Wednesday, 25 March 2020

Media Belajar Jarak Jauh



Media Belajar Jarak jauh sebelum diberlakukannya oleh beberapa pakar pendidikan dalam menangani kebutuhan siswa sudah sejak akhir-akhir saya ikuti. Namun ada perbedaan yang cukup jauh antara kelas yang saya ikuti dengan kelas siswa ini. Dimana saat saya belajar tentunya saya menjadi siswa. Saya mengatakan bahwa saya adalah siswa karena benar-benar ingin belajar dari pakar dan praktisi yang memberikan materi. Konten yang didapatkan pun beragam sesuai dengan pilihan dan fashion. Karena saya guru SD tentu memilih yang berhubungan dengan kegiatan keseharian yakni dunia mengajar di jenjang Sekolah Dasar.


Siswa saya di kelas
Bikin kangen lama tak bersua

Saya cukup puas dengan belajar sistem daring atau dalam jaringan. Disini saya dituntut harus lebih disiplin dan tekun agar dapat menguasai beberapa hal baru yang harus dikuasi. Berinteraksi dengan beberapa teman satu profesi se-Indonesia dalam video conference yang telah dibina sejak berbulan-bulan lalu. Bagaimana tidak daring yang dilakukan minimal diikuti selama satu bulan bahkan lebih. Sekali lagi saya sangat senang dan merasa beruntung dapat meningkatkan kemampuan dan kreatifitas, keterampilan, berkenalan dengan banyak guru-guru hebat untuk saling berbagi. Terkahir saya dinyatakan lulus dan ditandai dengan sebuah sertifikat sebagai sebuah apresiasi.


Salah satu dari beberapa piagam 


Namun kali ini saya sebagai guru memiliki tantangan tersendiri sejak diberlakukannya kelas online karena sistem pembelajaran dari rumah menggunakan sistem jarak jauh. Saat mulai diberlakukan sistem belajar jarak jauh saya sempat menyiapkan bahan ajar daring. Namun dengan berbagai pertimbangan niat itu saya urungkan. Jadi selama dua pekan atau 14 hari ini saya converence dengan Walimurid untuk menjelaskan apa saja yang harus dilakukan siswa selama di rumah saat belajar jarak jauh diberlakukan. Sehingga besok hingga 14 hari kedepan setiap hari share informasi berkenaan dengan tugas siswa.

Koordinasi dengan siswa dan walimurid
Video Conference

Saya tidak bisa santai-santai saja di rumah sementara anak-anak memiliki tanggung jawab dan amanah dari sekolah. Tentunya saya juga mengambil peluang ini untuk memaksimalkan apa yang didapatkan sebelumnya untuk sistem pembelajaran jarak jauh. Pilihan yang sangat tepat saat ini adalah siswa saya sendiri dan walimurid saya di kelas mampu mengimbangi antara tugas mereka sebagai anak, siswa, orang tua bahkan menjadi guru itu sendiri.

Baca juga: Kelas Maya Metode Belajar Jarak Jauh

Berbagai macam cara yang saya gunakan untuk memaksimalkan peran dan sistem pembelajaran jarak jauh. video conference, rekanan video, membuat tutorial, video youtube, pelaporan kegiatan siswa. Semaksimal mungkin saya lakukan seperti layaknya sekolah dan mengajar benaran seperti biasa. Semua saya upayakan menggunakan sistem online. Hingga sampai pada tahap pembagian raport pun dilakukan dengan sistem on-line. Kecuali sharing informasi terbaru di malam harinya yakni pesan panjang melalui WA grup, dan link laporan. Mengapa malam hari karena tugas yang kami berikan tidaklah banyak namun terlihat seperti pembiasaan sekaligus satu muatan ilmu pengetahuan yang dapat dengan mudah mereka selesaikan di pagi hari bahkan sejak bangun tidur sampai mereka tidur kembali.

Baca juga: Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19

Mata ini terbuka lebar, dari sedikit hal yang saya lakukan Alhamdulillah kembali membuka jalan lainnya untuk terus mengejar mimpi tidak berhenti sampai disini. Mendengar kabar mewabahnya Covid-19 yang semakin meluas baik dari informasi yang berseliweran di media massa maupun dari sumber-sumber terpercaya. Hingga akhirnya pembelajaran jarak jauh diperpanjang sampai tanggal 13 April 2020.

Surat Walikota dan Surat Tanggapan Ketua Yayasan

Kelas Maya Duta Rumah Belajar Streaming YouTube  Salah Satu Media Belajar Jarak Jauh

Mungkin ada benarnya kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Tak bisa bertatap muka melalui daring pun jadi bisa. Saya kemudian dalam waktu bersamaan kembali mengikuti beberapa kelas on-line. Penyelenggaraannya tidak lebay alay, semua serius, sesui dengan yang saya butuhkan. Materi yang saya dapatkan juga yang sedang tren saat ini. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas Guru Tanggap Corona. Jika sebelumnya saya daring melalui sebuah aplikasi Meeting Room maka kali ini saya mencoba untuk berkontribusi melalui jaringan streaming YouTube.

Jika kemarin saya menyiapakn sendiri bahan ajar, mengemas media belajar siswa, mendesain media yang sangat sederhana dengan tujuan tercapainya tujuan pembelajaran yang ingin disampaikan, merapaikan rekaman video dan audio, rekam ulang jika terjadi kesalahan fatal, editing bahkan hingga akhirnya video berhasil diunggah di akun personal YouTube. Baru kemudian dibagikan di grup kelas siswa. Ternyata kelas ini nyata memberikan support semangat untuk siswa-siswi Nusantara melalui streaming YouTube. Masuk ke link yang dibagikan saya tidak langsung menjadi guru atau pemateri di dalamnya namun saya hanya menjadi moderator. Kesempatan pertama saya memoderatori materi Matematika yang disampaikan Bapak Ibnu Budiyono, S.Pd. dari SMP Islam Teratai Putih Global Bekasi. Materi disajikan hingga 30 menit kedepan dan diskusi juga pembahasan contoh-contoh soal berkaitan dengan bahan materi perbandingan. Disini dapat dipahami ya, kelas ini adalah kelas menjadi tutor atau penyelenggara belajar jarak jauh.


Memoderatori Kelas Maya Streaming YouTube

Setiap hari akan selalu dibuka kelas maya melalui streaming YouTube bersama Duta Rumah Belajar Streaming YouTube. Setiap harinya akan ada sedikitnya empat sesi materi. Sebagai host kali ini adalah Bapak Yahya Duta Rumah Belajar Kalimantan dengan semangatnya beliau mampu memotivasi guru-guru untuk berkontrbusi dalam event ini.

Media Belajar Streaming YouTube dimulai pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB untuk jenjang SD. Dilanjutkan pada sesi kedua pukul 10.00 WIB untuk jenjang SMP. Pada siang hari pukul 13.00 wib akan berlangsung sesi ketiga untuk jenjang SMA. Terkahir pukul 14.00 WIB untuk jenjang SMK.

