, 1982) siau ling (remy sylado) Pencapaian estetik teks drama tahun 1990 Pada masa ini bisa dibilang masa di mana terjadi inflasi seniman / sastrawan. Bidang kesenian sudah mulai dilirik sebagai suatu alternatif jalan kehidupan. Akibatnya banyak karya sastra bermunculan, dengan kadar seni yang berbeda-beda, karena hampir semua bidang bisa berhubungan dengan kesenian. Mulai dari bidang jurnalistik sampai bisnis. Hal ini tidak lepas dari “kenyamanan” pada periode sebelumnya. Kondisi sosial budaya yang masih stabil menungkinkan seorang seniman / sastrawan untuk menerbitkan sendiri karya sastranya. Namun tidak semua seniman / sastrawan baru ini mencuat namanya. Hanya yang konsisten saja yang mampu mencuat. Ini terjadi karena seniman / sastrawan yang telah ada sebelumnya semakin menguat, bahkan di periode ini, seniman / sastrawan periode lama (70-80) kembali berkarya. Nuansa lokal semakin terasa pada tahun ini, karena pada tahun ini, banyak seniman / sastrawan yang mengusung lokalitasnya ketika namanya dipublikasikan secara nasional. Sehingga muncul istilah seniman Jakarta, sastrawan Lampung, sastrawan Bali, dll. Teks drama yang berkembang pada tahun ini tidak jauh berbeda pada periode sebelumnya, yaitu realis dengan mengusung budaya lokal. Hanya saja kecenderungan kritik terhadap pemerintah cenderung berkurang. Penggarapan realis lebih total ke unsur –unsur yang ada di dalamnya. Seperti penggarapan setting, tata cahaya, dan keaktoran. Secara umum, ciri pencapaian estetik teks drama tahun 1970 adalah: Unsur estetik -bersifat realis -objek penulisan selain kehidupan nyata, juga kehidupan pribadi, termasuk kehidupan spiritual. -eksplorasi lebih ditekankan ke unsur-unsur drama (setting, tata cahaya, dan keaktoran) bukan ke bentuk pementasan. Unsur ekstra estetik -pengungkapan batin / religius -kritik terhadap pemerintah semakin halus, namun secara tidak langsung mengusung sebuah ironi -menguatnya wacana lokal (tradisi) teks drama yang mencirikan pencapaian estetik tahun 1990 Gading Cempaka (Wisran Hadi, 1996) Upeti (Heru Kesawa Murti, 1993) Perahu Retak (Emha Ainun Njib, 1992) Pencapaian estetik teks drama tahun 2000 Kondisi sosial politik pada tahun 2000 mempunyai benang merah dengan kondisi sosial politik Indonesia pada tahun 1970, yaitu pergantian kekuasaan. Hal ini tentu berpengaruh terhadap semua bidang, termasuk seni. Runtuhnya sebuah rezim diktator membawa iklim perubahan yang cukup ekstrim. Hampir semua yang sudah terbangun di periode sebelumnya didobrak dengan dalih perubahan. Dalam ranah seni, sastra khususnya, hal demikian juga terjadi. Karya sastra bernafaskan perubahan bermunculan. Namun ternyata tidak semua karya sastra yang muncul di periode ini berlandaskan perubahan. Patut dicermati bahwa kemajuan teknologi seolah telah mencapai klimaksnya di tahun ini. Sehingga pelaku seni pun secara terang-terangan memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai landasan berkarya. Teks drama yang muncul pada tahun ini lebih banyak mengacu kepada kondisi sosial pra dan pasca terjadinya pergantian kekuasaan. Isu-isu tentang kebebasan yang “kebebablasan”, hilangnya identitas bangsa, pudarnya lokalitas (terganti oleh metropolis), sampai ke isu gender menjadi topik yang mendominasi pemunculan teks drama periode ini. Secara umum, ciri pencapaian estetik teks drama tahun 2000 adalah: Unsur estetik -unsur eksperimental hampir ada di setiap naskah realis ataupun surealis -penyampaian makna bersifat simbolik, terkadang menggunakan teknologi -percampuran nilai estetik periode-periode sebelumnya -monolog menjadi pilihan yang cukup kuat unsur ekstra estetik -kemajuan teknologi -mencuatnya isu-isu global, baik dalam bidang seni maupun umum -ironi terhadap diri sendiri teks drama yang mencirikan pencapaian estetik tahun 2000 Mengapa Kau Culik Anak Kami, Clara (Seno Gumira Aji Darma,) Monolog: Marsinah Menggugat (Satu Merah Panggung, 1999) Tentang Seorang Lelaki yang Demikian Mencintai Hujan (Gunawan Maryanto, 2000) GigoloGalileo (Benny Yohanes, 2000) Referensi Penulisan: -mahayana-mahadewa.com -kliping pementasan teater (koleksi Nurhadi, M.hum) Share Share 0 0 KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL drama fiksi TANGGAPI DENGAN ARTIKEL RESPONS : 0 Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ? 0BERI NILAI KOMENTAR : 1 Imperial Jathee2012-02-15 05:12:19 Kuliah menehh ah... Balas KIRIM List of Categories Info dan Pengumuman Tentang Kompasiana Syarat & Ketentuan Bantuan Tutorial Contact Us 

Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/erang.risanto/tentang-naskah-drama-indonesia-1970-2000_550df2c8813311b62cbc60c8

Sumber Pajak

BUKA CATATAN

Membuka Kembali Dan Merapikan Catatan Yang Berserakan

 Beranda ▼

Sabtu, 26 November 2011

Sumber-Sumber Pendapatan Negara

Sumber – sumber pendapatan Negara secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pendapatan pajak dan pendapatan non pajak. Sedangkan untuk pendapatan Negara islam dibagi menjadi empat unit sumber daya yaitu unit zakat-shadaqah, unit ghana’im, unit jizyah-kharaj, unit dharibah milkiyah ammah. Berikut ini penulis akan mengawali dengan pembahasan mengenai pendapatan Negara secara umum.

A.  SUMBER-SUMBER PENDAPATAN NEGARA SECARA UMUM

      I.            Pendapatan Pajak

1.    Pajak

Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkannorma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. 

Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang merupakan salah satu direktorat jenderal yang ada di bawah naunganDepartemen Keuangan Republik Indonesia.

2.    Definisi

Terdapat bermacam-macam batasan atau definisi tentang "pajak" yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah :

Menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani, pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk men'Teks'yelenggarakan pemerintahan.

Menurut Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH, pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negaraberdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya yang berbunyi sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment.

Sedangkan menurut Sommerfeld Ray M., Anderson Herschel M., & Brock Horace R, pajak adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah, bukan akibat pelanggaran hukum, namun wajib dilaksanakan, berdasarkan ketentuan yang ditetapkan lebih dahulu, tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional, agar pemerintah dapat melaksanakan tugas-tugasnya untuk menjalankan pemerintahan.

Pajak dari perspektif ekonomi dipahami sebagai beralihnya sumber daya dari sektor privat kepadasektor publik. Pemahaman ini memberikan gambaran bahwa adanya pajak menyebabkan dua situasi menjadi berubah. Pertama, berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang dan jasa. Kedua, bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang dan jasa publik yang merupakan kebutuhan masyarakat.

Sementara pemahaman pajak dari perspektifhukum menurut Soemitro merupakan suatu perikatan yang timbul karena adanya undang-undang yang menyebabkan timbulnya kewajiban warga negarauntuk menyetorkan sejumlah penghasilan tertentu kepada negara, negara mempunyai kekuatan untuk memaksa dan uang pajak tersebut harus dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Dari pendekatan hukum ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdsarkan undang-undang sehingga menjamin adanya kepastian hukum, baik bagi fiskus sebagai pengumpul pajak maupun wajib pajak sebagai pembayar pajak.

Pajak menurut Pasal 1 angka 1 UU No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah disempurnakan terakhir dengan UU No.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

3.    Unsur pajak

Dari berbagai definisi yang diberikan terhadap pajak baik pengertian secara ekonomis (pajak sebagai pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah) atau pengertian secara yuridis (pajak adalah iuran yang dapat dipaksakan) dapat ditarik kesimpulan tentang unsur-unsur yang terdapat pada pengertian pajak antara lain sebagai berikut:

Pajak dipungut berdasarkan undang-undang. Asas ini sesuai dengan perubahan ketiga UUD 1945 pasal 23A yang menyatakan "pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang."

