Friday, 31 August 2018

14 Pramuka Garuda Lahir dari Kwarcab 0704 Kota Bengkulu Tahun 2018

Pagi ini jumat, 31 Agustus 2018 bertempat di lantai 2 kantor walikota Bengkulu berlangsung penyerahan penghargaan pramuka tertinggi. Setelah beberapa hari yang lalu telah dilakukan gladi untuk peringatan hari pramuka ke-57 oleh kwarcab 0704 Kota Bengkulu.

Sesuai dengan visi gerakan pramuka "Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah kaum muda”
Kwarcab 0704 Kota Bengkulu tahun ini kembali berhasil melahirkan 10 Pramuka Garuda. Pramuka Tertinggi di tiap tingkatan.

Sekretaris Kwarcab 0704 Kak Heriyadi menuturkan "Pramuka Garuda adalah tingkatan tertinggi dari kecakapan seorang peserta didik, yang juga menandakan keberhasilan seorang pembina dalam menempa anak asuhnya. Dua tahun berhasil mengarahkan para pembina untuk menghasilkan pramuka garuda kwartir cabang juga patut berbangga, artinya geliat dan animo dari gudep semakin besar dan  bertambah, semoga untuk tahun depan, pramuka garuda semakin bertambah" Aamiin semoga.

Kamabigus Kak Muhyiddin, M.Pd. Menyampaikan "Alhamdulillah wa Syukurillah, di hari pramuka ke 57, SDIT IQRA'2 kembali meraih prestasi  pramuka sehingga 2 orang siswa SDIT IQRA2, dilantik sebagai siaga garuda, yang langsung diberi penghargaan oleh ibu kadis.Rosmayeti, MM. kami ikut bangga, untuk siaga garuda di Bengkulu ini baru satu-satunya, kedepan akan terus berjuang agar lebih banyak lagi siaga garuda dari pangklan SDIT IQRA'2. Terima kasih banyak kepada seluruh kakak pembina yg tetap semangat dalam membina adik-adiknya tak kenal lelah. Karena pramuka sebagai perekat NKRI. Satu Pramuka Satu Indonesia, dan kami doakan semoga jadi amal jariyah"

Berikut dua Pramuka Siaga Garuda dari Pangkalan SDIT IQRA' 2 Kota Bengkulu.

Ahmad Firas Altaf Purnomo 
Siswa SDIT IQRA' 2 Kota Bengkulu
Lahir di Bengkulu 14 Juli 2009
Ayah Bambang Purnomo
Ibu Rta Prima Beryanti

Arehan Sauqi Al-Ghofar
Siswa SDIT IQRA' 2 Kota Bengkulu
Lahir di Bengkulu 17 Nov 2008
Ayah Armansyah
Ibu Rika Jusri Putri

Istimewa kedua siaga diatas berasal dari SAKO Pramuka Sekolah Islam Terpadu. Sako terbesar yang ada di Indonesia dan aktif dalam setiap event kwarcab hingga nasional.

Kembali kepada penghargaan tertinggi garuda ini, senada dengan apa yang disampaikam kakak multitalenta kak Diana Gustina Pembina SMPN 2 Bengkulu "Kesannya, Pastinya sangat bahagia ya.. Karna Pramuka Garuda itu tidak mudah mendapatkannya dan tidak semua bisa. Bahagia karena bisa menghantar adek-adek meraih penghargaan tertinggi sebagai seorang Pramuka yaitu Pramuka Garuda".

Kak Diana yang juga Doker Gigi ini tentu banyak sekali kiat khusus untuk bagaimana caranya adik-adiknya menjadi Pramuka Garuda "Kita tahu Syarat SKK Pramuka Garuda sangat sulit. Mereka harus mampu mencapai 2 Madya setiap bidang dan Utama minimal 5.  Calon-calon Garuda ini khusus kami TC kan hampir 2 bulan. Setiap hari mereka kompak dari mulai menyiapkan berkas dan melatih skill".

Inilah mereka 8 Penggalang Garuda Kwarcab 0704 Kota Bengkulu
Aqilah Ismi Azizah SMPN 2 Bengkulu
Istiqomah Rabitha Alam Islami SMPN 1 Bengkulu
Anjani Nur Fhadillah SMPN 1 Bengkulu
M. Furqon Abdul Hadi SMPN 2 Bengkulu
Dezza Pero Apriansyah SMPN 2 Bengkulu
Muhammad Iqbal SMPN 2 Bengkulu
Zahira Haniyah SMPN 1 Bengkulu
Duty Falensia Dwi Mariani SMPN 1 Bengkulu
Selain itu juga 4 Penggalang Garuda diberikan penghargaan langsung oleh Plt Gubernur Bengkulu Bapak Rohidin Mersyah pada tanggal 14 Agust 2018 yang lalu.
Penggalang Garuda SMPN 1 Kota Bengkulu Rahma Aulia Putri dan Hafifah
Penggalang Garuda SMPN 2 Kota Bengkulu Willy Dava Nugraha dan Prayogi Genta Nugraha

Mereka berhak mengenakan tanda kecakapan dan tanda penghargaan tertinggi di tiap tingakatannya.

Siapa saja yang berperan besar terciptanya Pramuka Garuda ini? 
Tentunya semua pembina gugus depan hingga mabigus dan tentunya dukungan orang tua yang memberi support besar. Pengurus kwarcab 0704 Kota Bengkulu serta dewn juri dan penguji. Seperti yang disampaikan Kak Witri Dahlena, MS. "Alhamdillah Kota Bengkulu ada lagi Pamuka Garuda. Semoga tahun dapan semakin banyak anak-anak dan adik-adik yg ikut Pramuka Garuda. Semakin banyak Pramuka Garuda berarti pramuka di sekolah itu juga semakin maju dan bagus. Setidaknya butuh 2 tahun mempersiapkannya" beliau menuturkan.

Menurut kak Sayuk panggilan akrab dari Kak Muhammad Sayuk. "Kesan sebagai juri pramuka garuda sangat bangga karena dengan adanya pramuka garuda di Bengkulu khususnya Kota Bengkulu menunjukkan bahwa pramuka di Bengkulu semakin maju dan berkembang. Bagi diri saya pribadi di sisi lain sebagai pelatih dan dewan juri, sangat bangga dan acung jempol buat adik adik yg gigih berlatih dan berlatih demi mendapat pramuka garuda.  Sekali lagi kesannya sangat bangga dengan pramuka garuda Bengkulu".

Terakhir ucapan semangat dan suport dari kapusdiklatcab Balai Buntar Kak Herman Suryadi, S.Pd, M.Pd. "Dengan adanya pelantikan Pramuka Garuda di Kwartir Cabang 0704 Kota Bengkulu selama  kurun waktu dua tahun terakhir, sangat menggembirakan kami Tim Penilai. Sebab sudah ada contoh Pramuka Garuda di kota ini. Namun, ke depannya kami berharap calon Pramuka Garuda akan lahir lebih banyak lagi".