Jadwal ini dibuat sejak jauh-jauh hari untuk memaksimalkan proses dan dinamika di dalamnya. Bahkan jadwal beberapa hari kedepan sudah tercatat di admin untuk menunaikan amanh mulia sebagian dari aktifitas rutin bapak ibu sebagai dewan guru.

Pengalaman pertama saat streaming YouTube untuk belajar jarak jauh ini sangat mengesankan karena selain siswa juga ada guru-guru yang tidak kenal lelah untuk mengasah diri. Saling mengisi dan saling menghargai, berbagi merupakan tradisi mulia bapak ibu guru disini untuk mencerdaskan anak bangsa.


Jadwal Streaming YouTube
Media Belajar Jarak Jauh

Sesuai dengan jadwal di atas saya kembali akan memoderatori pemateri dari Padang Selatan, ibu Syahda dari SD N 28 Rawang Timur. Salam kenal dari saya bu saya Efri Deplin dari SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu.

Tuesday, 24 March 2020

Taman Al Azhar Kairo



Yang kuingat ada sebuah taman, Kota Mesir, Menara Masjid Sholihuddin Al Ayyubi.

Aku tiba-tiba hadir di samping kampus besar dan tertua di dunia Al Azhar. Iya, aku kemudian masuk ke sana dalam dimensi yang berbeda. Tanaman yang luas dan hijau ini menjadi penanda bahwa Mesir tidak semuanya gersang dan tandus. Kejayaan Islam tergambar luas di negeri ini.

Disini  ada tanah hijau nan menyejukkan mata. Tanam ini sangat luas dengan deretan spot memanjakan jiwa-jiwa hambah. Air mancur di tengah taman ini menyambut kedatanganku yang masih terkesima dengan sekeliling lukisan alam dari Tuhan.

Lantai semen atau tepatnya apa ya dengan pola apa juga terbentang dari ujung hingga ke ujung jalan sana. Seakan tak bertepi. Disini ramai, ramai orang berlalu lalang. Ramah dengan kalimah-kalimah Arab yang tak asing di telingaku.

Karena ingin berlama-lama. Aku duduk di rerumputan hijau bak permadani ini sampai lisanku tak luput dari berpukau "Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Masya Allah"

Aku kembali menyusuri liku dan sudut di setiap jengkal taman indah ini. Tiba di pinggir sebuah kolam atau danaukah?. Aku menyebut danau, tapi ini sepertinya kolam. Seluas mata memandang, diujung sana kulihat indahnya Kota Mesir dan air mataku jatuh tertumpah.

Tak ingin emosiku membelenggu, kuayunkan tangan dan kuangkat kaki ini hingga akupun tertunduk berlutut sembari tegak kepala ini menengadah. Kulihat dari kejauhan pucuk menara masjid besar, Sholahuddin Al Ayyubi. Matakupun kembali basah. Dalam isak tangis ku melangkah dari pembaringan dan berserah kehadirat illahi di sepertiga malam dimensi Tuhan.

Pertanyaaku adalah?
Apakah benar ada taman itu? di balik Al Azhar Kairo, dan segalah macam bentuk yang kuingat dan berusaha kugambarkan. Luasnya seperti Padang rerumputan, ada sebuah Danau kah atau Kolam, Hingga Padang rumput kedua ini membuatku tak dapat berbicara. Kutitipkan hanya dengan air mata.

Dalam suasana rindu sekolah terkenang dan terbayang hingga merasuk ke dalam mimpi-mimpi indahnya semoga menjadi nyata. Disini aku bermula.

SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu

Monday, 23 March 2020

Cerpen Ayahku Hebat

Sampul Buku Persahabatan Abadi



Ayahku Hebat

“Itu ada, di sana” teriak Harrik kepada teman-temannya. Dari kejauhan mereka berlari-lari kecil menghampiri sekumpulan bapak-bapak yang sedang gotong royong membersihkan selokan di komplek perumahan. “Mana…? Tidak ada!” sahut teman-teman Harrik. Harrik yakin tadi yang dilhatnya dari kejauhan adalah ayahnya. Tapi sementara itu, teman-temanya juga meyakinkan bahwa bapak yang Harrik maksud bukanlah ayahnya melainkan Pak Mahmud, memang mirip jika dilihat dari belakang. Harrik tetap yakin, ayahnya pasti ikut gotong royong hari ini. Tidak benar apa kata teman-temannya bahwa ayahnya selalu mangkir alias absen setiap kali mau gotong royong.

Mereka memisahkan diri dari rombongan bapak-bapak yang sedang sibuk membersihkan selokan. Fahri dengan bangga memperkenalkan kehebatan ayahnya, “Nah.. yang pake topi itu ayahku” ujarnya dengan bangga. “Kalau ayahku yang pakai sepatu boat keren itu, yang pegang cangkul” tambah Haqqi. Mereka sibuk menyebutkan mana ayah mereka dan kehebatan yang dimlikinya. Ada lagi si Udin yang bangga dengan ayahnya ketika saluran ledeng rumah mereka macet, maka ayahnyalah yang memperbaiki, tidak perlu memangil tukang ledeng. Udin sangat bangga sekali dengan ayahnya. Dia bisa bermain air di halaman rumah saat menyiram tanaman.

Tanpa diduga Harrikpun angkat bicara, “Kalau ayahku, ayahku juga hebat, selalu memperhatikan kami, kami selalu diajak berlibur ke tempat nenek ketika libur sekolah tiba. Ayahku juga sering memberiku mainan, ayahku juga sering mensehati kami agar kami menjadi anak yang baik”. Panjang lebar Harrik menjelaskan. “Ayahmu hebat di rumah saja” celetuk Rayhan. “Buktinya mana ada ayahmu di sini ikut membantu gotong royong bersih-bersih komplek?!” tambahnya.

“Sudah, tak perlu diperpanjang” Haqqi menenangkan. “Kita tanya saja sama bapak-bapak disana, mana ayah Harrik”. Tiba-tiba ada suara memangil nama Harrik, “Harrik tolong bantu ibu bawa ini kesana ya!” sambil memberikan minuman dan kue-kue untuk dibawa ketempat rombongan bapak-bapak yang sedang gotong-royong. Teman-teman Harrik juga turut membantu menyanggupi permintaan ibu Harrik.

Setelah mereka tiba di tempat rombongan bapak-bapak yang sedang istirahat, mereka langsung menyuguhkan minuman dan kue tersebut. “Pak Mahmud maaf, saya mau bertanya? Ayahku mana ya?” dengan polosnya Harrik bertanya dihadapan teman-temannya dan dihadapan bapak-bapak yang lain. “Oh.. ayahnya Harrik, sedang di luar menjalankan tugas hee” sambil tersenyum Pak Mahmud yang juga Pak RT menjelaskan. “Kenapa Harrik bertanya?” sambungnya. “Ini pak, teman-teman saya bilang ayah mereka semuanya ada disini, lalu ayahku sendiri yang tidak ada, tapi saya yakin ayahku juga ikut bantu gotong royong” Harrik menjelaskan.