Tidak mendapatkan jasa timbal balik (konraprestasi perseorangan) yang dapat ditunjukkan secara langsung. Misalnya, orang yang taat membayar pajak kendaraan bermotor akan melalui jalan yang sama kualitasnya dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor.

Pemungutan pajak diperuntukkan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan, baik rutin maupun pembangunan.

Pemungutan pajak dapat dipaksakan. Pajak dapat dipaksakan apabila wajib pajak tidak memenuhi kewajiban perpajakan dan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundag-undangan.

Selain fungsi budgeter (anggaran) yaitu fungsi mengisi Kas Negara/Anggaran Negara yang diperlukan untuk menutup pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pajak juga berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial (fungsi mengatur / regulatif).

4.    Fungsi pajak

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Berdasarkan hal diatas maka pajak mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

Fungsi anggaran (budgetair)

Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan biaya. Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak. Dewasa ini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan, dan lain sebagainya. Untuk pembiayaan pembangunan, uang dikeluarkan daritabungan pemerintah, yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. Tabungan pemerintah ini dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat dan ini terutama diharapkan dari sektor pajak.

Fungsi mengatur (regulerend)

Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomimelalui kebijaksanaan pajak. Dengan fungsi mengatur, pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri.

Fungsi stabilitas

Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan, Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang efektif dan efisien.

Fungsi redistribusi pendapatan

Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum, termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

5.    Syarat pemungutan pajak

Tidaklah mudah untuk membebankan pajak padamasyarakat. Bila terlalu tinggi, masyarakat akan enggan membayar pajak. Namun bila terlalu rendah, maka pembangunan tidak akan berjalan karena dana yang kurang. Agar tidak menimbulkan berbagai masalah, maka pemungutan pajak harus memenuhi persyaratan yaitu:

Pemungutan pajak harus adil

Seperti halnya produk hukum pajak pun mempunyai tujuan untuk menciptakan keadilan dalam hal pemungutan pajak. Adil dalam perundang-undangan maupun adil dalam pelaksanaannya.

Contohnya:

Dengan mengatur hak dan kewajiban para wajib pajak

Pajak diberlakukan bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak

Sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai dengan berat ringannya pelanggaran

Pengaturan pajak harus berdasarkan UU

Sesuai dengan Pasal 23 UUD 1945 yang berbunyi: "Pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang", ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan UU tentang pajak, yaitu:

Pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara yang berdasarkan UU tersebut harus dijamin kelancarannya

Jaminan hukum bagi para wajib pajak untuk tidak diperlakukan secara umum

Jaminan hukum akan terjaganya kerasahiaan bagi para wajib pajak

Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian

Pemungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa agar tidak mengganggu kondisi perekonomian, baik kegiatan produksiperdagangan, maupun jasa. Pemungutan pajak jangan sampai merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat pemasok pajak, terutama masyarakat kecil dan menengah.

Pemungutan pajak harus efesien

Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus diperhitungkan. Jangan sampai pajak yang diterima lebih rendah daripada biaya pengurusan pajak tersebut. Oleh karena itu, sistem pemungutan pajak harus sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Dengan demikian, wajib pajak tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi penghitungan maupun dari segi waktu.

Sistem pemungutan pajak harus sederhana

Bagaimana pajak dipungut akan sangat menentukan keberhasilan dalam pungutan pajak. Sistem yang sederhana akan memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus dibiayai sehingga akan memberikan dapat positif bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak. Sebaliknya, jika sistem pemungutan pajak rumit, orang akan semakin enggan membayar pajak.