Benar, semoga kedepan akan lahir Pramuka Garuda-Pramuka Garuda yang senantiasa mengibarkan sayapnya untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selamat atas capaian tertinggi ananda dan adik-adik semua. Semoga jiwa pramuka yang patriotik menjadi bekal untuk masa depan kalian kelak. Aamiin

Edisi Khusus Giat Nasional
Berlangsung juga penyerahan penghargaan yang mewakili perwakilan Lomba Gudep Unggul yang dilaksanakan pada tanggal 5 s.d 11 Agustus 2018 di Malang yg diserahkan oleh Kamabigus pangkalan SD N 69 Kota Bkl kakak Susilowati, S.Pd, Kepada Pemerintah Kota Bengkulu Kakak Marjon, M.Pd,  perwakilan ketua Kontingen KPN 2018 Kakak Wagino.MHP kepada Kadispora kakak Herman. S.Sos, perwakilan Peserta KPN Koncab Kota bkl kak Witri Darlena, S.Pd menyerahkan kepada kakak Rosmayetty, MM selaku Wakil Jetua kwarcab Kota Bengkulu


Kadep. Pramuka SIT Wilayah Bengkulu
Efri Deplin, MG.








Thursday, 30 August 2018

Pertemuan Perdana Persiapan KEMNAS 4 SAKOSIT SDIT IQRA' 1 Kota Bengkulu


Asslkm.wr.wb

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT.
Terima kasih kepada ayah bunda sudah meluangkan waktunya sejenak.

Berikut ulasan dari hasil pertemuan siang tadi, 30 Agust 2018 di Laboratorium SDIT IQRA' 1 Kota Bengkulu.

Kemah tahun ini disebut KEMNAS 4 SAKO PRAMUKA SIT.
Keberangkatan tgl.15 kemnas dimulai tgl.16-19 Nov 2018.

Rencana akan menggunakan Pesawat Garuda.

Pembiayaan : Rp. 2.650.000
Tahap 1 dibayar sejumlah Rp. 1.500.000 untuk Tiket dan Pendaftaran, estimasi waktu pembayaran hingga 7 Sept 2018 di Bendahara Sekolah.

Tahap 2 dibayar sejumlah RP. 1.150.000 untuk dana lainnya.

Uang Saku ananda paling besar Rp. 500.000 dititipkan ke pembina satu hari sebelum berangkat.

Seragam Pramuka Jahit Baru dalam proses di Berkah Taylor. PJ. Ust.Efri
Atribut Kelengkapan Pramuka dalam proses. PJ. Ust.Efri

Jaket Kontingen dalam proses PJ Bunda Faliah Syaqila.
Syal Batik Basurek sebagai identitas Alhamdulillah dari donatur bunda Adinda Chelsyafira. Jazakallahu bunda.

Edutrif : TMII, MONAS, Masjid Istiqlal

KELENGKAPAN Pribadi
1. Seragam Pramuka 2 Stel.
2. Jas Ponco, Jaket, Kaos Berlengan Panjang.
3. Obat-obatan Pribadi.
4. Peralatan Mandi (Handuk, sabun, sikat gigi, sampho).
5. Peralatan Makan (Cangkir, piring, sendok, garpu).
6. Alat Tulis dan Papan Jalan.
7. Kaos Lapangan.
8. Perlengkapan Ibadah.
9. Tali Pramuka.
10. Tempat Air Minum.
11. Lampu Senter.
12. Kanebo.
13. Alat Perlengkapan Menjahit.
14. Kresek Besar 2 buah.
15. MUSHAF QURAN
16. Cendramata khas Daerah Kota Bengkulu.


Demikian ayah bunda yang dapat kami sampaikan.
Pertemuan dan Info Selanjutnya akan disampaikan melalui WAG.

Waslkm.wr.wb

Sunday, 26 August 2018

Doa-doa Terbaik Sebelum dan Sesudah Subuh Saat Pendakian Puncak Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Jawa Timur

 Ini di Pasir Berbisik

Alhamdulillah kali ini saya ingin berbagi sebuah kisah. Semoga mengonspirasi dan menambah keberkahan. Aamiin

Siap-siap disimak ya. Berikut kisahnya.


Malam sudah semakin larut, Kota Batu Malang semakin dingin dan lekat. Homestay yang kami tumpangi malam ini masih berantakan dan memang dibiarkan begini saja. Tas kontingen yang bertumpuk di ruang tamu dan ruang keluarga ini menandakan kami butuh istirahat. Tengah malam ini kami harus bertolak menghibur diri dari kesibukan sepekan dalam acara yang dikemas secara Nasional kemarin. Iya benar kami akan ke Bromo malam ini.

Pukul 22.30 saya tidur dan pukul 23.30 saya bangun dan bersiap-siap. Janji pukul 23.00 travel sudah berada di depan homestay. Kami semuanya telah melengkapi keperluan untuk kesana. Pakaian diantaranya sepatu, kaos kaki, celana panjang, baju panjang, jaket tebal, sebo, masker, sarung tangan, mental dan fisik. Kami diantar di parkiran jeep yang siap menjelajah malam ini. Jeep yang kami tumpangi ada 3 buah. Kami berempat, kak Rina dan kak Witri di depan. Saya dan kak Hilmi duduk di bangku belakang. Ah.. sudah lah 2,5 jam perjalanan kami sampai di lokasi parkiran jeep. Jangan ditanya bagaimana pengalaman perjalanannya. Obrolan panjang dan perkenalan dengan sopir hingga ke Arena Asean Games 2018 Palembang pun semua diceritakan. Hingga akhirnya tertidur dan saya bangun ketika melewati Desa Tengger, Suku Asli Bromo karena benturan dinding jeep.

Jeep tetap konsentrasi berjalan menuju bromo. Tak beberapa lama kamipun berhenti. Terlihat beberapa jeep sudah parkir. Jam menunjukkan pukul 02.30 dini hari. Langit begitu cerah dihiasi bintang yang bertaburan di luar angkasa.

Awalnya saya tidak mengira bahwa kami sudah sampai. Saya berfikir bahwa ini pemberhentian sementara untuk ke belakang misalnya. Iya ternyata benar, pemberhentian sementara dan melanjutkan pendakian dengan berjalan kaki. Tidak lama, pamandu menyampaikan waktunya sekitar 10 menit. Wah.. cuma 10 menit hee. Pemandu bilang, kalau disini terasa dingin sekali maka kita bilang "hangat" untuk mensugesti keadaan.