“Benar, ayahnya Harrik turut ikut membantu gotong royong, ayahnya Harrik sekarang sedang ke toko bangunan untuk membeli perlengkapan dan alat untuk memperbaiki jalan komplek perumahan kita”. Pak RT menjelaskan kepada teman-teman Harrik, Mereka menganggukan kepala termasuk Haqqi juga Rayhan dan yang lainya menganggukan kepala sambil tersenyum menandakan mereka mengerti. “Ayah Harrik ini orang yang hebat” tambah Pak Mahmud. “Beliau punya banyak kenalan dan pandai dalam hal tawar-menawar, jadi ayahnya Harrik ini ayah yang hebat. Sama seperti ayah-ayah yang ada disini”.

Beberapa saat kemudian terdengar suara klakson mobil Fortuner, dibelakangnya ada mobil pengangkut barang bangunan. “Itu ayahnya Harrik” teriak Rayhan. “Yee.. ayahku hebat” “Iya, ayah Harrik hebat” sambung teman-tamannya. Mereka semua tertawa termasuk semua ayah yang ada disana. Mereka semua hebat.

Efri Deplin, S.Si lahir di  Durian Bubur Seluma 05 Februari 1987. Bekerja di  Kampus SDIT IQRA` 1 Jl. Semeru No.22 Rt.13 Rw.IV Sawah Lebar Kota Bengkulu. Menikah dengan guru TKB Auladuna Misni Akzaiti, S.Pd.AUD. Berpikir positif dan selalu semangat, itulah mottonya.  Bisa diajak bekerjasama, www.efrideplin.com instagram: efrideplin; twitter: efrideplin87; facebook : Efri Deplin, e-mail: efrideplin@gmail.com


Sunday, 22 March 2020

Cerpen Akibat Membantah Emak


Sampul Buku Dongeng Indah dari Bengkulu


Akibat Membantah Emak

Namaku Arif, aku anak tertua dari 2 bersaudara. Adikku perempuan. Aku dan adikku terbiasa menemani Emak ke ladang. Kami bertiga ke ladang biasanya menempuh jalan setapak yang sering dilewati kebanyakan orang. Jalan itu melewati kebun-kebun milik tetangga. Tapi jalan itu sedikit terjal ketika melewati pohon durian.

Hari ini aku dan adikku kembali menemani Emak ke ladang. Tapi kemi melewati gedung sekolah, tidak melewati jalan setapak. Di samping bangunan sekolah ada rumah penjaga sekolah. Kata emak mereka masih saudara dengan kami, dari pihak Abah. Penjaga sekolah yang namanya Pak Darwis memiliki sepasang anjing yang sudah besar. “Emak, kenapa kita lewat jalan ini?” tanyaku ke Emak. Kata Emak “Emak ada perlu dengan Bi Siti”. Bi Siti adalah istrinya Pak Darwis.

Setelah selesai ngobrol dengan Bi Siti, Emak langsung mengajak kami ke ladang melewati jalan di belakang rumah Bi Siti. Wah, walaupun agak jauh jalan disini lebih bagus tidak begitu terjal jadi enggak capek.
###
Akhirnaya kami nyampe juga di ladang. Duduk sebentar di dangau dan Emak menyalakan api. Kata Emak, asap yang berasal dari api ini akan berkhasiat mengusir nyamuk. Lumayan juga Alhamdulillah, enggak ada sedikitpun nyamuk yang menempel. Kulihat Emak sudah ditengah-tengah sayuran yang menghijau. Tangannya sibuk memetik apa saja yang bisa dijadikan bahan makanan keluarga kami. Aku dan adikku berlarian menuju emak, ikut turut membantu memetik sayur.

Memetik sayur sudah, istirahat juga sudah cukup. Saatnya pulang, api sudah dipadamkan. Berjalan dan terus jalan akhirnya sampai di pendakian. “Kita lewat kebun ya” kata Emak mengajak kami melewati jalan setapak. Aku merasa enggan, “Ah malas Mak”. “Kenapa?” tanya Emak. “Jalannya tinggi, capek mendakinya”. “Pokoknya enggak mau”. Tambahku mengelak. “Enggak usah lewat sana, lewat sini saja biar kita sama-sama sampai di rumah” bujuk Emak. “Enggak, aku mau lewat sana” aku langsung lari.

Aku menoleh ke belakang, kulihat emak dan adikku sudah mendaki. Aku masih lari-lari kecil menuju jalan belakang rumah Bi Siti. Akhirnya aku sampai juga di dekat rumah Bi Siti. Tanpa diduga 2 anjing Bi Siti menggonggong sekencang-kencangnya. Yang jantan paling kencang suaranya. Yangb betina sigap mengejar aku yang berlari kecil. Terdengar suara Bi Siti, “Jangan lari”. Sebaliknya aku menangis sekencang-kencangnya sambil memanggil emak. “Emak.. emak.. tolong aku.. hu hu..” sekencang-kencangnya aku menangis, lebih kencang lagi suara gonggongan si betina legam ini menggonggong.

Nampak taringnya hampir sampai kepahaku. Rahangnya sudah melebar sambil mengeram dan menggonggong. “Mungkin aku harus lari sekarang” pikirku dalam hati. Tapi belum sempat niat itu terlaksana, Bi Siti masih saja berteriak “Jangan lari, tidak akan digigit kalau tidak lari”. Aku paling kesal dengan Bi Siti yang tidak punya inisiatif mengambil anjingnya, tidak cuma bilang “Jangan lari”.

Tiba-tiba emak muncul dari belakang rumah Bi Siti. Emak langsung mengambil kayu yang ada di sekitar rumah Bi Siti. Emak lalu mengusir anjing betina yang menyebalkan ini. Sambil menangis aku teriak, “Emak, tolong aku.. hu hu” aku menyesal sekali dengan kejadian ini. Aku tidak mendengarkan nasihat Emak. “Emak, maafkan aku ya mak ya” maafku ke Emak sambil tetap menangis. “Sudah, enggak apa, yang penting kamu tetap baik-baik saja ya”. Balas emak. “Tu lihat anjingnya sudah Bi Siti ikat”. “Sekarang aman”. Tambah Emak menenangkan.

Terlihat Bi Siti mengikat kedua anjingnya di dekat kandang. “Maaf ya Rif, Bibi lupa mengikatnya tadi”. Bi Siti juga menenangkan. “Iya, enggak apa juga, ini anak laki takut sama anjing. Takut itu sama Allah iya dek ya”. Kata emak ke adikku. Adikku senyum saja. Akhirnya kami pulang kerumah setelah pamitan sama Bi Siti. Aku masih cegukan, aku berjanji tidak akan membantah kata emak lagi. Maafkan aku Emak.