Contoh:

Bea materai disederhanakan dari 167 macam tarif menjadi 2 macam tarif

Tarif PPN yang beragam disederhanakan menjadi hanya satu tarif, yaitu 10%

Pajak perseorangan untuk badan dan pajak pendapatan untuk perseorangan disederhanakan menjadi pajak penghasilan (PPh) yang berlaku bagi badan maupun perseorangan (pribadi)

 

6.     Penerimaan Pajak di Indonesia

Berdasarkan laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2010. Penerimaan dari sektor perpajakan mencapai 723 triliun rupiah yang ter4diri dari penerimaan pajak dealam negeri sebesar 694 triliun rupiah dan pajak perdaganngan internasional sebesar 28 triliun rupiah. Sementara itu total penerimaan negara bukan pajak sebesar 268 triliun rupiah yang terdiri dari penerimaan sumber daya alam 160 triliun rupiah, bag8ian pemerintah atas laba BUMN 30 triliun rupiah, penerimaan negara  bukan  pajak lainnya 59 triliun rupiah dan pendapatan BLU 10 triliun rupiah. Sedangkan penerimaan hibah sebesar 3 triliun rupiah. Jadi jumlah keseluruhan pendapatan negara yaitu sebesar 995 triliun rupiah1. Dapat disimpulkan bahwa penerimaan perpajakan di negara kita menyumbangkan 70% dana dari total anggaran. Sementara 30%nya berasal dari penerimaan bukan pajak.

7.    Macam-macam Pajak :

a.      Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan adalah pajak yang dibebankan pada penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya. Pajak penghasilan bisa diberlakukan progresif,proporsional, atau regresif.

Pada akhir maret 2010 jumlah wajib pajak di Indonesia mencapai sekitar 16 juta.[1]

Subyek pajak penghasilan

Menurut Undang Undang no.36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan, subyek pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

v  Subyek pajak pribadi yaitu orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.

v  Subyek pajak harta warisan belum dibagi yaitu warisan dari seseorang yang sudah meninggal dan belum dibagi tetapi menghasilkan pendapatan, maka pendapatan itu dikenakan pajak.

v  Subyek pajak badan badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria: 

pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;

penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah; dan

pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara; dan

Obyek Pajak Penghasilan

Yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap Tambahan Kemampuan Ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Undang-undang Pajak Penghasilan Indonesia menganut prinsip pemajakan atas penghasilan dalam pengertian yang luas, yaitu bahwa pajak dikenakan atas setiap tambahan kemampuan ekonomis yangDiterima atau Diperoleh Wajib Pajak dari manapun asalnya yang dapat dipergunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan Wajib Pajak tersebut.

Pengertian penghasilan dalam Undang-undang PPh tidak memperhatikan adanya penghasilan dari sumber tertentu, tetapi pada adanya tambahan kemampuan ekonomis. Tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak merupakan ukuran terbaik mengenai kemampuan Wajib Pajak tersebut untuk ikut bersama-sama memikul biaya yang diperlukan pemerintah untuk kegiatan rutin dan pembangunan.Dilihat dari penggunaannya, penghasilan dapat dipakai untuk konsumsi dan dapat pula ditabung untuk menambah kekayaan Wajib Pajak.

Karena Undang-undang PPh menganut pengertian penghasilan yang luas maka semua jenis penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu tahun pajak digabungkan untuk mendapatkan dasar pengenaan pajak. Dengan demikian, apabila dalam satu Tahun Pajak suatu usaha atau kegiatan menderita kerugian, maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan penghasilan lainnya (Kompensasi Horisontal), kecuali kerugian yang diderita di luar negeri. Namun demikian, apabila suatu jenis penghasilan dikenakan pajak dengan tarif yang bersifat final atau dikecualikan dari Objek Pajak, maka penghasilan tersebut tidak boleh digabungkan dengan penghasilan lain yang dikenakan tarif umum.

b.      Pajak Pertambahan Nilai

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajakyang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsenke konsumen. Dalam bahasa Inggris, PPN disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax(GST). PPN termasuk jenis pajak tidak langsung, maksudnya pajak tersebut disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak atau dengan kata lain, penanggung pajak (konsumen akhir) tidak menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung.

Mekanisme pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN ada pada pihak pedagang atau produsen sehingga muncul istilah Pengusaha Kena Pajak yang disingkat PKP. Dalam perhitungan PPN yang harus disetor oleh PKP, dikenal istilah pajak keluaran dan pajak masukan. Pajak keluaran adalah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya, sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayar ketika PKP membeli, memperoleh, atau membuat produknya.