Tanpa diduga, tas ransel KPN tertinggal di dalam jeep. Saya turun dari pendakian karena ada beberpa benda penting disana. Saya harus ambil. Iya saya akhirnya turun dengan sedikit berlari kecil. Saya buka pintu jeep dan ambil tas langsung cus lari mendaki. Teman-teman sudah pada jauh. Mereka terlihat hanya bayangan saja dari kejauhan. Senter tak ada, sumber penerangan satu-satunya adalah gawai pintar ini dan di atas langit, gemerlap bintang gegap gempita yang berhasil membuat decak kagum dan kalimah ilahiayah di dada. Allahu Akbar!.

Aduhai jalan, jalanan aspal mulus ini kemiringannya sangat tajam. Subhanalallah saya belum pemanasan. Otot-otot kaki ini terasa sangat pagal. Sesekali nafas tersengal. Ini kita mau kemana sih, pakai jalan malam kaya pengembaraan ala Pramuka haa. Mau Tahu kemana? Ke Bromo? itu iklan ya hee. Kasihan melihat pembina putri beberapa akhirnya naik kuda. Saya mah santai, jalanan ini mah kecil hee. Padahal saya hanya mensugesti diri agar lebih kuat. Kan cuma 10 menit paling lama. Lagi-lagi 10 menit itu bukan waktu yang sebentar. Bagi kalian yang pernah kesini bakal tahu rasanya bagaimana perjuangan mendaki untuk menyaksikan mentari pagi bersinar menakjubkan. Beberapa turis asing juga terlihat melintas.

Kiri kanan jalanan tak terlihat jelas. Tidak ada gumamam atau candaan, semua konsentrasi mencapai puncak. Disini ramai namun sepi. Banyak manusia yang lewat tapi tak saling sapa. Bukan sombong tapi konsentrasi. Nafas perut cukup membantu penjuangan panjang ini. Jangan coba buka penutup hidung ya, bagi yang tidak biasa cuaca dingin hidungmu bakal sakit seakan tertusuk dengan dinginya suhu dibawah -7 derajad celecius.

Sejenak terlihat ada jalanan datar. Saking gembiranya diri ini langsung lari kecil mendahului kakak-kakak di depan. "Eh.. kak Efri kok Lari" Entah bertanya atau cuma iseng. Jalanan ini benar datar sekitar 10 meter. Namun, ini bukan akhir perjalanan. Masih ada titik pendakian ekstrem lainnya. Allahu Akbar! Setidaknya ada 3 pendakian lagi dan 2 belokan. Masya Allah kaki ini rasanya sudah sangat capek. Kuda yang ditumpangi kak Vera, kak Yenti dan kak Hilpi hampir mendekat. Saya bergegas berjalan dengan penuh semangat menyusul kak Rizal yang sudah lebih dulu dari kami. Akhirnya dengan penuh perjuaangan kamipun sampai di pemberhentian pertama.

Berhenti di pemberbentian ini kami berempat belas sibuk saling menyemangati. Pesan minuman hangat teh susu juga ada mie instan. Wah.. tak ada pilihan lainnya. Kak Witri, kak Vita dan kak Rina menjadi yang paling hebat. Bagaimana tidak, tidak ada yang menyangka tantangan 10 menit ke atas ini dibumbuhi dengan godaan ojek kuda hee dan mereka tidak tergoda karena kuat juga kali ya. Beda dengan kak Hilpi yang sudah tersengal-sengal sesak nafas, juga kak Vera dan kak Yenti. Kali faktor U ya wkwk sorry becanda kakak. Serba salah memang, mau buka masker hidungnya mampet ditutup masker nafas tersendat. Pilihannya ya naik kuda. Tapi lumayan juga ya ongkosnya. 150.000 sekali jalan naik. Mau lanjut turun nanti naik kuda lagi nambah 100.000. Wah.. lumayan juga ya kalau punya kuda. Kakak yang lain tidak tergoda untuk naik kuda. Alhamdulilah saya,  kak Rizal, kak Ayik, kak Kanta, kak Helmi, kak Refwan semuanya masih semangat. Masa kalah sama kak Wagino hee. Baliau saja masih kuat kok. Tentu kita juga harus pede dan semangat.

Beberapa sudah memesan makanan dan minuman. Perapian semakin banyak peminatnya. Tak terkecuali beberapa bule, "What is your name?" ucap saya kepadanya. "My name is David" balasnya. "Where are you from?" saya menambahkan. "I Am from Germany" Iyem from jermani kata-katanya itu yang gergetan. Ok Thaks bro. Youre welcome.. Saya dan kak Rizal cekikikan. David hanya diam sambil makan kuaci menghadap perapian. Bangku yang kami duduki saat ini terasa sangat luas sekali. Waktu menunjukkan pukul 03.30 WIB. Beberapa turis masih banyak berdatangan. Teman-teman satu rombongan sudah mulai mendaki kembali menembus gelapnya malam ke puncak menanti sunrise. Menapaki sekitar 300 anak tangga dengan estimasi waktu 25 menit. Allahu Akbar!

Saya dan kak Rizal masih di perapian bersama beberapa turis dan wisatawan lokal. Saya harus cekatan menunggu subuh pukul 04.30. Tiba-tiba masuk sebuah pesan WA menyentuh hati. Ajakan menunaikan ibadah puasa.

Berikut pesannya 

""Ingat Ingat"
Besok 2 hari  IBADAH YANG SANGAT LUAR BIASA JIKA KITA BISA MENGERJAKANNYA.

PUASA TARWIYAH (Senin, 8 Dzulhijjah / 20 agustus 2018) ARAFAH (Selasa , 9 Dzulhijjah / 21 agustus 2018).
Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim sedunia, agar kita dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Namun, bagi jamaah haji sendiri haram hukumnya untuk berpuasa di hari Arafah 9 Dzulhijjah.
Adapun yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah (Mengetahui) puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf dipadang Arafah.
Dan Puasa Tarwiyah adalah (Merenung atau berpikir) puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni 8 Dzulhijjah, hari sebelum hari wukuf.
KEUTAMAAN PUASA TARWIYAH DAN AROFAH

Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arofah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah:
1. Barang siapa yang menjalankan Puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun yang lalu yang telah terlewati.
2. Sedangkan yang berpuasa di hari Arofah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang)
3. Dan yang melaksanakan dua puasa ini akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu:
1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.

2. Allah akan menambah harta.
3. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya.
4. Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
5. Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.
6. Allah akan memudahkan kematiannya.
7. Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah.
8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
9. Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini.
10.Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

Alangkah banyak keberkahan dan kebahagiaan yang Allah berikan bagi orang yang menjalankan puasa Tarwiyah dan Arofah. Semoga kita termasuk di dalamnya.
NIAT
Do'a Niat Puasa Tarwiyah
ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﺗﺮﻭﻳﻪ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH

“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”
Do'a Niat Puasa Arafah

ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.                          
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Arofah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Sampaikan ke sahabat/Saudara kita.... Semuanya"

Brodcash ini sangat menyentuh, dimana pada saat itu waktunya malaikat turun ke langit bumi, jika ada ayam jantanpun berkokok riang di tengah sepertiga malam. Puncak bromo benar-benar memikat hati. Untuk pengalaman pertama kesini adalah wajar jika lisan tak putus memuji illahi. Hanya satu, hanya satu yang dipinta pada waktu itu. Tak dapat diungkapkan namun tertanam di dalam hati. Semoga Allah SWT segera mengabulkan.

