Skip to main content

Sunnah Idul Fitri


Ini 12 Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Fitri

 bbonews  July 16, 2015

BULUKUMBA,BB – Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi ditunaikan. Jika tak ada aral melintang umat muslim Indonesia menggelar shalat Id 1 Syawal 1436 Hijriyah pada Jumat 17 Juli 2015.

Selain shalat Idu Fitri, ada beberapa adab-adab dan sunah yang bisa mendapatkan amal jika dilakukan. Baik sebelum sholat Id maupun setelahnya. Diantara sunnah itu antara lain mandi. Mandi sebelum shalat Idul Fitri disunnahkan sebgaimana riwayat dari Al-Baihaqi melalui asy-Syafi’i.

Sunnah lain yang sering dilakukan adalah makan sebelum berangkat sholat. Berjalan kaki menuju tanah lapang. Melewati jalan pulang yang berbeda dengan jalan saat berangkat.

Untuk lebih detail berikut ini adab dan sunnah sebelum dan sesudah sholat Idul Fitri.

1. Mandi Dahulu Sebelum Shalat ‘Ied
Diriwayatkan dari Nafi’ bahwa Abdullah
Ibnu Umar ra mandi pada Hari Fithri sebelum berangkat.
Dalil yang paling kuat tentang
kesunahan mandi di 2 hari raya adalah riwayat dari Al-Baihaqi melalui asy-Syafi’i
tentang seseorang yang pernah bertanya kepada Ali ra tentang mandi, ia
menjawab,
“Mandilah setiap hari jika engkau mengehendakinya.” Kata orang itu,
”Bukan itu yang kumaksud, tapi mandi yang memang mandi (dianjurkan).
Ali menjawab , ”Hari Jum’at, Hari Arafah, Hari Nahr dan hari Fitri.
Ibnu Qudamah mengatakan bahwa karena hari Ied adalah hari berkumpulnya kaum muslimin untuk
shalat, maka ia disunnahkan untuk mandi sebagaimana hari Jum’at.

2. Disunnahkan Memakai Minyak Wangi
(bagi laki-laki) dan Bersiwak (gosok gigi)
Sebagaimana hal ini dianjurkan ketika mendatangi shalat Jum’at, yaitu
berdasarkan hadits Ibnu Abbas Nabi saw telah bersabda pada suatu hari
Jum’at:
“Sesungguhnya hari ini adalah hari Ied yang telah ditetapkan oleh Allah untuk
orang-orang Islam, maka barang siapa yang mendatangi Jum’at hendaknya ia mandi, jika ia memiliki minyak wangi
maka hendaknya ia mengolesinya, dan
hendaknya kalian semua bersiwak.” (HR Ibnu Majah)

3. Mengenakan Pakaian yang Paling Bagus, bukan yang Paling Baru.
Berdasarkan hadits Ibnu Umar ra ia
berkata:
“Umar mengambil sebuah jubah dari sutera yang dibeli dari pasar, kemudian
ia membawanya kepada Rasulullah saw dan berkata
“Wahai Rasulullah berhiaslah Anda dengan mengenakan ini ketika Ied dan ketika menjadi duta.”
Rasulullah saw bersabda,” Pakaian ini hanya untuk orang yang tidak punya bagian (di akhirat, maksudnya orang
kafir, pent).” (Muttafaq alaih).

4. Disunnahkan Makan Kurma (atau kue-kue) Sebelum Berangkat Shalat ‘Iedul Fitri.
Sebelum melakukan shalat Iedul fitri dianjurkan agar makan kurma atau makanan ringan terlebih dahulu, dan lebih utama jika dalam
jumlah ganjil, sedangkan dalam shalat Iedul adha sebaliknya tidak dianjurkan
makan dulu.
Diriwayatkan dari Buraidah ra: “ Rasulullah tidak keluar pada hari Iedul fitri sehingga makan, dan tidak makan
pada hari Iedul adha sehingga beliau menyembelih qurban.”(HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