Indonesia menganut sistem tarif tunggal untuk PPN, yaitu sebesar 10 persen. Dasar hukum utama yang digunakan untuk penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-Undang No. 8/1983 berikut revisinya, yaitu Undang-Undang No. 11/1994 dan Undang-Undang No. 18/2000.

c.       Pajak Penjualan atas Barang Mewah

PPnBM merupakan jenis pajak yang merupakan satu paket dalam Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. Namun demikian, mekanisme pengenaan PPnBM ini sedikit berbeda dengan PPN. Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Undang-undang PPN, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikenakan terhadap :

penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya;

impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah.

Dengan demikian, PPnBM hanya dikenakan pada saat penyerahan BKP Mewah oleh pabrikan (pengusaha yang menghasilkan) dan pada saat impor BKP Mewah. PPnBM tidak dikenakan lagi pada rantai penjualan setelah itu. Adapun fihak yang memungut PPnBM tentu saja pabrikan BKP Mewah pada saat melakukan penyerahan atau penjualan BKP Mewah. Sementara itu, PPnBM atas impor BKP mewah dilunasi oleh importir berbarengan dengan pembayaran PPN impor dan PPh Pasal 22 Impor. 

Dasar Pertimbangan Pengenaan PPnBM

perlu keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dengan konsumen yang berpenghasilan tinggi;

perlu adanya pengendalian pola konsumsi atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah;

perlu adanya perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional;

perlu untuk mengamankan penerimaan negara;

Tarif, Kelompok dan Jenis BKP Mewah

Berdasarkan Pasal 8 Undang-undang PPN, ditentukan :

Tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen).

Atas ekspor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah dikenakan pajak dengan tarif 0% (nol persen).

Dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. 

Jenis Barang yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.”

Peraturan Pemerintah yang mengatur pengelompokan BKP yang tergolong mewah ini adalah PP Nomor 145 Tahun 2000 yang kemudian mengalami beberapa perubahan dengan PP Nomor 60Tahun 2001, PP Nomor 7 Tahun 2002, PP Nomor 6 Tahun 2003, PP Nomor 43 Tahun 2003, PP Nomor 55 Tahun 2004, PP Nomor 41 Tahun 2005 dan PP Nomor 12 Tahun 2006.

Adapun Keputusan Menteri Keuangan yang mengatur jenis barang yang dikenakan PPnBM adalah Keputusan Menteri Keuangan Nomor 570/KMK.04/2000, 381/KMK.03/2001, 141/KMK.03/2002, 39/KMK.03/2003 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 620/PMK.03/2004.

a.      Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak negara yang dikenakan pada bumi dan atau bangunan berdasarkan Undang-undang nomor 12  tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek bumi/tanah dan atau bangunan. Keadaan subyek (siapa yang membayar) tidak ikut menentukan besarnya pajak.

1.      Objek PBB

Ø  Bumi

Permukaan bumi (tanah dan perairan) dan tubuh bumi yang ada di pedalaman serta laut wilayah Indonesia. Contoh : sawah, kebun, ladang , pekarangan, tambang dll.

Ø  Bangunan

Konstruksi tehknik yang ditanam atau diletakkan secara tetap pada tanah dan atau perairan. Contoh : rumah tempat tinggal, bangunan tempat usaha, jalan tol, fasilitas lain yang memberi manfaat, anjungan minyak lepas pantai dll.

2.      Objek pajak yang tidak dikenakan PBB

Objek pajak yang tidak dikenakan PBB adalah  objek yang :

Ø  Digunakan semata-mata untuk kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, seperti : masjid, gereja, rumah sakit pemerintah, sekolah, panti asuhan, candi dll.

Ø  Digunakan untuk kuburan, peninggakan purbakala atau yang sejenis dengan itu.

Ø  Merupakan hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak.

Ø  Digunakan oleh perwakilan diplomatik berdasarkan asas perlakuan timbal balik.

Ø  Digunakan oleh badan dan perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan.

3.      Subjek Pajak dan Wajib Pajak

Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang secara nyata :

Ø  Mempunyai suatu hak atas bumi, dan atau

Ø  Memperoleh manfaat atas bumi, dan atau

Ø  Memiliki bangunan, dan atau

Ø  Menguasai bangunan, dan atau

Ø  Memperoleh manfaat atas bangunan

Wajib pajak adalah subjek yang dikenakan kewajiban membayar pajak.