Air mata ini mengalir tak dapat terbendung. Hangat mengalahkan dinginnya embun bromo di malam buta. Saya baca kembali berulang-ulang pesan whatsapp ini. "Kalau keutamaan secara khusus masih perdebatan keshahihan haditsnya, namun secara dalil umum bisa dilakukan puasa tersebut karena ada hadits yang jelas keshahihannya tentang mengoptimalkan amal ibadah pada 10 hari awal dzulhijjah" Jelas seorang ustadz kepada saya melaui pesan whatsapp.

Bismillah.. "kak Rizal, afwan bagaimana kalau kita puasa hari ini?" Aku bercakap dengan kak Rizal. "Apa antum siap?" disana balik bertanya. "Insya Allah" Namun kak Rizal belum yakin. Iya makan sahurpun belum siap. Hari sudah menunjulkan pukul 03.40 WIB. "Bude, pesen satu mie telurnya dan satu susu". Pukul 04.00 tepat saya langsung santap sahur ditemani kak Rizal, Pakde dan Bude penjual makanan di pendakian ini.

Selesai makan kami langsung menuju kamar mandi di dekat tangga pendakian selanjutnya untuk berwudhu. Dinginnya air terasa merasuk ke dalam pori-pori kulit. Sebentar lagi subuh akan tiba. Kami memilih tribun yang masih direnovasi. Sebuah bangunan untuk mengambil gambar dengan latar bromo dari ketinggian. Singkat cerita selesai subuh kami melanjutkan pendakian menapaki anak tangga dan beberapa jalan yang masih berserakan antara batu dan material.

Tidak gampang menuju puncak namun pasti bisa sampai kesana. Itulah kata-kata yang tepat menggambarkan pendakian kedua ini. Nafas ini masih tersengal. Beberapa belokkan dan tanjakan mewarnai perjalanan ini. Sepasang muda-mudi yang mengiring dari belakang masih setia memberikan penerangan. Kali mereka canggung melewati saya. Nampak sekali keduanya capek dengan sesekali berhenti.

Pendakian kedua ini tuntas setelah menapakkan kaki di pelataran datar disambut para pendaki yang sudah ramai dan tiba lebih awal. Kok teman-teman kita cuma ada kak Hilpi, kak Vera dan kak Yenti saja? "Yang lain kemana kak?" tanya saya penasaran. Apa iya masih ada pendakian. Allahu Akbar! "Kalu ndak naik, naiklah. Ayuk idak sanggup lagi dek" jawab kak Hilpi. What! mendaki lagi? "Gimana kak Efri, lanjut kita mendaki?" Tantang kak Rizal. "Bismillah ayo" jawab saya cepat.

Medan terkahir ini tidak beraspal dan tidak ada tangga. Murni menapaki tanah pegungunan saja, mendaki sekitar 5 meter dan sampai. Belum juga di atas puncak namun pohon cemara memberi tanda jika ini adalah batas akhir pendakian. Saya menyadari tujuan mendaki ini hanyalah untuk menikmati indahnya alam dengan hadirnya mentari bersinar pagi dengan semburat merah kekuningannya di balik bukit nun jauh disana. Kami semua mencari spot paling cantik untuk mengabadikan moment ini. Pancaran kemilau mentari hampir terlihat sempurna. Mengabadikan gambar secara bergantian dan bersama-sama. Tak lupa, hati-hati ini terus berdzikir dan kakak-kakak pun subuh di puncak pendakian.

Saya sadar Bromo bukanlah tempat mustajabah untuk berdoa. Namun, hati ini merasa sangat dekat kepada Rabb setelah menyaksikan kebesarnNya yang mampu mendecak kagum hati dan jiwa. Doa-doa terbaik pun terpanjatkan ketika ingat di Bengkulu anak-anak dan istri yang selalu menggelayut di pelupuk mata dan hati. Capek dari pendakian ini semoga dimudahkan ke tanah suci, berihram dan bermunajat di arafah nan suci. Aamiin aamiin aamiin ya Rabbal 'alamiin.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.








Monday, 20 August 2018

Cara Gampang Membuat Blog Bagi Pemula




Assalamualaikum Wr.. Wb..
Pagi sobat semua, pagi ini saya ingin menulis bagaimana cara gampang membuat blog bagi pemula.

Eits saya juga tidak mahir tapi belajar otodidak, sampai sekarang saja blog saya masih sangat sederhana.

Namun tetap bersyukur karena blog saya menjadi salah satu bagian dalam membuat inspirasi.

Baik, kalau yang sering saya bagikan di akun facebook Efri Deplin bukan website tapi blog pribadi

website dan blog berbeda
website lebih kepada cakupan yg lebih besar lagi dan sering digunakan instansi sedangkan
blog cakupannya juga cukup luas, namun lebih bersifat personal
bagaimana?

saya lanjutkan dulu ya
jika berminat membuat blog, saya sarankan membuat blog gratis terlebih dahulu tujuanya untuk belajar, saya masih belajar ya.

buatlah nama blog dengan nama sendiri agar mudah dikenal dan lanjutkan dengan blogspot.com
misal "efrideplin.blogspot.com

download aplikasi blogger melalui playstore agar mudah memposting kiriman melalui smartphone kamu.

Pada saat melakukan pendaftaran untuk membuat blog ikuti saja petunjuk yang tersedia.

penting! gunakan gmail.com bukan yahoo. Saya tegaskan gunakan gmail.com
sampai disini bagaimana?

Silakan download sekarang menggunakan aplikasi play store

Ikuti langkah berikut:

Membuat blog

Kamu dapat membuat dan mengelola blog kamu sendiri dengan Blogger.

Membuat blog

  1. Login ke Blogger.
  2. Di sebelah kiri, klik Panah bawah Panah Bawah.
  3. Klik Blog baru.
  4. Masukkan nama blog.
  5. Pilih alamat blog, atau URL.
  6. Pilih template.
  7. Klik Buat blog.
Catatan: Pastikan kamu mematuhi Kebijakan Konten Blogger dan Persyaratan Layanan.

Mengelola blog

Memecahkan masalah

Jika kamu mengalami masalah dengan Blogger, lihat info tentang pemecahan masalah.