Efri Deplin, S.Si lahir di  Durian Bubur Seluma 05 Februari 1987. Bekerja di  Kampus SDIT IQRA` 1 Jl. Semeru No.22 Rt.13 Rw.IV Sawah Lebar Kota Bengkulu. Menikah dengan guru TKB Auladuna Misni Akzaiti, S.Pd.AUD. Berpikir positif dan selalu semangat, itulah mottonya.  Bisa diajak bekerjasama, www.efrideplin.com instagram: efrideplin; twitter: efrideplin87; facebook : Efri Deplin, e-mail: efrideplin@gmail.com


Saturday, 21 March 2020

Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19


Pembagian Raport Online di Tengah Issue Covid-19
Saya bersama anak-anak Aulad

Hari ini adalah hari Sabtu. Hari yang dinanti-nantikan bagi siswa saya ketika belajar tatap muka berlangsung. Mengapa? pasalnya adalah kalau tidak libur maka akan ada out door study atau kita akan melaksanakan POMG. Iya besok pembagian raport dan POMG. Pembagian Raport 😊.
Kelas 4 Abdullah bin Umar
 di Hutan Mangrove

Apa itu POMG? POMG adalah Pertemuan Orangtua Murid dan Guru. Saat pembagian raport SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu sejak lama menggaungkan budaya literasi tatap muka dengan beberapa istilah yang menarik seperti ini. Pembagian Raport dan POMG setidaknya kami laksanakan dua kali dalam satu semester. Pertama pada saat tengah semester dan yang kedua adalah di akhir semester. Biasanya pertemuan berlangsung dengan tatap muka di Masjid Qolbun Salim 1 atau Qolbun Salim 2 dan kembali berkumpul di kelas masing-masing.
Namun ada perbedaan yang sangat mencolok terjadi pada pembagian raport kali ini. Dimana dengan adanya fenomena mendunia dari virus Covid-19 atau Corona sehingga pembagian raport dan POMG harus dilaksanakan sesuai jadwal tanpa ada penundaan dari kalender akademik. Disimpulkan bahwa pembagian raport dan POMG akan dilaksanakan secara on-line. Asyyiaaap.

Malam ini akan diposting pemberitahuan akan diadakan pembagian raport dan POMG.

Berikut Informasi:

Assalamualaikum Ayah dan bunda
Info mengenai POMG besok.. 
Insya Allah POMG dilaksanakn serempak pukul 08.00 WIB
1. Kami informasikan bahwa besok akan POMG tapi melalui group WA kelas. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tidak bisa POMG seperti biasa dikarena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan pertemuan

2. PUKUL 07.30 WIB, mulai PRESENSI untuk mengikuti POMG online...

3. PUKUL 08.00 WIB Presensi ditutup, ustadz dan ustadzah akan membuka POMG.. setelah dibuka.. 
Akan ada beberapa informasi menarik dan terkini dari sekolah..

diharapkan semua ayah dan bunda dapat membaca terlebih dahulu.. 

setelah itu baru kita melakukan sharing untuk tanya jawab.. 

Rapot akan dikirim secara japri setelah diskusi selesai
4. Setelah dipastikan tidak ada yang bertanya.. POMG akan ditutup.. 

5. Raport yang dibagikan besok dalam bentuk PDF, Raport dalam bentuk print out insya Allah akan dibagikan pada saat setelah masuk sekolah.

6. Yang hadir belakangan bila ada yang mau bertnya bisa japri walas /pendampingnya

Demikian ayah bunda agar dapat diketahui dan kita laksanakan bersama, semoga Allah SWT memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita semua Aamiin
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Baca juga: Dinamika Belajar Jarak Jauh yang

Pingin rasanya saya menggunakan fasilitas digital dengan Vicon atau Video Conference saat pembagian raport dan POMG online ini, tapi audiens yang saya pantau tidak 💯% install aplikasi. Jadi sesuai dengan ketentuan yang telah di sampaikan sekolah saja. Malam tadi saya sudah menyiapkan beberapa narasi singkat untuk memudahkan POMG agar berlangsung khidmat dan efisien dalam waktu yang singkat.

1. Kata Pembuka, Salam dan sapa
2. Syukur dan Sholawat
3. Inti POMG Pengumuman dan informasi penting
4. Diskusi
5. Penutup
Dilanjutkan dengan
Pembagian Raport via Online.

Pembagian Raport

Pembahasaan kali ini masuk pada pembagian raport PTS. Semula saat disampaikan pembagian raport secara online akan dikirim melalui email ayah bunda, saya langsung menghimpun email dari ayah dan bunda. Namun seiring perjalanan pembuatan raport ini, maka saya putuskan akan mengirimkan melalui pesan WhatsApp dari Google Drive yang saya kelolah.

Ditemani Laptop malam tadi dan kudapan ala Turki

Saya terbiasa mengerjakan tugas sekolah dengan hp atau android. Jadi saya tidak perlu lagi menggunakan PC yang ribet dengan koneksi jaringan. Melalui hp semua akses dapat diraih. Semangat saja kuotanya semua Insya Allah berjalan lancar.
Suasana aktif saat diskusi dan pemaparan dari walikeas dan pendamping

Dari Google Drive setelah setting publik saya akan menyampaikan melalui jalur pribadi kepada walimurid sesuai dengan urutan kehadirannya. Tentu membutuhkan waktu yang cukup lama ya? Tidak juga karena file Raport PDF sudah saya susun rapi dalam sebuah folder dan diberi nama sesuai dengan nama siswa yang bersangkutan. Jadi yang saya lakukan adalah share link.

Pada akhirnya semua terkirim dengan baik dan lancar. Alhamdulillah jazakumullahu ayah bunda serta tim hebat dan semuanya, pembagian raport dan POMG online berjalan lancar dan sukses walaupun ditengah issue Covid-19.

Di Tengah Issue Covid-19

Saat diskusi ringan di grup kelas malam sebelum pembagian rapat tiba, salah seorang wali murid saya menyampaikan agar beliau dapat berkontribusi untuk saling mengingatkan agar terhindar dari Corona atau Covid-19. Lantas apa yang saya lakukan dengan di tengah Issue Covid-19?

memberikan kesempatan kepada beliau karena beliau adalah dokter di RSUD M.Yunus Bengkulu, seorang dokter spesialis penyakit dalam.

Beliau mengirimkan sebuah player bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Putuskan mata rantai Covid-19

Di tengah Issue Covid-19 yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Mencuci tangan di setiap kesempatan setelah bekerja, makan yang cukup dan bergizi, minum vitamin C untuk daya tahan tubuh, dan hindari keramaian serta menjaga diri untuk tidak keluar rumah.

Ada Iklan yang menarik
"Kami kerja di sini untuk kamu, kamu tinggal di rumah untuk kami”

Cukuplah kita percayakan dengan orang yang berkompetensi di bidangnya dan kita bantu dengan menahan diri.