4.      Cara mendaftarkan objek PBB

Orang atau badan yang menjadi subjek PBB harus mendaftarkan objek pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Kantor Pelayanan PBB (KP PBB) , Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) atau Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4) yang wilayah kerjanya meliputi letak objek tersebut, dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) yang tersedia gratis di KPP Pratama KP PBB, KP2KP, atau KP4 setempat.

5.      Dasar Pengenaan PBB

Dasar pengenaan PBB adalah ”Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)”. NJOP ditetapkan perwilayah berdasarkan keputusan Menteri Keuangan dengan mendengar pertimbangan gubernur serta memperhatiakn :

Ø  Harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar

Ø  Perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis yang letaknya berdekatan dan funsinya sama dan telah diketahui harga jualnya

Ø  Nilai perolehan baru

Ø  Penentuan Nilai Jual Objek Pajak pengganti

6.      Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP)

NJOPTKP adalah batas NJOP atas bumi dan atau bangunan yanng tidak kena pajak. Besarnya NJOPTKP setiap daerah kabupaten/kota setinggi-tingginya Rp 12.000.000,- dengan ketentuan sebagai berikut :

Ø  Setiap wajib pajak memperoleh pengurangan NJOPTKP sebanyak satu kali dalam satu tahun pajak

Ø  Apabila wajib pajak mempunyai beberapa objek pajak, maka yang mendapatkan pengurangan NJOPTKP hanya satu objek pajak yang nilainya terbesar dan tidak bisa digabungkan dengan objek pajak lainnya

       I.            PENDAPATAN NON PAJAK

a.       Retribusi

Retribusi merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah (pusat / daerah) berdasarkan undang-undang (pemungutannya tidak dipaksakan) di mana pemerintah memberikan imbalan langsung bagi pembayarnya.

Contoh : Pelayanan medis di rumah sakit milik pemerintah, pelayanan parkiran oleh pemerintah, pembayaran uang sekolah, dll

b.      Keuntungan BUMN / BUMD

Sebagai pemilik BUMN, pemerintah pusat berhak memperoleh bagian laba yang diperoleh BUMN. Demikian pula dengan BUMD, pemerintah daerah sebagai pemilik BUMD berhak memperoleh bagian laba BUMD.

c.       Denda dan Sita

Pemerintah berhak memungut denda atau menyita asset millik masyarakat, apabila masyarakat (individu / pemerintah / organisasi) diketahui telah melanggar peraturan pemerintah. 

Contoh : denda pelanggaran lalulintas, denda ketentuan peraturan perpajakan, penyitaan barang-barang illegal, penyitaan jaminan atas hutang yang tidak tertagih, dll

d.      Sumbangan, Hadiah dan Hibah

Sumbangan, hadiah, dan hibah dapat diperoleh pemerintah dari individu, institusi, atau pemerintah. Sumbangan, hadiah dan hibah dapat diperoleh dari dalam maupun luar negeri. Tidak ada kewajiban pemerintah untuk mengembalikan sumbangan, hadiah dan hibah. Sumbangan, hadiah dan hibah bukan penerimaan pemerintah yang dapatdipastikan perolehannya. Tergantung kerelaan dari pihak yang member sumbangan, hadiah dan hibah.



A.  SUMBER-SUMBER  PENDAPATAN NEGARA DALAM SUDUT PANDANG ISLAM

Unit Zakat- shadaqah

Unit zakat-shadaqah merupakan sumber daya keuangan yanh secara spesifik terklasifikasi pada unsur kewajiban bagi setiap muslim. Zakat dalam istilah fiqh berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk diserahkan kepada orang-orang yang berhak, disamping berarti mengeluarkan jumlah tertentu. Dalam buku-buku fiqh, harta-harta yang wajib dizakati terdiri dari dua macam, yaitu zakat fitrah dan zakat harta.Kemudian zakat harta dibagi lagi menjadi beberapa sub bagian, yakni zakat emas, perak, dan perhiasan, zakat hewan dan produk hewani, zakat pertanian dan hasil bumi, zakat barang perdagangan, zakat rikaz dan barang tambang.