Selamat mencoba
Blogger
Google LLC
Blogger Bengkulu
Bobe 3 tahun
Yuk diskusi di kolom komentar

Sumber:
https://support.google.com/blogger/answer/1623800?hl=id

Thursday, 16 August 2018

Hari Kedua Karang Pamitran Nasional 2018 Menjelajah dan Menyatu dengan Alam Desa Pramuka Lebakharjo Jawa Timur

Pagi ini setelah semua siap untuk olahraga di kecamatan tiba-tiba kak Rahmat memutar beberapa musik senam denga tema nusantara. Wah.. home stay kita rame jadinya. Ada sedikitnya 4 video senam yang beliau putar. Hingga pukul 06.30 kami masih berada di halaman rumah pak Riadi.

Giat hari ini adalah TUG namun karena peralatan masih dalam persiapan akhirnya kami dari pembina penggalang hanya melaksanakan apel pagi secara bersama-sama. Pada saat ini juga semua beberapa kegiatan hari ini disampaikan untuk memaksimalkan rutinitas dan agenda. Maklum grup whatsapp sudah dibuat namun karena faktor jaringan akhirnya pesan mengalami sedikit kesulitas untuk tersampaikan. Alhamdulillah apel pagi dan sore menjadi wadah untuk berkomunikasi aktif.

Giat selanjutnya adalah forum diskusi dan mendengarkan pemaparan kakak pembina dari NTT mengenai cara bertani yang banyak dilakukan di daerah sana. Wah ternayata di sana pertanian menjadi aktifitas utama masyarakat. Wajar saja ya, Indonesia kan negara agraris. Mereka juga memperagakan bagaimana cara mendapatkan air minum dari hasil sulingan air laut yang diuapkan. Bagaimana pula ini? air laut tersebut dijemur dibawah terik matahari dengan sebuah wadah dan ditutup rapat rapat dengan plastik bening. Dibuat sedemikian rupa agar bagaimana caranya uap air yang menempel pada dinding atap plastik akan tersalurkan melalui selang kecil. Wah.. salah satu alat penting di daerah sulit air sumur ini ya. Sukses kakak.

Setelah giat diatas kami istirahat dan menantikan giat "Menjelajah" dengan nama "GURINGAI" Gunung Rimbah Sungai. Wow pasti keren dan menantang.

Pukul 13.00 wib kami berkumpul di Provinsi Bangsa. Semua penggalang putra menuju lokasi dengan semangat 45. Ada yang naik ojek dan tentunya berjalan kaki dengan gembira. Suasana pedesaan Sukamaju A benar-benar membius mata dan hati ini untuk berdecak kagum. Subhanallahu Walhamdulillah Wallahuakbar!

Kami dibagi menjadi 4 kelompok besar dan setiap kelompok dibagi lagi menjadi 4 kelompok kecil. Asli ga kecil-kacil banget ya pemirsa hee.. sekecil-kecilnya kelompok pembina tentu pasti tetap jadi rame hee. Setelah selesai dibagi, Alfa, Bravo, Charlie, Delta masing-masing mendapatkan secarik kertas. Disana ada peta buta haaa haaa rasakan ya.

Kami menterjemahkan peta tersebut dan berhasil menemukan pos 1. Tantangannya cukup mudah, kita kan masih usia penggalang jadi, cari tahu apa yang dirasakan peserta didik seumuran penggalang terhadap pramuka. Kita wawancara intinya. Beberapa meter melaju kita ketemu target. Namanya Indah kelas 12 SMP. Dia cukup memuji kegiatan pramuka dan memang ia juga penggalang di pangkalannya. Selamat ya dik.

Pada pos 2 diingatkan untuk berhati-hati dalam sebuah perjalanan. Dan memecahkan sebuah sandi.

Pada pos 3 kita diajak untuk mengabadikan momentum pramuka kekinian dengan video dan foto. Ada latar sebuah gunung nan menawan. Iya itulah gunung Semeru. Masya Allah.

Pada pos 4 kita diajak halang rintang untuk berjalan di atas seutas tali di atas air sebuah sungai. Jujur, daripada jatuh dan malu kakak boleh kok jalan langsung ke dasar sungai haa. Menurut saya apa salahnya sih kalau dicoba dulu. Dicoba saja juga kenapa sih. Jatuh kan ke bawah? hee.. tapi lumayan lho kak, bisa basah kuyup tapi terhormat. Daripada menyerahkan diri tanpa perlawanan. Lho kan bukan perang? iya nampaknya bukan, tapi kamu bisa kan melawan egomu sendiri kan? kecuali di regu kita ada Kak Darmen, umur beliau 51 tahun, beliau atas arahan panitia tidak perlu halang rintang, pengecualian ya.

Setelah semua kegiatan ini selesai dilanjutkan istirahat di home stay untuk pementasan seni nanti malam.

Namun, saya harus jujur. Saya sangat sedih sekali sore ini, sedih karena saya tersesat dalam perjalanan di berbagai pos. Pada saat menemukan pos 1 saya dan teman-teman satu regu mulai berpencar. Kami hilang figur pemimpin. Sementara peta perjalanan tidak diketahui secara pasti pada waktu bersamaan. Kami sempat curiga dengan lokasi yang dilalui dan kecurigaan itu benar-benar terjadi.

Setelah evaluasi malam ini maka kesalahan itu terjadi ketika kami melewatkan sebuah jalan setapak di samping rumah warga yang menuju latar gunung Rinjani. Otomatis gunung dan lembah yang kami lewati tidak menjadi rekomendasi panitia. Iya kami juga melewati gunung dan lembah yang luar biasa. Juga lahan persawahan yang begitu memesona. Namun karena terlena dengan keindahan alam ini saya dan teman-teman sudah sangat jauh terlepas dari simpul pada peta. Mau pulang ke awal kami harus mendaki jalanan mungkin 45 derajad. Allahu Akbar!

Yang penting bagi saya adalah usaha. Usaha untuk memantapkan ikhtiar. Alhamdulillah.. kisah diataspun saya dapatkan dari perjalanan kak La Tumeng yang berhasil menapaki semua tantangan.

Semoga menginspirasi, sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya.

Wednesday, 15 August 2018

Hari Pertama KPN 2018 Desa Pramuka Lebakharjo Jawa Timur


Alhamdulillah.. kali ini saya akan merangkum kegiatan hari pertama KPN 2018.

Jam analog gawai pintar terlihat 03.35 waktu indonesia barat. Waktu ini sama dengan daerah asalku Bengkulu. Namun semua berjalan lebih cepat karena Kota Malang lebih dahulu melihat matahari terbit. Jadi suasana disini lebih cepat sekitar 30-45 menit dari Bengkulu. Jika di Bengkulu subuh pukul 05.00 pagi maka di Malang subuh pukul 04.30 wib. Otomatis aktifitas lainnya akan berjalan lebih cepat.

Karena masih sangat pagi, tubuh ini masih bermalas-malasan diatas kardus sebagai alas tidur malam ini. Kami pembina putra sebagian berada di atas lantai dua sebagian lagi di bagian bawah dengan karpet dan selimut. Pembina putri alhamdulillah ditempatkan sangat layak di sebuah ruangan. Mengapa saya pakai kardus hee.. karena sleping bad saya di ruang istirahat putri. Saya tidur paling akhir malam ini. Kakak-kakak lainnya sudah tertidur sejak pukul 10.00 tadi malam.