Dikesempatan lainnya Farum Lingkar Pena juga menggalang dana bantuan kemanusiaan.

Sementara itu JSIT membuka kesempatan sekolah-sekolah di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu membuka pendaftaran untuk dilakukan penyemprotan disinfektan guna menangkal Virus Covid-19.

Friday, 20 March 2020

Cerpen Adel dan Hari Spesial

Sampul Buku Tiga Kuba di Langit Kota


Adel dan Hari Spesial

Pagi itu tidak seperti biasanya, karena tadi  malam begadang sama tetangganya, Adel yang masih berumur 8 tahun bangun kesiangan. Adel buru-buru ke belakang, mandi dan segera ganti baju yang sudah disiapkan Emaknya. Dia memakai baju koko rupanya. “Aduh.. mana sudah telat, Emak sama Abah sudah pergi” gerutuhnya. Adel walaupun bangun kesiangan, dia tetap menjalankan ibadah shalat subuh di rumah dengan baik. Adel hebat luar biasa, Subhanallah.

Adel memang sudah terbiasa bangun pagi tanpa ditemani orang tuanya. Maklum orang tuanya pedagang di pasar. Mulai dari sebelum subuh orang tuanya sudah berangkat menuju pasar. Tentu Adel ditinggal sendirian di rumah. Nah, kali ini dia bener-bener lupa hari ini hari apa. Sayup-sayup terdengar bacaan shalat di masjid. Dia mengambil sepeda kesayangannya, dan menuju masjid dekat rumahnya. “Ha, sudah shalat?”. Sambil terbelalak matanya melihat para jamaah yang rame. Waktu itu Adel tidak tahu kalau shalat itu ada istilah masbuk. Dia lalu meluncur mencari masjid yang lain. Kali ini ia menuju komplek bagian atas. Dia menemukan sebuah masjid yang sedang kutbah. “ Alhamdulillah..” gumam adel dengan lega sambil mengurut dada.

Adel langsung menuju shaf belakang. Tapi kok ada hijab antara jamaah laki-laki dengan jamaah perempuan. “Ah masa bodoh, nanti keburu habis kutbahnya, bisa tertinggal shalatnya” bisik Adel dalam hati. Setelah sekian lama mendengarkan kutbah, pada akhirnya semua jamaah bubar dan mereka mengucapkan takbir, tahmid juga bersalam-salaman.

Merasa ada yang aneh, mulai dari kutbah yang banyak takbir dan tahmidnya. Juga setelah kutbah bukannya shalat jum`at 2 rakaat, eh malah salaman satu dengan yang lainnya. Penasaran dengan itu semua, Adel bertanya kepada Bapak yang berada di sampingnya. “Pak, shalatnya kapan?, kok tidak shalat” tanya Adel dengan rasa ingin tahu. “Shalatnya sudah tadi nak” balas bapak tersebut sambil mengusap kepala Adel dan tertawa ringan. “Kita sedang jum`atan kan Pak?” tanya Adel yang belum begitu percaya. “Kita bukan jum`atan, tapi kita sedang shalat id, idhul adha, sebentar lagi mau potong qurban” jelas Bapak tersebut meyakinkan.

Adel jadi malu sendiri. Walaupun ia masih tergolong anak-anak dia tetap merasa malu dengan kejadian ini. Kenapa juga dia sampai lupa hari ini masih pagi, dan hari ini adalah idhul adha. Abahnya juga ikut berkurban sapi. Mungkin karena ia begadang dengan teman sebelah rumahnya sampai ia bangun kesiangan. Sehingga Ia lupa hari ini adalah hari spesial. Idhul adha. 

"Adel ayo kita pulang" ajak ibunya sedikit berteriak dari arah belakang. Adel kaget.
"Kamu sulit sekali ibu bangunkan, setelah subuh tidur lagi sih" celetuk ibunya sambil mengajaknya membawa sepeda. Adel Adel
 adel.

Efri Deplin, S.Si lahir di  Durian Bubur Seluma 05 Februari 1987. Bekerja di  Kampus SDIT IQRA` 1 Jl. Semeru No.22 Rt.13 Rw.IV Sawah Lebar Kota Bengkulu. Menikah dengan guru TKB Auladuna Misni Akzaiti, S.Pd.AUD. Berpikir positif dan selalu semangat, itulah mottonya.  Bisa diajak bekerjasama, www.efrideplin.com ; instagram: efrideplin; facebook : Efri Deplin, twitter: efrideplin87; e-mail: efrideplin@gmail.com


Thursday, 19 March 2020

Cerpen Toge Pemberani

Sampul Buku Toge Pemberani

Toge Pemberani

Di sebuah kebun terdapat beberapa tanaman kacang hijau yang sudah berbunga. Sebentar lagi bunga itu akan layu dan jatuh dari tangkainya. Bunga itu nantinya akan meninggalkan buah yang bisa kembali tumbuh menjadi tanaman baru. “Buah yang sudah matang akan menghasilkan biji yang sehat dan banyak sekali manfaatnya, bisa dijadikan bubur, dan bisa juga dijadikan bibit untuk tumbuh menjadi tumbuhan baru”. Kata tanaman kacang hijau dengan bangganya. Teman-temannya juga mengakui akan hal itu. Tapi mereka menantikan penantian yang tidak pasti.

Tiba saatnya buah-buah tersebut sudah matang dan siap untuk dipanen. Kacang hijau yang semula bangga dengan dirinya, sedikit demi sedikit mulai resah dan galau. “Buah-buah yang kuhasilkan ini akan jadi apa ya?!” “Pasti mereka bisa saja terpisah antara satu dengan yang lainnya”. Risau tanaman kacang hijau.

***
Karung-karung putih sudah penuh dengan biji kacang hijau dan siap untuk dipasarkan. Di pasar penjual dan pembeli saling tawar menawar dagangan mereka masing-masing, termasuk kacang hijau tak luput dari incaran pembeli. Seorang perempuan tampak menenteng kantong plastik berisi biji kacang hijau hasil belanjanya. Setelah sampai di rumah kacang hijau tersebut diletakkan dalam sebuah wadah diatas meja. Satu dari sekian banyak biji kacang hijau berujar “kita nanti akan dimasak dan habislah kita. Kita tidak dapat lagi menghirup udara bebas, dan tak bisa lagi melihat dunia”. Ujarnya dengan piluh. “Aku sangat sedih” tambah teman-temannya. “Entahlah, aku juga tidak tahu akan menjadi apa kita nanti” tambah yang lain.