5. Berjalan kaki dengan tenang dan khusyu’ menuju tempat shalat.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra ia berkata:
“Rasulullah Saw biasa keluar menuju shalat ‘Ied dengan berjalan kaki dan pulang dengan berjalan kaki.(HR. Ibnu Majah)

6. Disunnahkan Shalat ‘Ied di Tanah lapang
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra berkata:
”Bahwasanya Nabi Saw keluar pada hari Iedul Adha dan Iedul fitri menuju
lapangan, dan yang pertama beliau lakukan adalah shalat (shalat Ied).
Setelah selesai shalat dan memberi salam, baginda berdiri menghadap ke
(arah) orang-orang yang masih duduk di tempat shalat mereka masing-masing.
Jika baginda mempunyai hajat yang ingin disampaikan, baginda tuturkannya kepada orang-orang ataupun ada
keperluan lain, maka baginda akan membuat perintah kepada kaum muslimin. Baginda pernah bersabda
dalam salah satu khutbahnya pada Hari Raya: Bersedekahlah kamu!
Bersedekahlah! Bersedekahlah!
Kebanyakan yang memberi sedekah adalah kaum wanita. Kemudian baginda beranjak pergi. (Muttafaq alaih)

7. Dianjurkan agar berbeda jalan ketika berangkat dan pulang shalat ‘Ied.
Sebagaimana hadits Jabir ra ia berkata:
“Adalah Rasulullah saw ketika di hari ‘Ied berbeda jalan (ketika berangkat dan pulang).”(HR. Bukhari)

8. Bertakbir Ketika Berangkat Dengan Suara Keras
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat menunaikan shalat pada hari
raya ‘ied, lalu beliau bertakbir sampai tiba tempat pelaksanaan shalat, bahkan
sampai shalat akan dilaksanakan. Dalam
hadits ini terkandung dalil
disyari’atkannya takbir dengan suara lantang selama perjalanan menuju ke
tempat pelaksanaan sholat. Tidak disyari’atkan takbir dengan suara keras
yang dilakukan bersama-sama. Untuk waktu bertakbir saat Idul Fitri menurut
pendapat yang paling kuat adalah setelah meninggalkan rumah pada pagi harinya.

9. Tidak Melakukan Shalat Sunnat Sebelum dan Sesudah Shalat ‘Ied.
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas ra,
Bahwa Nabi Saw pada hari Iedul Fitri shalat dua rakaat (shalat ‘Ied) dan tidak
shalat sebelum dan sesudahnya, dan bersama beliau ada Bilal.”
Namun jika Shalat Ied dilakukan di Masjid boleh melakukan shalat Tahiyatul
Masjid

10. Tidak Ada Adzan dan Iqamat Dalam Shalat ‘Ied.
Berdasarkan pada hadits Jabir bin Samurah ra ia berkata:”
Aku shalat ‘Ied bersama Rasulullah saw bukan sekali dua kali dengan tanpa adzan dan iqamah.”(HR Muslim).

11. Para Wanita Harus Memakai Hijab dan Dilarang Menggunakan Parfum.
Hadits dari Ummu Athiyah ia berkata;
“Bahwa Nabi Saw memerintahkan kami keluar di Hari Raya Fitri dan Adha. Anak-anak perempuan yang telah mendekati baligh dan para gadis, beliau memerintahkan agar yang sedang haidh menjauh dari tempat shalat. Dan hendaklah mereka menyaksikan kebaikan dan da’wah muslimin.
Aku (Ummi ‘Athiyah) katakan: “Ya Rasulallah, salah satu dari kami tidak ada jilbab? Beliau menjawab: Agar saudarinya memakaikan padanya dari
(salah satu) jilbabnya.” (HR Muslim)