Subuh berjamaah di mushollah Balai Desa Taman Asri cukup mendecak kagum pada jamaah. Sebagian besar berduyun-duyun bergantian subuh berjamaah di mushallah ukuran 6x6 ini. Air keran untuk berwudhu terasa menyusup ke pori-pori kulit. Dinginnya serasa kampung halaman mertuaku di Curup Bengkulu.

Kami kemudian duduk melingkar pada sebuah karpet di tempat menginap malam tadi. Menyusun rencana dan persiapan menuju desa Pramuka Lebakharjo. Setelah sarapan kamipun berkumpul di lapangan di depan Sekolah Dasar Negeri Taman Asri. Para pembina, pelatih, dan kapusdik dari seluruh kwarcab dan kwarda se-Indonesia berkumpul menjadi satu.

Mengingat medan dan jarak tempuh ke desa Pramuka yang ektrem, menjadikan pertimbangan agar angkutan menuju lokasi dilakukan secara bergantian. Elf dn truk muatan barang dan penumpang hilir mudik mengangkut 4.120 para pembina se-Indonesia yang tergabung di Siaga, Penggalang, Penegak, Pelatih Pembina, dan Kapusdik. Alhasil jam keberangkatan menuju lokasi variatif sesuai golongan.

kwarcab kota Bengkulu sudah berpisah dengan masing-masing tingkatan golongan. Saya dengan kak Helmi yang sama-sama pembina penggalang berbaris di bagian penggalang. Cukup lama kami menunggu angkutan untuk berangkat.

Sekitar pukul 10.00 wib barulah kami berangkat dengan menggunakan sebuah truk. Angkutan barang dan penumpang terpisah. Saya dan kak Helmi juga sudah berpisah mengingat homestay kita juga berbeda kecamatan.

Pada saat perjalanan menuju lokasi. Benar-benar menantang, medan yang cukup ekstrem. Wajar saja jika panitia menolak perjalanan pada malam hari menuju lokasi. Saya sangat yakin di beberapa titik ekstrem belum dilengkapi dengan lampu jalan dan juga terlihat licin. Daerah tujuan ini benar-benar sebuah desa yang jauh dari perkotaan. Jalan yang sempit dan menanjak dan menurun hanya bisa dilewati oleh sopir yang terbiasa dengan medan ini. Dari truk yang kami tumpangi tampak dari atas kami melihat sebuah perkampungan penduduk berada di antara dua bukit besar. Perkampungan itulah yang akan kami tuju dengan nama Desa Pramuka Lebakharjo.

Sekitar pukul 11.20 kami sampai di lokasi. Sambil melemaskan otot dan peregangan pada saat mobil berhenti kami melihat lapangan utama giat KPN 2018. Melewati sebuah perkemahan penggalang yang tertata rapi dengan adik-adik dan pembinanya.

Turun dari truk kami masih harus menunggu angkutan barang terlebih dahulu. Setelah itu melapor kepada panitia penempatan rumah inap. Alhamdulillah ojek sudah siap dan saya menuju rumah Bapak Riadi di RT.28.

Bertemu beliau selintas teringat mertua saya di Curup. Maklum mertuku masih keturunan Jawa. Saya kemudian dipersilakan masuk dan berbenah. Mandi setelah sejak kemarin badan ini belum tersentu air hee.. kemudian shalat di ruang shalat beliau. Kami terlibat percakapan yang menyenangkan. Beliau pertama kali mendengar kata Bengkulu yang terlintas adalah manusia harimau hahaha. Saya kaget, saya pikir akan bertanya tentang raflesia dan batik besurek yang saya kenakan di detar kepala ini.

Saya kemudian makan siang bersama di rumah anaknya. Kakak pembina yang satu rumah dengan saya belum tiba. Kemudian saya lanjutkan dengan perkenalan dan mendengarkan profil singkat desa Pramuka Lebakharjo.

Bapak Riadi kelahiran tahun 1956 memiliki 2 orang putri. Alhamdulillah sudah berkeluarga semua dan sukses. Satu berada di samping rumah beliau dengan aktifitas membuka warung toko manisan dan petani sukses seperti beliau. Satu lagi juga sukses di daerah Ponorogo ikut suaminya disana.

Bapak Riadi adalah salah satu pendiri Pramuka di Lebakharjo. Saya merasa sangat beruntung mengenal beliau. Datang lebih awal dan mendengarkan rekam jejak desa Lebakharjo dari seorang Pramuka di desa Pramuka. Sebelum tahun 1976 untuk memasuki desa Lebakharjo tidak bisa menggunakan kendaraan transportasi. Kita harus berjalan kaki sejauh 14 km dari Taman Asri. Kondisi jalanan yang masih setapak dan darurat tidak menjadi alasan untuk dilewati karena inilah satu-satunya cara untuk mobilitas terlancar.

Jalanan ini adalah hasil pengerjaan masyarakat secara mandiri pada tahun 1968. Masyarakat bersama-sama mencari posisi jalan yang tepat sesuai medan yang terjal. Hingga didapatlah jalan yang dapat digunakan namun masih darurat. Pada tahun 1976 mobil sudah dapat masuk ke desa Lebakharjo dengan jalan itu. Tahun 1978 Presiden Soeharto datang untuk menghadiri Giat Asia Pasifik. Pada tahun itu juga jalan semula belum terjamin kualitasnya dimulailah pengerjan jalan dengan hotmik. Pendirian tempat ibadah berupa sebuah unit masjid Al-Amiin, sebuah gereja, pembuatan jembatan, dan tentunya perbaikan jalanan.

Pada tahun 1993 Pak Harto atau Soeharto presiden kedua RI kembali menghadiri pertemuan besar Pramuka. Pertemuan ini disebut dengan istilah Comdeca. Pada saat itu semua kebutuhan desa sudah sangat layak terpenuhi diantaranya listrik juga sudah semakin membaik dan perbaikan jalan yng semakin sempurna.
Mengapa disebut desa Pramuka?

Pada tahun 1976 cuma ada beberapa orang pramuka di Lebakharjo. Kemudian Pramuka Lebakharho dikenal oleh kwaran, kwarcab sampai kwarda Jawa Timur. Oleh instruksi Gubernur Bupati memberikan amanah kepada Kades atau Kepala Desa untuk mendata di setiap RT dan RW siapa saja yang tidak menjadi hansip maka wajib mengikuti dan menjadi Pramuka. Tak terkecuali pemuda-pemuda yang sudah menikah sekalipun.