Kemudian mereka merasakan sejuknya kulit mereka karena disiram. Mereka dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya. Digosok-gosok dan ditiriskan. Mereka diletakkan diatas kain bersih diatas meja. “Kita akan diapakan ya” bisik satu kacang hijau dengan biji lainnya. “Kita lihat saja nanti, yang pasti kita tetap berkumpul disini” balasnya menenangkan. Sejak dari sore hingga menjelang malam mereka saling tebak menebak, mereka nanti akan menjadi apa. Sejak siang tadi sudah ada yang mengira akan dijadikan bubur. Ada yang menebak akan menjadi tumbuhan baru, artinya mereka akan ditanam di tanah yang subur.

***
Siang berganti malam yang dingin. Malampun semakin larut. Terang bulan malu-malu melirik dibalik hasbes bening atap dapur. Ditengah malam biji-biji kacang hijau tersebut merasakan keanehan pada kulit mereka. “Kulitku mengelupas!” teriak biji kacang hijau dengan histeris. “Tubuhku pecah”  sambung yang lainnya. “Tapi aku merasa lebih nyaman” tambahnya. “Iya, aku memiliki akar, asik aku jadi tumbuhan baru, hore..” teriak yang lain dengan girangnya.

Hingga subuh tiba, tubuh mereka benar-benar berubah. Mereka memiliki daun yang masih menguncup serta dua keping tembaga juga akar yang kecil. Tetapi mereka tidak di tanah, mereka masih di atas kain yang berada di atas meja.

“Aku tahu kita sekarang menjadi apa” terdengar suara yang memecah kebingungan mereka. “Sekali lagi, aku tahu kita sekarang menjadi apa” tambah biji yang agak besar dengan yakin. “Menjadi apa?” sahut yang lain. “kita adalah biji-biji pilihan dengan kualitas terbaik, kita memang tidak dijadikan bubur, tidak juga dijadikan tanaman baru”. Biji tersebut mencoba menerangkan. “Tapi kita tetap akan diolah menjadi sumber makanan bagi manusia”. “Kita adalah toge” pungkas biji tersebut. “Ah.. Toge, apa itu toge” jawab teman di sebelahnya. “Toge, ya kita ini tumbuhan jenis kacang-kacangan yang dibiarkan tumbuh berkecambah, tidak untuk ditanam di tanah menjadi tumbuhan baru.

“Aku tidak mau, aku mau menjadi tumbuhan baru”. Isak biji kacang hijau yang lainnya. “Iya aku juga” sahut yang lain lagi. Mereka bersahutan terisak menangisi nasib mereka. “Tidak, kita sudah melakukan tugas dengan baik” dengan vocal biji yang tadi kembali menenangkan. “Kita adalah biji yang terbaik, dan tentunya bisa menjadi kecambah yang baik”. “Artinya kita sudah melakukan proses yang baik. Dan hasilnya akan menjadi yang terbaik”.

“Seandainya kita menjadi tanaman baru, pasti dipenghujung kehidupan kita nanti juga akan menghasilkan biji baru yang akan diolah manuasia”. “Lama kelamaan kita juga akan mati tidak bisa melihat dunia ini lagi, tapi yang menjadi kelebihannya adalah kita bisa menghasilkan biji-biji baru”. “Kalau kita mati sebelum berbuah, atau kalau kita diserang hama, pada saat seperti itu kita dapat melakukan apa-apa”. “Itu adalah hal yang paling buruk”. Panjang lebar ia beorasi di hadapan teman-temannya. “Ini adalah takdir terbaik untuk kita”. Pungkasnya.

“Aku bangga menjadi toge, aku sudah melalui proses yang baik untuk menjadi toge yang terbaik, karena proses ini sudah kulaui dengan baik kuserahkan pada Allah hasilnya seperti apa, tapi aku yakin hasilya akan menjadi baik”. Akhirnya mereka semua menyadari, mengapa mereka diciptakan Allah swt. Menciptakan biji kacang hijau untuk bisa diolah oleh manusia. Dan sebagai hambah-Nya yang mulia, mereka sadar menjadi toge bisa membantu menyehatkan tubuh manusia. Itulah pengabdian mereka kepada Allah swt.

Efri Deplin, S.Si lahir di  Durian Bubur Seluma 05 Februari 1987. Bekerja di  Kampus SDIT IQRA` 1 Jl. Semeru No.22 Rt.13 Rw.IV Sawah Lebar Kota Bengkulu. Menikah dengan guru TKB Auladuna Misni Akzaiti, S.Pd.AUD. Berpikir positif dan selalu semangat, itulah mottonya.  Bisa diajak bekerjasama, www.efrideplin.com; Instagram: efri deplin; facebook: Efri Deplin, twitter: efrideplin87; e-mail: efrideplin@gmail.com

Wednesday, 18 March 2020

Belajar Jarak Jauh Guru Siswa dan Orang Tua


Dinamika Belajar Jarak Jauh Soliditas Guru,  Orang Tua, dan Siswa

Hari kedua bagi kami sebagai pelaku dalam dunia pendidikan sangat terasa. Perbedaan yang sangat signifikan antara belajar dengan tatap muka dan belajar jarak jauh. Jika belajar tatap muka, saya berada di depan siswa bahkan berbaur dalam drama dan sirkulasi dinamika kelas. Kali ini melalui jarak jauh, kontrol kelas dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.

Peran yang saya dapatkan setidaknya ada dua. Satu sebagai guru bagi murid-murid saya. Kedua adalah sebagai orang tua bagi anak saya yang sudah sekolah. Ada perasaan belum puas jika apa yang ditargetkan belum tercapai dengan maksimal. Perasan ini wajar-wajar saja. Sebagai guru tentu maunya semua siswa di kelas mampu dan memahami apa yang ingin dicapai.  Sebagai orang tua saya juga ingin ananda melalui masa-masa indahnya sekolah dan bermain.

Bebagai Macam Upaya Memaksimalkan Pelajaran Jarak Jauh

1. Kelas Maya 
Dengan berbagai metode, misalnya membuka goggle classroom. Guru dan siswa terlibat aktif dalam Kelas Maya sesuai dengan kurikulum yang sedang diampuh. 

Kelas dari Mr. Efri Deplin 87

Metode ini sangat erat hubungannya dengan kerja sama guru, orang tua dan siswa. Apalagi jika saya mengajar SD yang memuat aturan interaksi dengan alat komunikasi seperti HP. 


Tugas siswa di goggle classroom

Namun semua dapat dilakukan, saat situasi memadai dan dengan persamaan persepsi untuk mencapai tujuan pasti, bukan hanya basa basi. 

2. Video Converence
Metode ini yang pertama kali saya lakukan di awal kelas jauh berlangsung. Awalnya saya sudah menyiapkan beberapa bahan ajar Kelas Maya melalui Video Converence. Kemudian saya berfikir ulang bahwa anak-anak iya berada di rumah namun orang tua ada di kantor. 

Alasan klasik lainnya adalah murid-murid saya masih duduk di bangku SD. Beda hal nya dengan murid yang sudah SMP atau tingkat SMA. Mereka sudah daiat diajak berkontribusi lebih maksimal dalam Kelas Maya dan Video Conference.