Pendapatan fiskal yang melalui instrument zakat dapat diperdayakan melalui kebijakan pengeluaran yang bertujuan untuk peningkatan kualitas hidup rakyat miskin, dengan peningkatan sumber daya intelektual atau kemampuan sehingga menjadi produktif. Bantuan yang diberikan dari pendaapatan fiskal zakat berwujud skim-skim yang lazim dalam lembaga keuangan Islam seperti skim mudharabah atau qardhul hasan.

Di Indonesia, mekanisme penghimpunan (funding) dan system distribusi unit zakat-shadaqah masih pada tingkat rutinitas pemenuhan kewajiban agama, belum sampai dioptimalkan sebagai basis fiskal yang signifikan. Akan tetapi, pemerintah telah mempunyai tanggung jawab sebagai Negara berpenduduk mayoritas muslim untuk dapat mengaktualisasikan zakat sebagai instrument penting dalam fiscal, dengan melakukan regulasi dengan perangkat perundang-undangan menuju suatu pembangunan zakat-shadaqah yang berdimensi agamis dan mempunyai nilai-nilai produktivitas.

Unit Ghana’im 

Unit ghana’im merupakan pengistilahan sumber daya keuangan publik yang bersumber dari proses peralihan kepemilikan dari orang-orang non muslim kepada pasukan muslim dalam peperangan.  Unit Ghana’im merupakan sumber daya keuangan publik dalam bentuk fay’ dan ghanimah.

1.      Fay’

    Secara istilah sumber daya fay’ dapat diartikan dengan  : rampasan yang didapatkan dari orang-orang musyrik dengan cara damai tanpa melalui pertempuran tanpa membawa pasukan berkuda atau pasukan onta.

    Maksudnya adalah fay’ merupakan harta yang diperoleh oleh kaum muslimin dari orang-orang kafir tanpa melakukan peprangan atau tanpa menyerbu ke daerah orang-orang kafir dengan pasukan muslimin.

2.      Ghanimah

    Berbeda dengan sumber daya fay’yang didapatkan dari suatu proses damai, sumber daya ghanimah merupakan harta benda yang didapatkan secara paksa atau  melalui jalan pertempuran.  

    Ghanimah merupakan sumber keuangan publik yang dieksplorasi dari barang rampasan perang ketika bertempur dengan kaum fakir, dan barang tersebut berbentuk barang bergerak dan padat dipindahkan. 

Unit Kharaj – Jizyah

1.      Kharaj 

    Kharaj atau bisa juga disebut dengan land taxes merupakan sumber pendapatan fiskal yang bersumber dari tanah-tanah yang dimiliki oleh orang muslim atau pun non muslim. Kharaj secara harfiyah berarti pajak sebidang tanah. Secara lebih luas, kharaj merupakan kewajiban semacam pajak yang yang berlaku bagi semua warga Negara yang muslim ataupun tidak.

2.      Jizyah

    Jizyah atau bisa disebut juga dengan poll tax merupakan sumber daya fiskal yang khusus diberlakukan kepada masyarakat ahlul kitab (Nashrani, Yahudi, dan Majusi). Regulasi menurut M. Abdul Mannan merupakan pajak yang dikenakan pada kalangan non muslim sebagai imbalan untuk jaminan yang diberikan oleh suatu Negara Islam pada mereka guna melindungi kehidupannya, misalnya harta benda, ibadah keagamaan, dan untuk pembebasan dari dinas militer.

    Sumber pendapatan dari jizyah dalam perkembangannya dijadikan sebagai bentuk konsensi (penjaminan) Negara Islam terhadap keamanan pribadi dan hak milik, serta ketidakwajiban menjadi militer atas orang-orang Ahlul Kitab, yang kemudian berkembang diberlakukan terhadap orang non-Muslim lainnya. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa pembayaran jizyah merupakan konsekuensi orang-orang non muslim yang tinggal di Negara muslim.

Unit Dlaribah Milkiyah ‘Ammah

Dlaribah merupakan pajak selain pada unit zakat-shadaqah, unit ghana’im, kewajiban penduduk non muslim (jizyah) dan pajak tanah (kharaj). Dlaribah dalam perkembangannya seperti pajak yang berlaku pada saat ini. Ketentuan-ketentuannya hamper sama dengan perhitungan nishab dalam zakat, tetapi batasan-batasannya sangat relatif dan berlainan satu Negara dengan Negara lain.