Kecamatan mengadakan kemah pada tahun 1976 sebanyak 27 tenda.  Kecamatan Sukamaju A dan B yang dipisahkan jalan setapak pada tahun depannya menjadi sekabupaten. Intinya adalah Anak Lebakharjo harus nomor 1 agar ada perkemahan Asia Pasifik. Nomor 1 dalam kegiatan kepramukaan baik jumlah maupun kuantitasnya. Kwarnas Pak Lim menyatakan bahwa Pramuka Paling terbanyak ada di Jatim, dan Lebakharjo adalah ikonnya.

Hingga malam ini saya dan kakak-kakak pembina se-Indonesia diantaranya dari Kalimantan Utara, Maluku, Tidore Kepulauan, Padang, Sumatera Selatan, Maluku Utara, Bangka Belitung, dan saya Bengkulu mengikuti acara ulang janji di kecamatan. Ulang janji yang menggetarkan hati. Menjadi pramuka sejati perekat NKRI. Kata-kata itu merasuk ke dalam sukma. Terpautlah antara Pramuka dan Nilai-nilai Tuhan Yang Maha Esa.

Kepada Kwarnas Gerakan Pramuka, Para Pengururus Kwarda Bengkulu dan Kwarcab Kota Bengkulu, Pimpinan JSIT Wilayah Bengkulu, SAKO Pramuka SIT Wilayah Bengkulu, Mabigus gudep Unggul SDIT IQRA' 1 Kota Bengkulu, Panitia KPN 2018, Para pembina se-Indonesia, Bapak Riadi dan keluarga terima kasih untuk kesempatan menimbah ilmu disini. Kami akan betah mengikuti setiap agenda yang terencana. Semoga Allah SWT Menautkan hati-hati kita. Aamiin

Baarakallahu fikum jaamiian

sampai jumpa di tulisan berikutnya

Pembukaan KPN 2018 dan Peringatan Hari Pramuka ke-57 Desa Pramuka Lebakharjo

Alhamdulillah.. Pada kesempatan malam ini saya dapat kembali mengulas kegiatan KPN 2018. Semoga pembaca budiman senantiasa mendapat inspirasi dari tulisan kecil ini.

Pagi selasa, 14 agusutus 2018 menjadi pagi yang dinantikan seluruh pramuka di Indonesia khususnya peserta KPN 2018 desa Pramuka Lebakharjo. Indonesia memiliki keunikan tersendiri dari sejarah kepramukaan. Gerakan Pramuka menjadi sebuah wadah yang tepat dapat memberikan solusi bagi kaum muda Indonesia agar lebih bermakna.

Disini di Lebakharjo Jawa Timur cita-cita itu senantiasa membuncah dalam diri setiap pembina.

Pukul 06.00 wib semua kakak pembina di rumah inap Bapak Riadi sudah selesai sarapan pagi dengan menu khas pedesaan. Seragam pramuka lengkap menambah pesan makna tersirat dari kain cokelat perjuangan para pemuda bangsa saat itu. Kami secara bergantian menuju lapangan utama KPN 2018. Ojek sepeda -seperti masyarakat disini menyebutnya- sudah menunggu dengan setia di depan rumah.

Lumayan jarak yang ditempuh hampir 2 km lebih. Jadi transportasi ojek sangat penting sebagai pilihan mobilitas terkini.

untuk kami home stay yang jauh ini ojek sangat penting. Dalam perjalanan pagi ini banyak sekali kakak pembina yang juga berjalan kaki menuju lapangan.

Dari perkiraan awal sebanyak 9.234 kakak pembina dan alumni Comdeca menghadiri KPN 2018 ini hanya dihadiri sebanyak 4.120 kakak pembina dari seluruh indonesia. Lapangan utama mulai dipenuhi kakak pembina untuk upacara Hari Pramuka ke-57 tahun 2018. Semua berbaris rapi sesuai dengan tingkatan dan golongan. Siaga, penggalang, penegak, pelatih dan kapusdik. Di belakang barisab pembina sejumlah siswa siaga, penegak, dan pandega sudah siap dengan atribut aksi mereka.

Acarapun dimuali setelah Gubernur Malang hadir sebagai pembin upacara yang semula dijadwalkan akan dihadiri oleh Kak Jokowi Dodo sebagai Pramuka tertinggi di negeri ini. Mungkin karena suatu hal yang sangat penting sehingga beliau tidak dapat hadir membuka secara resmi cara KPN 2018.

Saya dan kak Indra berbaris di shaf kedua golongan penggalang. Susuanan upacara dapat diikuti dengan khidmat. Alunan musik hidup dari pangkalan sebuah sekolah kejuruan itu menambah semangat ketika lagu indonesia raya dinyanyikan bersama. Juga ketika hymne pramuka dinyanyikan bersama menjadikan sebuah momentum kebersamaan menyatukan diri satu sama lain menjadi utuh sebagai perekat NKRI. Pramuka menyatukan NKRI.

Pembina upacara menyampaikan ucapan terima kasih yang besar kepada kabupaten desa Lebakharjo khususnya dan Malang pada umumnya atas terselenggaranya KPN 2018 ini. Dikahir upacara diadakan penyerahan beberap penghargaan satya lencana, pramuka garuda, gudep unggul 2018, dll. Penghargaan satya lencana diberikan kepada beberapa pembina yang berhak menerimnya. Khusus pramuka garuda pada kesempatan ini diberikan kepada dua penggalang putri.

Penghargaan gudep unggul ini mengingatkan kepada saya pada tiga tahun yang lalu di Denpasar Bali. Tahun 2016 yang lalu dengan sebuah perjuangan dan persaingan ketat dimulai dari tingkat kota provinsi hingga nasional. Gudep 06.007-06.008 Ali bin Abi Thalib Fatimah Azzahra berhasil menjadi yang terbaik kedua tingkat Nasional. Menjadi sebuah apresiasi tinggi dan amanah besar di pundak ini untuk senantiasa komitmen menjadikan pramuka sebagai wadah terbaik pembinaan kaum muda Indonesia.

Upacara kemudian ditutup dengan serangkaian acara hiburan dan tampilan siaga penggalang dan penegak. Tampilan yang memukau diakhiri letusan kembang api di detik-detik penutupan acara peringatan Hari Pramuka dan Pembukaan KPN 2018 desa Pramuka Lebakharjo Jawa Timur Indonesia.

Selesai upacara saya silaturahim kepada beberapa pembina. Kemudian pulang ke home stay dan beristirahat menantikan pukul 14.00 wib pada giat selanjutnya di SDN2, tepat disamping rumah Bapak Riadi.

Pukul 14.00 wib semua pembina penggalang sudah berkumpul di halaman SDN2. Giat siang ini adalah permainan yang menarik. Kami ditantang membuat yel-yel terbaik di setiap regu. Tidak terkecuali memperbaiki komitment yang dibuat secara tertulis di tiap regu.

Haahaa ada macam gerak bunyi dan lagu yang ditampilkan kakak-kakak dari berbagai daerah seluruh Indonesia ini. Semuanya saling menyemangati tanpa membully. Alhamdulillah yel-yel yang ditampilkan semuanya dalam rangka saling menyemangati. Tidak ada unsur membully sedikitpun.