12. Mengucapkan Selamat Hari Raya (Taqabalallahu Minna Wa Minkum)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang mengucapkan selamat
pada hari raya dan beliau menjawab:
“Adapun ucapan selamat pada hari raya ‘ied, sebagaimana ucapan sebagian mereka terhadap sebagian lainnya jika
bertemu setelah sholat ‘ied yaitu:
Taqabbalallahu minna wa minka [JIKA
BERTEMU SESEORANG] atau MINKUM
[jika bertemu banyak orang] (semoga Allah menerima amal kami dan kalian)
atau ahaalAllahu ‘alaika (Mudah-mudahan Allah memberi balasan
kebaikan kepadamu) dan semisalnya.”
Telah diriwayatkan dari sejumlah sahabat Nabi bahwa mereka biasa
melakukan hal tersebut. Imam Ahmad dan lainnya juga membolehkan hal ini.
Imam Ahmad berkata, “Saya tidak akan memulai seseorang dengan ucapan
selamat ‘ied, Namun jika seseorang itu memulai maka saya akan menjawabnya.” Yang demikian itu karena menjawab salam adalah sesuatu yang wajib dan memberikan ucapan bukan termasuk sunah yang diperintahkan dan juga tidak ada larangannya. Barangsiapa yang melakukannya maka ada contohnya dan bagi yang tidak mengerjakannya juga
ada contohnya (Majmu’ al-Fatawaa,24/253). Ucapan hari raya ini diucapkan
hanya pada tanggal 1 Syawal.

Diolah dari berbagai sumber

Comments

Popular posts from this blog

Isi DasaDarma

PRAMUKA SATYA KU DARMAKAN DARMA KU BAKTIKAN
Hapal dan mengerti Isi Dasa Darma dan Tri Satya.
1. Rajin dan giat mengikuti latihan Pasukan Penggalang, sekurang-kurangnya 6 kali latihan     berturut-turut.  Keterangan: :
a. Latihan Pramuka itu berguna untuk melatih diri agar dapat hidup bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat dan negara. Oleh karena itu, latihan Pramuka adalah untuk kepentingan dirimu sendiri bukan untuk orang lain.
b. Rajin mengikuti latihan artinya tidak pernah absen, selalu datang pada hari dan jam yang telah ditentukan bersama. Nyatakanlah kehadiranmu itu dengan mengisi daftar hadir/absensi regu.
c. Giat mengikuti latihan berarti setiap datang pada latihan Pramuka di Pasukan Penggalang selalu aktif. Yang dimaksud aktif dalam latihan yaitu selalu berusaha melatih dirinya sendiri bersama-sama teman lain akan kekurangan-kekurangan dirinya.
d. Enam kali berturut-turut, berarti tidak pernah tidak datang dengan alasan sakit, ijin, dan sebagainya. Teruskanlah la…

SILSILAH 25 NABI

SILSILAH 25 NABI


SILSILAH 25 NABI

Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah pesan di group WhatsApp. Berikut semoga bermanfaat dan berkah Aamiin.

1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.
.
2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Perio…

SOAL POST-TEST PKP

Soal-soal di bawah ini merujuk akan soal-soal post test yang didapat dari link. Untuk memudahkan marinkita belajar bersama semoga Lulus semua ya Aamiin
SOAL POS-TESTA. Pilihan Ganda

PetunjukPengisian: Jawablah pertanyaan / pernyataan berikut ini dengan memberikan tanda silang  (X) pada jawaban yang Saudara anggap benar !

Berikut ini pernyataan tentang kompetensi keterampilan : Kemampuan berfikir mencakup : mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, danmencipta Kemampuan belajar mencakup : mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan Kemampuan piker dan tindak mental non motorik seperti mengambil keputusan, menyusun strategi, bernalar Kemampuan praktik laboratorium seperti: merangkai alat, menimbang atau mengukur, membuat grafik, dan menafsirkan grafik. Pernyataan yang termasuk kategori keterampilan abstrak terdapat pada angka … (1), (2), dan (3)  (1), (2), dan (4)  (1), (3), dan (4)