Vicon dan Rekaman di Grup Kelas

Alhasil, Video Conference saya manfaatkan sebagai media sosialisasi peran tugas dan kewajiban siswa kepada walimurid saya di kelas selama Kelas Jauh berlangsung. Cukup efektif dan ini adalah salah satu bentuk paling sederhana Dinamika Belajar Jarak Jauh yang menumbuhkan sikap Soliditas Guru,  Orang Tua, dan Siswa.


3. Manual Sederhana Terukur dan Terarah

Pada akhirnya kami memilih Metode Manual Sederhana Terukur dan Terarah. Ini istilah yang saya berikan pada kelas jarak jauh dan menuntun Dinamika Belajar Jarak Jauh yang membentuk Soliditas Guru,  Orang Tua, dan Siswa.

Berikut contoh Agenda Kegiatan Siswa yang kami sepakati:

Peaan di group WA 
Narasi Pesan

Kegiatan Belajar di Rumah
Kelas  4 Abdullah bin Umar
Hari RABU, 18 MARET 2020

04.00 - 04.15 : Sholat Tahajud
04.30 - 05.00 : Sholat Subuh
05.30 - 06.30 : Membantu pekerjaan rumah tangga
06.30 - 07.30 : Sholat Dhuha dan Murajaah.
07.30 - 10.00 : Belajar Tema
➡ Siswa mengerjakan latihan MATEMATIKA HALAMAN 206-211
➡ Menghapal dan Murajaah surat Al - Muzamil1-20
12.00 - 13.00 : Sholat Dhuhur, Makan Siang Sehat.
13.00 - 14.30 : Tidur Siang
14.30 - 15.30 : Tilawah Al Quran minimal 1 lembar dan Sholat Ashar.

Setelah Pukul 15.30 adalah Agenda Keluarga. Mohon Ayah/Bunda mendampingi dan mengevaluasi kegiatan harian ananda.

NB :
9. Mutabaah Kegiatan Belajar dilaporkan setiap hari melalui formulir.
10. Mohon ananda diingatkan untuk melakukan kegiatan/aktivitas di rumah dan bergaya hidup sehat. Sholat boleh dilaksanakan di rumah secara berjamaah.
11. Jalur komunikasi kegiatan belajar di rumah melalui wali kelas masing-masing.
12. Mohon selalu berdoa dan mendoakan agar dihindarkan dari segala macam penyakit dan musibah.


Link Laporan Kegiatan Belajar Siswa

Pada Video Conference yang saya sampaikan di forum, jelas itu merupakan langkah awal menuju metode ke-tiga yang kami ambil. Dinamika yang diambil adalah, setiap hari saya sebagai guru menyampaikan batasan materi dan habituasi siswa di forum grup kelas. Mudah saya lakukan karena saya sudah melakukan sosialisasi di awal kegiatan kelas jauh ini dimulai. Setiap sore hingga malam kami sebagai guru memantau ketuntasan dan terlaksananya kegiatan kelas jauh siswa melalui sebuah link informasi.



Presensi Kehadiran Siswa

Disini letak dan peran guru serta siswa juga walimurid untuk saling mensupport satu sama lainnya.

Alhamdulillah sampai saat ini semua berjalan dengan baik dan lancar. Sistem pelaporan sebagai bukti kehadiran siswapun berjalan dengan baik dan normal.

Baca juga: Kelas Maya Sederhana Metode Belajar Jarak Jauh

Saya cukup puas walaupun tidak berada di depan kelas bersama siswa-siswi di sekolah namun pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan baik.

Terima kasih kepada Yayasan Al Fida, Unit SDIT Iqra'1 Kota Bengkulu, komite kelas dan Bapak ibu walimurid serta teman-teman yang solid. Menjadikan situasi ini menjadi lebih bermakna dengan segala bentuk Dinamika Belajar Jarak Jauh yang membentuk Soliditas Guru,  Orang Tua, dan Siswa.

Tuesday, 17 March 2020

Kelas Maya Sederhana Metode Belajar Jarak Jauh



Hari ini memulai metode belajar jarak jauh. Dengan diberlakukannya siswa belajar di rumah, saat ini berbagai upaya dilakukan untuk memaksimalkan proses pembelajaran.

Tidak ada kelas tatap muka bukan berarti tidak ada proses belajar sesungguhnya. Solusinya adalah kelas Maya yang sangat sederhana saya buat untuk mengontrol proses pembelajaran anak-anak di kelas 4 Abdullah bin Umar.


Tutorial Sederhana

Setelah semua bahan materi disiapkan dari hari pertama hingga hari terkahir ditentukan. Langkah selanjutnya adalah membuat skenario semacam tutorial sederhana. Bahan materi disatukan dan diramu dalam sebuah file. Siap dipresentasikan dalam kelas Maya yang saya sebutkan tadi. 


Kelas Maya yang dimaksudkan tidak lain adalah semacam Video Converence. Tentu melalui jaringan? Iya melalui jaringan. Saya ada di rumah dan siswa saya ada di rumahnya masing-masing. Jauh sebelum ini dilakukan, siswa saya juga sudah terbiasa dengan tugas-tugas kelas Maya. Mungkin tanpa disadari beberapa kali di kelas saya memberikan tugas yang terukur sesuai capaian kurikulum.

Kerjasama Orang Tua Hebat

Siswa yang saya ajar masih kelas 4. Tepatnya adalah kelas 4 Abdullah bin Umar. Peraturan di sekolah siswa diperkenankan tidak bermain HP. Namun dalam dunia pendidikan kita juga tidak lupa akan perkembangan teknologi. Bagaimana kita mengemas teknologi dan mengendalikannya sesuai dengan kebutuhan. 

Saat kontrol jarak jauh, tentu sebagai guru saya tidak dapat melihat langsung apa, bagaimana, sedang apa dan tentunya apakah siswa saya interaksi dengan HP nya diluar kendali? Inilah waktu yang tepat mengajak orang tua bekerja sama menciptakan suhu yang kondusif dan aktif.

Video Converence Bersama Siswa dan Walimurid


Jauh-jauh hari saya sudah memperkenalkan kepada walimurid saya di kelas untuk berinteraksi dengan sistem jaringan. Pertama kali saya lakukan hasilnya adalah 99 % aktif. Hanya ada 1 siswa dari 30 siswa yang tidak mengirimkan tugas. Namun ini tetap dapat diatasi dengan komunikasi lintas personal, apa sebabnya dan bagaimana solusinya. Jadi ketercapaian belajar siswa dalam kurikulum dapat dicapai.

Sama halnya dengan metode yang saya lakukan saat ini. Beberapa hari sebelum diberlakukannya belajar di rumah, saya sudah memperkenalkan sebuah aplikasi Meeting Room. Hasilnya memang tidak semua done namun cukup mewakili. Setelah dicoba semuanya dengan mudah melakukan Vicon dengan baik dan lancar. Tadi malam tepatnya kami Vicon selama lebih kurang 30 menit untuk menyampaikan capaian siswa di rumah. Langkah ini saya lakukan untuk berinteraksi langsung dengan siswa dan walimurid untuk memaksimalkan ketercapaian tujuan pembelajaran.