Dalam masa pemerintahan Islam, regulasi dlaribah dalam bentuk pajak hanya dijadikan kebijkan pada saat-saat tertentu saja, pada saat kondisi keuangan Baitul Mal minus atau defisit dan tidak cukup untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat. Penarikan pajak ini pun bersifat temporal, tidak berlaku terus-menerus, dan akan dihentikan apabila kondisinya sudah stabil kembali. Penarikan pajak dilakukan hanya kepada orang-orang kaya saja, tidak kepada masyarakat yang tidak mampu.

 

DAFTAR PUSTAKA



Dahlan, Ahmad.2008. Keuangan Publik Islam Teori dan Praktik. Yogyakarta: Grafindo Literia    Media.

Mannan, Abdul.1997. Teori dan Praktek Ekonomi Islam, alih bahasa M.Mustaqiem. Yogyakarta: Dana Bakti Wakaf. 

http//id.m.wikipedia.org/wiki/anggaran-pendapatan-belanja-negara

http//id.m.wikipedia.org/wiki/pajak

http//tebar-ilmu.blogspot.com/2010/10/sumber-pendapatan-negara.html

http//nabilarozalia.blogspot.com/2011/04/sumber-pendapatan-negara.html

KOMPAS, Pemerintah Republika Indonesia Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun     2010, 15 Juli 2011, hal 29

www.pajak.go.id
















Eko Bephe di 11.07

Berbagi

 

9 komentar:

Ahmad Ulin Niam26 November 2011 20.15

Pertanyaan yang dulu, bagaimana pandangan islam tentang pajak? Apakah pemungutan pajak itu diperbolehkan? Atau malah haram hukumnya?

Balas

Vina Ayu Pramadya Puspa27 November 2011 18.13

aku tidak mudeng...T_T

Balas

Eko Bephe30 November 2011 13.29

coba baca postingan tentang polemik seputar zakat dan pajak, mungkin bisa menjawab, heheheh

Balas

Eko Bephe30 November 2011 13.30

vina@ aq juga sama ox vin gax mudeng, heheheh

Balas

Ahmad Ulin Niam30 November 2011 23.11

haha. itu mata kuliah pengantar perpajakan semester 1 dulu -_-

Balas

Eko Bephe1 Desember 2011 11.07

whohohi kelanjutane gmna ya???????....

Balas

kingkong22 Januari 2014 22.46

thanks ya infonya !!!

www.bisnistiket.co.id

Balas

medy18 Oktober 2016 15.23

Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami
trading forex fbsindonesia.co.id
-----------------
Kelebihan Broker Forex FBS
1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya 

Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
-----------------
Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
Tlp : 085365566333
BBM : d2e26405

Balas

dedi sumandi20 Oktober 2016 10.39

,.,KISAH NYATA ,
Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya. Tapi setelah di bantu HABIB IDRUS hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi HABIB IDRUS. Untuk Konfirmasi Lebih Jelasnya:>>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<< .Semua petunjuk Beliau saya ikuti dan hanya Dalam waktu 2 hari, Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih HABIB IDRUS saya tidak akan melupakan jasa HABIB IDRUS. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH.(BUKAN PESUGIHAN ATAUPUN PENGGANDAAN UANG). 

Balas

Beranda

Lihat versi web

Mengenai Saya

Eko Bephemasih belajar dan akan selalu belajar.Lihat profil lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.

ATURAN GRUP

SalamWrWb Kakak2 sekalian, saya usul kpd admin grup ini,
1. jika ada yg sampai 2 kali tak disiplin dgn tatib grup mohon segera di keluarkan saja.
2. Jika ingin bebas postingannya, diganti saja nama grupnya bukan Pramuka SIT Indonesia dan tak gunakan logo Pramuka SIT
3. Jika mau ngobrol diluar konteks Pramuka mohon japri saja.

Ayo kita buat produktif grup ini dgn konteks Pramuka SIT.

Mari belajar disiplin dari hal yang sederhana.

Terima Kasih
Kak Fikri

Wisata Keluarga Guys Gerga PAL 7

Hallo sahabat kali ini Guys Gerga kembali menyapa kita semua. Trip yang paling ditunggu-tunggu adalah dimana saat rencana pekan ini kita ...