Pukul 16.30 acara selesai mengingat ashar dan istirahat sore bagi kakak pembinanya.

Lanjut yaaa.. suasana malam nanti yang seru dan punya cerita. Tunggu tulisan saya selanjutnya.











Monday, 13 August 2018

Baarakallahu fi Umrik Bidadari Surgaku Misni Akzaiti

Bismillahi..

Baarakallahu fi umrik Bidadari Surgaku Misni Akzaiti

Semoga kesuksesan selalu menyertai hari-harimu dunia dan akhirat Aamiin

Menjadi seorang istri hebat dan ibu dari anak-anak kita yang spesial menuntun kita ke surgaNya Aamiin

Menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru profesional dan berwibawa Aamiin

Saling menyemangati dalam segala aktifitas kebaikan untuk dirimu untuk kita dan orang-orang di sekitar Aamiin

Baarakallahu fi umrik hingga Allah SWT kumpulkan kita di JannahNya Aamiin

Baarakallahu fi Umrik Bidadari Surgaku Misni Akzaiti

Bismillahi..

Baarakallahu fi umrik Bidadari Surgaku Misni Akzaiti

Semoga kesuksesan selalu menyertai hari-harimu dunia dan akhirat Aamiin

Menjadi seorang istri hebat dan ibu dari anak-anak kita yang spesial menuntun kita ke surgaNya Aamiin

Menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru profesional dan berwibawa Aamiin

Saling menyemangati dalam segala aktifitas kebaikan untuk dirimu untuk kita dan orang-orang di sekitar Aamiin

Baarakallahu fi umrik hingga Allah SWT kumpulkan kita di JannahNya Aamiin

Sunday, 12 August 2018

Perjalanan Menuju Desa Pramuka Lebakharjo Kabupaten Malang Jawa Timur

Alhamdulillah..
perjalanan panjang hari ini berlabuh di sebuah rumah makan ayam kembara desa Taman Asri. Tidak jauh dari tempat parkir bus atau angkutan peserta KPN 2018. Setelah melalui perjalanan panjang dari bandara Internasional Juanda sejak pukul 13.15 siang tadi.
Awalnya saya berangkat dari rumah menuju bandara Fatmawati pukul 04.30 wib. Shalat subuh dan berkumpul bersama teman-teman pembina dan pelatih serta kapusdik dari kwarcab Kota Bengkulu. Pukul 05.30 kami chek ini, hampir dipemanggilan terkahir mengingat pembina penggalang putri masih dalam perjalanan.
Jarak tempuh satu jam dari pukul 06.10 wib Bks-Jkt kami terpusat di A1 dan membuka bekal makan pagi sebelum transit ke Juanda. Awalan ini diwarnai dengan penuh kehangatan. Suasana semakin semarak dengan berbagi bekal di pagi ini. Iya, dalam sebuah perjalanan seperti ini ada-ada saja yang menjadi pusat perhatian. Termasuk bekal, ada yang berencana membawa namun karena lupa akhirnya tidak membawa. Kenapa tidak beli saja di bandara? terima kasih usulnya. Bekal saya disiapkan bidadari yang senantiasa mensupport. Terima kasih sayang.
Pukul 09.30 kami bording pass dan masuk ke dalam pesawat bersama ratusan penumpang lainnya. Sebagian besar memang dari peserta KPN tahun 2018 ini dari korda Bengkulu.
Pukul 11.30 kami tiba di Juanda dan langsung menantikan bagasi sampai pukul 12.15. Rencananya langsung naik ELF yang disediakan panitia ketika kami bertemu beberapa pandega di Bandara Juanda. Namun kami jadi berangkat setelah dhuhur jamak qashar ashar di prayer room bandara.
ELF yang kami tumpangi tidak lebih 5 jam perjalanan. Melewati tol daerah Surabaya menuju Malang Jawa Timur. Kami berhenti untuk makan di Lawang dan santap soto lawang yang sedap unik khas Lawang Jawa Timur. Rasanya dominan agak manis dengan campuran potongan daging, telur, dan sayuran khas soto. Saya sempatkan untuk saving energi dengan menambah sebutir telur asin dan segelas susu jahe. Rasanya mantap menghangatkan badan karena dinginnya Malang hampir terasa.
Sekitar pukul 18.30 kami tiba di area parkir angkutan peserta KPN satu jam jarak sebelum menuju desa Pramuka Lebakharjo Jawa Timur. Jangan dikira disini baru maghrib ya. Suasana jam segitu sudah hampir isya. Jadi ingat-ingat bahwa kita perlu shalat isya dan maghrib jamak.
Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan kami di tempat registrasi. Kami berbagi tugas layaknya peserta didik. Kak Ayik daftar ulang, saya dan kak Rizal langsung mencari tempat menumpang malam ini. Maklum home stay baru akan berlaku besok pagi di lokasi desa Pramuka. Kakak-kakak yang lain bertugas memindahkan barang bawaan menuju sebuah teras rumah warga.
Kenapa mencari home stay? iya lebih baik kita home stay mandiri daripada langsung ke lokasi karena medan yang terjal dan sangat tidak memungkinkan berangkat malam hari ini. Lokasi juga siap pada tanggal 13 Agustus 2018.
Alhasil malam ini karena puncak kedatangan kontingen bahkan ada yang sudah beberapa hari tiba dan belum juga ke lokasi menjadikan tempat menginap sementara hampir tidak ada lagi. Sampai akhirnya pada kesempatan terakhir kami bertemu dengan seorang ibu dan bertanya bisakah menawarkan tumpangan satu malam saja di tempat beliau. Akhirnya beliau memberikan sebuah kamar di bagian ujung warung yang rame sekali malam ini. Warung ini tumpah ruah dikunjungi kontingen dari berbagai daerah untuk kebutuhan konsumsi. Mungkin karena inilah beliau menggratiskan tempat yg bisa ditempati pembina putri dari kwarcab kota Bengkulu ini. Malam ini kami makan malam dari menu ayam geprek kembara punya ibu yang baik hati ini dengan lahap sampai kenyang. Terima kasih bunda atas tumpangannya semoga Allah membalas dengan rezeki dan kebaikan yang banyak buat bunda dan keluarga. Aamiin.
Malam ini akhirnya kami menginap gratis disini menunggu besok menghadap ke panitia untuk melanjukan perjalanan dari desa Taman Asri menuju desa Pramuka Lebakharjo, Kab. Malang Jawa Timur.
Baarakallahu fikum jaamiian
Salam Pramuka.

Trip Air Terjun Cuup PSUK Benteng

Pagi masih menyapa hangat dengan perpaduan sinar mentari di ufuk timur, menambahkan keceriaan hari ini. Benar saja kami dari tadi s...