Bagaimana dengan siswa yang tidak ikut Vicon malam ini. Tenang saya juga menyiapkan Video Rekaman saat sesi Vicon berlangsung dan dikirimkan ke group kelas 4 Abdullah bin Umar.

Formulir Laporan Kegiatan Siswa

Untuk melihat hasil ketercapaian siswa dibutuhkan sebuah form laporan kegiatan. Tim kelas 4 sudah membuat sebuah formulasi yang tepat untuk melihat perkembangan kegiatan siswa. Karena laporan ini merupakan tolak untuk melihat dan acuan sebagai presensi kehadiran siswa. 


Form laporan dibuat tidak baku namun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kelas masing-masing paralel. Peran oran tua kembali dibutuhkan untuk menciptakan dan mewujudkan laporan yang benar-benar real tanpa dibuat-buat. Kerjasama dengan orabg tua adalah dengan mengisi formulir dan mengirimkan kembali. Setelah itu semua laporan masuk dan direkap dalam bentuk Exel. 

Semoga dimudahkan dan diberkahi. Tercapai semua kebutuhan kurikulum dengan metode belajar jarak jauh. Kelas Maya mungkin masih jauh namun berangsur-angsur belajar menuju kesana. Terkahir semoga sistem pembelajaran bebas merdeka belajar dan merdeka menilai.

Semoga berkahir juga Covid 19. Aamiin


Monday, 16 March 2020

Milad Blogger Bengkulu dan MC Penyerahan Award Blogger Bengkulu 3.0


Hari ini Ahad, 15 Maret 2020 bertempat di Balaikota Bengkulu ada acara spesial Komunitas Blogger Bengkulu dalam rangka Milad Blogger Bengkulu yang ke-3 tahun.

Kembali didaulat membacakan pemenang Blogger Bengkulu Award sejak Blogger Bengkulu Award 2.0 hingga Blogger Bengkulu Award 3.0 ada perasaan senang dan bahagia tersendiri. Pasalnya adalah membacakan memberikan apresiasi melalui kata-kata positif dan bijak akan kembali kepada kita sebagai pembacanya itu sendiri. 

Jadi kalau diminta jadi MC jangan pernah ditolak karena kita akan berkesempatan memanggil nama-nama terbaik dan memberikan pujian dan selamat juga semangat, dan tahukah bahwa semuanya akan kembali pada kita sendiri.

Hadir Lebih Awal

Hadirlah ke tempat acara lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Jika memungkinkan hadir 1 jam atau 30 menit sebelum acaranya. Karena space waktu itulah yang dapat kita gunakan untuk bermediasi dengan Protokoler lapangan atau jika ada perubahan mendadak kita tidak ragu saat MC nanti.

Hari ini saya hadir lebih awal sekitar 15 menit hee sebelum pukul 13.00 wib. Pas menurut perhitungan karena sampai langsung persiapan mulus dari rumah. Kami masih sempat ngobrol seputar persiapan di dalam. Maklum bertemu dengan orang nomor 1 di Kota Bengkulu. Semuanya deal dan siap protokoler memberikan instruksi masuk ke ruangan sambil menyaksikan streaming 15 menit stasiun TV swasta di Kota Bengkulu.

Protokoler itu Harus Dipatuhi

Menjadi MC harus sabar karena terkadang acara dapat berubah kapan saja. Sebagai MC yang baik harus tahu bahwa waktu dan keadaan itu fleksibel. Belum lagi jika kita manjadi MC di hadapan pejabat daerah. Seperti Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kota.

Sehari sebelum hari ini saya juga membawakan acara seminar Internasional di LPMP Provinsi Bengkulu. Konsepnya sudah saya buat dengan berapi-api, maksudnya semangat 45 apalah begitu. Sudah dirancang. Emang kenapa? Kita bakal dihadiri dan dibuka langsung Bapak Gubernur Bengkulu. Alhasil, sesuai kesepakatan dengan protokoler pukul 08.00 dimulai tapi peserta training pada molor, beliau beranjak pergi dan digantikan dengan wakil gubernur.

Baca Juga: Training Internasional Blended Learning Kesehatan dan Literasi Digital dalam Revolusi Industri 4.0


Merubah konsep acara? Jelas berubah dan signifikan. Beberapa point dan urutan acara berubah drastis. Awalnya grogi? tentunya begitu, pada saat ini kita harus bijaksana memandang sekitar terutama protokoler. Mereka yang menyusun kita ikuti apa yang diminta. Yakin deh Aman.

Begitu juga hari ini, mendadak dangdut acara penyerahan Award Blogger Bengkulu 3.0 Berubah konsep. Sayangnya saya adalah, perubahan itu tepat saat saya membaca di depan. Paling grogi kalau lagi serius diajak ngobrol sama siapa saja. Lagi-lagi ikuti saja maunya protokoler karena memang hari ini Pak Walikota ada meeting khusus mengenai Covid 19.

Siapa saja sih yang menang

Nah ini dia mereka, boleh ya kasih semangat dan cekrek-cekrek fotonya.

DENGAN BANGGA BLOGGER BENGKULU
MEMPERSEMBAHKAN BOBE AWARD 3.0 Tahun 2020

Alfa Sari, S.Pd.
Bobe Berprestasi

Lina Azkiyah
Bobe Pendatang Baru

Intan Novriza Kamala Sari, S.Pd.
Bobe Inspiratif

Peri Hardiansyah, S.Hum dan
Zefy Arlinda
Bobe Best Couple

Tokoh Perubahan Bidang TIK
H. Helmi Hasan, SE

Hadiah diberikan boleh sponsor
1. Bapak Andi Rumah Snack, Bapak Andi disilakan
2. Bapak Nurjoni, Latern House, Bapak Nurjoni disilakan
3. Diska, Alea disilakan
4. Ibu Musfirah, Stifin disilakan
5. Piagam, Milda Founder Blogger Bengkulu

Berikut Video Penyerahan Penghargaan


Selamat Milad Blogger Bengkulu yang ke-3 tahun semoga semakin Tangguh
Tangkas Unggul dan Humanis.
Selamat kepada para pemenang kategori.

Demikian ulasan hari ini dalam acara Milad Blogger Bengkulu 3.0 sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang. Tulisan ini dalam rangka #NulisSerempak Blogger Bengkulu.

Berikut dokumentasi Milad Blogger Bengkulu 3.0













4 Tips Donor Darah Saat Puasa

Donor darah menjadi trend gaya hidup sehat masa kini. Selain memenuhi kebutuhan hidup para penggunanya, donor darah menjadi sebuah kebutuhan...